NovelToon NovelToon
Penghianatan Suamiku

Penghianatan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Pengganti / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: aisyah az

Siapkan Tisue dan hati kalian ya untuk baca novel by Me!!!!
Jangan lupa Mampir Juga di karya Receh aku yang lain🙏


Bagaimana jika suami yang Bunga anggap baik dan setia, mencintai dia dengan tulus, ternyata hanya sebuah kedok untuk menutupi kebohongannya.

Bunga tak menyangka jika dia telah diduakan oleh Ilham, Suaminya. Apalagi Bunga memiliki Ibu mertua yang tak menyukainya sejak awal menikah.

Akankah Bunga bisa bertahan, dan memberi kesempatan pada Ilham? Dan mampukah Bunga untuk bertahan karena suatu tekanan, yang tak bisa membuat dia lepas dari Ilham.

Simak disini yuk🙃JANGAN LUPA TAP FAV, LIKE DAN KOMENTAR NYA....

SEBAB LIKE DAN KOMENTAR KALIAN SUNGGUH BERARTI UNTUK AUTHOR 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Baru Permulaan

Happy reading.......

Pagi hari Bunga seperti biasanya bangun untuk salat Tahajud, dan mengadu kepada Sang Khalik tentang masalah yang ada dalam hidupnya dan tentang perselingkuhan Ilham dan juga Nara.

"Ya Allah, jika memang Mas Ilham bukan jodohku, maka aku ikhlas untuk melepasnya. Kuatkan dan tegarkanlah hatiku ya Rabb, untuk menjalani dan membongkar semua kebusukan Mas Ilham."

Selesai salat, Bunga pun membuka ayat suci Alquran dan membacanya beberapa lembar. Karena dengan membaca ayat suci Alquran membuat hati Bunga lebih tenang dan bisa melupakan setiap masalah yang ada di dalam hidupnya yang terjadi kini.

Tepat jam 06.00 pagi, Bunga Turun ke bawah untuk membuatkan sarapan dan kopi untuk Ilham. Walaupun dia marah dan disakiti oleh Ilham, tetapi Bunga masihlah seorang istri dan tugasnya masih melayani Ilham.

"Maaf Bu, apa Bibi boleh bertanya?" tanya Bi Marti, asisten rumah tangga di rumah Bunga.

"Oh tentu saja Bi, ada apa?"

"Ituu Bu, Bibi mau tanya. Tadi pagi Bibi melihat seorang wanita masuk ke kamar tamu, dia itu siapa ya Bu?"

Mendengar itu Bunga menghela nafasnya, kemudian dia menatap wanita yang lebih tua di hadapannya itu. "Kata Mas Ilham sih sepupunya dari jauh, Oh ya Bi, aku mau minta tolong sama bibi bisa nggak?"

"Minta tolong apa itu Bu?" heran Bi Marti sambil menatap Bunga dengan tatapan menyipit.

Kemudian Bunga pun membisikkan sesuatu di telinga Bi Marti, dan membuat wanita itu mengangguk paham tetapi sejurus kemudian raut wajah wanita itu mendadak jadi bingung dan juga penuh tanda tanya.

"Apa Ibu yakin? Nanti kalau saya dimarahi Pak Ilham, bagaimana Bu?"

"Sudah, Bibi tidak usah cemas. Urusan Mas Ilham itu biar saya yang urus! Pokoknya Bibi jalankan saja apa yang tadi aku minta ya Bi!"

Di Marti pun mengangguk paham, kemudian mereka menyiapkan sarapan pagi bersama dengan senyum bahagia di wajah Bunga. Dia membayangkan apa yang akan terjadi nanti saat berada di meja makan.

'Lihat saja! Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia di rumah ini. Kamu salah jika berpikir masuk ke dalam surga, justru sebaliknya. Kamu masuk ke dalam kandang singa!' batin Bunga sambil menyeringai.

**************

Semua sudah kumpul di meja makan, dan saat ini Ilham Tengah meminum kopi buatan Bunga. Sementara itu Bunga sedang duduk di samping Ilham dan menyendokkan nasi goreng ke piringnya.

