Bersiaplah untuk mengetahui rupa langit yang sesungguhnya, wahai manusia.
~
Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Evan, mendapat kabar buruk tentang neneknya, neneknya terkena penyakit stroke ringan. Evan benar-benar tak percaya akan kabar itu, sosok yang terkenal lincah dan aktif walau sudah tua, pandai menari pula, bisa terkena penyakit separah itu. Saat Evan dan dua sepupunya, Yoel dan Yosua, tak sengaja mengunjungi dunia Langit menggunakan buku portal, mereka menemukan rahasia-rahasia yang selama ini disembunyikan oleh keluarga mereka, termasuk alasan kenapa nenek mereka bisa terkena penyakit tersebut. Bersama sang pemandu, Farraz, mereka menjelajahi dunia Langit bersama-sama. Untuk cerita lengkapnya, simak terus dalam cerita ini. 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rainhard Frealdo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kediaman Pemimpin Dunia Langit Biru #4 ~ Langit Biru Bagian Pusat
Waktu telah menunjukan pukul 20:35. Aku semakin khawatir ibuku dan yang lainnya akan mencari-cari kami, Yoel dan Yosua pun demikian. Tapi sebuah kejutan akan menghampiri kami beberapa menit lagi, tepat setelah kami semua keluar dari kediaman pemimpin dunia Langit Biru ini.
Di rumah nenekku beberapa menit kemudian, seseorang telah melihat tutup pintu telah terbuka, dan seseorang itu dengan cepat langsung melapor tentang apa yang dia lihat.
...***...
Pemimpin dengan perlahan membuka pintu.
Aku dan dua sepupuku amat terkejut setelah pintu itu terbuka lebar. Bagaimana tidak terkejut, tepat di tengah-tengah ruangan tersebut, terdapat sebuah buku yang sangat besar, hampir seperti buku raksasa, warna sampulnya putih. Tetapi walau buku itu terlihat sangat besar, halaman buku itu hanya sedikit. Apa ya kira-kira isi buku itu?
“Nah anak-anak, inilah buku yang berisi mengenai penjelasan sihir-sihir yang ada di dunia Langit ini, pencipta dunia Langit sendirilah yang menulisnya, sama seperti buku yang berjudul Dunia Langit, buku itu juga dia yang tulis pertama kali,” pemimpin menunjuk buku putih itu.
“Oh begitu!” seru Yoel.
“Apakah yang pertama kali menciptakan bahasa juga dia, pemimpin?” tanyaku.
“Ya, kau benar,” kata pemimpin lagi. Rasa-rasa nya aku ingin mengucapkan terima kasih pada orang itu, yang telah menciptakan dunia Langit, sihir, dan bahasa, seolah kehidupan ini telah benar-benar hidup dengan hal-hal tersebut. Sang pencipta dunia Langit pastilah sudah tiada, toh dia lahir sejak beberapa abad yang lalu.
“Silahkan dibuka anak-anak," suruh pemimpin.
Aku yang membuka halaman buku tersebut. Agak sulit membukanya karena ukuran buku ini besar sekali, berat pula! Pasti mustahil untuk membawa buku besar ini dengan memakai dua tangan saja.
Di halaman pertama sampai keempat dijelaskan tentang berbagai sihir level 1, seperti sihir untuk mengeluarkan air, api, tanah, angin, petir, dan yang lainnya yang berhubungan dengan alam. Sebagian dari penjelasan sihir ini terdapat gambar bola, yang di bagian tengah bola nya memiliki beraneka ragam warna, apa maksudnya?
“Apa maksud gambar bola ini, pemimpin?” tanya Yoel duluan.
“Ah, itu maksudnya untuk menggunakan sihir tersebut harus menggunakan bola sihir, anak-anak,” lah, bukannya pemimpin, tapi malah Farraz yang menjawabnya. Padahal kan Yoel bertanya ke pemimpin.
Pemimpin menatap tajam Farraz. Farraz tahu apa maksud dari tatapan sang pemimpin. Farraz pun merasa bersalah.
“Tapi dia memang benar. Jika ada lambang bola sihir, itu berarti sihir itu harus memakai bola sihir, tak bisa dengan menggunakan badan sendiri. Tiap sihir warna bolanya beda-beda," jelas pemimpin.
Aku dan dua sepupuku mengangguk, kami telah paham.
