NovelToon NovelToon
Pendekar Legenda

Pendekar Legenda

Status: tamat
Genre:Kultivasi / Pendekar / Identitas Tersembunyi / Kutukan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:880.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yulia Puja

PENDEKAR LEGENDA

Novel ini diperankan oleh pemuda yang bernama Zhou Shiyue, ia adalah tuan muda kedua dari keluarga bangsawan Zhou.

Sejak lahir Zhou Shiyue tidak pernah mendapatkan keadilan dari keluarganya, semua orang dari keluarga bangsawan Zhou memandang dirinya dengan sebelah mata bahkan kepala keluarga Zhou yang merupakan ayahnya sendiripun memperlakukannya dengan buruk, mungkin itu karena sang ayah merasa bahwa ia telah kehilangan istrinya karena melahirkan Zhou Shiyue.

Hingga pada suatu masa Zhou Shiyue tak sengaja melukai adik tirinya membuat dirinya dalam masalah besar, dan diusir dari keluarga Zhou.

Sejak hari itulah ia menjalani kehidupan nya yang penuh liku-liku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Racun laba-laba darah (S1)

Jian Kun merasa kewalahan, energinya juga sudah banyak terkuras sampai ia benar-benar tak bisa menciptakan bayangan lagi dan hal itu membuat Mye Ai dengan mudah melumpuhkannya. Pedang yang tergores di dadanya itu jelas terlihat sangat menyakitkan.

“Menepilah, aku akan melawannya!” ucap Ryu Shi, ia tak mau melihat kawannya mati begitu saja.

“Baik” ucap Jian Kun, namun sayang sekali saat ia berbalik kepalanya menggelinding ke tanah dan itu membuat darah Ryu Shi mendidih.

“Wanita ini!!!” geramnya, dengan rasa marah ia menyerang Mye Ai dengan penuh nafsu membunuh.

Serangannya semakin cepat dan tak berarah membuat Mye Ai melihat celah darinya. Hal tu dimanfaatkan Mye Ai dengan sangat baik, dalam satu kali serangan tingkat menengah berhasil memotong tangan Ryu Shi.

“ARGGHHHH!!” Ryu Shi menjerit dengan keras, ia berguling-guling ditanah sambil memegangi lengannya yang putus.

Mye Ai pun berhenti menyerang dan memasukkan pedangnya ke dalam sarungnya. Ia tersenyum sinis sambil mendekati Ryu Shi.

“Aku tak perlu mengulangi pertanyaanku yang tadi bukan?” tanyanya dengan seutas senyum dingin.

“Aku tidak akan mengatakan apapun!” ucap pemuda itu, matanya penuh amarah dan ia tak bisa melakukan apapun untuk melawan wanita didepannya.

Disisi lain, 10 pendekar langit dari gunung bunga persik kini sudah berhasil melumpuhkan pasukan musuh yang sebenarnya tidak terlalu banyak.

Begitu juga dengan Sun, ia berjalan mendekati tuan mudanya dan tampak khawatir menatap Jing Zishu.

“Tuan muda, anda baik-baik saja kan?” tanyanya, ia memegang tubuh Jing Zishu dan melihat-lihat barangkali ada luka yang bisa segera ia obati.

“Aku baik-baik saja, tapi teman ini…” ia melirik Zhou Shiyue dengan sedih.

“Siapa dia?” tanya Sun sambil mengernyit

“Dia teman yang kemarin sudah menyelamatkanku. ” jawab Jing Zishu membuat Sun sedikit terkejut

Itu artinya saat ia pergi tuan mudanya tengah diserang dan pria tampan inilah yang menyelamatkan tuan mudanya, ia harus berbelas budi pada pemuda itu. Pikirnya.

Kembali ke tempat Mye Ai.

“Baiklah kalau kau masih bersikeras, maka aku juga akan bersikeras.” Ucap Mye Ai, ia mengeluarkan garam dari cincin penyimpanannya.

Tanpa belas kasih ia menaburkan garam itu ke luka Ryu Shi, membuat pemuda itu berteriak keras. Tetapi Ryu Shi tidak mudah menyerah bahkan tak ada rasa takut dimatanya. Ia benar-benar pria yang tak kenal rasa takut namun sayangnya pemuda itu berada di aliran sesat.

“Kalau garam tidak bisa membuatmu bicara, bagaimana dengan ini?” Mye Ai menciptakan api kecil ditangannya. Ia tersenyum mengerikan dan membakar luka Ryu Ai dengan kejam, sungguh tidak seperti orang aliran putih.

Akhirnya cara itu berhasil membuat Ryu Shi berbicara.

“Aaaa hentikann, aku bicara aku bicara…” ucapnya memohon.

“Baik, katakanlah!” ucap Mye Ai.

