NovelToon NovelToon
Gantungan Kunci Tua

Gantungan Kunci Tua

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Misteri / Cintamanis / Romansa Fantasi / Romansa Fantasi-Non-Human / Misi time travel / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

19+ Bijak-bijaklah memilih bacaan.
Mungkin bisa saja anda salah paham.


Kisah ini menceritakan sebuah Goblin yang tampan terjebak dan dibebaskan oleh tetesan air mata seorang wanita yang cantik dari sebuah gantungan kunci tua.

Goblin tampan dan wanita cantik yang saling jatuh cinta dan menikah.
Tapi cinta mereka dan pernikahan mereka tidak bertahan lama, cuman bertahan 2 hari.

Setelah itu Goblin tampan menghilang di tengah ramainya orang yang sedang berkunjung di pusat permainan hiburan malam.

Hati wanita itu sangat hancur, seperti tidak menerima kenyataan jika ia harus berpisah untuk selamanya.

Beberapa hari setelah kejadian perginya suami wanita tersebut.
Muncullah 2 orang pria dari masa kecil dan berebut cinta yang di miliki wanita itu.

Siapakah pria yang akan berhasil merebut cinta dan menggantikan sosok suami yang wanita ini cintai?

Jika Anda penasaran Klik dan baca "Gantungan Kunci Tua".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cantik kali.

Part 15

_____

Sesampai di depan toko Syahri mengeluarkan kunci toko dari tasnya. Sedangkan Andreas dan William saling sikut-sikutan.

“Apakah kalian masih ingin bertengkar.” Ucap Syahri sambil membalikkan badannya dan memasang muka yang sangat kesal.

“Tidak! Dia ini yang mencari gara-gara duluan.” Ucap William sambil menyikut tangan Andreas.

“Tidak, dia ini.” Balas Andreas.

Begitu seterusnya hingga membuat wajah Syahri berubah dan meninggalkan mereka berdua yang masih berada di depan toko.

“Sepertinya aku salah memilih pacar.” Gumam Syahri sambil menghela nafas dan meletakkan tasnya di atas meja kasir.

“Syahri, apakah kamu baik-baik saja. Kemari kan bungkusan yang di berikan Andreas.” William mengambil bungkusan yang terletak di atas meja kasir.

“Ambil saja, lagian aku tidak mau makan.” Jawab Syahri dengan nada datar.

“Tunggu dulu, kenapa dia yang makan jadinya.” Ucap Andreas yang tiba-tiba datang masuk menyelonong ke dalam toko.

“Ada apalagi sih, aku tadi sudah bilang jangan ganggu aku lagi.” Ucap datar Syahri sambil memegang kepala dengan kedua tangannya dan menundukkan kepalanya.

“Aku sudah bilang, kalau aku..” ucapan Andreas tiba-tiba terhenti ketika melihat ada seseorang yang datang dan berdiri di depan pintu toko.

“Kak Mimi!” Syahri berdiri dari duduknya.

“Cantik sekali wanita itu.” Ucap Andreas dengan melongo.

“Tutup mulutmu, sebelum racun masuk kedalamnya.” Syahri berjalan sambil menutup mulut Andreas yang kala itu terpanah melihat Mimi.

“Apakah toko ini sudah buka.” Tanya Mimi dengan sopan.

“Baru saja, mari silahkan masuk kak.” Sapa ramah Syahri mengajak masuk kedalam tokonya.

“Eits, ada apa ini?” Tanya William dengan penuh curiga.

“Saya sudah merasa menyesal atas perbuatan yang saya lakukan terhadap Syahri. Saya sudah memikirkan untuk merubah diri menjadi yang lebih baik lagi, saya datang ke sini untuk mencari baju yang cocok untuk dipakai ke pesta ulang tahun teman saya.” Jawab Mimi dengan sangat sopan.

“Baguslah, sekarang kakak juga terlihat lebih cantik dari sebelumnya? Jika hati kita bersih, aura yang kita pancarkan juga bersih.” Ucap Syahri dengan polos sambil menatap Mimi.

“Perkenalkan nama aku Andreas.” Tiba-tiba menyelinap dan mengulurkan tangannya.

“Syahri ini siapa?” Tanya Mimi.

