NovelToon NovelToon
Mendadak Hamil

Mendadak Hamil

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Badboy / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 5
Nama Author: Ceritaku

Bagaimana jadinya ketika sesuatu terjadi tanpa di sengaja, iseng pembawa malapetaka. Akan kah hidup Zoya bahagia setelah ia mendadak hamil hanya karena kesalahan 1 malam?.

Setelah bertanggung jawab, apakah semuanya selesai?? pernikahan yang di lakukan ketika masih sekolah apa akan berjalan lancar??

Ikutin kisah Zoya yuk, baca dari awal hingga ending.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku tak kan membunuhnya!!

"Gue mau ngomong sama loe! " ucap Zoya sambil menatap Azlan.

Azlan tak bergeming, laki-laki itu masih diam menatap makanannya yang berserakan. Zoya tidak berniat ingin menumpahkan makanan Azlan, tetapi Azlan lah yang tidak melihat Zoya berdiri di depannya.

"Azlan!! " Zoya meninggikan suaranya karena Azlan tak kunjung meresponnya.

"Loe gak liat makanan gue jatuh!! mubazir!! " bentak Azlan membuat Zoya sedikit tersurut, namun tidak membuat niat Zoya goyah. Gadis itu menarik Azlan ke tempat sepi dekat tangga.

Azlan menepis tangan Zoya,

"Ngapain sih ngomong harus ke sini segala"

Zoya masih saja menatap Azlan, gadis itu tidak tahu harus memberitahu Azlan bagaimana.

"Heh, loe mau ngomong atau mau liatin gue? " bentak Azlan membuat Zoya tersentak.

"Gue Hamil" gumam Zoya pelan.

"Huh?? Hamil? " ulang Azlan, lalu tertawa terpingkal pingkal.

"Loe kalau mau becanda, jangan yang beginian deh" ucap Azlan mencoba menetralkan tawanya.

"Gue gak becanda! gue serius! gue hamil" ucap Zoya lagi tanpa merubah ekspresi nya.

Azlan seketika terdiam, menatap lekat waja Zoya yang memang tidak terlihat bercanda.

"L.. loe serius hamil? " tanya Azlan pelan takut di dengar oleh orang lain. Zoya mengangguk pelan.

Azlan melangkah semakin dekat pada Zoya, menggaruk hidungnya mencoba untuk mencerna ucapan Zoya.

"Begini Zoya, loe tahu kan kita masih SmA? Masih banyak mimpi yang harus di gapai" jelas Azlan. Zoya tak menjawab, ia memalingkan wajahnya yang merasa malu dan hina. Zoya juga tidak mau putus sekolah, predikat dirinya sebagai siswi berprestasi tentu saja Zoya tak ingin melepaskannya.

"Gugurkan Bayi itu"

Seketika Zoya menggeleng kuat, ia tidak mungkin membunuh bayinya.

"Loe harus gugurin bayi itu Zoya, demi kita"

"Gak, gue gak mau"tolak Zoya.

" Demi kita"bujuk Azlan lagi memegang kedua bahu Zoya menatap lekat mata gadis itu.

Zoya menepis tangan Azlan. tersenyum miring menatap Azlan yang juga menatap ke arahnya dengan ekspresi tegang.

"Setelah gue berbuat dosa besar ini, dan sekarang loe nyuruh gue bunuh janin ini?? gue gak mau " ucap Zoya tetap menolak permintaan Azlan.

Azlan mulai kesal, tangannya terkepal menahan emosi yang kian memuncak. Namun ada yang aneh, Azlan merasa nyaman berada di dekat Zoya, aroma parfum Zoya terasa pas di indra penciuman Azlan.

"Terus mau loe apa? gue harus nikahin loe gitu? dan kita putus sekolah? " ucap Azlan mulai terpancing emosi, ia tidak tahu jalan pikiran Zoya seperti apa.

Zoya terdiam, dia tidak mau putus sekolah, dia juga tidak mau menggugurkan janin yang tumbuh di dalam rahimnya.

