NovelToon NovelToon
Khanza & Gracio

Khanza & Gracio

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:237.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Yulia

"Namaku Rara..... Rara.... bukan Khanza. Jangan panggil aku dengan nama jelek itu!" kata Rara emosi ketika orang rumah memanggilnya dengan nama Khanza.
Dia sangat membenci nama itu. Bukan hanya nama itu, tapi juga orang yang telah memberinya nama itu, yaitu Sahreza Gracio kakak sepupunya.

Khanza Ghaniya adalah nama yang di berikan oleh Gracio sejak dia dalam kandungan ibunya. Sebenarnya Rara sangat suka dengan nama itu. Tapi karena kebenciannya pada Cio membuat dia tidak suka nama itu.

Cio pergi ke Eropa untuk melanjutkan studi di sana membuat mereka berpisah. Rara berjanji akan menunggu Cio kembali. Cio juga meminta Rara untuk menunggunya pulang. Meski jauh, hubungan cinta dan kasih sayang persaudaraan di antara mereka tetap terjalin.

Tapi seiring berjalannya waktu Gracio melupakannya. Hal itu membuat Rara benci Gracio dan mengganti namanya dengan Rai Rara.
12 tahun berlalu keduanya di pertemukan k

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Aku Sahreza Gracio, bukan Ryu Deva Mayandra (Pengakuan)

"Apa itu gambar tato?" ucapnya melihat tato di dada kiri Ryu yang belum terlihat keseluruhannya. Karena semakin penasaran serta rasa keingintahuan tentang Ryu, Rara telah duduk di pangkuan Ryu tanpa dia sadari. Rara membuka pengikat pakaian itu dengan terburu-buru karena rasa penasaran.

Tali pengikat terlepas, Rara tersenyum lega melihat mata Ryu masih terpejam. Kedua tangannya bergerak hendak menyibak kedua pinggiran kimono Ryu. Tapi belum sempat tangannya membelah dua pakaian itu, kedua tangannya ditahan. Rara kaget dan segera melihat ke wajah Ryu. Secara tiba-tiba tangannya di tarik Ryu kuat ke depan. Otomatis tubuhnya Rara ikut jatuh menempa pada tubuh Ryu.

Ryu memegang kuat kedua tangannya.

Rara kembali terkejut. Dia semakin terkejut setelah sadar posisinya yang berada di pangkuan Ryu.

Keduanya saling menatap dalam jarak tanpa celah, hidung bersentuhan, hembusan nafas Rara yang tak beraturan menerpa wajah Ryu.

Sementara Ryu menatap wajah keringatan di depannya. Wajah manis terlihat tak tenang dan takut. Juga debaran jantung Rara yang tak beraturan.

"Ma-maaf tuan. Rara tidak bermaksud____!"

"Apa yang kau cari hingga menggeledah tubuh ku?" Ryu memotong ucapannya. Padahal dia sudah tahu apa yang di cari Rara dengan membuka pakaiannya. Sebenarnya dia sudah bangun saat merasakan gerakan tangan Rara yang berada dalam genggamannya. Artinya gadis itu sudah bangun. Tapi Ryu tetap berpura pura tidur.

"Bu-bukan apa-apa!" jawab Rara gugup.

"Bukan apa-apa? Lalu kenapa membuka pakaian ku? Kau seperti ini memperkosa ku!" kata Ryu menatap licik, senyuman menyeringai.

Rara terbelalak.

"Ih... enak saja nuduh Rara buruk." Rara menatap kesal.

"Memperkosa apa? Memang ada wanita memperkosa pria? Di mana mana yang suka mesum dan melakukan pelecehan seksual pada wanita adalah pria!" katanya keras.

Ryu tertawa dalam hati. Kok malah dia yang marah? batinnya.

"Terus apa yang kau lakukan tadi? Tanpa izin membuka paksa pakaian ku saat aku tertidur!" Ryu menatap tajam.

