NovelToon NovelToon
ELARA

ELARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:525.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: CibulXie

Elara, gadis muda yang berhasil menjadi model terkenal dan baru memulai karir aktingnya. Dia di beritakan menjadi artis bayaran sampai kehilangan segalanya.

Aries, pria muda dingin dan tidak bisa di sentuh oleh wanita merasa penasaran dengan Elara yang menjadi satu-satunya wanita yang bisa bersentuhan dengannya setelah almarhum mantan pacarnya.

Side story tentang Lusia, gadis polos dan galak jika bertemu dengan Kenny, sutradara terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CibulXie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Penyakit Aries

Pagi ini Aries telah memerintahkan Steven datang ke apartemennya dan membawa obat yang dibutuhkan jika penyakitnya kambuh. Tentu saja Stev panik dengan permintaan Aries yang sedikit aneh, tetapi dia akhirnya datang juga.

"Ada apa Aries? Tidak biasanya kau menyuruhku datang dengan bawa obat." Tanya Stev yang sudah berada di ruang tamu apartemennya. Aries tetap diam dan masih menikmati paginya dengan meminum kopi kesukaannya.

"Tuan, apakah ini benar-benar perlu?" Tanya Jem yang sudah khawatir karena Steven benar datang pagi itu.

"Iya, ini harus dijelaskan secara nyata buka hanya omongan." Jelas Aries yang masih membuat Steven bingung.

"Ada apa ini Jem?" Tanya Stev lagi kali ini ke Jem.

"Tuan, tolong pikirkan lagi. Kita bisa minta dokter Steven saja yang menjelaskan." Mohon Jem lagi padanya tetapi Aries tetap keras kepala.

Jem mendengar suara bel dan segera keluar membukakan pintu, Elara sudah ada disana bersama dengan Lusia. Mereka masuk ke ruang tamu dan Lusia tampak sangat terkejut melihat benar ada Aries didalam.

"Anda Elara kan? Wow.." Tanya Stev yang terkejut melihat Elara, apalagi penampilan Elara masih  cantik dengan tanpa makeup.

"Jangan pandanganmu Stev!" Hardik Aries dengan mentapnya tajam dari tempat duduknya. Stev terkejut sejenak karena Aries tidak pernah bersikap begitu protective dengan orang lain. Tak lama senyum mengembang dibibir Stev dan dia yakin akan sesuatu.

"Lalu, Tuan Aries.. apa yang ingin kau katakan padaku?" Tanya Elara masih berdiri ditempatnya bersama dengan Lusia.

"Stev masuk dulu ke kamarku sampai Jem memanggilmu." Titah Aries dan Stev hanya menurut saja karena mereka tampak serius.

"Jem, kau yang jelaskan." Titah Aries lagi.

"Silakan duduk nona." Jem berdiri dan mempersilakan mereka duduk di sofa panjang yang ada disana. Jem memulainya.

"Jadi, nona Elara.. Tuan mengidap suatu penyakit yang sampai saat ini belum bisa disembuhkan." Jem terdiam dan ragu untuk melanjutkannya dan menatap kearah Aries.

"Lanjutkan." Aries memberi perintah.

"Tuan Aries tidak bisa menyentuh wanita." Ujar Jem dan membuat Elara dan Lusia terkejut.

"Ahhh tidak mungkin, dia pernah bersalaman denganku dan kejadian di lift kalian ingat?" Elara tertawa dan menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"Kami juga terkejut nona, saat itu tidak terjadi apapun dengan Tuan makanya kami mencoba lagi untuk bersentuhan dengan anda." Sambung Jem dan Elara terdiam lama.

"Tuan alergi terhadap wanita." Sambung Jem lagi membuat Elara makin tertawa, "Jem, jangan mengada-ada, mana mungkin ada penyakit seperti itu." Ejek Elara lagi dan Lusia juga sudah tersenyum ingin tertawa tetapi ditahan.

