NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: tamat
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:859.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sonya

Erick masih terbaring di tanah, napasnya belum stabil setelah dibanting. Ia menatap Naomi dengan ekspresi campur aduk syok, marah, dan tidak percaya.

“Kau … kau berani membantingku?” suaranya serak dengan mata melotot tajam.

Naomi berdiri tegak di hadapannya. Tatapannya dingin, tanpa sedikit pun rasa bersalah.

“Aku bahkan berani melakukan apa pun untuk membela diriku sendiri, sekalipun membunuhmu,” katanya pelan dan tegas. “Jadi berhenti merasa dunia selalu harus tunduk padamu.”

Erick menelan ludah. Untuk pertama kalinya, ia melihat sesuatu yang asing di mata Naomi. Tak ada lagi cinta, kepatuhan dan rasa hormat. Melainkan ketegasan yang membuatnya tidak nyaman.

Naomi menatapnya yang masih berbaring di tanah tanpa rasa takut sedikit pun.

“Dan dengar baik-baik,” lanjutnya. “Pertunangan itu? Batalkan saja sekarang. Aku tidak akan menikah dengan pria yang selalu mengancamku demi melindungi adiknya yang salah.”

Erick menggertakkan gigi. “Kau keterlaluan.”

“Keterlaluan?” Naomi tertawa kecil. “Kalau kau terus memanjakan adikmu itu, silakan saja suruh kekasihmu, Viviane, yang mengerjakan tugasnya.”

Erick membeku. “Apa maksudmu?” tanyanya cepat.

Naomi mengangkat alis. “Kenapa? Kau terkejut aku tahu kau diam-diam menjalin hubungan dengan Viviane? Di saat kakekmu menjodohkan kita.”

Wajah Erick berubah. “Aku tidak tahu kau bicara apa.”

“Tidak perlu pura-pura,” potong Naomi santai. “Aku sudah tahu cukup lama. Jadi sekarang, silakan lanjutkan hubungan kalian itu. Aku tidak akan mengganggu lagi.”

Suasana di sekitar mereka makin canggung. Beberapa mahasiswa masih melirik dari kejauhan.

Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah berhenti di depan gerbang kampus.

Pintu pengemudi terbuka. Max turun dari kursi kemudi. Tatapannya langsung tertuju pada Erick yang masih duduk di tanah, lalu beralih pada Naomi.

Naomi yang tadi dingin mendadak tersenyum lebar. Ia berjalan cepat menghampiri kakaknya.

Max melirik Erick sekali lagi, tatapannya tajam dan penuh penilaian.

“Dia kenapa?” tanya Max singkat.

Naomi menjawab ringan, “Dia yang mulai duluan. Jadi aku membela diri dengan membantingnya.”

Max mengangguk pelan, seolah itu hal paling wajar di dunia.

“Bagus,” katanya tenang. “Lain kali kalau ada yang menyentuhmu tanpa izin, langsung bunuh saja. Jangan ragu.”

Naomi berkedip, lalu berdeham kecil. “Tadi cuma refleks.”

Max membuka pintu mobil untuknya. “Ayo masuk.”

Naomi mengangguk. “Iya.”

Sebelum masuk, ia menoleh sekali lagi ke arah Erick. Tatapannya tenang, tanpa emosi. Lalu ia masuk ke dalam mobil.

Max kembali ke kursi kemudi. Mesin menyala. Mobil perlahan meninggalkan gerbang kampus.

Erick hanya bisa menatap kepergian mereka.

Wajahnya memucat antara marah, malu, dan harga diri yang hancur karena jadi tontonan.

Tangannya mengepal di atas aspal. “Sialan kau, Naomi,” gumamnya geram.

*

*

Lobi Hotel Delima sore itu tampak tenang dan elegan. Pintu kaca otomatis terbuka.

Seorang gadis cantik berambut pendek masuk dengan langkah cepat. Penampilannya tomboy, jaket kulit hitam, celana jeans gelap, sepatu boots. Wajahnya tegang, rahangnya mengeras. Ia langsung menuju meja resepsionis.

“Kunci kamar 309,” katanya tanpa basa-basi.

Resepsionis tersenyum profesional. “Maaf, Nona. Apakah Anda tamu yang terdaftar?”

“Tidak. Tapi tunanganku ada di sana. Berikan saja kuncinya.”

Resepsionis menggeleng halus. “Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan akses kamar kepada pihak yang tidak terdaftar. Itu melanggar peraturan hotel.”

