Novel ini merupakan kelanjutan cerita dari Novel Wanita Lucu Itu Istriku.
Marina merupakan gadis cantik, berambut ikal panjang, dan lemah lembut. Parasnya yang cantik membuat banyak kaum Adam menaruh hati padanya, tak terkecuali sahabatnya sendiri, yakni Daren. Pria blasteran Indo-Jerman itu sudah lama menyukai Marina. Namun, wanita itu tak peka terhadap cinta. Karena minimnya pengalaman dalam dunia percintaan.
Marina terkenal cukup pendiam, dia hanya bereaksi keras bila bertemu pria yang bernama Aljav. Pria itu selalu saja mengejeknya sebagai titisan body losion. Keduanya adalah anak dari dua pasang sahabat, yakni Alea dan Dina.
Sejak kecil hubungan mereka tak pernah akur. Namun, di tengah hubungan yang buruk itu, kedua orang tua Aljav justru menjodohkan Marina dan Aljav, meski tahu Marina sangat membenci pria tersebut. Sejujurnya ada alasan lain di balik perjodohan konyol itu. Apakah alasannya? dan bagaimanakah cara Aljav dan Marina mempertahankan rumah tangga mereka yang sering di warnai kesalahpahaman?
Saksikan kisahnya berikut ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 14. Lepaskan Tanganku.
Marina mencicipi makanan yang di sajikan di atas meja. Wanita itu tampak memakan makanan tersebut dengan lahap tanpa rasa curiga sama sekali. Bahkan sisa-sisa makanan ada di sudut bibirnya yang tipis. Daren sangat gemas ketika melihat cara Marina makan.
"Pelan-pelan makannya, itu sampai belepotan di bibir kamu," ucap Daren sembari menyeka sisa makanan di sudut bibir Marina.
"Terimakasih," ucap Marina tulus sembari tersenyum.
"Oh iya, apakah kamu tidak makan? ini enak loh. Sumpah," tanya Marina kemudian.
"Tidak, aku melihat mu makan dengan lahap saja sudah membuat ku kenyang," goda Daren.
"Is, kamu ini. Ayo makan, ntar keburu dingin lagi," titah Marina.
Akhirnya Daren pun makan makanan untuk nya. Mereka makan dengan lahap hingga habis tak tersisa. Kini tibalah saatnya Marina ingin meminum minuman yang di isi serbuk tadi oleh Daren. Tanpa rasa curiga sama sekali, Marina mengambil gelas tersebut dan meminumnya. Sementara Daren menatap Marina dengan tatapan penuh harap agar Marina mau meminum minuman tersebut. Namun, sebelum Marina berhasil meminumnya, tiba-tiba saja Aljav datang dan menarik tangan Marina dengan kasar dan keluar dari restoran tersebut.
"Marina!"
Baik Marina maupun Daren, keduanya sama-sama terkejut ketika melihat Aljav sudah berada di antara mereka. Marina menyimpan gelas tadi di atas meja sembari menatap tak percaya pada pria tersebut. Sementara Daren hanya bisa diam dan menggerutu dalam hati.
"Sialan! kenapa pria sombong ini tiba-tiba ada disini? apa yang sedang dia lakukan disini? bukankah aku sudah menyewa semua isi restoran ini? lalu mengapa bisa dia...?" batin Daren.
"Ikut dengan ku," titah Aljav sembari menarik tangan Marina dengan sedikit kasar. Daren pun ingin mencekal pria tersebut, tetapi Aljav menatap Daren terlebih dahulu dengan tatapan membunuh. Akhirnya Daren tak bisa berkata-kata. Dia hanya menyaksikan dua orang yang terlihat tak akur itu.
Akhirnya Aljav membawa Marina keluar dari restoran tersebut.
"Lepaskan Tanganku!" Marina menghempas tangan Aljav dengan sekuat tenaga.
"Apa-apaan kamu, ha? mengapa kamu mengganggu makan siang kami? apakah kamu tidak punya kerjaan di rumah sampai kamu mengikuti ku kesini?" kesal Marina.
"Oh, halo. Aku tidak punya waktu untuk mengikuti mu kesini. Aku juga punya banyak kerjaan. Aku hanya kebetulan lewat saja tadi," balas Aljav tak mau kalah.
"Kebetulan saja? apakah dengan menarik tanganku seperti tadi, itu kebetulan saja kamu bilang?" Tanya Marina dengan tatapan tak percaya.
"Tentu saja. Aku melihat kekasih kampungan mu itu sedang--" Aljav belum menyelesaikan kalimatnya, Marina terlebih dahulu memotong ucapan pria tersebut.
"Dia temanku Aljav, temanku!" tandas Marina.
"Teman penjahat," ejek Aljav dengan sedikit bergumam, namun masih bisa di dengar oleh Marina.
