Jesyca jeje
Bolehkan sekali kita berkhayal?
Seandainya pun boleh, pastikan khayalan tersebut dapat terwujudkan.
Kisah sosok seorang pendamba cinta, setelah sekian lamanya terjebak dalam penyakit yang entah sejak kapan datangnya, dan bertemu dengan wanita yang mampu menimbulkan hasratnya kembali.
Akankah pria itu sembuh, ataukah sebaliknya, apa yang terjadi?
Yuk lanjut aja bacanya, jangan lupa dukung author dengan cara like, komen dan vote ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesyca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps #15
Pemandangan puncak yang indah dan udara yang sejuk membuat siapapun yang menikmati pasti tidak ingin cepat berlalu.
Pepohonan hijau yang di selimuti awan putih dan angin semilir dapat menghanyutkan kita kedalam mimpi indah.
Mobil berwana silver terparkir di depan villa yang cukup mewah itu. Edo dan keluarganya telah tiba.
Pak Mamang dan bik Janah menyambut Majikannya itu. Mereka adalah pengurus villa keluarga Mahendra. Mereka sepasang kekasih yang sudah lama menjalin rumahtangga, tetapi belum memiliki rezki anak.
Mamang dan Janah tinggal di bagian belakang villa. Rumah yang sederhana sengaja di bangun di bagian belakang villa untuk mereka tinggali.
Edo sudah menganggap Mamang dan Janah seperti keluarga sendiri. Pasalnya mereka sudah lama bekerja dengan Edo.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya. "Sapa Mamang dan istri.
"Iya mang. "Ucap Edo dan Mia hanya tersenyum.
"Nikmati liburannya dengan nyaman Tuan. Oya, kenapa hanya berlima, Tuan Ronal dan Tuan Adit tidak ikut? "
"Mereka nanti nyusul, saya masuk dulu ya. "
"Iya, silahkan Tuan. "Mamang berjalan membukakan pintu villa dan membawa koper mereka masuk ke dalam.
"Kalian istirahat saja dulu, Bibi akan menyiapkan makan siang yang special. "Ucap janah.
"Bibi memang yang terbaik. "Jawab Anggun.
"Ahh, Non bisa aja. "
"Yasudah, kalian masuk kamar masing-masing, nanti Mami akan panggil kalian kalo Bik Janah sudah siap memasak. "
"Oke, Mi. "Jawab Faya dan Anggun serempak.
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Di sisi lain. Seorang lelaki dan wanita yang tengah melakukan drama, dan satu penonton yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala menyaksikan drama yang ada di hadapannya.
Amira kini sudah di dalam mobil, ia duduk di samping pengemudi. Gadis itu terkejut karna ada sosok pria yang ia kenal.
"Key. "
"Hallo, Mira, akhirnya kita jumpa lagi. "Key mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Jauhkan tangan mu dari wanita ku! Apa kau sudah bosan memiliki tubuh yang utuh?. "Maki seorang pria yang entah sejak kapan dia sudah duduk di kursi penumpang.
"Haiss... Kau ini. Apa salahku, aku hanya menyapanya. "Rutuk Key. Adit tidak menghiraukan Key yang kesal pada nya.
"Sayang.. Duduk lah di sampingku. "
"Enggak mau! "
"Apa aku harus menggunakan cara lain agar kau mau duduk di samping ku. "Adit menyeringai.
"Apa kau pria yang selalu memaksa wanita untuk selalu berada di samping mu?" Amira tak kalah ketus menjawab pwrtanyaan Adit.
Key hanya memandang kedua insan itu bergantian. Ia tidak menyangka, seorang Adit yang selalu di kagumi wanita dan begitu banyak wanita ingin menjadi kekasihnya, saat ini ia menyaksikan Adit di tolak oleh seorang wanita.
Adit yang sudah tidak sabar dengan tingkah Amira, ia pun keluar dan membuka pintu mobil di samping Amira. Pria itu langsung menggendong Amira dan mendudukkan di samping nya.
Gadis itu mendengus kesal dan membuang pandangan ke jendela sampingnya.
"Kenapa diam? Apa kau akan terus melihat kami dan tidak menjalankan mobilnya? "Maki Adit kepada Key yang bengong.
"Baik lah Tuan Muda. Aku ini hanyalah supir yang setia mengantarmu kemana saja. "Ucap Key dengan kesal.
Mobil sport itu melaju dengan kecepatan sedang. Amira yang melihat pemandangan di luar kaca begitu terpesona. Wanita itu terus membuka mulutnya karna mengagumi keindahan pemandangan puncak.
