NovelToon NovelToon
Dokter Cantik, Pelakor

Dokter Cantik, Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cintapertama / Dokter / Tamat
Popularitas:821.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Andreane

Di desak oleh jantung ibunya yang harus segera di operasi, seorang calon dokter bernama Adinda Sofiana rela membuat kesepakatan dengan pria asing meski harga dirinya di pertaruhkan.

Pria asing itu meminta Dinda menjadi pihak ke tiga dalam hubungan putrinya dengan Adam, kekasih putrinya. Tak ada pilihan lain, akhirnya ia menyetujui kesepakatan itu dengan imbalan dua ratus juta.

Sejak saat itu Adinda mendekati Adam dengan berbagai cara hingga membohongi orang tua Adam untuk menghancurkan hubungan Adam.

Akibatnya kebencian Adam jatuh padanya dan balas dendam dalam bentuk pernikahan pun terjadi.

Bagaimana nasib Adinda yang sudah mencintai Adam? Apa yang terjadi ketika cinta mulai bersemi tetapi kesepakatan itu justru terungkap? Dan akankah Adam mempercayai cinta Adinda?


Tak ada yang menjamin, kalau menjaga hati itu mudah. Tapi tak sulit jika kita memiliki pendirian yang kuat. (Adinda)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andreane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terus meyakinkan diri saat di ajak berkenalan dengan orang tuanya.

"Assalamualaikum?" Sapa Dinda dengan wajah riang. "Selamat pagi bu?" ia  memasuki kamar teratai satu.

Seperti janjinya, dokter cantik itu menyempatkan diri entah untuk memeriksa kondisi Santi atau hanya menjenguknya. Seperti pagi ini yang memang sudah menjadi jadwal Dinda keliling kamar untuk memeriksa pasien satu persatu.

"Waalaikumsalam, dokter. Selamat pagi" balas Santi tak kalah riang.

Dinda berbasa-basi untuk menghibur wanita paruh baya itu sebelum akhirnya melakukan pemeriksaan. Meski di dampingi oleh seorang perawat, tapi entah kenapa dia ingin sekali memeriksa tekanan darahnya tanpa bantuan suster pendamping.

"Biar saya yang periksa tekanan darahnya, suster"

"Baik dokter" Perawat itu menyerahkan tensimeter.

"Saya periksa tekanan darahnya ya bu?"

"Iya dokter"

Sambil memasangkan manset di lengan Santi, Dinda terus mengajaknya ngobrol.

"Ngomong-ngomong, siapa yang menemani ibu di sini tadi malam?"

"Putra saya dokter, tapi tadi pagi dia pulang karena harus ke kantor"

"Lalu siapa yang temani ibu saat ini?"

"Putri ibu yang lainnya, tapi dia sedang keluar sebentar karena tadi anaknya menelfon"

Adinda tersenyum meresponnya. Sedetik kemudian, hasil tensipun keluar.

"Masyaa Allah bu, tensinya sudah turun. Itu artinya sebentar lagi ibu sudah boleh pulang"

"Makasih nak" ucapnya lesu.

Menyadari raut wajah Santi yang menyorot sendu, Dinda mengerutkan kening.

"Kenapa bu? kok sedih? Ibu hampir sembuh loh, tidak lama lagi akan keluar dari rumah sakit"

"Sudah bisa pulang ya" gumamnya tak semangat.

"Selain kepala ibu yang masih agak sedikit pusing, tidak ada keluhan lain kan bu? jadi kalau kondisi ibu terus membaik, nanti sore insya Allah ibu sudah di ijinkan pulang"

"Begitu ya dok?"

Kerutan di dahi Adinda kembali terlihat. "Loh, bukannya tempo hari ibu ngotot minta pulang, ibu nggak suka di rumah sakit? lantas kenapa sekarang jadi nggak semangat pas dengar kalau sebentar lagi sudah boleh pulang?"

"Kalau ibu pulang, berarti ibu tidak bisa bertemu dokter Dinda lagi"

"Jadi itu yang membuat ibu sedih?"

Santi mengangguk meski pelan.

"Kalau begitu, ibu bisa minta anak ibu untuk menuliskan alamat ibu. Sebelum ibu pulang, saya akan kesini mengambilnya. Nanti kalau ada waktu, saya sempatkan datang ke rumah ibu buat jenguk ibu" Dinda meremas tangan Santi lembut. "Bagaimana bu?"

"Baik dokter, tapi janji ya, akan datang ke rumah jengukin ibu"

"Insyaa Allah bu" jawab Dinda seraya mengangguk kemudian mengulas senyum.