"Nggak, Rara gak bermaksud begitu!" Rara salah tingkah dan malu.

"Dan lihat dirimu, posisimu___!" Ryu menunduk melihat posisi duduk Rara.

Rara tertunduk semakin malu. Dia hendak turun tapi Ryu semakin kuat menahan tangannya.

"Rara gak sadar sudah duduk di pangkuan anda. Benar, Rara sumpah nggak sengaja! Rara juga bingung kenapa sudah duduk di pangkuan anda!" ucapnya pelan malu malu menghindari tatapan Ryu.

Ryu kembali tersenyum kecil. Dia tidak akan menggoda lagi melihat wajah mendung gadis ini. Kalau terus di goda, sudah pasti gadis remaja ini akan menangis. Karena dia tahu Rara adalah anak manja yang gampang melow dan menangis.

Perlahan Ryu mengangkat wajah Rara, di hadapkan padanya.

Rara menatap mata Ryu."Rara nggak bermaksud kurang ajar tuan. Rara membuka pakaian anda hanya untuk memastikan sesuatu___" ucapnya serak.

"Nah tuh kan, dia mau menangis!" batin Ryu tersenyum melihat genangan air mata di kelopak mata Rara.

"Iya, aku percaya pada Rara. Sudah jangan sedih! Nanti cantiknya hilang lho!" Ryu menekan kedua mata Rara yang basah.

"Anda percaya pada Rara?" tanya Rara menatap mata Ryu.

"Kita tetangga bukan? Sudah ku katakan sesama tetangga harus saling percaya. Sama seperti kau dan papamu percaya padaku, maka aku pun percaya pada setiap apa yang Rara katakan dan lakukan!" kata Ryu tersenyum.

Wajah Rara seketika cerah mendengar pernyataan Ryu.

"Siapa dia? yang membuat mu sedih dan benci?" tanya Ryu, menahan tangan Rara yang di tarik dalam genggamannya.

Rara kembali menatap mata Ryu. Jarak yang dekat membuat keduanya lebih leluasa mengamati wajah keduanya.

Rara tak menjawab. Wajahnya kembali berubah mendung mendengar pertanyaan Ryu. Dia mengulum bibir dan menelan ludah.

"Apa dia kakakmu?" tanya Ryu kembali.

Rara mengangguk lemah.

"Kenapa kau membencinya?"

Rara mengeluh sedih, menunduk.

Ryu bergerak bangun meluruskan punggungnya. Lalu memegang wajah Rara yang mau menangis.

"Rara, kau bisa percaya padaku. Bagilah kesedihan mu padaku! Kenapa kau membenci kakakmu! Apa dia menyakitimu?" Tanyanya. Dia ingin tahu sampai sedalam apa kebencian Rara pada dirinya.

Rara menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Kami hidup bersama dari kecil dan saling menyayangi. Hingga suatu ketika dia pergi karena hendak melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dia___katanya akan selalu menyayangi Rara, tidak akan melupakan Rara meski jauh. Rara sangat percaya padanya. Rara juga sangat menyayanginya. Dia berjanji akan pulang secepatnya dan meminta Rara untuk menunggunya. Tapi ternyata dia bohong tuan, dia ingkar janji dan melupakan Rara setelah mendapat adik baru!" Rara akhirnya menangis. Air matanya tumpah ruah di kedua pipinya. Tanpa sadar dia memeluk Ryu dan menangis agak keras melepas beban kesedihannya.

Ryu membuang nafas kuat menghempaskan kesedihannya. Kedua matanya basah oleh tumpukan kristal bening yang menumpuk di kelopak matanya.

Dia memeluk Rara yang terus menangis.

"Apa Rara benar benar membencinya?"