“Kami dari partai pedang iblis, gerbang neraka, dan partai beracun.” Jawab Ryu Shi dengan terpaksa, lagipula jika ia membohongin wanita itu, maka tidak akan berakhir baik baginya.

“Bagus-bagus, setelah sekian lama tidak menampakan diri ternyata kalian memiliki rencana yang licik. Aku pastikan kalian akan rata dengan tanah!” ucap Mye Ai dengan sinisnya.

“Dan pertanyaan terakhirku adalah dimana letak markas kalian?” tanya Mye Ai.

“Aku tidak akan mengatakannya bahkan jika kau mengancam ingin membunuh sekalipun!” sarkas Ryu Shi dengan cepat.

Mengatakan siapa mereka saja itu akan membuat murka para ketua partai apalagi jika mengatakan markas mereka. Ayahnya sendiri bahkan akan membunuhnya.

Mye Ai yang mendengar jawabban itupun hanya tersenyum tipis lalu mengambil pedangnya dan memotong satu persatu bagian tubuh Ryu Shi. Walaupun tubuhnya sudah tak sempurna, Ryu Shi tetap kokoh dengan pendiriannya. Ia tetap bungkam tidak mengatakan apa-apa sampai Mye Ai merasa muak dan meninggalkannya pergi.

“Dengan tubuh seperti ini aku tidak akan ada gunanya lagi bahkan ayah sekalipun akan merasa jijik padaku, sebaiknya aku mengakhiri semua ini.” Gumam Ryu Shi dengan wajah muram, ia pun bunuh diri dengan menggigit lidahnya sendiri.

Pertarungan itu sudah berakhir, kelompok gunung bunga persik bersama Jing Zishu kembali menuju sakte. Jing Zishu mau tidak mau harus ikut karena dia bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada Zhou Shiyue, bagaiamana mungkin ia bisa duduk tenang jika tak melihat langsung kondisi kesehatan Zhou Shiyue secara langsung.

Ada raut wajah gelisah tersirat di wajah Mye Ai, wanita itu seperti tengah memikirkan sesuatu yang membuatnya kacau.

Beberapa jam perjalanan akhirnya kelompok mereka pun tiba di sakte. Jing Zishu dipersilahkan untuk beristirahat di ruang tamu tetapi pemuda itu menolak dengan alasan ingin menjaga Zhou Shiyue secara langsung.

Akhirnya pihak sakte tidak bisa memaksa keinginan pemuda tersebut dan turut serta membawanya ke ruang pengobatan.

Di sana ada Mye Jing Chen, Yi Heng, dan beberapa murid tingkat langit. Mye Jing Chen yang mengetahui penyebab Zhou Shiyue keracunan sedikit mengerutkan kening.

“Pemuda ini terkena racun laba-laba darah, setahuku racun ini sangat berbahaya dan tidak ada di kekaisaran han. Bagaimana bisa ada racun mematikan ini di wilayah kekaisaran han?” ucap Mye Jing Chen, ia menatap bingung dan penuh pertanyaan.

“Apa mungkin kelompok itu memiliki dukungan kuat dari kekaisaran lain?” sahut Yi Heng mencoba berasumsi.

“Tapi jika seperti itu, bukankah itu sama saja mengibarkan bendera di wilayah kekaisaran han? Itu termasuk menantang secara langsung.” Ucap Mye Ai

“Hal ini harus kita sampaian pada yang mulia agar ia bisa menindak lanjutinya.” Ucap Mye Jing Chen

“Ya, kita memang harus memberitahunya, tapi sebelum itu lebih baik kita memikirkan cara untuk menyembuhkan pemuda ini. Dia cukup beruntung karena masih bisa bernafas saat terkena racun mematikan, jika orang lain bahkan aku sendiripun tak akan bisa bertahan.” Ucap Yi Heng, ia tau betul betapa berbahayanya racun tersebut.

“Tapi kita tidak memiliki penawarnya!” sahut Mye Ai

Jing Zishu yang tadinya diam kini berbicara

“Kalian tidak memiliki penawarnya, lalu bagaiaman bisa menyembuhkannya?” tanyanya, ia merasa bahwa dengan membawa Zhao Shiyue ke sakte itu adalah sia-sia.

“Jangan sembarangan bicara, kami memang tidak memiliki penawarnya tapi kami bisa mencarinya lebih cepat dari orang biasa.” Sahut Yi Heng merasa sedikit tak suka dengan perkataan pemuda itu.

Jing Zishu ingin menyahutinya tapi Sun dengan terburu-buru mencegahnya dan memintanya untuk diam karena sekarang bukanlah waktunya bertengkar.

“Pergilah ke sakte emei disana ada akar cendana merah, kau bisa memintanya sedikit untuk menyembuhkan pemuda ini.” Lirik Mye Jing Chen kearah Mye Ai.