“Ini..” Belum selesai Syahri menjawab.

“Oh! Aku temannya, sewaktu bekerja dulu.” Andreas memotong pembicaraan Syahri.

“Iya, terserah dia saja mau bilang apa kak. Mari saya ajak kakak melihat-lihat gaun baru kami.” Ajak Syahri sambil mengajak berkeliling.

“Pilih saja, nanti aku akan membayar nya.” Teriak Andreas.

“Awas kamu ya jika dekat-dekat Syahri lagi.” Ucap William seperti mengancam.

“Tidak usah kuatir, ternyata ada wanita yang lebih cantik lagi selain dia.” Andreas mengayunkan tangannya.

Hampir satu jam setelah berkeliling, Mimi selesai telah memilih beberapa baju dan kemudian ingin membayarnya.

“Syahri, berapa semua total dua baju gaun ini?” Mimi bertanya sambil memegang baju pilihannya

“Sebentar ya kak.” Syahri menghitung belanjaan Mimi.

“Ini kak totalnya, 1,4 jt .” Syahri memberikan struk belanjaannya.

“Sebentar ya.” Mimi mengambil dompet di dalam tasnya dan mengeluarkan uang dari dompetnya. Ketika ingin memberi uang tersebut tiba-tiba saja Andreas memberi kartu atmnya ke Syahri.

“Simpan saja uang kamu, biar aku yang bayar.” Ucap Andreas dengan mata yang tertuju ke Mimi tapi tangannya menyodorkan kartu ke Syahri.

“Tidak perlu, saya punya cukup uang kok.” Mimi menolak.

“Tidak usah, kamu simpan saja buat kita menikah nanti.” Sahut Andreas seperti malu-malu kucing.

“Syahri dia siapa?” Bisik Mimi yang mendekatkan diri ke Syahri.

“Sudah terima saja kak. Dan cepatlah kakak pulang, kalau tidak dia akan mengikuti kakak terus.” Jawab Syahri menakut- takuti.

Swwwiiihhh!!

Mimi kabur langsung dari toko Syahri.

“Hei! tunggu sayang.” Teriak Andreas tapi tidak lupa mengambil kartu atmnya yang masih tertinggal di atas meja kasir Syahri.

“Hahaha!” Syahri tertawa geli sambil memegang perutnya. Sedangkan William juga ikut tertawa tapi hanya sekedarnya saja.

“Syahri itu mantan pacar kamu.” Tanya William dengan wajah heran.

Syahri yang masih merasa geli hanya menganggukkan kepalanya ketika menjawab pertanyaan dari William.

“Sudah! Sudah! Dia memang seperti itu, jadi tidak salah jika aku memutuskan untuk berakhir dengannya.” Syahri yang masih merasa geli sambil berjalan memegang perut dan menggelengkan kepalanya.

Gadis ini sangat manis, melihat seperti itu saja dia sudah merasa senang.

Gumam dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.

Waktu pun terus berjalan, para pengunjung satu persatu mulai berdatangan tak henti-hentinya. Hingga membuat Syahri dan William kelelahan dan lupa makan.

“Terimakasih. Semoga nona puas belanja disini.” Syahri mengantarkan pelanggan terakhir ke depan pintu. Kemudian Syahri berjalan dan duduk di dekat William yang sedang duduk di kursi tunggu pelanggan.

“Uh! Jam berapa ini William.” Syahri menyandarkan badannya ke badan William.

“Sudah jam delapan malam. Apakah kamu ingin makan?” William berpaling melihat Syahri.

“Hem!” Syahri hanya mengangguk.

“Baiklah, sepertinya hari ini kamu sudah cukup bekerja keras. Sebaiknya kita tutup toko ini, agar kamu bisa beristirahat.” Tanya William dengan cukup perhatian.

“Baiklah, hari ini sepertinya lumayan juga mari kita belanja ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan.” Dengan semangat Syahri langsung berdiri.

“Hem!” William hanya menganggu kan kepalanya sambil berdiri dan berjalan mematikan lampu dalam toko.

Kemudian mereka pergi berjalan menuju supermarket, karena supermarket dan tokonya tidak jauh dari situ.

****

“Sepertinya dari tadi ada yang sedang mengawasi kami.” Gumam William pelan. Sedangkan Syahri sedang asik memilih barang-barang bulanan.

