NovelToon NovelToon
SALAHKAH AKU SELINGKUH?

SALAHKAH AKU SELINGKUH?

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai / Tamat
Popularitas:274.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Neti Jalia

Arinda adalah salah satu dari banyak wanita yang salah dalam memilih jodoh. Berharap bahagia setelah menikah diusia muda, namun ternyata suaminya hanya menjadikannya sebagai mesin pencetak anak.

Sampai suatu hari dia dipertemukan dengan seseorang yang menjanjikan dia kebebasan. Arinta terjebak dalam cinta terlarang. Akankah Arinda bebas? atau dia memilih kembali bersama suaminya demi sang buah hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15. Jangan Gila

"Sampeyan sadar, sampeyan itu ngomong apa? aku ini sudah punya suami, dan juga sudah punya dua anak. Tolong sampeyan jangan nambahi lagi beban hidupku. Aku bisa mati kalau ketahuan suamiku," tanya Arinda.

"Aku suka kamu perhatian sama aku. Arinda, tinggalkan suamimu dan menikahlah denganku. Aku janji akan memberikanmu kebebasan yang tidak pernah kamu dapatkan dari suamimu. Aku janji akan membebaskanmu dari siksaan suamimu itu," ujar Dante.

"Jangan gila sampeyan mas. Aku ndak kepikiran buat selingkuh dari suamiku, apalagi mau bercerai. Kasihan sama anak-anakku," ujar Arinda.

Dante perlahan mendekat kearah Arinda, untuk mempersempit jarak diantara mereka. Kini Arinda bisa merasakan, tatapan mata pria itu memang tidak biasa terhadapnya.

"Tanyakan pada hatimu. Apa kamu sungguh kasihan pada anak-anakmu, atau pada dirimu sendiri. Suatu saat anak-anak akan mengerti, kenapa ibunya minta pisah dari ayahnya. Jangan sampai diusia 60 tahun, baru kamu menyadarinya. Bahwa kamu sudah menyia-nyiakan hidupmu demi suami yang tidak tahu diri," Dante menunjuk kearah dada Arinda.

Arinda terdiam mendengar ucapan Dante. Wanita itu melihat wajah pria di depannya semakin pucat.

"Sudahlah mas. Sampeyan tidak usah terlalu pusing mikirin hidupku. Aku sudah biasa hidup menderita. Sekarang sampeyan mending pergi ke rumah sakit saja mas, wajah sampeyan sangat pucat," ujar Arinda.

Tap

Dante menyeret tangan Arinda ke kamarnya, yang membuat jantung Arinda jadi berdegup dengan kencang.

"M-Mas mau apa? ndak baik kita berada dalam satu kamar begini mas," Arinda berusaha mengatur ritme jantungnya yang sejak tadi tidak menentu.

"Aku mohon jangan pergi! temani aku sampai sore saja," ucap Dante.

Arinda merasa sangat kasihan melihat Dante. Dia memutuskan untuk merawat pria itu. Arinda ingin membalas budi, karena selama ini Dante sudah baik padanya.

"Apa mas ndak punya simpanan obat?" tanya Arinda yang dijawab gelengan kepala oleh Dante.

"Mas tunggu disini ya! biar aku pergi ke warung terdekat buat cari obat demam untuk mas Dante. Mas sudah sarapan?" tanya Arinda yang lagi-lagi dijawab gelengan kepala oleh Dante.

"Mas tunggu sebentar ya! nanti tak belikan obat dan juga bubur," ujar Arinda sembari berbalik badan.

Tap

Dante meraih tangan Arinda, hingga wanita itu menoleh kearahnya.

"Kamu pasti kembali kan?" Arinda bisa melihat, dimata pria itu ada penuh harap kepadanya. Arinda kemudian tersenyum sembari menganggukkan kepala.

Dante kemudian melepaskan tangannya, Arinda perlahan menutup pintu kamar itu dan bersandar disana.

"Ya Tuhan...aku mohon jangan goyahkan hatiku. Kasihan anak-anakku kalau sampai memanggil pria lain sebagai bapaknya," batin Arinda.

Arinda melangkah pergi keluar rumah itu untuk mencari warung. Beruntung ada warung yang tidak jauh dari komplek perumahan Dante. Karena dia tidak bisa menggunakan motor sport milik Dante, Arinda terpaksa berjalan kaki berusaha menemukan sarapan untuk Dante. Niat hati ingin membelikan bubur ayam, namun dia hanya bisa menemukan bubur kacang hijau di sekitar situ.

"Ndak apalah bubur kacang hijau. Daripada ndak ada sama sekali," gumam Arinda.

Arinda memutuskan kembali ke rumah Dante, setelah menemukan apa yang dia cari. Sementara itu Dante menunggu Arinda dengan gelisah, karena takut wanita pujaannya tidak akan pernah kembali.

Ceklek

Saat mendengar pintu terbuka, perasaan Dante cukup lega. Pria itu menghela nafas, dan menerbitkan senyum saat melihat Arinda membawa semangkuk bubur dan juga obat untuknya.

"Maaf aku belikan bubur kacang hijau, bubur ayamnya ndak ada disekitar sini," ucap Arinda.

"Tidak masalah. Tolong suapi ya! tanganku rasanya lemas sekali," ujar Dante.

Arinda yang polos percaya begitu saja dengan ucapan Dante. Dia menyuapi pria itu dengan telaten, hingga bubur di mangkok itu tandas.

"Minum obatnya dulu ya mas! kalau memang ndak sembuh, sebaiknya sampeyan ke klinik saja atau kerumah sakit sekalian," ujar Arinda sembari menyodorkan air dan juga obat warung yang dia beli.