“Hm baiklah.” Jawab Mye Ai

Sisanya pun hanya bisa menunggu, Jing Zishu diantar ke ruang tamu bersama Sun. Sedangkan Mye Jing Chen pergi menemui ketua sakte di lembah bulan untuk meminta penawar penunda racun.

Walau penawar tersebut tidak bisa menyembuhkan setidaknya itu bisa menunda lebih lama menjalarnya racun ke seluruh tubuh. Hal itu dilakukan agar Zhou Shiyue bisa bertahan selama lebih dari satu bulan karena Mye Ai tidak akan kembali dengan cepat mengingat jarak dari sakte gunung bunga persik ke sakte emei sangatlah jauh.

Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!

Petuah:

~Gak semua awalan itu manis, terkadang yang manis di awal akan pahit diakhir. Sama juga dengan kekuatan. Awalnya lemah dan diremehkan tapi lihat saja diakhir😏~

1
gara 21
asli membosan cerita nya.. acara nya juga ngk jlas.. habisin waktu lagi.. ngk jelas.
Alex Kawun
emng iya tidak nyaman baca nya
biar manjangin honor mu ya thor
Alex Kawun
tulis jg dong thor apa alasan nya mzkulin an.keciil
Alex Kawun
UJUG UJUG ....
dalam membuat cerita jgn se konyong2 begini musti ada alasan nya biar nymbung dgn nalar pembaca
Ani Sumarni
Akhirnya tamat Ceritanya Sang Legenda
Zhou Shiyue perjalanan hidupnya
Sampai disitu tidak kembali bersama Kakaknya dan hidup bahagia
Ani Sumarni
MCnya laper mau isi perut dulu
Restoran Surga 😄😄
Ani Sumarni
Lanjut
Ani Sumarni
Syukurlah Akhirnya Zhou Shiyue bertemu dengan Orang yang di Carinya Ayahnya masih hidup dan
Sehat wal Afiat
Ani Sumarni
Kalau MCnya mati tamat ceritanya 😄
Zhou Shiyue tak akan mati sebelun
Ketemu Ayah Kandungnya
Ani Sumarni
Apa sebenarnya yang dilakukan Zhou Lan Sehingga Zhou Shiyue dengan Berani menangkapnya Ayah Angkatnya
Ani Sumarni
Akhirnya zhou Shiyue sebelum pingsan mengingat pesan Gurunya
Untuk meminta pertolongan bawa Dia
Ada dalam bahaya/Keterpurukan
Syukurlah Sesepuh/Gurnya dengan cepat datang ke lokasi dimana Zhou Shiyue dalam keadaan tak sadar
Ani Sumarni
Ya ampiun keman MCnya belum juga
Datang ini Kausar dan Kakanya sendiri
Dah kewalahan menghadapi Pendekar Bayangan Misterius cepatlah Zhou Shiyue jangan sampai
Terlambat jangan sampai Kaisar dan Kakakmu mengalami sampai terluka
Ani Sumarni
Lanjut
Ani Sumarni
Good Good Good 👍👍
Ani Sumarni
Keman Zhuo Shiyue belum muncul
Zhou Shiyue Zhou Shiyue cepat kedepan masuk kedalam pertarungan
Sebelum terlambat dan banyak jatuh korban dari pihak kekaisaran dan keluarkan Tiga Naga 🐉Hijau Putih
Merah itu babad habis pemberontak
Jangan diberi kesempatan hidup dan
Melarikan diri
Ani Sumarni
Biarkan saja Putri Song Jixi ikut berjuang untuk membela Negri tempat kelahirannya sendiri jadilah Pahlawan Wanita yang Gagah perkasa
Jangan kalah dengan Laki-laki untuk
Berjuang
Ani Sumarni
Siaaaap jadi pembaca selanjutnya 👍
Ani Sumarni
Percaya diri boleh saja itu bagus untuk penyemangat hidup di dalam
Mencapai Cita2 dan tujuan baik asal
Jangan dibarengin sipat sombong
Arogan dan meremehkan orang lain
Karena kesombongan akan menjadi
Penghancur kehidupan Mu dan Kulawarga dimassa yang akan datang
Ani Sumarni
Semoga Yun Yunzhi bisa diselamatkan oleh Paman Ji
Ani Sumarni
Kalau bisa bersabar dalam mengatasi
Mampuh menghadapi musuh2mu Tingkat Suci dengan menggunakan
Pedang Apimu lebih baik gunakanlah
Pedang Api 🔥🔥 mu untuk sementara waktu kalau menggunakan Pedang Naga 🐉🐉 takutnya nanti akan mengundang para Kultivator/Pendekar Tingkat Tinggi yang serakah mengincarmu untuk merebut Pedang Naga mu itu, takutnya nanti kamu kewalahan/kalah kalau Kamu/Zhou Shiyue belum menerobos ke Tingkat Mahanaya paham????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!