“Syahri apakah kamu sudah siap?” William sambil mendorong troli dan mengikuti kemana pun Syahri pergi.

“Iya, aku tinggal mengambil sayuran saja.” Sahut Syahri lalu berlari menuju rak sayur.

“Apakah belum cukup kamu belanja hari ini?” William heran.

“Emang kenapa?” Tanya Syahri kembali.

“Tuh, lihat sendiri keranjang troli ini sudah penuh.” Ucap William dengan wajah datar.

“Baiklah kalau begitu mari kita ke kasir dan habis itu pulang.” Sahut Syahri sambil berjalan duluan menuju kasir.

Sesampainya di kasir, benar saja. Dari tadi ada yang sudah mengikuti mereka, yang mengikuti mereka adalah seorang wanita tua pemilik toko butik yang dipakai oleh Syahri. Wanita tua itu berdiri dengan menggunakan tongkat di depan pintu keluar supermarket. Kemudian wanita tua itu berbalik arah dan menuju keluar supermarket.

“Syahri sebentar ya?” William langsung berlari menuju keluar menemui wanita tua itu.

“William, tunggu.” Teriak Syahri saat hendak bayar.

William terus berlari keluar, ia melihat ke segala sudut kota yang malam dan ramai lalu lalang orang lewat. Namun sayang ia kehilangan jejak wanita tua itu.

“Ada apa dengan William.” Gumam Syahri sambil keluar dari supermarket dengan membawa beberapa bungkus belanjaan.

“Itu bukan nenek pemilik toko tempat aku berjualan. Kenapa dia sering sekali menjumpai William?” Gumam Syahri bingung dan dia terus berjalan.

“Tidak bisakah kamu memberi aku sedikit waktu lagi.” Dengan nada yang menekan William berbicara kepada nenek itu. William tidak sadar, jika ternyata Syahri sudah ada berada tepat di belakangnya.

“William, kenapa kamu begitu kasar berbicara dengan nenek ini.” Syahri mendekati dan memegang bahu nenek kemudian berbicara nada tinggi ke William.

“Ha! Apakah dia tahu jika kami sedang berbicara dan membahas itu..” Ucap William terhenti.

“Nek, maaf mungkin karena ia kelelahan jadi sopan santunnya kurang.” Syahri mendekati nenek tua itu dengan melempar senyuman.

“Nek, hari ini jualan saya laris dan banyak yang membelinya. Jadi saya ingin memberikan uang nenek kembali, tolong diterima ya nek?” Syahri meletakkan barang belanjaannya di bawah dan mengeluarkan amplop coklat yang berisikan uang yang selalu dibawa-bawanya.

“Nak, kamu tidak perlu sungkan. Kamu simpan saja uang ini buat kamu, karena kamu sudah nenek anggap sebagai cucu nenek, jadi jangan sungkan dan nenek harus kembali pulang. Sebab sudah malam.” Sahut nenek sambil berbalik badan dan melangkahkan perlahan-lahan meninggalkan mereka.

Seperti biasa nenek itu tiba-tiba menghilang kembali di balik ramainya lalu lalang kendaraan.

“Will! Willi!” Syahri heran melihat ke kanan dan ke kiri.

“Kemana nenek itu William.” Syahri mendekat ke William.

“Sudah pulang, ngapain dia lama-lama disini.” Jawab William dengan wajah yang kesal yang tidak tahu kenapa ia merasa kesal. Sambil membawa belanjaan Syahri.

“William! Tunggu, aku takut.” Syahri berlari lalu merangkul tangan William.

“William kenapa kamu sering berjumpa dengan wanita tua itu?” Syahri melirik wajah William yang kala itu ia sedang merangkul tangannya.

“Karena kamu buka toko di tempat nenek itu, jadinya aku kenal.” Ketus William.

“Oh! Apakah kamu mau makan mie ramen?” Tanya polos Syahri yang yakin akan jawaban yang di beri oleh William.

“Tidak usah kita pulang saja, biar aku yang masak.” Jawab singkat William.

“Terimakasih pacar aku yang paling baik.” Syahri menyandarkan kepalanya ke bahu William sambil berjalan.