"Kenapa? gak mau kan putus sekolah? "

Azlan menatap Zoya lekat, namun gadis itu memalingkan wajahnya.

"Ini satu satunya cara Zoya, untuk masa depan kita" ucap Azlan berusaha meyakinkan Zoya.

"Gak, gue gak mau gugurin janin ini" kekeh Zoya tetap pada pendiriannya.

"Percaya sama gue, lambat laun perut loe akan membesar dan semuanya kebongkar Zoya, loe dan gue bakalan di keluarin dari sekolah ini" ucap Azlan, Zoya tetap menggeleng tak berani menatap wajah Azlan.

"Arrkkkk" erang Azlan menarik rambutnya sendiri.

"Serah loe! " ucap Azlan dingin, lalu pergi begitu saja meninggalkan Zoya yang tersenyum miring, tangan Zoya terangkat untuk mengelus perutnya yang masih rata.

"Aku tidak akan membunuh mu yang tidak bersalah"

Zoya melangkah menaiki anak tangga menuju atap, gadis itu tak berniat kembali ke kelas.

*

*

Jam istirahat pun telah tiba, Nisa dan Mila bingung mencari Zoya. Sejak ijin ke toilet tadi Zoya tidak kembali lagi ke kelas.

"Kemana sih tu anak, suka banget ngilang ngilang" ucap Nisa.

"Aneh banget, Zoya gak pernah rela meninggalkan pelajar seperti ini sebelumnya" timpal Mila ikutan bingung.

Kedua gadis itu berjalan menuju kantin, perut yang sudah lapar harus di isi terlebih dahulu.

"Azlan!! " teriak intan melengking.

Ali dan Agai menutup kedua kupingnya yang terasa sakit. Menatap sinis pada gadis yang kegatelan menempel pada Azlan yang terlihat risih.

"Eh gendang pecah! bisa gak sih suara loe di kecilin. " ucap Ali.

Intan menatap Ali tajam, "Sirik aja loe! "

"Loe apaan sih nempel nempel! " ucap Azlan mendorong Intan menjauh darinya.

"Ihh Azlan, kok kamu gitu sih babe... " rengek Intan manja membuat Ali membuat ekspresi muntah. Sementara Agai hanya menggeleng melihat tingkah Ali yang selalu saja tak suka dengan kehadiran Intan, si gadis bule.

Tiba-tiba Azlan berdiri dari tempat duduknya, membuat ketiga siswa itu menoleh.

"Mau kemana? " tanya Agai tak di jawab oleh Azlan.

"Beb...... " Intan ikut bangkit, lalu menyusul Azlan.

"Dasar cabe" cibir Ali.

"Hati hati loe.. ntar jadi cinta" goda Agai.

Ali melirik tajam pada nya bersiap ingin menyerang Agai hingga kedatangan kedua gadis ini menghentikan serangan nya.

"Kok muka kalian murung gitu sih? " tanya Agai.

Nisa dan mila tak menjawab, mereka malah merebahkan kepalanya ke atas meja secara bersamaan.

Ali dan Agai saling menatap, ada apa dengan kedua gadis ini?.

"Kalian kenapa sih? ketularan Zoya? " celetuk Ali asal membuat Mila dan Nisa mengangkat kepala nya, lalu menatap tajam Ali.

Pria itu bergidik ngeri, wajah yang murung mendadak berubah menjadi galak.

"Ehh sorry sorry" kekeh Ali nyengir.

"Memangnya ada apa sih, kok lemes gitu? " tanya Agai.

"Zoya berubah drastis, baru saja tadi sikapnya mulai kembali. Eh malah ngilang lagi. " kata Mila.

"Bahkan Zoya meninggalkan pelajaran pertama" sambung Nisa.

Agai sedikit kaget, siswi berprestasi dan sangat peduli dengan nilai seperti Zoya sangat mengejutkan melakukan hal itu.

"Ada apa sebenarnya antara mereka? " gumam Agai.

"Huh? antara mereka? " ulang Mila.

"Si Azlan juga berubah tuh" sahut Ali.

