NovelToon NovelToon
Aksara Rania

Aksara Rania

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:898.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayu

di jodohkan dengan kakak tiri yang sudah 10 tahun tidak bertemu,
Kakak tiri yang entah kenapa begitu dingin dan sinis..
keduanya di paksa menikah dan harus hidup bersama demi kebahagiaan Bapaknya..

apakah hubungan pernikahan keduanya akan berjalan baik dan harmonis? atau kah akan di penuhi dengan pertengkaran di karenakan sikap Aksara yang sangat kaku dan posesif..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tidur siang Rania

Rania sibuk mulai pagi, meski kakinya masih sakit tapi dia tidak bisa diam saja melihat orang lain sedang bekerja untuk membantunya, 40 hari Bapak jumlah undangan lebih banyak, teras dan ruang tamu akan penuh.

" Dim.. aku ngantukk.." Rania mengeluh,

" kau habis minum obat?" tanya Dimas melihat Rania sudah berkali kali menguap,

" iya.. " jawab lirih,

" sudah tidur sana sebentar ndukk.. toh ada Dimas.. " sambar tante Irma,

" lho ya.. aku terus.." gerutu Dimas,

" wes tho Dim.. nanti tak belikan bakso sama jus Alpukat.."

mendengar itu Dimas tersenyum,

" ya wes.. tidur sana sebentar Ran.." katanya mendadak kalem pada Rania,

" Wah.. kekuatanmu melemah hanya dengan di sogok makanan.. aku sedih sekali.."

komentar Rania mengejek lalu berjalan ke arah kamarnya.

Rania merebahkan dirinya, rasa ngantuknya benar benar tak tertahan, ia makan terlalu kenyang tadi pagi, lalu meminum sisa obatnya.

" Biarlah.. aku tidur sebentar.. mungkin mas Aksara sampai disini sore atau malam.." Rania berbicara sendiri,

ia mengambil guling di sebelahnya, memeluk guling itu dan memejamkan matanya.

Sejenak.. ya.. sejenak.. tapi nyatanya tidak sejenak.

Aksara turun dari taksi online yang mengantarnya dari bandara, ia menggenakan celana panjang dan kaos berkerah berwarna navy, seperti biasa.. dia bukan tipe laki laki yang suka memakai warna yang cerah, bahkan hanya ada 3 warna baju di lemarinya.. hitam,abu abu, dan biru tua..

Karena ia tampak mencolok tentu saja orang orang yang sedang berkerumun membantu persiapan acara Bapak mengalihkan pandangannya pada Aksara yang berjalan memasuki halaman rumah.

" dulu lihat Aksara masih SMP, sekarang sudah setinggi itu.. ganteng.. manis lagi yo Ir.. ngerti ngunu tak pek dadi mantuku biyen.. ( tau begitu ku ambil jadi menantuku dulu..)" komentar salah satu ibu yang membantu membuat kue, tante Irma tertawa,

" Anak itu persis almarhumah ibunya ya mbak Sum.." ujar tante Irma,

" iya.. coba ibunya masih hidup.. pasti bangga sekali lihat Aksa sekarang..

tapi sayangnya senyumnya mahal Ir.. "

mendengar itu lagi lagi tante Irma tertawa.

" Mas.." Sapa Dimas sambil memegang bohlam lampu, tampak sekali kecanggungan Dimas.

" Hemmm.. " jawab Aksara lewat begitu saja.

" Istrimu baru saja tidur lee.." beri tahu tante Irma karena melihat Aksara yang celingak celinguk memperhatikan keramaian di dapur, Aksara langsung menuju dapur karena mengira Rania sedang sibuk di dapur, tapi ternyata ia tidak menemukan Rania.

" Dia baru saja tidur.. sana cuci kaki dulu terus makan.." kata tante Irma mengelus lengan Aksara,

" nggih te.." jawab Aksara sambil mencium tangan tantenya.

Aksara membuka pintu kamar pelan pelan karena takut membangunkan Rania,

ia menaruh tas dan ponselnya di atas meja,

lalu duduk disamping tempat tidur.

Ia memandangi Rania yang sedang terlelap..

diam diam Aksara tersenyum.. entah rindu atau lega melihat Rania baik baik saja.

Ada perasaan hangat yang menjalar ketika ia memandangi wajah Rania yang polos itu.. rambutnya bahkan berantakan kemana mana, persis seperti anak kecil yang sedang tertidur lelap setelah makan kenyang dan tidak akan bangun meskipun ada gempa.

Belum lagi rok panjangnya yang tersingkap sampai memperlihatkan lututnya yang di hiasi perban.

Ini adalah pose yang sangat berbahaya pikir Aksara.. bagaimana kalau ada Dimas masuk? kewaspadaan Aksara pada Dimas tiba tiba kembali.

Aksara mengambil selimut untuk menutupi kaki istrinya itu,

namun lagi lagi Aksara terdiam melihat bibir mungil Rania yang sedikit terbuka itu..

" Tidur saja kau masih bisa menggodaku Ran.. " ujar Aksara sambil menghela nafas.

" Apa kau terus disini?" tanya Aksara setelah agak lama memperhatikan Dimas yang sedang sibuk menganti bohlam lampu di ruang tamu dan teras.

Dimas yang kaget hampir saja terjatuh dari kursi.

" inggih Mas?" tanya Dimas

" Apa kau terus disini?" ulangi Aksara dengan melipat kedua tangannya di dada dan tak henti menatap Dimas.

