NovelToon NovelToon
My Husband, My Partner

My Husband, My Partner

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:151k
Nilai: 5
Nama Author: Janesalen

Berawal dari tegukan wine, hingga menjadi belahan jiwa, begitulah kisah James Davies dan Evelyn Lawrence yang sama-sama mengepalai perusahaan dan menggeluti dunia perbisnisan.

Meskipun berawal tanpa cinta, mereka sepakat akan terus menjaga baby mereka. Karena kebersamaan itulah, berbagai misteri terungkap dan cinta tumbuh bersemi dan mekar walaupun dimusim panas yang tandus dan musim hujan yang dingin.

Yuk simak kisahnya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Janesalen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akui saja

...DORRRRR Jimmy tersadar dari lamunannya....

...yap, itu hanya khayalan Jimmy semata....

...■■■■■■■...

"Wih, kenapa aku yang minta maaf" gumamnya setelah memikirkan kembali pengakuan perasaannya dulu dan permintaan maaf kepada Eve

"Lagipula Eve pasti akan menertawakanku, uh si nenek sihir itu pasti akan meledekku terus-terusan" Jimmy menyembunyikan wajahnya pada bantal bersampul putih merasa malu dengan lamunannya.

dia kemudian meraih foto Vellyn di nakas kembali dengan perasaan campur aduk,

"Aihh kenapa aku tak menyadarinya dari awal" kesalnya pada dirinya sendiri tapi tak berapa lama kemudian dia tersenyum lagi.

"Tadi dia menanyakan foto ini, berarti dia sudah melihat. apa yang harus kukatakan?" Jimmy menggigit jarinya gelisah

selang beberapa detik terdengar suara Eve dari luar kamarnya berteriak keras.

"Jimmmm, aku akan keluar bersama Adrian"

Sengaja Eve tak jadi pulang ke rumahnya, sepertinya ada yang ia rencanakan.

Jimmy menghambur turun dari kasur, dan berdehem-dehem pelan menyesuaikan suara yang pas.

"Suruh Adrian kesini saja" jawab Jimmy menyetel suaranya supaya terkesan cuek dan dingin seraya membuka pintu kamar.

"Aku juga mau cari angin keluar" Eve menanggapi acuh perintah Jimmy dan melangkah pergi.

Baru selangkah Eve berjalan tangan Jimmy mencengkram bahu Eve untuk menahannya, Eve terkejut sehingga membuatnya refleks memutar tangan Jimmy untuk melindungi diri dari penyerangan.

"Auuuu, ini sepertinya kau yang mau membunuhku" Omelnya dalam kesakitan seraya memegangi tangan kanannya yang masih diperban

"Aku ga sengaja, lagipula kau mencengkram bahuku, kenapa kasar sekali?" kesal Eve melihat Jimmy meringis kesakitan dan mengamati tangan Jimmy, mencari bagian mana yang sakit.

"Sepertinya patah" Ucap Jimmy dalam ringisannya.

"Aku hubungi dokter, sebentar" Eve bergegas mengambil ponselnya di kamar dan segera menghubungi dokter.

Jimmy hanya tersenyum ke sembarang arah melihat kepanikan Eve yang menelpon dokter di hadapannya.

Sebenarnya Jimmy tak benar-benar sakit, itu hanya akal-akalannya untuk mengelabui Eve agar tidak pergi bersama Adrian.

"Jim.. dokternya sebentar lagi akan kemari, masuklah ke kamar dulu" Eve membukakan pintu kamar Jimmy dan menyuruhnya menunggu.

"Lagipula kenapa kau mencengkram bahuku, mengagetkanku saja" gerutu Eve dengan wajah kesal

"Aku ingin menahanmu, supaya tak keluar dulu. kau tahukan kita sedang di teror" Jimmy benar-benar sempurna mencari alasan kuat.

"Tenang aja, aku bisa jaga diri" jawabnya singkat dan hendak beranjak pergi lagi

"Tidak, tidak. kau lupa terakhir kali, kau masuk RS"

"Suruh bodyguardmu mengawalku" jawabnya masih enteng

"Trus Kenapa harus bersama Adrian, kan aku juga bisa menemanimu" Jimmy melipat tangannya di dada lupa kalau dia sedang berpura-pura sakit.

"Tampaknya tanganmu tidak jadi patah, jadi Byeeeeee" Eve memanyunkan mulutnya dengan maksud mengejek Jimmy yang menipunya, lalu melangkah lebar keluar kamar.

"Ada apa? kenapa si Jimmy aneh sekali?" gumamnya sambil berjalan ke luar rumah menuju mobil Adrian yang telah menunggu di depan rumah. liat aja akan ku balas.

"Hai..." sapa Eve membuka pintu mobil

"Hai.. Apa kabar mu dan bayimu?" Adrian tersenyum ramah kepada Eve.

"Kita baik. Sekarang aku sedang mencari tahu kenapa Jimmy bisa memiliki foto waktu aku masih kuliah dulu" bisiknya pada Adrian seperti memberi tahu sebuah rahasia.

"Woah, mungkin dia fansmu waktu itu" Jawab Adrian menebak sambil terus fokus mengemudikan mobilnya

"Kalau memang benar seperti itu, aku bisa dengan mudah membuatnya jatuh hati padaku" Senyum Eve dengan mata berbinar-binar bahagia.

"Sepertinya kau yang telah jatuh cinta kepadanya" Adrian terkekeh pelan menertawakan sikap Eve

"Apa sih, Gak gitu" Eve menatap tak suka Adrian

Eve sendiri tak tahu dia telah menyukai Jimmy atau tidak, yang jelas dia ingin meluluhkan hati Jimmy yang selama ini selalu menudingnya mengatakan bayi diperutnya bukan anaknya saja. Rasa kesal itu terus saja berlanjut, saat hamil seperti ini harusnya dia diperhatian seperti istri-istri orang pada umumnya.