"Awalnya Rara hanya marah padanya karena tidak lagi menghubungi Rara setelah beberapa tahun kepergiannya. Rara menganggap dia melupakan Rara karena ingatannya hilang seperti kata papa dan mama. Setelah dia sembuh, Rara berharap dia ingat lagi pada Rara. Rara setiap saat menunggu telepon darinya. Tapi dia tidak menghubungi Rara sama sekali. Padahal Rara menunggu teleponnya setiap saat. Rara sangat sedih tuan. Dia telah melupakan Rara selamanya. Hiks, hiks, hiks......" kata Rara terbata bata di sela tangisnya.

"Rara yakin kakak Rara telah melupakan Rara?"

Rara mengangguk.

"Karena dia telah mendapat adik naru. Sampai saat ini, hingga detik ini dia tidak pernah lagi menghubungi Rara," kembali menangis.

Ryu begitu terenyuh melihat air mata itu. Yang terus mengalir meski berulangkali di sapunya."Terus apa Rara masih berharap dia akan menghubungi Rara?"

"Iya. Tapi gak mungkin dia akan menghubungi Rara lagi. Karena Rara tidak ada lagi di hatinya, sudah tergantikan oleh orang lain. Rara yakin kakak sudah lupa sama Rara dan sudah bahagia dengan adik barunya itu."

Ryu membuang nafas berat. Semakin bersalah."Kalau Rara membencinya, kenapa Rara menangisi dirinya? Seharusnya marah dan melupakannya."

"Nggak tahu tuan. Rara memang sangat membencinya, tapi... Rara juga rindu padanya! Rara sangat rindu. Kakak selalu hadir di pikiran Rara bahkan dalam mimpi Rara."

Ryu segera memeluknya. Air matanya jatuh seketika. Ternyata selama ini Rara tersiksa menahan kerinduan pada dirinya.

"Rara, mungkin saja kakakmu punya alasan lain sehingga tidak menghubungi saat itu. Dan tidak bermaksud melupakan mu, apalagi mengganti mu dengan orang lain. Aku yakin begitu! Ikatan hati yang kuat antara kalian berdua terlihat dari dirimu yang tidak bisa melupakannya. Kakakmu pun punya perasaan sama sepertimu." ujar Ryu.

"Kalau dia punya alasan itu, kenapa tidak memberi tahu Rara dari awal? Kenapa tidak menjelaskannya pada Rara?" Rara menarik dirinya dari pelukan Ryu dan menatap pria itu.

"Tidak tuan, Kakak memang telah melupakan Rara. Dia tidak menyayangi Rara lagi. Rara pun tak akan berharap dia akan pulang menemui Rara untuk memenuhi janjinya! Rara mulai belajar untuk melupakannya.Tapi setelah datang kesini dan bertemu dengan anda membuat Rara teringat lagi padanya!" Rara berhenti mengatur nafasnya.

"Perlakuan anda, sama seperti yang dilakukan pada Rara sewaktu kami kecil dulu. Nasi goreng buatan anda, rasanya sama seperti yang di buatkan pada Rara. Cara anda memarahi Rara karena sembrono melakukan sesuatu dengan terburu-buru, Lagu yang anda nyanyikan semalam sama seperti lagu yang sering di nyanyikan saat menghibur Rara sebelum meninggalkan Rara pergi ke Eropa. Kakak juga selalu melarang Rara dekat dan berbicara dengan orang asing karena menganggap mereka adalah penculik anak!"

"Kalian berdua sama. Tapi Rara menganggap ini hanya sebuah kebetulan. Karena nyatanya anda bukan dia. Anda adalah Ryu Deva Mayandra, bukan Sahreza Gracio.....!" Rara kembali tersedu-sedu dengan air mata yang jatuh membasahi pipi.

Ryu kembali mendesah sedih. Nafasnya memburu cepat, dada bergemuruh kuat menahan tangis.

"Dan satu lagi tuan...nama adik anda Khanza.... adalah nama yang sama diberikan kakak pada Rara, Khanza Ghaniya. Kakak memberiku nama itu sejak dalam kandungan mama. Rara sangat menyukai nama itu karena di berikan olehnya. Tapi setelah dia melupakan Rara, Rara jadi benci dengan nama itu dan menggantinya dengan Rai Rara! Rara sangat benci dia. Rara benci." kata Rara marah di antara kesedihannya.