" Kan bantu bantu Mas.. Om surya tidak enak badan jadi saya yang mengantikan.. lagi pula tidak ada laki laki.." jawab Dimas hati hati.

Melihat Dimas yang canggung begitu Aksara mengurungkan niatnya untuk menekan Dimas,

" kau sudah makan?, ayo makan bersamaku.." suara Aksara lebih tenang,

" wah.. saya sudah makan e Mas sama tante Irma, kenyang.. Mas saja silahkan.." jawab Dimas tersenyum lebar, padahal hatinya was was.

" Ya sudah kalau begitu " Aksara berjalan menjauh.

Dimas yang melihat Aksara berjalan menjauh mengelus dada,

" sehat sehat ya jantung ku.. " ucapnya lirih.

Rania membuka matanya perlahan, Rasanya kantuknya masih berat, matanya mencari jam dinding ingin tau jam berapa sekarang.

Tapi matanya terbentur tas dan ponsel yang ada di atas meja tak jauh dari tempat tidur.

" Itu milik mas Aksara.." ucapnya lirih dalam hati,

Rania juga merasakan ada selimut yang menutupi kakinya,

dan lagi lagi wajahnya memerah..

jangan jangan roknya tersingkap ke atas dan Aksara melihatnya, karena itu Aksara menutupinya dengan selimut. Membayangkan hal memalukan seperti itu Rania benar benar tidak tau akan seperti apa wajahnya nanti saat menghadapi Aksara.

" ceklekk..!" terdengar suara pintu terbuka, dan seorang laki laki berperawakan tegap terlihat masuk,

" apa aku membangunkan mu?" tanya laki laki itu, menutup pintu kembali lalu mendekat.

Entah kenapa wajah Rania semakin memerah setelah melihat Aksara, ia malu karena membayangkan Aksara sudah melihat posisi tidurnya yang sangat tidak enak di pandang mata.

" Apa kau sakit?" Aksara duduk di tepi tempat tidur, ia sedikit cemas melihat wajah Rania yang memerah itu.

" Ti tidak Mas.. aku baik.. " jawab Rania terbata bata,

" tapi suhu tubuhmu naik..?" kata Aksara menaruh tangannya di pipi Rania.

" itu karena aku bangun tidur.." jawab Rania berbalik memunggungi Aksara untuk menyembunyikan ekspresi malunya.

" Apa kau tidak senang aku pulang?" tanya Aksara dengan wajah bimbang karena melihat Rania memunggunginya dan seperti malas berkata kata.

" tidak Mas.. aku senang Mas pulang.." jawab Rania cepat, tapi masih dengan posisi memunggungi Aksara.

" lalu kenapa kau seakan tak mau melihat wajahku?" tanya Aksara dengan nada sedikit kecewa,

" itu.. hanya karena aku malu," jawab Rania pelan.

" Malu? kenapa?" Aksara benar benar tidak mengerti,

" Apa Mas yang menyelimuti ku?" tanya Rania,

Aksara diam, berfikir sejenak.. dan akhirnya ia mengerti.

" Tidak ada yang ku lihat.. aku menyelimutimu hanya karena takut kau kedinginan karena hari sudah mulai sore, jadi jangan malu tentang apapun" jawab Aksara sambil menyembunyikan senyumnya.

" benarkah?" tanya Rania langsung berbalik ke arah Aksara,

" benar.. " Aksara mengangguk.

" Bagaimana lukamu..?" tanya Aksara sambil membelai rambut Rania,

" luka kecil Mas.. " jawab Rania tersenyum.

Aksara mengenggam tangan Rania dan menciumnya dengan lembut,

" Aku tidak suka rasanya.." gumam Aksara ,

" rasanya apa Mas??" Rania canggung,

" rasanya berjauhan dengan istriku.. ternyata itu menyiksa.." jawab Aksara menatap Rania lalu kembali mencium punggung tangan Rania.

1
Cha_Cha
bagus bgt
Anis Mawati
Lumayan
Anis Mawati
Luar biasa
Anis Mawati
sak karep u wes SA mbek rania sku ko melu mumet,sak karepe dewe kalok benere dewe2
Anis Mawati
aksara memang over protektif seakan duni rania hanya berpusat padanya,terpenjara,wanita jg perlu kebebasan,wanita bersuami jg tau batasan,jangan sak karep u dewe aksara
Anis Mawati
radit sudahlah jgn mngejar2 rania lagi,t doain segera ktmu sm jodoh u y radit
Anis Mawati
awas lo y aksara krn tdk kjujuran mu nanti bisa mnimbulkn masalah n salah faham
Anis Mawati
meskipun cinta n khwatir jgn segitunya lah aksa wajar sj klo rani merasa dikekang,klo q jd rania mungkin jg bkl marah,berasa terkurung n terkekang,g bsa bebas
binzaviera
Luar biasa
Anis Mawati
gooooollll
Anis Mawati
aksa klo cemburu nyermin
Anis Mawati
rania klo diajak ngomong sama aksara jangan diem bae,kalian itu kurang komunikasi,dan akhirnya nanti jadi salah faham
Anis Mawati
jadi aksa dr dlu sudah suka sm rania tp knp ko brubah jd spt membencu rania
Pu£!
ceritanya menarik
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Kazugata
iya tersampaikan dgn baik ceritanya
Kazugata
nyimak
farah felany
Luar biasa
ayuningdianti: terimakasih kak..
total 1 replies
Rima baharudin
apa ada yang disembunyikan sama wulan
Rima baharudin
buset dah ...... cemburu berat pak😊☺☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!