"Masa? " Mila tampak berpikir, memang sih kak Airaya kemarin menelponnya dan mengatakan jika Azlan sedikit berbeda dari yang biasanya.

"Misi baru nih" ucap Nisa.

"gue rasa ada hubungan nya dengan tour ke Bali" ujar Ali.

"Benar, perubahan jnji terjadi ketika tour di sana" sambung Mila.

Mereka akhirnya mendiskusikan sesuatu yang masih berstatus dugaan, sementara Zoya duduk menyender pada tembok atap sekolah yang sering di jadikan tempat tongkrongan bagi anak anak bolos. Matanya menatap lurus pada langit biru yang seolah olah menertawakan hidupnya.

Zoya mulai memikirkan apa yang akan terjadi jika kedua orang tuanya mengetahui semua ini. Mereka pasti sangat kecewa mengetahui anak yang selama ini ia percayakan untuk menjaga diri telah hina.

"Maafin Zoya ma.... pa.. " lirih Zoya menitikan air mata yang tanpa di perintah mengalir dengan sendirinya.

Mengingat papanya, Zoya masih belum mengunjungi Brian di penjara. Entah bagaimana kondisi papanya saat ini.

tring~

Di tatapnya ponsel yang menyala pertanda ada pesan masuk. Zoya meraih ponsel yang tergeletak di samping nya.

Sebuah pesan dari sang mama, de gan malas Zoya membuka pesan itu.

mama😘

Besok mama pulang, kita jenguk papa sama sama.

begitulah isi pesan singkat yang febi kirimkan, tidak ada kata kata yang menanyakan kabar putrinya. Bahkan pesan ini terlihat seperti spam notifikasi yang membuat hati Zoya tertusuk tusuk beribu jarum. Zoya merasa tak ada yang peduli dengan nya di dunia ini.

Bagai mana?? yuk komen!!! aku mau tahu pendapat kalian tentang kisah Zoya dan Azlan😢 yuk komen yang banyak!!!

...T E R I M A K A S I H...

1
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
Abdilillah Deps
/Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
Qaisaa Nazarudin
Udah lama nikah nyanmasih aja LOE GUE,,Zoya aja manggilnya AKU KAMU..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang pacarnya Airaya utu Anggi..😄😄
Qaisaa Nazarudin
Zoe dan Zoya itu beda tipis,Biasanya nama zoya tapi manggilnya Zoe juga udah biasa, Kenapa gak cari nama lain aja,kalo pengen mengganti kan identitas??
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Siska puas hati aku..Dasar gak sadar diri..Biar miskin harta asal jgn miskin harga diri..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Masih aja laku Febi,model yg udah berumur kek dia..🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepet banget waktunya berlalu,Udah 6 tahun aja..
Qaisaa Nazarudin
Gila nih cewek,Obsesinya kebangetan..😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Apa waktu itu Angga udah turun? Cepat bamget turunnya,
Qaisaa Nazarudin
Dasar markonah..Apa sangkut pautnya dgn suku dayak suku jawa 🤣🤣🤣🤣😂😂
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Dasar cewek gak sadar diri,ngehalu aja ketinggian..Udah di kasih betis minta paha...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Pasti itu Siska,yg ngunci Zoya tuh Siska bukan Intan..
Qaisaa Nazarudin
😂😂 Kok aku deg degan dgn hasilnya masakan Azlan,,🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Pasti Siska kalo bukan Intan..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Febi itu udah keterlaluan banget,Sesibuk apa pun kuta sebagai ortu,Harus ada waktu utk anak2,kerja kita yg ngatur,bukannya kita yg di atur oleh kerja,Sampai gak ada waktu sedikit pun buat keluarga,mana ada yg kek gitu..
Qaisaa Nazarudin
Mana ada sahabat yg membenci sahabatnya lagi dlm kesusahan,Apalagi yg berlaku bukannya di sengaja..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Mila udah rau hubungan Azlan dan Zoya,dan juga ttg Zoya lg hamil.Pasti bunda Meika udah kasih tau Mila..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!