NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Gadis Cantik Dan Pria Di Ujung Senja

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintapertama / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:97.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Asrianti

Bermula dari rasa kagum pada pandangan pertama seorang gadis cantik bernama Indah Nur Aisyah, kepada seorang pria bernama Miftahul Adnan Maharendra.

Indah yang baru pindah dari sebuah sekolah di kota J itu tak menyangka jika pertemuannya dengan Adnan akan berlanjut di sekolah tersebut karena ternyata Adnan adalah kakak kelasnya.

Sikap Adnan yang begitu dingin di awal pertemuan mereka membuat Indah tak memiliki keberanian walau hanya untuk menatap mata lelaki itu, namun takdir berkata lain. Berbagai permasalahan muncul membuat mereka menjadi semakin dekat.

Perasaan satu sama lain tak dapat di bohongi namun ada banyak jurang yang menjadi pemisah perjalanan cinta mereka.

Akankah mereka mampu melaluinya? Atau malah akan mengakhiri semuanya dan mengubur dalam-dalam rasa kasih yang mereka rasakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Asrianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Itu Hampir Tiba II

Jangan lupa vote, like dan sarannya yah. karena masukan kalian sangat penting buat aku.

Silakan tinggalkan jejak, supaya aku makin semangat update ceritanya.

Terima kasih sudah mampir

Happy reading 😊😘

...***...

"Tuh kan, dari awal aku tuh udah nebak tahu kalau kamu suka sama kak Adnan."

Indah tersenyum malu.

"Kamu kenapa bisa suka sama dia? Dan hari ini, apa yang dia lakukan sehingga membuatmu tak berhenti tersenyum?" Sinta kembali menggoda Indah.

"Aku udah pernah cerita kan, soal bagaimana aku bisa ketemu sama kak Adnan."

"Yang mana Indah?"

"Itu, waktu kita kerja tugas bareng di rumah aku."

"Ohh, tugas puisi kan?"

"Iya, Sinta."

"Iya, aku ingat. Tapi kamu ceritanya kan gak detail. Aku mana paham."

Indah tersenyum, suasana hening sejenak.

"Waktu itu, aku baru pindah beberapa hari ke kota ini." Indah mulai bercerita.

"Dan, di hari yang sama aku pergi ke Masjid komplek kita untuk sholat Maghrib dan Isya di sana. Dan di sanalah, pertama kali aku melihat dia. Sungguh, rasa kagum ku tumbuh saat melihatnya. Perlahan rasa kagum itu berubah menjadi cinta, awalnya aku juga tidak tahu kalau dia adalah kakak kelas kita sampai kamu menceritakannya padaku. Dan sampai aku sendiri bertemu dengannya di sekolah. Waktu itu, dia menolongku saat sebuah buku yang tebal hampir jatuh di kepalaku. Dan dia juga telah menyelamatkan aku saat hampir saja terserempet motor. Dia.... selalu membantunya. Walau sikapnya terhadap begitu dingin padaku, tetapi saat aku sedang dalam masalah dia selalu Sinta." Indah menorehkan senyum, menoleh sebentar pada Sinta.

"Lalu...?" Sinta mengharap lanjutan cerita dari Indah.

"Lalu... Lalu bagaimana lagi? Toh rasa ini hanya aku yang merasakannya." Indah tersenyum datar.

"Maksud kamu?"

"Kamu pasti kenal kan sama kak Ayu? Dia juga satu kelas dengan kak Adnan."

Sinta tersentak mendengar nama itu.

"I... iya... aku tahu. Kenapa dengan dia?" Sinta mendadak gugup.

"Di hari kak Adnan menyelamatkan aku waktu hampir keserempet motor itu. Aku pergi menjenguknya di UKS. Namun, belum lama aku di sana, kak Ayu juga datang. Dia terlihat begitu dekat dengan kak Adnan, dia bahkan duduk di sampingnya. Kak Ayu begitu menghawatirkan kak Adnan yang terluka, dan aku yakin mereka pasti punya hubungan spesial. Dan karena itulah kak Ayu jadi marah padaku, mungkin karena aku adalah penyebab kak Adnan terluka hari itu, dan........."