"Kemarilah." Ujar Aries lalu berdiri ditengah tempat yang sedikit lapang dan tidak ada perabotan di sekitarnya. Elara mengikutinya dan berdiri didepan Aries.

Aries memegang tangan Elara, menyentuh pundaknya dan membelai wajahnya. "Tidak terjadi apapun." Ujar Aries.

"Tentu saja Tuan, mana ada penyakit alergi pada wanita." Pekik Elara yang kesal karena Aries membelai wajahnya.

"Kau kemarilah." Titah Aries pada Lusia, dia mendekat tetapi sangat ragu dan akhirnya hanya berada disamping Elara agar sedikit jauh dari Aries.

"Dokter Steve." Panggil Jem dan Stev langsung keluar dari kamar Aries.

"Berikan tanganmu." Ujar Aries pada Lusia.

"Jangan!" Teriak Steve dan Lusia sangat terkejut.

"Aries jangan gila! Ini bukan permainan." Bentak Stev tetapi Aries tetap keras kepala dan maju menyentuh tangan Lusia. Selang hanya 5 detik wajah Aries memucat, tubuhnya bergetar dan dia limbung. Jem menahannya agar tidak jatuh dan membopong Aries menuju sofa dan didudukannya disana. Aries semakin kesakitan dan sesak napas, dia seakan tidak dapat asupan udara, memegang leher dan dadanya dan berusaha menghirup udara namun tidak bisa. Bahkan jeritan kesakitannya tidak terdengar sama sekali meskipun kelihatannya dia sedang berteriak kesakitan. Steven langsung menyuntikkan sesuatu pada lengannya, setelah cairan itu masuk beberapa detik kemudian Aries perlahan tenang dan tertidur. Kemudian Steve menyuntikkan sesuatu lagi. Jem dan Steve bernapas lega, tidak terjadi hal yang lebih ekstrim dari ini.

Elara dan Lusia masih mematung ketakutan melihat apa yang baru saja terjadi, mereka tak berani mendekat ataupun bersuara. Jem dan Stev membawa Aries masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat lalu kembali bergabung dengan Elara dan Lusia yang masih berdiri ditempat.

"Begitulah nona Elara, apa kau sudah mengerti?" Tanya jem begitu keluar dari kamar Aries.

"Tapi kenapa bisa begitu?" tanya Elara lagi.

"Itu bukan penyakit fisik ataupun sejenisnya, itu berasal dari trauma masa lalu jadi jangan takut dan itu tidak menular. Dan aku tidak tau apa masalah dan rencana kalian tetapi mohon untuk tidak mengulanginya lagi. Ini berbahaya dan dia bisa mati." Jelas Stev yang sudah emosi dengan kejadian ini dan dia memilih untuk duduk tenang dan menunggu Aries sadar.

"Lalu kapan Tuan Aries akan sadar?" Elara kini duduk didepan Stev berharap mendapatkan informasi lebih darinya.

"Biasanya 3 sampai 4 jam, jika dosis normal seperti tadi, jika dosis yang lebih tinggi bisa seharian." Jawabnya.

"Anda bisa kembali nanti nona, jika Tuan sudah sadar saya akan memanggil anda, bagaimana?" Tawar Jem dan Elara setuju karena dia juga tidak berguna jika tetap disana.

"Mohon untuk merahasiakan ini ." Sambung Jem ketika mengantar mereka keluar pintu.

"Iya, kami tau." Jawab Elara dengan pelan.

"Ingat Sia, jaga rahasia ini." Ucap Elara yang sudah ada di dalam apartemennya.

"Iya El.. aku tau. Ternyata ini benar." Lusia masih terkejut dengan fakta ini.

"Nanti aku sendiri aja kesana untuk lanjutkan pembicaraan kami, nanti aku ceritakan aja ya.." Lusia mengangguk tanda setuju. Mereka pun terdiam masih syok.

Setelah Elara menunggu hampir 5 jam lamanya akhirnya ada yang membuyikan bel, dia segera berlari ke arah pintu dan membukanya dan benar saja, Jem sudah disana.