****

Malam harinya di tempat lain, Birawa sedang melakukan pertemuan dengan keluarga yang akan menjadi calon besannya.

Zidan di temani Atmajaya selaku papanya, dan Indah yang tak lain adalah sang mamah.

Ada raut bahagia di wajah Birawa karena sebentar lagi akan berbesan dengan orang kaya nomor satu di kotanya. Berbeda dengan Prilly yang masih ada rasa untuk Adam. Andai saja ia tidak memergoki Adam sedang bercinta dengan wanita lain, mungkin Adamlah yang akan datang ke rumahnya untuk meresmikan pertunangan mereka. Karena sebelumnya, Adam mengatakan jika dalam waktu dekat ia akan melamarnya.

Meskipun sang ayah tidak merestuinya, namun Adam sudah bertekad demi cintanya pada Prillya.

Tapi kenyataannya justru tidak seperti rencananya. Prillya yang tadinya sangat mencintai Adam, kini rasa cinta itu sedikit berkurang karena ternyata Adam memang tidak sebaik yang dia kira. Karena bagi Prilly, dia akan memaafkan semua kesalahan terkecuali pengkhianatan.

Sementara saat ini, yang ada dalam benak Prilly justru kebencian pada Adam dan juga Dinda. Rasanya ia ingin sekali membalas rasa sakit hatinya pada wanita yang sudah merebut kekasihnya itu.

Setelah bertunangan dengan Zidan, dia berencana balas dendam pada Dinda, lalu akan merusak hubungannya dengan sang mantan kekasih.

Tunggu saja pembalasanku Dinda, kamu sudah membuat hatiku hancur, aku pun akan membuat hatimu hancur, bahkan lebih dari hancurnya hatiku. Dan Adam, akan ku buat hidupmu menderita karena sudah berani mempermainkanku. Lihat saja, akan ku pastikan kalian tidak akan pernah bahagia.

"Jadi kapan kita adakan pertunangan, Zi?" Tanya Atmajaya pada putranya. 

"Bagaimana kalau minggu depan pah?" balas Zidan bertanya balik.

"Minggu depan? its Okay" 

"Lebih cepat lebih baik" Sambung Indah senang. "Bukan begitu pak Birawa?"

"Butul Ndah, Nafiza pasti senang, pada akhirnya, Prilly bisa menikah dengan anak dari sahabatnya"

"Bagaimana nak Prily?" tanya Indah dengan senyuman menatap calon menantunya.

"Iya tante, aku setuju"

"Syukurlah"

"Baik, kita akan buat rencana pertunangan anak-anak kita semeriah mungkin, dan jangan terlalu lama kita atur tanggal pernikahannya" Sambar Atmajaya penuh semangat.

Zidan yang tersenyum bahagia mendengar rencana pernikahannya, sementara Prilly masih setengah hati menyetujui perjodohan ayahnya, karena selain belum bisa melupakan Adam, dia belum mencintai Zidan. Meskipun sebenarnya Zidan lebih kaya dan tampan dari Adam, tapi di hati Prilly masih ada nama Adam meski samar.

****

Kabar pertunangan Prillya dan Zidan sudah menyebar ke seluruh keluarga pun seluruh staf di rumah sakit. Semua orang membicarakan pertunangan dua orang dengan status sosial yang tinggi dan tergolong pertunangan keluarga kaya raya.

Para kru dan staf Herquina Hospital merasa patah hati karena pria tampan pemilik rumah sakit tempatnya bekerja, akhirnya jatuh pada pelukan wanita cantik yang sempat membuat kegaduhan di rumah sakit ini.

Mengenai keributan yang Prilly ciptakan tempo dulu, Zidan memang tak mengetahuinya karena saat itu posisinya masih berada di luar negri mengurus rumah sakitnya yang ada di sana. Sementara pihak Herquina, sudah sejak saat itu menghilangkan jejak kegaduhannya.

Dinda yang tahu kabar itu, hanya menggelengkan kepala menanggapi berita tentang pertunangan Zidan dan Prilly.

Bagi Dinda, itu sama sekali bukan urusannya, jadi untuk apa dia ikut membicarakan pertunangan mereka.

Sementara Adam sedikit merasa sedih dengan berita pertunangan mantan kekasihnya. Tapi, sebisa mungkin ia berusaha menerima karena ia sadar kalau semua sudah di atur. 

Tentang rencananya menikahi Adinda, dia semakin mantap sebab beberapa kali setelah Istikharrah, hanya Dindalah nama yang terlintas di sujud istikharrahnya. Adam yang sedikit paham dengan agamanya, terus meyakinkan dirinya jika Dinda yang terbaik bukan Prillya.