Adit yang sedari tadi memperhatikan Amira bertingkah konyol hanya bisa tersenyum-senyum. Begitu pula dengan Key, ia mengagumi wanita milik sahabat nya itu. Senyum yang terus terukir di bibir manis Amira membuat dua pria itu ingin memilikinya.
Perjalanan yang cukup panjang sudah di tempuh oleh mereka, kini mereka telah tiba di villa. Adit mengeluarkan koper nya dan menggandeng Amira untuk masuk. Lagi-lagi Key terabaikan. Adit sepertinya tidak menggap keberadaan Key.
Gadis itu terus-terusan membulat kan mata nya, ia begitu takjub atas apa yang ia lihat. Villa yang megah, halaman yang luas, pepohonan yang tersusun rapi di perkarangan rumah.
"Ehh. Nak Adit sudah datang. "Sapa janah, janah sudah menganggap anak majikan nya seperti anaknya sendiri.
"Iya, Bik. "Adit tersenyum ramah
"Silahkan masuk, Nak. Yang lain sedang makan siang. "Mereka bertiga mengangguk dan berlalu.
"Beb, sini. "Panggil Anggun saat melihat sahabatnya. Amira pun berjalan menghampiri Anggun dan kelurganya yang tengah makan siang.
"Ayo sini, makan bareng. "Ajak Mia
"Ehh.. Sapa ini? "Tanya Mia kepada Adit saat melihat Key. Mia hanya ingin mengerjai Key, karna berapa tahun terakhir ia tau kalau Key sedang kuliah di London.
"Tante.. Apa tante sudah melupakan aku? "Key menjawab dengan manja.
"Hahahah.. Mana mungkin tante melupakan mu sayang. "Mia mengelus kepala Key.
Key yang di perlakukan seperti itu merasa malu kepada Amira, ia tidak ingin terlihat seperti anak kecil yang selalu di elus kepala oleh orang dewasa.
"Key bukan anak kecil lagi tan. "
"Benarkah? Apa kau sudah cukup dewasa. "Mia tertawa
"Sudah-sudah, ayo kita lanjutin makan nya. "Edo melerai mereka
Key duduk di samping Faya dan bencada dengan Jovan. Berbeda dengan Adit. Pria itu menarik tangan Amira untuk duduk di samping nya. Adit duduk di sisi Anggun dan Amira, ia melalukan itu karna ia tidak ingin Amira mengabaikan nya.
Begitulah posesif nya Adit, entah sejak kapan cinta tumbuh di hati nya. Ia begitu arogan dan melakukan segala hal agar Amira tidak berpaling darinya.
Semua mata memperhatikan kedua insan itu. Faya terus mengedip-ngedipkan mata nya, ia tidak percaya apa yang di lakukan oleh adiknya. Edo menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anaknya yang sedang di mabuk cinta.
Adit terus menaruh berbagai lauk di piring Amira. Amira hanya diam menunduk malu karna semua mata melihatnya. Berbeda dengan Adit, ia seolah-olah tidak menganggap ada manusia dia sana.
"Dasar bucin. "Ucap Anggun kepada Adit.
"Sirik aja lo. "Jawab Adit sinis.
Mereka pun mengabaikan tingkah kedua insan itu dan melanjutkan makan tanpa suara.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Kini Amira berada di kamar, ia ingin mandi, karna ia merasa tubuhnya begitu lengket.
Gadis itu mengambil handuk di dalam lemari dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Ia mengguyur tubuh nya di bawah pancuran shower. 20 menit berlalu, ia pun menyudahi aktifitas nya. Gadis itu berjalan keluar kamar mandi dan membuka koper. Ia sudah menaruh curiga kepada Adit yang menyiapkan koper untuk nya. Dan ternyata benar. Amira membulatkan mata melihat baju-baju yang di siapkan oleh Adit untunya.
Dasar Adit b******ek. Rencana apa yang kau sususn untuk mengerjaiku, dasar bos halu, mesum, bucin. Liat aja apa yang yang akan aku lakuin untuk mu, aku akan membalas perbuatanmu ini. Aku akan balas lebih dari ini. Kau akan menyesali perbuatanmu dan meminta maaf padaku. Amira memaki bos nya itu di dalam hati..
Bersambung...
Yang penasaran dengan kelanjutannya, jangan lupa vote ya. Biar author semangat nulis nya..
..adit good joob