"Tidak dek____kakak tidak sama sekali tidak melupakan mu. Jangan benci kakak." batin Ryu geleng-geleng kepala.

Rara menyapu air matanya dan berusaha tersenyum.

"Mulai saat ini Rara tidak akan mengingatnya lagi. Rara akan melupakan dia selamanya. Rara tidak akan membencinya dan menangisinya lagi. Rara akan menghilangkan dia selamanya dari hati Rara! Rara janji dan Bersum_____"

"Khanza." sentak Ryu seketika. Seraya membekap mulut Rara sebelum sumpah itu keluar keseluruhan.

Rara terkejut mendengar suaranya.

"Jangan berjanji apalagi sampai bersumpah seperti itu dek." sambung kembali menatap dengan berkaca.

"Jangan katakan itu. Kakak tidak pernah melupakanmu. Kakak selalu menyayangimu selama ini dan akan terus menyayangimu selamanya. Kau selalu ada di hati kakak!" ucapnya sendu.

Rara melongo mendengar ucapan itu. Mencoba memahami perkataan Ryu.

Cio melepas bekapannya pada mulut Rara. Dan beralih memegang wajah gadis itu.

Keduanya saling menatap dengan mata merah, basah oleh kesedihan.

"Ini kakak dek, Sahreza Gracio. Bukan Ryu Deva Mayandra! Aku Cio, kakak mu." Cio mengaku karena tidak tahan lagi.

Rara tercengang, mata bulat.

"Selamanya kakak tetap kakakmu! Kakakmu yang selalu merindukanmu, yang hingga detik ini tetap menyayangimu. Kakakmu yang tak pernah sedetikpun melupakanmu, dan tidak pernah menggantimu dengan orang lain." sambung Cio kembali dengan bibir bergetar.

Rara kembali tercengang. Diam membisu dengan mata berkaca tak berkedip menatap netra Cio. Antar percaya dengan tidak mendengar pengakuan ini.

"Khanza sayang. Maaf dek, telah membuat mu menderita selama ini! Kakak tidak bermaksud menyakiti mu dengan menyiksa mu menahan kerinduan, hingga membuat mu benci kakak.....!"

Air mata Rara tumpah ruah."Teganya kakak lakukan itu. Rara benci kakak..... Rara benci" kata Rara keras. Dia mendorong tubuh Cio dengan kuat. Lalu segera turun dan berlari cepat meninggalkan Cio sambil menangis.

"Khanza.... Khanza! Biar kakak jelaskan dek. Dengar kan kakak dulu!" Cio segera turun dan mengejarnya.

Rara terus berlari.

"Dasar jahat, jahat. Rara benci, Rara benci. Tega sekali kakak menyakiti Rara selama ini. Kau bukan kakak Rara. Kak Cio tidak akan mungkin menyakiti Rara." ucap Rara di sela tangis dan langkah cepatnya.

"Maafkan kakak dek. Tolong berhenti! Kakak bisa jelaskan semuanya." dia harus bisa menghentikan Khanza karena dia tahu kondisi jiwa Khanza yang shock dan juga marah.

"Jangan mengejar Rara. Rara benci Kakak, Rara benci.....!" Rara terus berlari.

Cio semakin cepat mengejarnya. Keduanya tidak menyadari telah keluar dari area kamar mereka dengan hanya memakai pakaian tidur.

Rara masuk ke dalam lift untuk turun. Cio terlambat. Pintu lift tertutup. Tapi dia masih sempat melihat Rara di dalam bersama lima pengunjung Pria.

Cio berlarian ke arah tangga dan turun dengan cepat berharap bisa mendapatkan Rara saat pintu lift terbuka dilantai berikutnya.

Dia naik ke railing tangga dan meluncur dengan cepat ke bawah.

