Siena gadis sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan besar terlibat sebuah perjanjian dengan pemilik perusahaan tersebut, dan menyeretnya ke dalam cinta segitiga yang di ciptakan oleh Rangga Wijaya, sepupu pemilik perusahaan yang bernama Sagara Abraham.
Akankah cinta Sagara Abraham berlabuh selamanya di hati Siena? atau berhenti di tengah jalan dan berpaling ke hati selanjutnya? Siapakah yang memenangkan hati Siena?
Cover by pinteres, edit by me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebohongan
Sementara di tempat lain. Sagara yang tengah berada di kafe, tiba tiba di kejutkan oleh kedatangan seorang wanita di masa lalunya.
Kinan! ya, wanita itu kembali hadir di depan mata Sagara. Wanita yang selama ini Sagara tunggu, ia rindukan dan sangat di cintainya. Hingga ia menutup rapat rapat pintu hatinya untuk wanita lain.
Kini wanita itu berdiri di hadapannya membawa berbagai alasan dan kebohongan untuk mendapatkan simpati Sagara lagi setelah sekian lama ia tinggalkan di hari pernikahannya.
"Kinan?" Sagara berdiri, menatap tidak percaya ke arah Kinan yang tengah tersenyum mengembang.
"Saga." Kinan balas menyapa.
"Kinan!" Sagara menarik bahu Kinan lalu memeluknya dengan erat. Melepas semua kerinduannya selama ini ia pendam.
"Aku sangat merindukanmu, sangat merindukanmu," bisik Sagara pelan.
"Aku juga sayang," balas Kinan tersenyum senang, ternyata dugaannya tidak meleset. Sagara masih seperti yang dulu, mencintainya dengan sepenuh hati.
"Kau kemana saja?" tanya Sagara, lalu melepas pelukannya. "Duduklah."
Kinan duduk di kursi, meraih kedua tangan Sagara. Lalu memberikan penjelasan mengapa ia pergi meninggalkan permikahannya.
"Maafkan aku, Saga. Aku meninggalkan pesta pernikahan kita karena terpaksa."
"Terpaksa?" tanya Sagara mengulang.
Kinan mengangguk pelan, raut wajahnya berubah murung supaya Sagara mempercayai semua yang ia katakan.
"Waktu itu, aku mendapatkan telpon kalau orang tuaku kecelakaan. Dan aku di minta segera pulang ke Belanda."
"Kenapa kau pergi begitu saja? kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya Sagara tidak mrngerti.
"Maaf Ga, waktu itu aku benar benar panik," jawab Kinan menundukkan kepala, lalu terisak seolah olah menyesali.
"Kau jangan menangis, sudah lupakan. Yang terpenting kau sudah kembali." Tangan Sagata mengangkat dagu Kinan. "Aku senang akhirnya kau kembali."
"Maukah kau memaafkanku?" tanya Kinan. "Kau tahu, aku tidak bisa hidup tanpamu."
"Tentu saja sayang, aku sudah memaaafkanmu tanpa kau minta," jawab Sagara.
"Terima kasih." Kata Kinan tersenyum penuh kemenangan.
"Bagaimana kalau kita temui Ibuku? dia pasti senang melihatmu kembali." Usul Sagara.
Kinan menganggukkan kepala. "Iya sayang."
Kemudian mereka berdua beranjak pergi dari kafe setelah membayar minuman yang sudah Sagara pesan.
Di perjalanan menuju rumah. Mereka saling berbagi cerita tentang perasaan masing masing. Kinan mengalihkan pembicaraan ke masalah perusahaan dan akhirnya Kinan menemukan celah membicarakan tentang sosok Siena kepada Sagara.
"Kau mengenal Siena?" tanya Sagara.
Kinan menggelengkan kepala cepat. "Sehari sebelum aku menemuimu. Aku melihat kau berjalan bersama dengan wanita itu. Aku pikir Siena itu istrimu lalu aku mencari tahu tentang Siena. Dan aku menemukan fakta yang mengejutkan setelah aku mengikuti Siena ke rumahnya." Kinan menjelaskan panjang lebar.
"Fakta apa?" tanya Sagara.
"Siena memiliki seorang anak laki laki." Kinan menjelaskan semuanya yang ia ketahui.
"Kalau Siena memiliki seorang anak laki laki bukanlah hal yang mengejutkan, karena dia wanita panggilan." Ungkap Sagara.
"Yess!" ucap Kinan dalam hati.
"Jadi? kau sudah tahu semuanya?" tanya Kinan berpura pura.
"Aku sudah tahu semuanya, tapi kalau soal anak laki laki itu. Aku baru tahu darimu baru saja." Kata Sagara.
"Syukurlah kalau kau sudah tahu, sebaiknya kau pecat dia. Biar aku yang bekerja di perusahaanmu, wanita itu jelas jelas ular." Tuduh Kinan.
"Kau benar, perusahaanku bisa hancur reputasinya karena mempekerjakan wanita panggilan." Timpal Sagara.
Kinan mengangguk senang, semua rencananya berjalan dengan mulus, tinggal satu orang lagi, yaitu Miranda. Kinan merasa itu bukan hal besar, wanita paruh baya itu pasti saja mudah di bohongi. Sagara saja bisa percaya, apalagi Miranda. Pikir Kinan.
Jd saga,rangga dan arga ini bersaudara bgitu ??? Yg punya dendam ini para orgtua nya . Tp ank2 nya yg pda jd korban
Jd sedihhh krna rangganya meninggal ,
Rangga nya munculin lg aja thor biar hdp bhgia sma siena..
Aku udh ga srek sma saga krna ibunya skrg udh jahat..dan mlah skrg berpihak sma si melati..sma² jahat mreka