NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Ustaz

Menikah Dengan Ustaz

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: _Ecyy_

Ke refleksannya memeluk tubuh pria berpeci pada malam itu membawa sebuah masalah besar dalam kehidupannya.

"Aku akan menikahimu!" ucap sang ustaz di hadapannya itu, yang baru beberapa hari ia kenal.

Napasnya tidak beraturan mendengar ucapan tiba-tiba dari pria di hadapannya itu. Rasanya darahnya ikut berhenti mengalir.

"What! Nikah?" tanyanya tidak percaya.

Bagaimana kisah percintaan ia dan sang Ustaz? Akankah pernikahan itu akan terjadi atau sebaliknya?


SELAMAT MEMBACA!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Ecyy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : Ceramah Versi Cika

Selepas sholat isya berjamaah di masjid, selanjutnya diisi ceramah oleh Ustazah Laili malam itu. Dengan antusias para santri putri mendengar ceramah Ustazah Laili di depan. Cika yang duduk di shaf ketiga itu sudah menguap beberapa kali, ia menyenderkan kepalanya ke pundak Novi yang duduk sampingnya.

"Jangan tidur, Cika," ucap Dinda pelan, memperingati.

Namun, Cika tidak peduli dengan ucapan Dinda, gadis yang menggunakan mukenah bermotif bunga-bunga itu tetap keukeh untuk tidur. Tidak tahu dirinya akhir-akhir sering mengantuk.

Sementara itu, Ustaz Hafid yang ada di depan sedari tadi memperhatikan Cika diam-diam itu, sudah sangat geram dengan tingkah isterinya kecil itu. Sangat suka membuat masalah. Ia berdiri, lalu mengambil mikrofon di tangan Ustazah Laili, setelah Ustazah Laili menutup ceramahnya.

"Clarissa Cika Ayudia, maju ke depan!" ucap Ustadz Hafid penuh penekanan dan penegasan. Tatapan tajam di arahkan kepada Cika.

Novi dan Dinda kaget bukan main, mereka berdua buru-buru membangunkan Cika yang tertidur pulas di pangkuan Novi.

"Cika, cepat bangun! Ustaz Hafid sudah marah banget." Novi menggerakkan tubuh Cika pelan. Namun, Cika enggan untuk bangun, ia malah menutup wajahnya menggunakan sajadah.

Pletak!

Tepat sasaran lemparan Ustaz Hafid, mengenai kepala gadis yang sedang tertidur pulas itu.

Cika meringis, mendapat lemparan kertas itu.

"Siapa sih, yang ngelempar?" tanya Cika, mengucek matanya.

"Ustaz, kenapa?" tanya Ustadz Hafid dari depan sana dengan nada suara naik dua oktaf, tatapan tajam terus di arahkan pada Cika.

Cika mengatupkan bibirnya, ia masih kesal dengan Ustaz Hafid sampai detik ini. "Dasar suami jahat," batinnya.

"Maju ke depan sekarang!" perintah Ustaz Hafid lagi.

Cika kali ini tidak membantah, ia langsung bangkit berdiri dan berjalan malas-malasan menuju Ustaz Hafid.

"Ulangi materi ceramah yang disampaikan oleh Ustazah Laili barusan." Ustaz Hafid memberikan mikrofon ke tangan Cika. "Harus persis!" tegasnya sekali lagi.

Cika menerimanya dengan wajah datar. "Oke," sahutnya menantang. Tidak terlihat takut sama sekali.

Cika berdehem pelan sebelum memulai ceramahnya. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman." Cika mencoba tersenyum tipis, meski otaknya sedang berpikir keras materi apa yang disampaikan Ustazah Laili barusan.

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab santri putri itu kompak.

"Perkenalan nama aku Cika, masih santri baru. Salam kenal semuanya." Cika tersenyum manis di depan, seraya melambaikan tangannya ke arah teman-temannya itu.

"Ustaz menyuruhmu ceramah bukan memperkenalkan diri!"

"No komen, Tadz. Diam kenapa sih?!"

Skakmat!

Ustaz Hafid langsung diam setelah itu. Cika tersenyum kemenangan akhirnya ia berhasil membungkam mulut suaminya itu.

"Oke, malam ini aku akan membawa ceramah seperti yang Ustazah Laili sampaikan barusan ...." ucapnya menggantung, untuk mengambil napas sejenak. Kemudian ia melanjutkan kembali, "Jadi, intinya aku enggak perlu jelaskan panjang lebar lagi, Ustazah Laili sudah menjelaskan semuanya secara detail kepada kalian, aku yakin kalian paham. Terima kasih, wassalamu'alaikum." Cika tersenyum tipis setelah menutup ceramah singkatnya.

Santri putri melongo mendengarnya, terutama Dinda dan Novi yang sudah menutup wajahnya karena malu melihat tingkah sahabatnya itu.

"Sudah selesai, Tadz. Aku balik duduk lagi," ucap Cika tanpa merasa bersalah sedikit pun. Ia kembali ke tempat duduknya tanpa menunggu persetujuan dari Ustaz Hafid terlebih dahulu. Dengan bangganya gadis ini melemparkan senyum tipis ke arah teman-temannya.

Ustaz Hafid yang melihat itu hanya bisa menepuk jidatnya, sungguh isterinya itu gadis yang sulit diatur dan keras kepala.

.

.

.

Jangan lupa tinggalkan jejak, ya, teman-teman agar author semangat untuk updatenya. Terima kasih^_^

1
Bang Ipul
🤣🤣🤣🤣
Bang Ipul
ah thor langsung hamil gak ada unboxingnya dulu apa wkwkkk
Bang Ipul
ah cika tidur takut khilaf nanti
Bang Ipul
biar impas tat km blm bisa lupain masa lalumu
Bang Ipul
lanjuut
Bang Ipul
ah kacian ya cika
Bang Ipul
kok lemott jadi cowok tat
Bang Ipul
ah udah gak sabar
Bang Ipul
🤣🤣🤣🤣
Bang Ipul
hahhhh mana ada orang marah bilang 🤣🤣🤣👊
Bang Ipul
tancap gas dong buruan
Bang Ipul
kapan akurnya ya
Bang Ipul
masyaallah
Zaskia Mecca
Thor sedih amat,kenapa sedikit thorrr masih kurang BS nambah lg engga
Dian Mardiana
aduhhh bikin baper deh jalan ceritanya keren thorr
Dian Mardiana
keren jalan ceritanya bagus, ringan,bahasanya mudah dimengerti ,bs dinikmati segala usia dr remaja sampai dewasa mantappppp
Bang Ipul
ih ada gangguan teknis
Bang Ipul
hahaaaaa dasaaar
Bang Ipul
😍😍😍😍
Ahsin
👍👍👍 lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!