"Dan... apa?"

"Tidak apa-apa, intinya aku tidak mau merusak kebahagiaan mereka. Lagi pula aku belum pernah merasakan cinta seperti ini sebelumnya. Aku rasa, lebih baik jika menyimpan rasa ini dalam-dalam."

"Indah... kamu tidak apa-apa?" Sinta memegang pundak sahabatnya itu. Raut wajahnya begitu khawatir, namun ia juga telah mendapatkan jawaban dari cerita Indah.

Indah mengukir senyum tipis.

......***......

Message

*Besok gue tunggu Indah di tempat dan waktu yang gue udah bilang ke lo. Kalau sampai Indah gak datang, lo tau sendiri apa yang akan gue lakuin ke keluarga lo.

by: Ayu*

Perempuan itu terkejut membaca pesan di handphonenya. Tangannya gemetar, hingga tak sadar menjatuhkan handphone yang ia pegang itu.

"Besok? Aku sampai tidak menyadari kalau hari itu adalah besok." Perempuan itu menunduk, meringkuk di pojok kamarnya.

"Maafkan aku Indah, tolong maafkan aku." Perempuan itu terus terisak.

...***...

"Assalamualaikum." Indah mengucapkan salam saat ia sampai di rumah, kemudian duduk di sebuah kursi yang ada di teras. Membuka sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu.

Yah, suasana rumahnya masih sangat sepi, karena Bu Dania akan pulang dari kantor di sore hari. Indah bersandar di kursi mungil itu, ia cukup lelah. Memejamkan matanya sejenak.

Indah tersentak saat megingat sesuatu, ia langsung beranjak dari tempatnya duduk lalu segera berlari menuju kamar. Tak lupa ia mengunci pintu depan, karena ia sedang sendiri di rumah sekarang.

Di Kamar

Indah meletakkan tasnya di sembarang tempat, lalu duduk di atas tempat tidur. Ia lalu mengambil surat yang tadi ia letakkan di saku seragamnya, dengan tidak sabar membuka surat itu.

*To: Indah

...Entah siapa dia?...

...Yang hadirnya melekat indah...

...dalam relung jiwa...

...Langkah kaki yang goyah...

...karena terpana...

...Senyum Indah dari balik hijabnya...

...Entah siapa dia?...

...Yang menatap malu...

...di kala pandangan tak sengaja bertemu...

...Pipi merah merona...

...dari balik tabir itu...

...Syair mengalun begitu saja...

...Mengisyaratkan nada cinta...

...Entah ini semu atau nyata...

...Namun hati telah hanyut di dalamnya...

^^^Adnan*^^^

Indah tertegun membaca isi dari surat itu. Berkali-kali ia terus mengulangnya. Indah bingung apa yang harus ia rasakan. Apakah dia harus senang atau tidak.

"Sebuah puisi? Apa kak Adnan tahu aku suka puisi? Tapi... isi dari puisi ini..."

Indah mengerti apa maksud puisi itu, tapi apakah wanita dalam puisi itu adalah dirinya?

"Mengapa kak Adnan memberikanku puisi ini? Apakah isi dari puisi ini adalah apa yang ia rasakan? Atau dia memberikanku ini hanya sekedar karena dia tahu aku suka puisi, dan tidak ada maksud lain? Aku bingung."

Meski Indah merasa bingung dengan apa maksud puisi itu. Namun dari lubuk hatinya yang paling dalam, Indah begitu senang membaca surat itu. Hingga ia membacanya berulang kali, dan tak sadar senyum itu terus terukir di bibirnya.

"Apa aku tanyakan saja pada kak Adnan?" Indah berpikir sejenak.