Dan malam ini, Adam berencana akan membawa Dinda ke rumahnya untuk berkenalan dengan keluarganya.

Dinda menarik napas panjang lalu mengembuskannya pelan. Mencoba menetralisir rasa gugup yang mulai mendominasi.

Harusnya aku tidak boleh merasa gugup dan canggung. Ini sudah keputusanku menerima pinangan mas Adam. Dan aku nggak boleh terusik dengan semua yang ku alami, baik tentang Prilly, mas Adam, dan juga cintanya mas Adam pada Prilly yang kemungkinan masih ada.

Rumah tanggaku nanti, pasti akan berjalan harmonis. Dan suatu saat, mas Adam akan bisa melihatku sebagai satu-satunya wanita dalam hidupnya.

Adinda terus mencoba meyakinkan keputusannya.

"Din?"

Wanita itu terperanjat ketika mendengar suara sang mamah, benar-benar jantungnya tidak bisa di ajak kompromi saat ini, detakannya semakin gila yang menimbulkan efek tak nyaman di tubuh Dinda.

"Sudah di tunggu sama Adam nak"

"I-iya mah"

"Kamu kenapa Din, gugup gitu?" tanya Meta menelisik tubuh putrinya dari ujung hijab hingga ujung gamis.

"Iya mah, deg-degan"

Alih-alih iba, Meta malah tersenyum geli.

"Sudah cepat, jangan biarkan Adam menunggu lama"

"Penampilanku gimana mah?"

"Sudah bagus, dan cantik"

"Nggak gombal kan mah?"

"Ya enggak dong sayang"

Dinda keluar, sepasang matanya langsung tertuju pada sosok Adam yang tengah duduk dengan menumpukkan kedua siku di masing-masing lututnya.

"Mas" Panggilnya pelan.

Kalau boleh Dinda melambung tinggi, Adam seperti terkesima melihat penampilannya. Tampak jelas jika pria itu terpaku menatapnya penuh lekat bahkan tak mengerjap.

Ya Tuhan, jujur aku ingin sekali pingsan mendapat tatapan teduh dan lembut dari sorot mata mas Adam. Benar-benar sesuatu yang baru aku rasakan sekaligus aku nikmati.

"Aku sudah siap mas"

"Eh, i-iya" Adam tergagap. Ia seperti terlonjak kaget sebab terlalu larut dalam euforia penampilan Dinda yang memukau sekaligus menyentuh hati.

"Kita bisa berangkat sekarang" ujar Dinda yang langsung di respon dengan anggukan kepala.

"Iya, ayo"

Bersambung..

1
N Wage
Luar biasa
N Wage
lah ngapa gak langsung di sergap saja mereka berdua dam?ini malah kabur...kan lebih bagus lebih kuat alasanmu utk meninggalkan prily.

ini si prilly katanya cinta mati ma si adam kok bisa2nya bobok duluan ma z8dan?di awal mungkin saking kecewanya sm adam dan berniat m3mbalas perbuatan adam dan dinda.
yaaaahhhm...
Angga Gati
bagus ceritanya
Danny Muliawati
hmmmm kpn beres nya ini
Danny Muliawati
kacau yah ....
Danny Muliawati
sgl cara di lakukan Prilly. .... 😆😆
Danny Muliawati
Dinda mah msh di di segel di PK Adam ....
Danny Muliawati
smga ada balasan nya utk Prilly yah
Danny Muliawati
Luar biasa
Danny Muliawati
yaa Allah gmn ini selanjut nya
Danny Muliawati
prihatin SM Dinda JD dilema smga ada jln yg terbaik
Danny Muliawati
knp ga terus terang yah .... apa pertimbangan dinda
Danny Muliawati
kasian Dinda yah JD serba salah. ... smga yg terbaik yah Dinda
Rubiyanti
Luar biasa
Senja
bnran uda tamat ini kak?
Senja
super jahat n licik prily..
semakin berusaha menghancurkan adam n dinda semakin kuat cinta mereka
Senja
ceroboh bngt adam. kok gak curiga klo prily cari tahu lewat anak buahnya.
pinteran prily dr adam 😀
Senja
jgn minta kompensasi ke birawa din.
berusaha sendiri..
nanti km malah dimanfaatkan sm birawa
Senja
krn kelicikan birawa,dinda, adam, prily n zidan jadi kena getahnya.
trutama dinda, kasihan.
krn butuh uang buat mamanya jadi dibenci prily
Te HUTU
karya yang luar biasa 👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!