Tak lama Nara datang sambil menggendong Azam, Bunga hanya menatap wanita Itu sekilas lalu kembali menyendok nasi ke piringnya untuk dirinya sendiri, kemudian dia duduk di samping Ilham.

"Selamat pagi Mas Ilham," ucap Nara kepada Ilham dengan nada manja, namun tak menyapa Bunga sama sekali.

"Pagi..." jawab Ilham dengan sungkan karena di sana ada Bunga.

Sementara itu Bunga yang mendengarnya merasa jijik, dia sebenarnya sudah muak dengan sandiwara Ilham dan juga Nara. Tetapi demi rencananya, Bunga harus menahan dulu sementara waktu amarah di dalam dirinya demi untuk memberi kedua orang itu pelajaran yang setimpal.

"Bi... Tolong bikinin aku susu dong!" pinta Nara pada Bi Marti, dan langsung dibalas anggukan oleh wanita itu.

'Pertunjukan akan segera dimulai,' batin Bunga menyeringai menatap sekilas ke arah Nara, lalu kembali fokus memakan nasi gorengnya.

Setelah susu jadi, Bi Marti membawanya ke hadapan Nara. "Ini Mbak susunya," ucap Bi Marti sambil menaruh gelas yang berisi susu di hadapan Nara.

Nara mengangguk tanpa mengucapkan terima kasih. Setelah itu Bi Marti kembali ke dapur dan Nara pun langsung meminum susu yang sudah dibuatkan oleh wanita itu.

"Oh ya, Mas. Nanti siang aku mau ngajak Azam untuk berenang, kamu mau kan nganterin aku ke sana?" pinta Nara dengan nada sedikit memohon kepada Ilham, tetapi tatapan matanya menggoda Ilham.

Ilham yang mendengar itu pun melirik ke arah Bunga, sementara yang dilirik fokus memakan nasi gorengnya sambil tersenyum penuh kemenangan di dalam hati. Entah apa yang sudah Bunga rencanakan bersama dengan Bi Marti tadi pagi.

"Aku ada meeting jam 08.00 nanti, jadi aku tidak bisa." Jawab Ilham kepada Nara.

"Please lah Mas, cuma sebentar aja kok paling 1 jam," pinta Nara.

"Kamu ini kan bisa naik grab, dan taksi juga banyak kan di depan? Kenapa tidak naik taksi saja? Kenapa harus meminta suami orang untuk menemani kamu? Kalau seperti itu sih, lebih baik kamu cepat menemukan suami kamu ya! Karena takutnya lama-kelamaan Mas Ilham itu akan tergoda sama kamu," ucap Bunga dengan nada santai, namun terkesan menyindir dua orang yang ada di hadapannya itu.

"Sayang, kamu ini bicara apa sih? Kamu nggak boleh berbicara seperti itu kepada Nara, dia di sini kan tamu."

Bunga hanya mengangkat kedua bahunya saja dengan Acuh saat mendengar jawaban Ilham, sementara itu Nara menarik salah satu sudut bibirnya dengan tatapan mengejek ke arah Bunga.

'Aku akan buat Mas Ilham membenci kamu, wanita sial*n!' batin Nara.

Saat Nara akan mengangkat suara, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang begitu sakit di perutnya. Sesuatu yang begitu melilit dan membuat Nara benar-benar tidak tahan.

"Aawwhh.... Ssshhh..." ringis Nara sambil memegangi perutnya.

"Kamu kenapa Nara?" tanya Ilham dengan panik, saat melihat wajah Nara yang meringis kesakitan.

"Ini Mas, aku tidak tahu tiba-tiba perutku sakit!" jawab Nara sambil meremas perutnya.

Ppreeeeettt...

Terdengar bunyi yang begitu nyaring disertai dengan bau yang tidak sedap dari belakang tubuh Nara, dan itu membuat Bunga dan juga Ilham seketika menutup hidung mereka.