Cio berhasil turun dengan cepat nafas memburu cepat dan mandi keringat. Dia melihat pintu lift terbuka. Di lihatnya Rara akan keluar. Tapi belum sempat Rara keluar dari lift, tubuhnya di tarik kembali masuk ke dalam oleh seseorang.

Rara terkejut mendapat serangan tiba-tiba.. Tubuhnya di bekuk kuat. Mulutnya juga di bekap. Sulit baginya untuk melepaskan diri.

"Khanza....!" teriak Cio keras melihat sesuatu yang buruk pada Khanza. Dia berlari cepat ke lift.

Khanza berusaha berontak mendengar panggilan Cio.

"Kakak, Kakak....tolong!" pekiknya keras. Tapi teriakan itu hanya menggema di ruang mulutnya karena mulutnya di bekap kuat.

Bersambung.

Dukung ya.....

1
Qaisaa Nazarudin
Yang bener yg mana? KEKASIH atau ISTERI???🤔🤔🤔
Friee Day's Prawita
lanjutkan.... semangat
Friee Day's Prawita
menarik.,.
yanti@anzani.com
lanjut dong smbungan'y,d tgu lo
Ana Yulia: lanjutannya di novel Rangga & Rara ( Mencintai anak mantan)
total 1 replies
etina_
Thor kalau cio smaa Khanza jadi pasangan EMG boleh?
Ana Yulia: Boleh kk,, mereka sepupu, tapi tidak satu marga/ pam.
Cio anaknya almarhum Revan dan nesa.
Khanza anaknya Rafa dan Ara.

terimakasih sdh mampir,, jangan lupa dukung ya,, masukan ke favorit, beri vote, Rate bintang lima dan hadiah kopi ☺️
total 1 replies
Zahra Wahdaniyah
ini kelanjutan cerita cio dan Rara gimana si kok jadi nyeritain Rangga, hubungan cio dan Rara ceritanya ngegantung jdny
Zahra Wahdaniyah: la ini kan masih novelny Khanza dan cio KK author, kisah Rara dan cio hnya sampai bab 80.malam pertama di bab selanjut nya sudah kisah nya Rangga

sedangkan kisah Rangga ada di judul novel satunya lagi
total 2 replies
Mugiya
mampir
Shinta Setiawaty
selalu suka sama alur ceritanya
imam zulkifli
ryu seperti dedy nya asal jangan sipat kasar nya aja
imam zulkifli
kabar dia mana author
RhusDah
lanjut lagi dong Thor 💪
Ana Yulia: Cek di Khanza gracio season two,, judulnya Rangga & Rara ( mencintai anak mantan)
total 1 replies
Fenti
ini kapan lanjut yaa thor??
Meylan Basiru
kapan lanjutannya kakak, udah ngga sabar nih.... nunggu lanjutannya.. 😭😭😭🙏🙏🙏
Meylan Basiru
lanjut, semoga saja rangga benar-benar jatuh cinta.. 😘😘.. up.. up.. up..
Ana Yulia: Terimakasih sdh mampir 😘 kelanjutannya lihat pada Novel Rangga & Rara ( Mencintai anak mantan)
total 1 replies
Edah J
Udah lama g up othor
semoga sehat& semuanya baik-baik saja author nya
Aamiin
Edah J: Selalu siapp Author👍👍👍😊
total 2 replies
Andriyana
ini masih ap atau Hiatus tor
Ana Yulia: udah pindah ke season two kk, cek judulnya Rangga & Rara ( mencintai Anak Mantan)
maaf tak ada pemberitahuan 🙏
total 1 replies
Sry Raka Aryadita
ko lama bgt si up nya kak..
Ana Yulia: Uda buat season two kk...
judulnya Rangga & Rara ( mencintai Anak Mantan).
total 1 replies
Fenti
lanjut thor 🙏😊
Fenti
😆😆😆😆😆😆
Fenti
waduh, gak bisa berkata-kata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!