"Demi Ibuku, Aku akan terima hukuman ini,"
"Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah aku pantas dibenci karena kesalahan yang tidak pernah aku perbuat,"
Nayla Anggita harus mendekam didalam jeruji besi selama 4 tahun karena sebuah kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Setelah 4 tahun berlalu, Nayla akhirnya menikah dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena kebaikannya. Tetapi setelah menikah sikap laki - laki itu berubah padanya. Bahkan, Nayla harus berurusan kembali dengan Ilham saat Ilham menjadi calon tunangan dari adik iparnya.
Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ayo terus ikuti cerita "RAHASIA HATI"
Cerita ini adalah versi baru dari novel "Rahasia Dibalik Pernikahanku".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 - PERJANJIAN
Nayla berjalan masuk ke dalam kamarnya. Ia terus berjalan hingga ke arah balkon yang terhubung dengan kamarnya. Ia memantau Akbar yang pergi keluar dari rumah dengan mengendarai mobil berwarna hitam.
"Mulai detik ini, aku sudah bukan lagi Nayla yang mau di injak - injak oleh orang lain. Aku harus mulai mengawasi Mas Akbar. Dia adalah suamiku. Wanita lain tidak memiliki hak akan dirinya,"
...***************...
Rumah Sakit.
Akbar memasuki ruang rawat. Ia melihat Ilham yang sedang menyuapi Silvana semangkuk bubur. Akbar terlihat menunjukkan raut wajah tidak sukanya dengan Ilham. Tetapi demi adiknya - Silvana, ia mencoba untuk berpura - pura bersikap baik dengan Ilham.
"Pagi adikku," Akbar berjalan mendekati ranjang rumah sakit dan langsung mencium kening Silvana sebagai tanda kasih sayang antara seorang abang kepada adiknya.
"Pagi, Bang. Abang datang kesini sendirian? Dimana kak Nayla? Kenapa dia gak ikut sama abang untuk jenguk aku disini?,"
"Emmmm, Nayla sedang tidak sehat pagi ini. Jadi dia tidak bisa jenguk kamu hari ini. Tapi nanti Abang akan kasih kabar ke dia kalau kamu sudah sadar. Jadi nanti kalau dia sudah sedikit agak membaik. Dia bisa langsung kesini untuk jenguk kamu,"
"Iya, Baiklah Bang,"
"Silvana..,"
"Iya Bang, Ada apa?,"
"Kamu masih ingat tidak, apa yang terjadi sama kamu sebelum akhirnya kamu tertabrak mobil," Ucap Akbar sambil sedikit melirik ke arah Ilham.
"Emmmm....Tidak Bang, Aku tidak tau apa yang terjadi padaku sebelum akhirnya aku tertabrak mobil itu,"
"Dokter mengatakan ada cedera parah dibagian kepalanya yang menyebabkan ia kehilangan sebagian dari ingatannya. Ingatannya yang hilang hanyalah ingatan pada saat kejadian kecelakaan itu," Sahut Ilham.
"Aku ingin berbicara sebentar denganmu, Ilham,"
Ilham pun hanya menatap wajah Akbar dengan penuh kebisuan. Lalu, Pergi begitu saja keluar ruang rawat Silvana.
"Adik abang yang cantik, kamu istirahat dulu ya. Abang mau berbicara sebentar dengan Ilham,"
"Iya, Bang,"
Setelah itu, Akbar langsung menyusul Ilham keluar dari ruang rawat Silvana.
...****************...
Diluar ruang rawat.
Akbar berjalan menghampiri Ilham dengan ekspresi marah. Ia mencengkram kerah kemeja Ilham dengan sangat kuat.
"Kamu sangat beruntung hari ini, Ilham,"
"Singkirkan tangan kotormu dari kemejaku," Ilham menyingkirkan tangan Akbar dari kerah kemejanya.
"Kamu sudah melampaui batasanmu, Ilham,"
"Kamu yang sudah melampaui batasanmu, Akbar. Kamu pikir aku tidak tau apa yang sudah kamu lakukan pada Nayla selama ini,"
"Apa urusan kamu jika aku memperlakukan Nayla dengan kasar. Nayla itu adalah istriku. Jadi terserah aku ingin memperlakukan Nayla seperti apa,"
"Bajingan kamu, Akbar," Ilham memukul wajah Akbar.
Akbar tertawa kecil," Hah, Kamu suka dengannya,"
"Aku bukan hanya sekedar suka dengannya. Tapi bagiku Nayla adalah segala - galanya, Akbar,"
"Lalu, bagaimana dengan Silvana? Kamu anggap apa adikku. Buat apa kamu menjalin hubungan dengan adikku sementara kamu masih menyimpan hati dan perasaan kamu untuk wanita lain,"
"Aku sayang sama Silvana. Aku juga gak ada niatan untuk merebut Nayla dari kamu. Nayla memang hanyalah bagian dari masa laluku. Aku juga sudah mengikhlaskannya walaupun aku masih mencintainya. Tapi aku gak akan bisa terima jika dia diperlakukan dengan tidak adil seperti ini oleh suaminya sendiri,"
"Sampai kapanpun kamu tidak akan bisa membuatku berhenti untuk menyiksanya, Ilham. Karena ini semua adalah kesalahannya,"
"Baik, jika itu keputusanmu. Maka jangan pernah salahkan aku kalau suatu hari nanti aku akan merebut Nayla dan memperlakukan hal yang sama kepada adikmu. Semua ini aku lakukan sebagai bentuk cinta dan balas budiku pada Nayla. Kamu camkan itu baik - baik, Akbar,"
Ilham dengan sangat kesal pergi begitu saja meninggalkan Akbar.