"Kalau ada kamu disini, pasti aku cepat sembuh," ucap Dante.

"Apa dikulkas ada bahan yang bisa dimasak?" tanya Arinda.

"Nggak tahu aku lupa. Soalnya sudah lama nggak masak. Tapi sepertinya masih ada ayam sih." Jawab Dante.

"Aku masak ya mas? biar bisa buat makan siang kita," tanya Arinda.

"Emm." Dante mengangguk.

"Sampeyan tidur saja dulu, nanti kalau sudah matang aku bangunkan. Jadi mas Dante bisa minum obat lagi buat jatah siang," ujar Arinda.

"Ya." Jawab Dante sembari tersenyum.

Arinda kemudian pergi ke dapur, mengecek bahan makanan yamg ada di kulkas. Arinda senang, karena masih ada ayam dan juga sayur lainnya yang bisa dia masak untuk makan siang.

Setelah berkutat di dapur hampir satu jam, Arinda menyelesiakan pekerjaannya. Karena waktu baru menunjukkan pukul 10, Arinda berbaring di sofa untuk mengusir lelah.

Dante mendekat kearah Arinda yang tertidur di sofa dengan posisi miring. Wajah lebam wanita itu dia elus dengan lembut, hingga membuat Arinda terjaga dari tidurnya.

"M-Mas Dante? mas butuh apa? mau minum?" tanya Arinda yang langsung duduk seketika.

"Aku lapar." Jawab Dante.

"Lapar?" Arinda melirik kearah jam dinding, dan waktu ternyata sudah menunjukkan pukul 2 siang.

"Astaga mas. Maafin aku ya mas, aku ketiduran lama banget," ujar Arinda.

"Tidak masalah. Kamu pasti sangat kelelahan," ujar Dante.

"Emm...iya. Bisa dibilang ini tidur siang ternyenyak setelah menikah." Jawab Arinda.

Dante mendekati Arinda, dan duduk disebelah wanita pujaannya itu. Pria itu meraih wajah Arinda sembari menatap lekat kearah matanya.

"Apa kamu ingin kebebasan?" tanya Dante.

"Aku tidak mau berharap mas. Anak-Anak lebih penting." Jawab Arinda.

"Aku hanya butuh jawaban iya atau tidak," ujar Dante.

"Emm." Arinda mengangguk.

"Aku ingin sekali bebas, tapi aku terikat karena anak-anak." Jawab Arinda dengan mata berkaca-kaca

"Apa saat ada dia, anakmu dia urus dengan baik?" tanya Dante yang dijawab gelengan kepala oleh Arinda.

"Ibu yang mengurus kedua anakku. Dia...ah...sudahlah mas. Sampeyan jangan memancing aku untuk membuka aib suamiku. Sejelek apapun dia, dia tetap suamiku," ujar Arinda.

"Aku bisa melihat, kalau kamu sangat membenci pria itu. Kamu sudah tidak mencintainya lagi kan?" tanya Dante.

"Sok tahu sampeyan," ucap Arinda sembari beranjak dari sofa.

Tap

Brukkkk

Tangan Arinda yang tertarik membuat tubuh itu limbung, dan terduduk dipangkuan Dante.

"Ma-Maaf mas, aku ndak sengaja," ucap Arinda.

Dante tidak menggubris ucapan Arinda, pria itu malah menyusupkan jemarinya kebelakang kepala wanita itu dan kemudian mencium bibir Arinda dengan lembut.

Dante me**mat dengan lembut bibir Arinda, sementara wanita itu terlihat syok mendapat perlakuan itu dari pria yang memangkunya.

"Aku mencintaimu," ucap Dante setengah berbisik.

Arinda langsung beranjak dari pangkuan Dante dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk mereka.

1
Dea Abdullah
suka critanya beda dr yg laen yg kebnyajan ceo ceo mulu
Safa Almira
suka ceritanya
Vita Azizah
Luar biasa
Dewi Nuraeni
tinggal Arinda sm Dian yg hrs nyusul Mia biar sm2 jadi jendes/Grin/
Dewi Nuraeni
buat apa lulusan sarjana jga klo ga digunain mh itu ijazahnya..klo cuma buat jdi tukang judol mh ga usah jdi sarjana aja/Grin/
Rydwan Ap
😭😭
Rydwan Ap
arinda cinta mati sama Dante tpi ngk mau melepaskan aditia hmmm jdi mau nya arinda itu apa??
Rydwan Ap
si arinda bkin greget😫
Rydwan Ap
waduhh yg jelas bkan sya pelaku nya kk net😅
Rydwan Ap
main nyosor aja ni sii arinda😂😂
Say Aulia Isma
Luar biasa
Author_Ay: baca karyaku kak

tawanan miliarder posesif
total 1 replies
Nm@
Gimana ya cara menentukan masa Iddahnya?
Nm@
Tentu pula mencari nafkah buat suaminya
Nm@
Kasihan sekali mereka
Nm@
Hadir, Kak
mia mieryza
bagus critanya..
Author_Ay: Permisi kak

Yuk baca juga dan masukkan ke dalam rak karya aku kak di jamin seru

NONA GALAK & TUAN POSESIF 😁😁

BERIKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN setiap bab nya ya
total 1 replies
Suci Fatana
ah lucu sekali
Suci Fatana
kurasa kerjaan dante dibidang hukum deh
Suci Fatana
edian tenan lanangan ui...
Suci Fatana
asli ngakak perihal motor😂😂😂🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!