William dan Syahri pun terus berjalan, karena mereka merasa lelah mereka menyetop taksi. Kemudian menaiki taksi tersebut dan meluncur ke rumah.

Beberapa menit kemudian taksi pun terhenti tepat di depan rumah Syahri. Mereka pun keluar dari taksi dan berjalan menuju rumah.

“Akhirnya kita sampai juga.” Syahri sambil membuka pintunya.

“Aku akan susun ini semua dulu di lemari dan di lemari pendingin. Kamu mandi dulu sana.” William membawa belanjaan menuju dapur.

“Terimakasih, aku mandi duluan ya?” Syahri pun berjalan menuju kamarnya dan tak lama kemudian ia mandi.

Beberapa menit kemudian Syahri pun datang menghampiri William yang sedang masak di dapur.

“William apakah kamu tidak lelah. Jika kamu lelah sini aku saja yang meneruskan.” Tanya Syahri sambil berjalan mendekati William.

“Tidak sebentar lagi juga selesai, aku akan mandi setelah kita siap makan.” Jawab William sambil mengaduk sup jamur.

“Dia seperti merasa cemas setelah berjumpa dengan nenek tadi? Apa yang mereka bicarakan ya?” Gumam Syahri yang sedang duduk di meja makan sambil menatap William dari belakang.

“Sudah siap ini buat kamu, cepat makan nanti kamu sakit. Jika sering terlambat makan.” William memberikan satu piring nasi dan satu mangkuk sup jamur.

“William! Apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Syahri sambil menatap wajah William.

“Hem! Sudah mari makan, aku tidak apa-apa kok.” William sambil tersenyum.

“Baiklah! Mari kita makan.” Syahri sambil mengangkat sendok.

Bersambung...

1
Love You
Secerah hatiku aka🥰🥰🥰
sari. trg: Baik kak...🤗
total 1 replies
Love You
Jujur aku penasaran ingin membaca ini. Ketika ada note 19+. Dari kemarin aku pernah sempet ingin membuat Novel yang ++ namun aku hapus kembali aka😄😄😄
Love You
Jujur aku penasaran ingin membaca ini. Ketika ada note 19+. Dari kemarin aku pernah sempet ingin membuat Novel yang ++ namun aku kembali aka😄😄😄
sari. trg: Kenapa buat aja Kakak..
yang ++ itu lebih greget dia..🤭🤭😅
total 1 replies
Ijah
👍🏻👍🏻👍🏻
Ijah
jam 10 malam transaksi sewa menyewa?
Ijah
Singkat, tp alur nya bagusjg jelas
cerita yg menarik Thor 👍🏻
sari. trg: Makasih kak.
total 1 replies
Nafisah Nayla
imajinasiku, para tokoh & latarnya adl pria" britania dg rambut pirang kecoklatan, bukan wajah eropa..
Author SUPERSTAR: Hi, mampir yuk di Aku (Bukan) Wanita Murahan...
total 2 replies
Yuni Sulistiarsih
lanjut...💪💪💪💕....tetap semangat..
Jendeuki💚
please
D'missBeauty
boom like semoga sukses dan tetap semangat untuk novel kk yang sangat bagus 👌
Yuni Sulistiarsih
syahri yang sudah cinta kepada William..
sari. trg: Ia. kak. 😁
total 1 replies
D'missBeauty
mari saling dukung kk
aku list favorit dan juga rate bintang 5
sari. trg: Baik kak.
total 1 replies
Fa Rel
bgus novelmu thor
sari. trg: Terimakasih kak.
total 1 replies
Fa Rel
glen kyak han lucu 🙄😂😂
Fa Rel
mimi yg dlu jahat kn
sari. trg: Ia, kak. 😊
total 1 replies
Yuni Sulistiarsih
like and favorit...💕
Yuni Sulistiarsih
semangat thor....💪💕
Yuni Sulistiarsih
cerita nya bagus..aku suka aku suka...💕
sari. trg: Terimakasih kak. 🤗🤗
total 1 replies
nay
mampir dulu kaakk, semoga makin rame ceritanya 😋
salam dari "get married with monster"
sari. trg: Ok kak.
total 1 replies
kidung mesra
nyicil baca ya tor... like n pavt nya juga sudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!