"Ya ampun, kamu ini tidak sopan sekali sih! Masa di meja makan kamu kentut?" ledek Bunga sambil mengibaskan tangannya di depan wajah.

Nara ingin sekali menjawab ucapan Bunga, tapi lagi-lagi sesuatu keluar dari belakang tubuh Nara, yang membuat wanita itu seketika menjadi malu dan berlalu ke kamar untuk menuntaskan hajatnya.

Ilham yang melihat itu sebenarnya ingin sekali menyusul Nara ke kamar, tetapi ada Bunga, jadi dia merasa tidak enak.

Sementara itu Bunga menyeringai dengan tatapan penuh kemenangan ke arah Nara yang meninggalkan meja makan. 'Hahaha... Rasakan kamu! Ini belum seberapa, ini hanya baru permulaan saja. Kamu harus mempersiapkan mental untuk tinggal di rumah ini, karena aku akan membuat kamu lebih menderita daripada ini dasar pelakor!' batin Bunga sambil tertawa penuh kemenangan.

Memang tadi pagi Bunga meminta Bi Marti menaruh obat pencahar di minuman Bara, demi membuat wanita itu pelajaran, karena telah berani bermain main dengan dirinya.

Bersambung. . ......

Jangan Lupa Like, komen dan Bunga mawar nya ya😘😘Author maksa loh... kalau nggak, nanti author gak mau up🤣🤣

1
Nathasa putri
nasib mentari sama Ardi gimana kak
Cicih Sophiana
Bunga mau bahagia dgn kamu dari hongkong kali Ilham....
Cicih Sophiana
klo Bunga dgn Bagas kasian dong ade yg udah suka Bunga bertahan tahu ...
Cicih Sophiana
semoga aja Bunga yg lebih dulu menyelamatkan bibi dan paman nya sebelum dibawa Ilham...
Cicih Sophiana
knp sekalian semuanya di buka Bunga biar mereka hancur sekalian
Cicih Sophiana
aq bingung ada yah mertua sejahat itu...
Cicih Sophiana
tenang aja pak Bagas... Bunga itu calon caljan..
Cicih Sophiana
Bunga dgn Ardi aja ya thor jodohin
Cicih Sophiana
Bunga kan udah mau cerai knp masih tinggal di situ sih... aq gak sabaran sama mertua nya sll ngatain perempuan mandul... siapa jg yg mau mandul ? tau nya si Ilham yg mandul...
Cicih Sophiana
tentu aja manusia bisa berubah klo terlalu di sakiti...
Cicih Sophiana
hati hati Nara jgn jahat rakus sombong sama Bunga... Bunga tau semua rahasia kamu dan anak kamu... klo Bunga nuka rahasia nya mati luh
Cicih Sophiana
keren Bunga... gitu dong🥰😍😍
Cicih Sophiana
mertuanya jg durhaka tuh sama menantu... semoga ada karma untuk mertua jg
Cicih Sophiana
👏👏👏👏nah ini baru aq suka gaya mu Bunga 👍 tinggalkan mereka
Cicih Sophiana
dah mertua suami dan pelakor jahan... tunggu aja karma itu ada... semoga aja anak itu bkn anak si Ilham
Cicih Sophiana
semoga aja itu bukan anak kandung si Ilham... krn si Ilham yg mandul
Cicih Sophiana
liat saja liat saja apa Bunga.. bukti nya kami diem aja gak membalas mereka
Cicih Sophiana
cape liat si Bunga udah di rendahkan mertua jg diam aja... udah tendang di tabok masih aja betah... mending klo gak di selingkuhin
Cicih Sophiana
Bunga terlihat rendahan banget di mata madu dan mwrtuanya... tp kok bisa betah bertahan walau di hina mertua... apa krn cinta? cinta macam apa itu anak jg blm punya untuk apa terus bertahan...
Cicih Sophiana
sabar ya tante soal nya Bunga belum cerai dgn suami selingkuh nya... tau tuh Bunga betah amat dgn suami pengkhianat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!