"Nona, Tuan Aries sudah sadar dia sedang menunggu anda." Ujar Jem dan Elara segera keluar untuk bertemu dengannya. Setelah berada di kamar Aries, Elara melihat dia sedang duduk di ranjangnya terlihat masih pucat.

"Jem, tinggalkan kami." Ujarnya dan Jem menutup pintu kamar membiarkan mereka berdua.

"Tuan, anda tidak apa-apa?" Tanya Elara dengan suara pelan dan raut wajah yang cemas melihat kondisi Aries yang ternyata cukup membuatnya syok, "Ternyata separah ini." Batinnya.

"Duduklah disini." Ucap Aries menunjuk kursi di sisi ranjangnya, tepat disampingnya. Setelah Elara duduk, dia tersenyum tipis, "Bolehkah aku memegang tanganmu?" Tanyanya lagi dan Elara mengangkat tangannya.

"Apa tidak masalah?" Tanyanya khawatir, "Jika itu kau, tidak masalah." Jawabnya dan langsung menggenggam tangan Elara. Terasa lagi, perasaan yang membuat jantungnya terasa berdetak kencang, tetapi hatinya menghangat dan tubuhnya seperti dialiri oleh sengatan listrik menggetarkan. Aries suka sensasi yang dia rasakan sekarang. Wajahnya juga tampak lebih tenang dan dia menghela napasnya panjang menandakan dia lega.

"Sejak umurku 12 tahun, aku tidak lagi bisa mendekat pada wanita, segala usia bahkan ibuku sendiri, pelayan yang merawatku sejak kecil bahkan teman-teman seusiaku dan anak-anak. Aku belum bisa menceritakan kenapa hal ini terjadi, tetapi yang pasti aku bisa menyentuhmu bahkan sangat ingin dan selalu ada didekatmu. Ada perasaan lega dan nyaman, seperti ini. Karena perasaan takut sehingga aku dikelilingi banyak pengawal jika diluar dan takut jika ada wanita yang tiba-tiba mendekat dan sebagainya." Jelas Aries, dia masih betah memandang wajah Elara di sampingnya dan menggenggam tangannya, semakin erat. Elara hanya membiarkan saja, sebab rasa dingin pada tangan Aries perlahan menjadi hangat dan dia tau akan perubahan itu yang berarti Aries menjadi lebih baik.

 "Pertama kali menyentuhmu, aku terkejut karena tidak merasakan sakit sama sekali, malah merasakan sesuatu yang berbeda membuatku penarasan, gelisah tetapi nyaman dan lega dalam waktu bersamaan. Maka beberapa kali aku mencoba berinteraksi denganmu. Jadi hanya kamu yang bisa membantuku Elara." Sambung Aries dan kini menatap matanya dalam, berharap sesuatu dari Elara.

"Lalu apa keinginanmu Tuan?" Tanya Elara dengan raut wajah yang susah diartikan, apakah itu penasaran atau kasihan.

"Aku hanya ingin hidup normal tetapi itu tidak mungkin, jadi setidaknya aku ingin seorang anak dan itu hanya bisa aku dapatkan darimu, maka ayo kita menikah." Uajr Aries serius menatap mata Elara.

"Jika hanya untuk anak, kenapa harus menikah?" Elara balas mentap tajam pada Aries yang tersenyum mendengarnya.

"Apa kau mau sekarang kita lakukan itu?"

"Tidak!" Jawabnya cepat.

"Aku juga tidak mau Elara, aku hanya akan melakukannya dengan wanita yang telah menjadi istriku setidaknya dimata hukum agar anakku kelak tidak disebut anak haram." Elara terkejut mendengar penjelasan itu, "Anak haram? Apakah ini salah satu traumanya?" Batin Elara. Dia tampak bingung dan memikirkan cara lain untuk menghindar tapi sepertinya tidak ada.

"Baiklah, hanya itu syaratmu?" Tanya Elara.