...****************...
Perusahaan Alanza Group.
Akbar yang kesal dengan Ilham memasuki ruang kerjanya dan membuang beberapa dokumen yang ada di atas mejanya. Dan disaat itulah, Aiden masuk ke dalam ruangan Akbar.
"Selamat siang Pak Akbar, maaf jika saya mengganggu waktu bapak,"
Akbar yang terkejut dengan kedatangan Aiden pun langsung bertingkah seakan - akan tidak terjadi apapun padanya. Aiden yang sudah lama mengenal Akbar mengetahui bahwa Akbar sedang tidak baik - baik saja. Aiden melirik ke arah beberapa dokumen yang berserakan di lantai ruangan Akbar.
"Ada apa Aiden?,"
"Saya ingin memberitahukan bahwa proyek hotel bintang angkasa tidak akan bisa kita laksanakan dalam waktu dekat ini, Pak,"
"Mengapa bisa jadi seperti itu? Bukannya seluruh penduduk di wilayah itu sudah setuju untuk mendapatkan uang ganti rugi dari pihak perusahaan,"
"Iya benar, Pak. Tapi ternyata ada satu penduduk yang menolak untuk menandatangani perjanjian kontrak itu,"
"Siapa orang itu? Berani sekali dia berurusan dengan saya,"
"Dia adalah Pak Hartono. Menurut keterangan yang saya dapatkan Pak Hartono sedang berada di rumah sakit. Ia memiliki riwayat penyakit jantung yang membuatnya terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pak Hartono menolak untuk menandatangani perjanjian kontrak itu karena tanah itu akan ia serahkan pada anak tunggal perempuannya. Bahkan jika pihak perusahaan berhasil mempertemukan dirinya dengan anaknya dan anaknya setuju untuk menjual tanah itu kepada pihak perusahaan. Maka Pak Hartono bersedia untuk menandatangani perjanjian kontrak itu,"
"Apakah kamu sudah mencari tahu siapa anak perempuannya itu?,"
"Iya saya tau, Pak,"
"Siapa dia?,"
"Anak perempuannya itu adalah istri dari Pak Akbar sendiri. Nyonya Nayla Anggita adalah anak tunggal dari Pak Hartono. Nyonya Nayla Anggita dibawa oleh ibunya saat masih kecil meninggalkan Pak Hartono. Saat itu keluarga Nyonya Nayla tidak harmonis jadi mengharuskan Nyonya Nayla berpisah dari ayahnya dan ikut bersama dengan ibunya,"
"Naylaa,"
...******************...
Rumah Keluarga Alanza.
Pukul 20:00.
Akbar berjalan memasuki rumah dengan sangat gagahnya. Ia datang menghampiri Nayla yang sedang duduk santai sambil membaca sebuah majalah di ruang tamu. Akbar langsung melemparkan sebuah dokumen ke atas meja dan Nayla pun langsung meliriknya.
"Apa ini?,"
"Aku orangnya tidak suka berbasa - basi. Jadi kamu langsung baca saja dokumen itu,"
"Sama sepertimu yang tidak suka berbasa - basi. Maka aku juga orangnya tidak suka ribet dan malas untuk membaca sesuatu hal yang menurutku tidak penting,"
"Naylaaa...," Teriak Akbar dan Nayla pun hanya tersenyum saja.
Akbar menghela nafasnya untuk menurunkan emosinya.
"Aku tau kamu membutuhkan diriku, Mas. Jadi setidaknya bersikap baik lah padaku saat kamu membutuhkan bantuanku,"
"Nayla, aku hanya perlu kamu membaca dokumen itu apa susahnya sih untuk tinggal membaca dokumen itu saja,"
"Sekarang aku tanya sama kamu, Mas. Apa susahnya sih untuk mencintaiku dan memperlakukan aku layaknya seperti seorang istri. Jika hal sekecil itu saja susah untukmu maka hal sekecil ini juga sangat susah untuk aku lakukan,"
"Nayla, kamu sudah melampaui batasanmu,"
"Eittsss...Mas, aku sudah katakan padamu untuk bersikap baik padaku saat kamu membutuhkan bantuanku. Jika kamu masih terus bersikap seperti ini maka aku tidak akan pernah mau membantumu,"
"Oke, Baiklah. Aku akan bersikap baik padamu. Aku ingin kamu membantuku untuk membujuk ayah kamu,"
"Ayah aku?! Ada urusan apa kamu dengan ayah aku, Mas?,"
"Proyek Hotel Bintang Angkasa adalah salah satu proyek terbesar dari perusahaan Alanza Group. Tapi karena ayah kamu, pihak perusahaan tidak bisa melaksanakan proyek itu. Aku mau kamu menemui ayah kamu dan membuatnya menandatangani perjanjian kontrak,"
"Kalau soal itu aku tidak bisa langsung memutuskan, Mas. Beri aku waktu untuk memikirkannya karena bagiku menemui beliau kembali itu sama saja dengan membuka luka lama yang sudah terkubur,"
Nayla pun langsung beranjak dari sofa dan ingin pergi meninggalkan Akbar. Tetapi kalimat yang diucapkan oleh Akbar membuatnya kembali berbalik ke arah Akbar.
"Aku akan membunuhmu, Nayla. Dasar wanita menyebalkan,"
"Mari kita lihat, Mas. Aku duluan yang terbunuh dalam penderitaan dan kekejamanmu atau kamu duluan yang terbunuh dalam larutan dendam dan emosimu sendiri," Ucap Nayla sambil tersenyum ke arah Akbar.
dan agak sedih jga sih
jgn lama2 dong thor