Di halaman kelima sampai ketujuh dijelaskan berbagai sihir level 2, salah satunya adalah sihir berjalan cepat, persis seperti yang telah Farraz lakukan pada aku dan dua sepupuku.
“Wah, ini kan sihir yang Farraz lakukan pada kita, sihir berjalan cepat!" seru Yosua.
“Ya, kau benar,” ujar Farraz.
Yosua tampak sedang mengikuti langkah-langkah sihir tersebut seperti yang tertulis di buku, dan tiba-tiba ia merasa kecewa.
“Kenapa tak bisa, padahal kan aku sudah mengikuti langkah-langkahnya, mengikuti gerakan tubuh untuk melakukan sihir ini?” protes Yosua.
Pemimpin dan Farraz tertawa melihat tingkah Yosua.
“Karena dalam tubuhmu masih tubuh manusia biasa, jika kalian bertiga ingin menguasai sihir, pertama-tama kalian harus diberi efek sihir dari orang tua kalian yang juga telah memiliki efek sihir pastinya, atau jika pohon kristal itu masih ada, kalian biasa berdiri di pohon itu, dan menunggu hingga kristal di bagian tengah batang pohon itu memberikan efek sihir pada kalian," kata pemimpin.
Ah ternyata seperti itu. Yosua pun mengangguk.
Di halaman kedelapan sampai kesembilan dijelaskan berbagai sihir level 3, salah satunya adalah pemberi pengetahuan tentang bahasa, dan sihir ini harus menggunakan bola sihir.
Di halaman kesepuluh sampai kesebelas dijelaskan berbagai sihir level 4, salah satunya adalah sihir teleportasi, seperti yang dilakukan Ardelio ketika hendak menghampiri kami dari atas atap rumah mewah ke bawah.
Di halaman kedua belas sampai ketiga belas dijelaskan berbagai sihir level 5, sihir yang amat sulit dikuasai. Salah satunya, yang menurut aku menarik, adalah sihir penembus, tak dapat menabrak dinding paling tebal sekalipun. Wah, sudah seperti hantu saja ya, bisa tembus sana sini, hihi.
Aku melihat salah satu sihir lainnya, bernama Ledakan Paling Hebat, dan sihir ini menggunakan bola sihir. Hei kenapa penjelasan sihir tersebut diberi tanda silang? Memang ada apa dengan sihir ini?
“Pemimpin, kenapa penjelasan sihir ini diberi tanda silang?” tanyaku.
“Ah...sihir itu,” pemimpin diam sejenak, menghela nafas.
“Sihir ini dilakukan dengan proses yang amat rumit dan sangat unik daripada sihir-sihir lainnya. Sihir itu belum berhasil dilakukan oleh siapapun, kecuali istri dari pencipta dunia Langit ini, makanya masih diberi tanda silang, karena dianggap sihir ini mustahil dilakukan.”
“Kenapa sihir ini mustahil dilakukan?” tanya Yoel.
“Sihir ini amat beresiko. Untuk melakukan sihir ini, dibutuhkan seseorang perempuan yang sudah menjadi istri, dan sang istri harus hamil. Sang istri harus mau mengorbankan anak mereka yang masih di dalam perutnya, dan yang melakukan pengorbanan itu haruslah orang tua istri itu sendiri untuk menciptakan sihir Ledakan Paling Hebat. Cara melakukannya adalah orang tua harus menyerap energi rahim anaknya, lalu energi itu diserap ke dalam tubuh orang tuanya itu, rahim milik sang istri pastilah keguguran. Butuh 10 Tahun agar sihir itu bekerja. Dan setelah 10 tahun, energi tersebut harus dipindahkan ke bola sihir. Dan mengapa aku bilang sihir ini amat beresiko, dan belum berhasil dilakukan oleh siapapun, kecuali istri dari pencipta dunia Langit ini? Itu karena sihir ini membuat kesehatan badan orang yang melakukan pengorbanan itu berkurang amat drastis setelah sihir itu dilakukan, bahkan wanita paling sehat pun. Efek energi rahim itu bagaikan racun. Para wanita di dunia Langit ini, entah ibu-ibu atau pun nenek-nenek hanya bisa melakukannya paling lama hingga 9 setengah tahun saja, setelah itu meninggal, dan sihir itu pun tentulah gagal total. Bahkan walau dulu istri dari pencipta dunia Langit berhasil melakukan hal itu pada anaknya, dan umurnya masih tergolong muda, dia tetap juga meninggal. Hanya menyisakan kesedihan sang istri karena ibunya meninggal."