“Aku tidak akan merusak apa pun,” jawab gadis itu, nadanya mulai meninggi. “Aku hanya perlu lima menit.”

“Maaf, Nona. Saya tidak bisa.”

Perdebatan kecil mereka mulai menarik perhatian tamu lain.

Saat itu, seorang pria tinggi dengan setelan kasual mahal berjalan melewati lobi. Wajahnya tampan, aura percaya diri terpancar jelas.

Ia berhenti ketika mendengar nada tegang itu. “Ada apa ini?” tanyanya santai.

Resepsionis langsung menunduk hormat. “Tuan Muda Clay. Nona ini memaksa meminta kunci kamar 309 padahal bukan tamu terdaftar.”

Clay mengalihkan pandangannya ke gadis tomboy itu. Tatapannya menyelidik.

“Apa yang Anda inginkan di kamar 309?”

Gadis itu menatapnya tanpa gentar. “Tunangan saya ada di sana. Saya ingin memberi kejutan. Saya tidak mau dia tahu saya datang.”

Clay mengangkat alis sedikit. “Kejutan?”

“Ya.”

Beberapa detik hening.

Lalu Clay tersenyum tipis. “Berikan saja kuncinya.”

Resepsionis ragu sesaat. “Tapi Tuan—”

“Saya yang bertanggung jawab,” potong Clay ringan.

Resepsionis akhirnya mengangguk dan menyerahkan kartu akses cadangan.

Gadis itu langsung mengambilnya. “Terima kasih.”

Ia berbalik dan berjalan cepat menuju lift.

Clay tidak langsung pergi. Tatapannya mengikuti langkah gadis itu.

Saat gadis itu berjalan, Clay melihat sesuatu yang membuatnya menyipitkan mata gadis itu membuka tas kecilnya sebentar. Sekilas terlihat botol berisi cairan merah pekat dan alat kejut listrik.

Clay berhenti tersenyum. “Oh …” gumamnya pelan.

Tanpa pikir panjang, ia ikut masuk ke lift yang sama. Di dalam lift, suasana canggung. Clay berpura-pura sibuk dengan ponselnya. Gadis itu berdiri tegak, wajahnya dingin.

Ting!

Lift berbunyi dan telah berada dilantai tiga. Pintu lift terbuka. Gadis itu melangkah keluar, mencari nomor kamar.

“305 … 307 … 309.”

Tanpa ragu, ia menempelkan kartu akses.

Klik!

Pintu langsung terbuka.

Clay berdiri beberapa langkah di belakang, pura-pura berjalan santai, tapi matanya tajam mengawasi. Begitu pintu terbuka penuh erdengar suara tawa kecil dari dalam kamar. Dan kemudian suara terkejut.

“Apa—” suara pria terkejut.

Gadis itu masuk tanpa berkata apa-apa. Clay yang penasaran mendekat ke ambang pintu.

Di dalam kamar, seorang pria dan wanita tampak panik, berusaha menutupi diri dengan seprai.

“Sonya?!”

Gadis tomboy itu Sonya tidak menjawab. Ia membuka tutup botol berisi cairan merah pekat dan menyiramkannya ke arah mereka.

“Aaaah! Panas! Panas!” teriak wanita itu.

“Sonya, berhenti! Apa yang kau lakukan?!” pria itu Anton berteriak.

Sonya menatap mereka dengan dingin. “Kejutan,” jawabnya singkat.

Tanpa ampun, ia mengaktifkan alat kejut listrik dan mengarahkannya.

“Sonya! Jangan!”

Suara sengatan terdengar. Kedua orang itu kembali menjerit.

“Aalkkhhh!”

Clay berdiri di samping pintu, benar-benar tidak menyangka adegan seperti ini.

Sonya mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam. “Playboy sepertimu perlu diberi pelajaran,” katanya tajam pada Anton. “Kau pikir aku tidak tahu?”

“Sonya, dengarkan aku! Ini tidak seperti yang kau pikirkan!” Anton terengah.

“Oh ya?” Sonya tertawa kecil. “Kau di kamar hotel dengan wanita lain. Lalu apa yang harus kupikirkan?”

Wanita di ranjang menangis, “Aku tidak tahu dia sudah bertunangan!”

“Diam,” potong Sonya dingin.

Anton mencoba merangkak mendekat. “Aku mencintaimu, Sonya! Ini cuma kesalahan!”

Sonya menatapnya seolah melihat sesuatu yang menjijikkan. “Mencintaiku?” ulangnya. “Kalau begitu kenapa kau ada di sini?”