"Ah, Indah. Apa yang kamu pikirkan? Kamu jangan ke geEran. Lagi pula tidak baik memikirkan hal seperti itu, apalagi dia adalah milik seseorang." Indah memukul pelan kepalanya sendiri.

Ia terdiam sejenak memandang surat itu, memandang wajah Adnan ada di sana.

"Tapi yah, aku berjanji padamu akan menyimpan surat ini baik-baik. Karena bagiku ini sangat berharga." Indah tersenyum, memeluk surat itu.

...***...

Kring........

Jam weker Indah berbunyi nyaring. Dengan setengah sadar Indah meraih jam di samping tempat tidurnya itu. Mematikannya, namun masih dalam posisi berbaring. Jam menunjukkan pukul 04:32.

Allahu Akbar Allahu Akbar

...

"Ternyata sudah Adzan, sebaiknya aku bersiap-siap sekarang."

Indah beranjak dari tempat tidurnya. Membuka lemari dan mengambil sebuah pakaian ganti, tak lupa juga handuk yang tergantung rapi di dekat pintu kamar mandi. Tampa membuang-buang waktu, Indah segera mandi dan bersiap-siap untuk sholat subuh.

Di Dapur

"Pagi Ma." Indah menyapa Bu Dania yang terlihat mulai sibuk memasak.

"Pagi sayang."

"Aku bantuin yah Ma." Indah berdiri di samping Bu Dania.

"Iya, kamu potong-potong wortel dan kentang itu yah." Ucap Bu Dania menunjuk wortel dan kentang ya ada di atas meja makan.

"Siap bos." Indah meletakkan tangannya di dahi, membuat gerakan hormat kepada ibunya.

Bu Dania hanya tersenyum melihat anaknya itu.

Indah mulai memotong wortel dan kentang itu. sambil sesekali melihat ibunya sedang memasak makanan yang lainnya.

1
Rojer Kopi
seru banget
Rojer Kopi
aku suka banget sama novelnya, emang sih awalnya agak bosen baca, tapi semakin lama malah semakin seru. malahan sampai mereka dewasa ceritanya.
Rojer Kopi
seru
Sri Nurkhadijah Maharani
/Awkward//Facepalm//Grin/
Rina Kurniawati
cerita nya lanjut dong
Lisa Z
jejak dulu ya kakak cantik 😉
Lisa Z
halo kak aku mampir
Dedi Yurandi
ini ceritanya belum tamat Bu, kita tinggal tunggu authornya up bab baru lagi.
Tiwik Firdaus
tak pikir bertemu ternyata tidak emdingkan sangat jelek ngak ada yang bersatu dan bahagia
Sri Asrianti: Jangan khawatir kak ini belum endingnya, ceritanya belum tamat kok, follow ceritanya untuk dapat notifikasi kalau aku udah up bab baru lagi.
total 1 replies
Tiwik Firdaus
perasaan dulu namanya bukan yana seingatku ratih
Tiwik Firdaus
semoga dania dan sarah selamat dari pria2 jahat dan mereka.dapat karmanya
Tiwik Firdaus
jangan2 jayadi itu ayahnya adnan dan kuncoro kalau ngak salah papanya ayu jadi mereka berdua itu sebenarnya miskin kaya gara2 merebut kekayaan papanya indah
rini listiorini
awal yang bagus, semangat kak. aku sdh mampir ya. jgn lupa mampir juga dibuku aku
Rere Sativa
aku mampir ya, keep dulu, nanti lanjut bacanya..jangan lupa mampir di novel ku.. ☺
Dedi Yurandi
selalu suka dengan kalimat puitisnya
Berbieliza
semangat terus tulisnya thor dan jangan lupa mampir episode terbaruku
Ninonade
Astaga, kalian berdua lucu sekali
Berbieliza
pasti sakit hati indah melihat adnan dengan ayu
Fasyh
semangat terus berkarya ya thor
jangan lupa mampir di karyaku juga ya dan beri dukungannya. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!