"Bola sihir itu, entah kemana benda itu sekarang, kemungkinan besar istri dari pencipta dunia Langit atau pencipta dunia Langit itu sendiri telah menggunakannya. Jika bola sihir ledakan paling hebat itu masih ada, bola sihir tersebut bisa menjadi kenangan bagi mereka berdua, disimpan dalam lemari, dan kita bisa menggunakannya untuk mengalahkan laki-laki pemimpin dunia Langit Hitam tamak itu. Ah sayang sekali, bola sihir ledakan paling hebat yang diciptakan oleh mereka berdua dahulu sudah hilang entah kemana," jelas pemimpin dengan panjang lebar.
Itu terdengar mengerikan, tentang sihir yang amat beresiko.
“Nah, kalian mau lihat bola sihir yang sesungguhnya?” tanya Pemimpin.
Aku dan dua sepupuku mengangguk, pastinya mau.
Pemimpin menuju ke sebuah lemari di ruangan ini, kemudian membukanya. Isi lemari itu rupanya bola-bola sihir yang belum terpakai.
Tunggu sebentar, aku seperti pernah melihat bola itu sebelumnya, bola dengan warna yang terlihat seperti kaca tapi sesungguhnya bukan terbuat dari kaca, tapi dimana, ya?
Pemimpin memberikan bola sihir itu pada Yoel, Yoel pun memegangnya.
“Hei, bola ini terlihat seperti terbuat dari kaca, tetapi sesungguhnya bukan dari kaca, dan aku hanya seperti memegang udara saja. Tunggu sebentar, aku seperti pernah melihat bola ini!” Yoel rupanya sepemikiran dengan ku.
Yoel tiba-tiba seperti menyadari sesuatu.
“Hei, ini kan mirip dengan bola yang ada di rumah nenek! Keluarga kita memang pernah mengenal dunia ini!” seru Yoel.
Aku ikut memegang bola itu. Benar juga apa yang diucapkan Yoel!
Kami semua terkejut, termasuk Farraz dan pemimpin.
“Tak salah lagi, keluarga kalian mengenal dunia Langit ini!" kata Farraz.
Yoel kembali menuju buku raksasa, membaca penjelasan sihir Ledakan Paling Hebat
“Bola sihir ini, warnanya, mirip dengan yang ada di rumah nenek, apa itu artinya nenek kita berhasil melakukan sihir ini?” tanya Yoel.
“Apa! I... itu tidak mungkin!” Pemimpin hampir pingsan mendengarnya karena terkejut. Farraz dan pemimpin sekaan tak percaya mendengar kalimat Yoel barusan.
Tiba-tiba saja aku teringat pada isi surat itu, surat yang aku dan dua sepupuku temukan di ruangan bawah tanah di rumah nenek.
Aku tahu sekarang, Nenek lah yang menulis surat ini. Sihir yang dimaksud adalah sihir Ledakan Paling Hebat. Dan orang yang ingin nenek kalahkan itu pastilah laki-laki mantan pemimpin dunia Langit yang telah dipenjara itu, ia ingin melenyapkan laki-laki itu dengan sihir Ledakan Paling Hebat.
Tapi masih ada dua pertanyaan...
Siapa anak yang dimaksud? Aku? Yoel?
Dan untuk siapakah surat ini dituju? Pertanyaan inilah yang dapat menjawab pertanyaan yang pertama.
Tiba-tiba saja terdengar keributan di luar ruangan ini, memang ada apa?
Kami semua melihat dari balik jendela, rupanya ada pengumuman di layar, pengumuman itu memberitahu bahwa ada para pendatang yang telah menuju ke sini.
Saat aku melihat wajah-wajah para pendatang itu di layar, aku terkejut bukan main, apalagi Yoel dan Yosua.
Rupanya pendatang itu adalah....
Pamanku, bibiku, dan ibuku...
^^^BERSAMBUNG...^^^
AUTHOR MINTA MAAF JIKA ADA KESALAHAN SEPERTI CERITA TIDAK NYAMBUNG, ADANYA TYPO (SALAH KETIK), DAN LAIN-LAIN 🙏
JANGAN LUPA:
✔️ LIKE
✔️ VOTE
✔️ BERI HADIAH
✔️ KOMEN
✔️ TAMBAHKAN KE FAVORIT
semngat dalam berkarya semoga semakin sukses dengan karya karyanya