Anton terdiam.

Sonya mendekat satu langkah.n“Dengar baik-baik. Aku akan memberitahu keluargaku bahwa pertunangan ini dibatalkan. Dan kau yang akan menanggung malu.”

“Jangan!” Anton langsung panik. “Sonya, tolong! Kita bisa bicarakan baik-baik!”

Sonya tersenyum tipis. “Sudah selesai.”

Anton menggeleng cepat. “Aku benar-benar mencintaimu!”

Anton mencoba menarik tangan Sonya. Tapi Sonya langsung menepis tangan pria itu dan memberikan tendangan maut ke burung perkututnya.

Bugh!

“Aaarrggh!”

Sonya menatapnya dari atas. “Cih, modal perkutut kecil beraninya selingkuh!”

Clay yang sejak tadi menyaksikan meringis dan tanpa sadar menutupi bagian bawahnya.

Sonya mematikan alat kejut listriknya, lalu berkata dingin, “Anggap ini peringatan. Jangan pernah mendekatiku lagi.” Ia memasukkan ponselnya ke dalam tas.

Clay tanpa sadar bergumam pelan, “Gila .…”

1
Dewi Kasinji
ijin baca kak
RusNa ANtox DEwi
bagus bingittt.. sukaa
gempi
g
Widia Aja
Naomi cerdas.....
Dyta Kusnani
good job
Tisya
sistem nya error,,
Rahmawati Hulukiba
Iri..bilang bos😄
Viviane&Carlos...preeeeeet🤣
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
Rahmawati Hulukiba
👍👍👍
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, Uda kayak lari aja maraton bacanya. 🤣🤣🤣🤣
dr pagi sampe sore gasssssss ga pake rem. untung ga blong 🤣🤣. tengkiyu Thor sudah kasih karya yg begitu luar biasa keren. semangat dalam berkarya ya Thor. aku mau tengok tengok karya mu yg lain.🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
Viviane kau gatal kan. nah berhubung max baik hati dermawan dan kaya raya 9turunan 9tanjakan dikasih deh cwo2 kesepian yg pengen garuk garuk kamu🤣🤣🤣

selamat menikmati malam panjang semoga gatalmu lekas hilang😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
Zane ternyata sumbu pendek yaa. langsung esmosi tanpa konfirmasi 🤣🤣
kalau sudah kebongkar kebusukan tunanganmu malu sendiri kan. konfirmasi dl cari tau kalau mau marah nanti silahkan.
ckckck...
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah dibohongi sekarang ditipu dan dikhianati sama seorang yg dr bayi kalian asuh. kalian sayangi. kalian cintai dengan segenap hati. tapi balasannya pengkhianatan. kasihaaaaaa🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dah lah ga usah dimaafkan. biarkan menjadi penyesalan mendalam bagi kluarga naonao. seperti kehidupan pertama naonao yg berakhir mati sia sia. seperti tidak dipandang lagi sebagai manusia saja apa lagi dianggap keluarga. biarkan mereka menderita dengan penyesalan dihati.😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh... ada something nih si Sonya dan clay... 😁😁😁
agaknya ada yg bakalan jadian nih... traktir dong son.. kan pacarmu clay tajir😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkk🤣🤣🤣
cie...cieee.. nao nao berharap juga rupanya😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
prok..prok..prok...👏👏👏
sudah.. sudah... jaga pada penyesalan karna itu sudah sangat terlambat. jangan pula minta maaf karna kalian tidak pantas dimaafkan. kalian sebagai keluarga sangat... sangat... sangat... tidak bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan tanpa mempertimbangkan perasaan orng lain terlebih anak dan darah daging sendiri. JD jngan pernah mengucapkannya kata maaf. kalian tidak layak diberikan maaf.
sory kejam karna kalian pun lebih kejam😈
dome🌬️🌀🌀🌀
naaahhhh kan JD pindah alam 🤣🤣🤣
sudah pindah alam apa cuma pindah rumah sakit. kalau cuma rumah sakit harusnya dibuat cacat permanen max si baron cabul itu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
bahagia lah kau nao, masih banyak orng yg melindungi dan menjaga dirimu dengan sangat baik. mereka menyayangi mu dengan tulus ♥️♥️
dome🌬️🌀🌀🌀
eaaaaa.... ketangkep juga kan🤣🤣🤣
makanya jangan main main dengan MAX😁
bom aja max biar cepet kelar biar meledak JD bubur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!