"Kau akui saja kalau kamu mulai suka padanya, aku sudah mengenalmu lama, kau tak pandai berbohong padaku"

"Lagipula jangan gengsi-gengsian kalian sudah dewasa, sama-sama bos besar. masak bertingkah kayak anak remaja. hahaha" Tawa Adrian pecah membayangkan sikap Eve dan Jimmy seperti anak-anak remaja pada umumnya yang malu-malu terhadap pasangannya.

"Kau mau dipecat?" Ancam Eve marah mendengar Adrian menertawakannya.

"Tidak" Adrian langsung terdiam. sekarang sepertinya Eve dalam mode kesal. gawat kalau Adrian terus mengajaknya bercanda.

Malam ini Eve dan Adrian bersama empat orang temannya yaitu Tiana, Sandra, Rico dan Alex sepakat akan bertemu di Caffe Combura.

Sudah lama Enam orang yang berparas bagai dewa dan dewi ini menjalin persahabatan.

Mereka telah menikah semua, Hanya Adrian yang belum menikah. Sandra dan Alex menikah satu tahun yang lalu, sementara Tiana dan Rico sudah beberapa tahun lalu tapi mereka belum memiliki anak.

Bahagia sekali bukan menikahi sahabat sendiri?

Inilah teman-teman Eve yang selalu menemaninya saat liburan keluar negeri, keluar kota, balap atau pergi minum ke klub malam.

Itu juga sebabnya Eve sangat percaya dan sangat dekat dengan Adrian, karena Adrian adalah salah satu bagian dari mereka berenam.

"Hai Eve.." Sapa Sandra dan Tiana

"Hai, kalian kayaknya semakin bahagia" Eve mengangkat alisnya mengisyaratkan rangkulan tangan Rico dan Alex di bahu masing-masing istrinya begitu mesra serasa tak ingin terlepas barang sedetikpun.

"kasian dong Adrian belum punya" ledek Eve mengalihkan pandangan pada Adrian.

"Emangnya kau udah punya?" Ledek Rico yang sudah tahu hubungan sahabatnya ini dan Jimmy tak seperti suami istri pada umumnya.

"Ah kalian jangan membahas hal yang tak penting" elak Eve dengan segera memesan makanan dan minuman yang diinginkannya.

Sementara di Mansion megah penuh lampu di segala penjuru. tampak Jimmy mondar mandir di ruang tengah, memegang ponselnya, menekan nomor seseorang tapi diurungkannya, menekan lagi, diurungkan lagi begitu terjadi hingga berkali-kali.

ah kenapa mental Jimmy jadi ciut begini, Ingin menghubungi Eve tapi dia tak punya alasan apa-apa, hingga dia tertidur di sofa tengah menunggu kepulangan Eve.

Jam 10 tepat Eve sampai dirumah, sebenarnya Eve enggan kembali kesini karena sikap Jimmy masih menyebalkan. tapi mengingat nasihat Adrian yang mengatakan bahwa Jimmy akan tetap menilai buruk dirinya kalau dia tak tinggal di rumah ini.

Selain sudah hukumnya seorang suami istri harus tinggal bersama, Eve juga sedang berusaha meluluhkan hati Jimmy meskipun sendiri dia ragu. bukankah lebih baik jika dia tetap tinggal?

Adrian juga mengatakan bahwa jika dilain waktu jika keenam sahabat itu berkumpul Jimmy pun harus diajak supaya dia lebih mengenal Eve dan teman-temannya.

Eve memasukkan kode smart lock pintu utama mansion mewah tersebut, mendorong handel dan pintu terbuka, Eve masuk dan menutupnya kembali.

ketika dia memalingkan badannya menuju tangga, sudah terlihat Jimmy berdiri bersandar ke dinding dan berpangku tangan dengan tatapan mengintimidasi.

"Istri semacam apa itu, pulang malam bersama pria lain" ketusnya menyindir Eve.

...■■■■■■■■■...

...Kapan romantisnya nih?🤔...

1
Ka'Unna
semangat kak🥰
Yu Sara
support novel ini jga ya
Ratna0789
mampir sini juga
Icha Tangahu
mampir
Mega Ackerman
Cerita yang keren, mantap thor semangat 👍
Gontenk
aku mampir kk.. bayi ceo tampan
NanLexa
aqu mampir ya thorrrr..... 😁😁😁
Salam dari Nan lexa........ 👍
Cahyaning Fitri
nyicil dulu , sekaligus sambil ketak-ketik .....✌️✌️
Elwi Chloe
Jimmy jangan curigaan dong, kepercayaan itu penting loh
Elwi Chloe
lanjut baca bacaa
Your name
Kok aku senangnya kalau momen Jimmy sama Ev bersikap tidak peduli gitu. Padahal sih aslinya peduli mereka.

Btw pikiran Jimmy mengarah ke Ev nih kayaknya, eh tahunya ketebak dalam diri Ev.
Yukity
Akhirnya...selesai juga..💗💗
Yukity
mampir di sini bawa boom like..👍🏼😍
Your name
Untungnya Jimmy sigap
Your name
Bahkan Jimmy tidak menyangka jika barusan Eve juga mengatakan hal yang hampir sama dengannya. Meski dalam hati.
Your name
Makin penasaran aja nih jadinya, pengen tau lebih detail lagi tentang Eve.
Your name
hmm, cemburu nih ye
Your name
Salah faham lagi dong
Your name
Skat matt
Ufuk Timur
oke tapi cium aku dulu😭😭apakabar para jomblowers disana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!