"Aljav, apakah kamu tidak bisa sedikit saja menghargai ku? atau paling tidak hargai teman-teman ku," lirih Marina. Mata wanita itu mulai berkaca-kaca, membuat hati Aljav merasa tercubit. Hanya saja ego dan gengsi pria itu terlalu tinggi untuk menunjukkan rasa simpatik nya. Dia juga tidak mau memberitahu Marina, jika sebenarnya Daren sudah memasukan sesuatu ke dalam minuman Marina. Dia memilih bungkam, karena Aljav tak ingin Marina beranggapan, bahwa dirinya menaruh rasa perhatian pada wanita tersebut.
"Ehem, aku mau menghargai mu kecuali kamu mengikuti ucapan ku," ucap Aljav santai seolah tanpa beban. Marina semakin kesal di buatnya.
"Terserah apa mau mu, aku mau menemui temanku dulu!" tandas Marina penuh penekanan. Namun, Aljav tak membiarkan Marina masuk ke dalam. Pria itu menahan Marina dengan menarik tangannya.
"Aku bilang kamu tidak boleh masuk!" ucap Aljav sungguh-sungguh dan penuh penekanan. Marina ingin melepas tangan Aljav, tetapi pria itu terlalu kuat memegang tangan Marina.
"Lepaskan tanganku, aku bilang lepaskan!" Marina memberontak dengan suara yang mulai meninggi agar Aljav mau melepas tangannya. Namun, pria tersebut tetap tidak mau melepaskan tangan wanita tersebut. Akhirnya Marina menyerah memberontak, karena akan membuang-buang tenaga saja.
"Aljav, aku mohon lepaskan tanganku. Aku hanya ingin mengambil tas ku di dalam," lirih Marina dengan suara yang mulai melunak.
"Kamu tunggu disini, aku akan mengambil kan tas mu di dalam. Ingat, jangan kemana-mana!" titah Aljav penuh penekanan.
Marina tak sanggup lagi berkata-kata, dia hanya bisa pasrah saja. Aljav pun masuk ke dalam restoran tersebut dan mengambil tas Marina. Namun, sebelum pria itu keluar dari restoran, Marina melihat Aljav membisikkan sesuatu ke telinga Daren. Entah apa yang di bisikan pria tersebut, yang jelas wajah Daren tiba-tiba saja berubah menjadi tegang. Lalu kemudian Aljav pun pergi meninggalkan Daren dengan senyum penuh kemenangan.
"Ayo kita pulang," ajak Aljav.
"Tunggu," cekal Marina.
"Ada apa lagi? apakah kamu ingin berfoto dulu sebelum pergi?" Kesal Aljav.
"Aku haus, aku belum minum tadi sehabis makan," lirih Marina.
"Baiklah, kita akan singgah beli air minum di depan sana. Apakah kamu mau sekalian makan es krim juga?" tanya Aljav di penghujung kalimatnya.
"Apakah boleh?" balas Marina dengan tatapan mata berbinar-binar. Wanita itu sangat menyukai es krim sejak kecil. Itulah mengapa Aljav menawarkan dirinya. Karena pria itu tahu apa yang di sukai Marina, dan apa yang tak di sukai nya.
"Beli saja sendiri," goda Aljav dengan raut wajah serius, namun sejujurnya dia hanya bercanda saja.
"Dasar pria pelit!" gumam Marina. Namun masih bisa di dengar oleh Aljav. Pria itu pun tersenyum tipis hampir tak terlihat.
"Ayo kita pergi dari sini, aku juga sudah lapar," tutur Aljav sembari menggenggam tangan Marina dan membawa pergi wanita tersebut dari restoran.
Sementara dalam restoran tersebut, Daren sedang memendam kemarahan yang menggebu-gebu. Dia menggenggam gelas Marina hingga pecah dan menyebabkan tangan pria tersebut terluka. Namun, bukan luka itu yang membuat hati Daren sakit, melainkan melihat keakraban Marina dan Aljav. Mereka memang sering berdebat, tetapi Daren bisa melihat, jika keduanya seperti memiliki ikatan yang sulit untuk di pisahkan.
"Aku tidak akan membuat pria sombong itu memenangkan hati Marina. Marina hanya akan menjadi milikku, hanya milikku!" monolog Daren dengan tatapan penuh maksud.
**
Di supermarket yang jaraknya tak jauh dari restoran tadi, Aljav dan Marina membeli air mineral dan es krim. Tampak Marina sangat antusias memakan es krim setelah minum air mineral. Wanita itu seperti di suguhkan segudang es krim dengan berbagai macam varian rasa. Tak henti-hentinya wanita cantik tersebut berdecak kagum.
"Wah, ternyata di supermarket ini banyak es krim nya," ucap Marina dengan mata berbinar. Aljav pun tersenyum mengejek sembari berkata, "Dasar kampungan!"
Marina tak menjawab cibiran Aljav, dia hanya sedikit menggerutu, lalu kemudian melanjutkan lagi rasa kagumnya akan es krim tadi.
Sementara Aljav menatap Marina dengan tatapan yang tidak terbaca.
To be continued.
semangat selalu Thor 💪💪
di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
salam dari "My Bos CEO" yuk semua kepoin kuy 🤗