"Menikah denganku berarti kau siap tidak melakukan hal kotor lainnya diluar sana, aku tidak akan mempermasalahkan masalalumu, hanya menikah dan memberiku anak. Maka aku akan mengabulkan apapun yang kau inginkan." Jelas Aries dengan nada suara tegas.

"Huh... aku juga punya beberapa syarat dan kondisi." Balas Elara, "Katakan." Aries sudah menunggu syarat yang akan diajukan oleh wanita disampingnya ini.

"Aku akan menikah denganmu, tetapi.. pernikahan ini hanya sah dimata hukum dan ini pernikahan rahasia. Lalu aku tidak akan melakukan hubungan suami istri denganmu sebelum masalahku selesai dan namaku bersih, setidaknya berikan aku waktu sampai aku siap." tegas Elara dan Aries tampak mengerutkan keningnya mendengar syarat yang diajukan Elara.

"Kemudian, aku ingin Bellatrix kembali, terserah dengan harta lainnya aku hanya ingin kerja keras ibuku tidak diambil oleh mereka." Sambung Elara lagi kali ini dengan suara lirih dan wajahnya berubah sendu. Melihat itu Aries mengerti bahwa Bellatrix adalah segalanya bagi Elara.

"Tenang saja, Bellatrix memang milikmu dan tidak ada yang bisa mengambilnya." Ujar Aries dengan yakin.

"Kenapa kau begitu yakin Tuan?" Tanya Elara heran karena dia baca sendiri surat yang diberikan sekretarisnya Helen.

"Bella Danantya adalah wanita cerdas, dia tidak akan membiarkan sesuatu yang berharga akan dengan mudahnya diambil atau dihancurkan oleh orang lain." Jelas Aries.

"Kau kenal ibuku?" Elara berubah serius lagi dan sedikit menaikkan nada suaranya.

"Tentu, saat aku kecil dia sering datang kerumahku untuk bertemu ayah, dia wanita cantik mirip denganmu tetapi dia pintar tidak bodoh sepertimu." Ucap Aries sedikit menggoda Elara yang sudah cemberut.  "Lain kali akan kita bahas." Sambungnya.

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Elara berubah sendu lagi.

"Apa maumu?"

"Saat ini aku ingin membuktikan kalau video kemarin itu tidak benar, karena video itu terlihat begitu nyata dengan gaun yang sama dan orang-orang di acara itu mengira itu benar." Jawabnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Jem!" Paling Aries dan Jem segera masuk, "Tuan." Jawabnya.

"Ceritakan apa saja yang kau lakukan setelah keluar dari butik sampai diacara saat video itu muncul." Titahnya pada Elera agar Jem mendengarkan.

"Aku membeli gaun di Butik AJX dengan Lusia dan dia yang memilih gaun itu, kita jalan keluar kembali ke mobil dan pergi beli makanan untuk makan malam. Setelah itu pulang dan hanya berada di apartemen sampai pagi. Aku sama sekali tidak keluar dan membeli makanan juga Lusia yang membelikan sampai saatnya untuk pergi ke acara, kami hanya dari apartemen dan Lusia  langsung mengantarku ke tempat acara bahkan ke toilet juga tidak dan video itu muncul." Elara menjelaskan dan Jem mendengkan dengan seksama.

"Jem, kau cari semua cctv dan gabungkan agar bisa jadi bukti valid, kau Elara, kau mempunya teman 1 lagi kan yang bisa dipercaya?"

"Iya Gian, dia dulu manager yang mengatur jadwal dan kontrak kerjaku, kenapa?"

"Kau butuh dia sebagai juru bicaramu ke public, apa dia bisa?" Tanya Aries dan Elara menjawab "Tentu bisa."

"Kerjakan Jem, dan kami akan berangkat ke Macau besok. Kau atur segalanya agar orang-orang tidak curiga." Titahnya pada Jem yang segera dilaksanakan olehnya.

"Kenapa ke Macau?" Tanya Elara bingung.

