WARNING NOVEL INI BIKIN NGAKAK!!!!
JIKA KALIAN MENEMUKAN KOMENTAR BERBEDA DI SETIAP BAB-NYA MAAF YAH, DIKARENAKAN NOVEL INI SUDAH DIROMBAK JADI SISA-SISA KOMENTAR LAMA MASIH TETAP ADA.
Hanya Sefruit Kisah Lanjutan Dari Novel [I Love You Pak Arman] Melanjutkan Kisah Pernikahan Absurd Sasa dan Andra yang dituntut harus memberikan cucu untuk orang tua mereka.
Bagaimanakah keabsurdan kisah pernikahan antara guru dan murid ini, dan juga jangan lupa kekocakan Genk Gesrek Ria, Rizky, Nino yang siap mengocok perut para pembaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH. 15: Permintaan Baby
TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN!
"Bapak mandi dulu deh! Bau banget!" teriak Sasa pada Andra yang baru pulang jam sepuluh malam ketika sibuk mencari pesanan Sasa yang berembelkan kata ngidam.
Sasa sedari tadi siang meminta pesanan martabak dengan toping telur mata sapi yang harus dibeli jam sepuluh malam di pertigaan jalan, sungguh permintaan yang aneh tapi Andra harus menurutinya jika tidak mau mendengar kalimat. "Nanti anaknya ileran. Matanya beleng, bibirnya dower, sampai tujuh turunan kalau gak diturutin," Hal ini yang membuat Andra rela menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan martabak itu.
Sasa tengah sibuk memakan Martabak nya disaat Andra tengah lelah membaringkan tubuhnya dan mengistirahatkan badannya sebelum Sasa berteriak menyuruhnya mandi.
"Bentar lagi," tolak Andra.
"Ini permintaan bayi!" protes Sasa.
Mau tidak mau Andra harus melangkahkan kakinya gontai ke kamar mandi dan segera mandi, sangat dingin tapi Andra tidak bisa menolak permintaan absurd Sasa padanya.
Setelah mandi Andra memakai piyamanya dan bsrniat tidur di ranjang bersama Sasa yang sudah memejamkan matanya, Andra baru saja merebahkan badannya sebelum Sasa bangun dan menyuruhnya tidur dilantai.
Andra sempat menolak tetapi sekali lagi ancaman Sasa selalu sama dan selalu di embel-embeli "Permintaan Bayi" yang membuat Andra tidak bisa menolak permintaan itu.
Andra mengambil bantal tanpa selimut karena Sasa melarangnya, setelahnya Andra membaringkan tubuhnya dilantai, Andra melipat kedua tangannya saat suhu udara dingin merangkai didalam tubuhnya.
"Pao! Dingin!" protes Andra yang berusaha memejamkan matanya.
Sasa tidak menjawab protes dan keluhan suaminya, karena baginya ini adalah kesenangan tersendiri, istri psikopat bukan? Baru saja Andra ingin memejamkan matanya suara panggilan dari Sasa membangunkannya.
Andra bangun dari tidurnya dengan wajah kesal dan melihat ke arah Sasa yang tengah memanggilnya. "Kenapa lagi? Saya ngantuk, besok harus ngajar! Kalau kamu ngidam lagi besok aja yah!"
Ekspresi wajah Sasa berubah seratus delapan puluh derajat, ia memajukan bibirnya setengah senti sebelum menangis yang membuat Andra frustrasi dibuatnya.
"Kamu kenapa sih Pao?" tanya Andra duduk dipinggir ranjang.
"Bapak bentak-bentak aku!" jawab Sasa mengusap air matanya.
Andra menghembuskan napasnya maklum sebelum mengatur ritme napasnya. "Yaudah saya Minta maaf,"
"Aku mau tidur dipeluk sama bapak," pinta Sasa manja.
Andra hanya tersenyum pelan kemudian merangkak ketengah ranjang dan meraih Sasa kedalam ringkuhannya.
Andra menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dalam posisi mendekap Sasa yang sedang berusaha tertidur didada bidangnya, Andra mengelus rambut Sasa sembari sesekali mencium puncak kepalanya sebelum akhirnya Sasa tertidur pulas di dekapannya.
Andra menguap dan melirik jam dinding yang sudah menunjukkan angka dua belas malam, Andra memilih memejamkan matanya karena besok dia ada kelas untuk diajar, mereka berdua tidur dalam posisi duduk dengan aura kamar yang remang-remang.
Andra berpikir bahwa menurut ke inginan Sasa itu adalah hal yang paling menyenangkan buatnya, dia tidak pernah sebahagia ini dalam hidup nya disaat dia mengetahui kabar kehamilan istrinya.
Jika didunia ini ada alat ukur kebahagiaan, mungkin kebahagiaan Andra sudah diatas seratus karena sangking bahagianya dan tuhan selalu memberikan apa yang terbaik baginya.
- TBC