"Kita akan menikah secara hukum saja dan hanya bisa di luar negri. Kebetulan aku ada pekerjaan disana dan juga ada yang akan aku tunjukan padamu." Jelas Aries, kini dia sudah melepaskan genggaman tangannya agar Elara bisa kembali ke apartemennya untuk bersiap-siap.

"Pergilah, persiapkan segala kebutuhanmu dan besok pagi kita berangkat." Elara mengangguk dan meninggalkan kamar Aries yang belum sempat dia perhatikan isinya.

~TBC~

1
Yulianto
ceritanya menarik
Eroh Maesaroh
lanjut thor
Eroh Maesaroh
next
Tea2n
ceritanya bagus, penuturannya juga santai utk dinikmati 👍🏻
Dewi Indrianti
si kambing 😂
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
THE BEST ON YOU..🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sulaiman Efendy
BAGIKU MKANAN KHAS INDONESIA LBH ENAK... AKU JG PRNH K MALAYSIA, MSKI SCARA UMUM KURANG LBH DGN KULINER INDONESIA, TPI INDONESIA PNY CITA RASA YG LBH...
Sulaiman Efendy
TERNYARA JEM, DIANDRA MSH SEPUPU DGN LUSIA...
Sulaiman Efendy
NGEJRENG BANGET TU LOLIPOP NYA SI KEN, NURUN KE MORGAN JUGA BESARNYA LOLIPOP..,😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
SOLO KARIR AJA DLU KEN😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
KNP GK DIHAJAR AJA KEN ORTU ANGKAT LUSIA TUU..
Sulaiman Efendy
SHASA SI MICIN MMANYA SHENNA YG KEJAR2 MORGAN ANAK BUNGSU NYA LUSIA & KEN,, GARA2, SHASA KASI MINUMAN YG TELAH DIKASI OBAT PERANGSANG, TPI TRMINUM OLEH KEN, UNTUK ADA LUSIA ISTRINYA TMPT PLAMPIASAN, TPI YAA ITU, LUSIA SAMPE KOLAP KELEHAN, MAKANYA LUSIA BENCI SAMA SHASA & ANAKNYA SI SHENA..
Sulaiman Efendy
ITU SI PRAKASA & SUWANDI TANGKAP JUGA SEKALIAN, BANDOT TUA PENJAHAT KELAMIN MEREKA ITU...
Sulaiman Efendy
BENAR2 WANITA IBLIS SI CARINA, LBH IBLIS DARI OLIVIA DN SHENNA...
Sulaiman Efendy
KENNY MMG JODOHNYA LUSIA,, HINGGA MELAHIRKAN 4 ORANG ANAK, DEMIAN, ANA, FANO DN MORGAN..., TU KEN JDI BUCIN ABIS SAMA LUSIA.... DARI 4 ORANG ANAKNYA, HNY DEMIAN & ANA YG DPT JODOH ENAK,, SDGKN FANO DPT ISTRI YG PRNAH DIPERKOSA AYAH TIRINYA, SDGKN SIBUNGSU MORGAN DPT JANDA ANAK 2... ANAK YG PERTAMA JUGA HASIL PERKOSAAN BKAS PACAR ISTRINYA..
Sulaiman Efendy
KENNY, SUAMINYA LUSIA... .
Sulaiman Efendy
SAKIT ARIES SAMA DGN RUBY ANAK HAZEL, TPI BEDA KASUS...
Sulaiman Efendy
MMG IBLIS TU HELEN & ANAKNYA.....
Sulaiman Efendy
FIRST KISS ELARA TERCURI OLEH ARIES, BRRTI EVAN MMG GK PERNAH CIUM ELARA....
BAGUSLH, KLO EVAN CIUM ELARA, PASTI ELARA TRBUAI DN AKHIRNYA EVAN BSA ENTOT ELARA, SYUKURLH SKRG MRK UDH PUTUS
Sulaiman Efendy
SELAIN ELARA YG MSH AMAN, APAKAH PARA PEMAIN WANITA2 TRSEBUT SDH PERNH DIPAKAI OLEH PRAKASA & SUWANDI, SERTA PRODUSER2 YG LAINNYA...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!