Bagaimana jika orang yang kau sukai masih terus berada di bawah bayang-bayang sang mantan kekasih?
Dan bagaimana jika orang yang kau cintai, mencintai dirimu juga, namun orang disekitar tak menyetujui hubungan tersebut.
Inilah kisah Aileen, yang menyukai Sam, sang kakak kelasnya. Namun, segala sesuatu tentang Sam tak pernah lepas dari sang mantan kekasih, yakni Clarissa.
Hingga, saat Aileen memutuskan kembali ke negara asalnya, Sam baru menyadari bahwa ia telah salah.
Juga, Felysia, kakak tiri Aileen yang menyukai Daniel. Namun teman-temannya tak menyukai jika Felysia bersama dengan Daniel. Mereka ingin Felysia bersama dengan Felix.
Apakah kedua kakak beradik ini bisa mmperjuangkan cinta mereka? Atau harus membiarkan cinta mereka pergi begitu saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Betsya Disi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Be Your Everything
Dilain tempat diwaktu yang sama, sepasang mahkluk manusia sedang berada di sebuah ruangan musik di sekolah tersebut. Walau awalnya terjadi pemberontakan dari pihak perempuan karena ditarik paksa oleh sang laki-laki, namun ia mengalah juga dan mengikuti keinginan si laki-laki.
"Lo tau main musik apa aja?" Tanya Sam sambil duduk dan mencoba memetik senar gitar yang ada.
Aileen tidak menjawab pertanyaan Sam, ia masih asik mengamati ruang musik tersebut dan berbagai jenis alat musik lainnya yang ada di sana.
Sebuah drum yang berada di dekat sudut ruangan pun menarik perhatiannya. Ia melangkahkan kakinya menuju drum tersebut. Ia dapat melihat stik drum berada di bangku untuk pemain drum.
Ia mengambil stik tersebut, dan duduk di kursi tersebut sambil memperhatikan drum yang kini ada di depannya dengan seksama.
"Lo bisa main drum?" Tanya Sam yang melihat Aileen sedang memperhatikan drum tersebut.
"Lo mau dengar gue main drum gak Kak?" Tanya Aileen penuh semangat dengan senyuman yang mengembang karena jiwanya kini kembali.
Maklum saja, sejak ia pindah ke mari, ia memang tidak pernah bermain musik lagi. Paling dia hanya bermain gitar yang dulu diberi ibu kandungnya sebagai kenang-kenangan jika ia rindu suasana di Inggris.
Sam yang melihat wajah semangat Aileen pun ikut merasakan aura yang dahsyat dari tubuh Aileen. Sam segera menganggukkan kepalanya ingin melihat aksi Aileen dengan wajahnya yang bertopang kepada kedua tangannya yang berada diatas gitar tersebut.
Aileen terlihat sedang asik memilih lagu di handphone, dan saat ia menemukan sebuah lagu yang pas, ia segera mengatur volume handphonenya ke yang paling kuat.
"Gue belum terlalu tau lagu negara ini Kak, gak apa kan gue pake musik barat?" Tanya Aileen meminta izin.
Sam mengangguk lagi.
Aileen pun segera menekan tombol play dan meletakkan handphonenya agar ia bisa leluasa bermain drum. Aileen memainkan lagu dari Boys Like Girls - Be Your Everything.
Four letter word
But I don't have the guts to say it
Aileen mulai ikut bernyanyi sambil mendengarkan alunan nada dari lagu tersebut.
Smile til it hurts
Let’s not make it complicated
We've got a story
But I'm about to change the ending
Ia dengan penuh semangat memukul stik ke tiap bagian drum tersebut.
You're perfect for me
Nyanyi nya sambil tersenyum melihat ke arah Sam.
You're more than just a friend so we can just stop pretending now
I gotta let you know somehow
Ia mengalihkan pandangannya ke arah drum sambil memejamkan mata sesaat, menyadari betapa bermaknanya lagu ini.
I'll be your shelter
I'll be your storm
I'll make you shiver
I'll keep you warm
Whatever weather
Baby I'm yours
I'll be your forever, be your fling
Baby I will be your everything
Aileen terus tersenyum sepanjang lagu.
We used to say
That we would always stay together
But who's to say
We could never last forever
Girl, got a question
Could you see yourself with somebody else?
'Cause I'm on a mission
And I don't wanna share I want you all to myself right now
I just wanna scream it out
Dan ia kembali melihat Sam lagi lengkap dengan senyum manisnya.
I'll be your shelter
I'll be your storm
I'll make you shiver
I'll keep you warm
Whatever weather
Well baby I'm yours
I'll be your forever, be your fling
Baby I will be your everything
No matter what you do
I'll be there for you
Matanya kini tak lepas dari Sam. Ia seperti ingin menunjukkan bakatnya, namun ada makna lain di sampingnya. Apalagi sejak ia sadar bahwa ada perasaan lebih yang ia miliki kepada Sam
Every time you close your eyes
I will be by your side
Just this time you make me sing
Baby, i will be your everything
I'll be your shelter
I'll be your storm
I'll make you shiver
I'll keep you warm
Ia kini kembali fokus kepada permainan drumnya sambil memainkan drumnya ia masih terus menyanyi.
Whatever weather
Baby I'm yours
I'll be your forever, be your fling
Baby I will be your everything
Baby I will, Baby I will
Baby I will be your everything
Baby I will be your everything
Akhir Aileen dengan ia yang menatap Sam dan menampilkan senyum ala sebuah iklan pasta gigi.
"Gimana Kak?" Tanya Aileen kini sambil mengambil handphonenya kembali.
Bukan mendapat jawaban,Aileen hanya mendapati wajah Sam yang melihat ke arahnya dengan pandangan kosong seakan sedang memikirkan sesuatu.
"Kak? Menurut lo gimana permainan drum gue?" Tanya Aileen lagi.
"Ah permainan lo cukup bagus sih. Tapi kayaknya lo udah lama ya gak main drum? Agak ada nada yang kurang tepat sih gue rasa. Dikit aja sih memang. Tapi ya bagus sih,” ucap Sam menjurii.
"Eh serius kak? Dibagian mananya?"
"Eh dimana ya? Mmmm… Pas dibagian reff sih gue rasa. Disitu deh kayaknya. Ah gue lupa.”
Aileen hanya tersenyum pahit, ia malu bahwa dirinya tadi terlalu sombong ingin menunjukkan bakatnya kepada Sam.
Dan hati terkecilnya kini seperti tertusuk pisau. Bukan karena permainannya yang dikatai Sam masih kurang, tapi karena keinginan membuat Sam bangga dan takjub melihatnya, harus ia buang kini.
Tiba-tiba handphone Sam bergetar. Setelah melihat siapa yang menghubunginya, ia segera menjawab panggilan tersebut dengan sebuah senyum.
"Ya? Oh gue di ruang musik. Bisa kok. Gue ke sana sekarang ya,” jawab Sam dan memutus sambungan telepon tersebut.
"Gue duluan ya, Clarissa manggil gue. Bye,” pamit Sam langsung tanpa aba-aba. Bahkan ia tak melihat sedikitpun Aileen saat hendak berjalan ke luar ruangan musik hingga menutup pintu.
Setelah Sam keluar dari ruangan itu, ia merutuki kebodohannya yang dengan gampangnya mengatakan permainan Aileen kurang baik demi menutupi kegugupannya.
"Bodoh!" Katanya pada dirinya sambil mengusap kasar wajahnya. Tak ingin berlama-lama ia pun langsung melangkahkan kakinya menuju aula menemui Clarissa.
Aileen yang melihat kepergian Sam tiba-tiba hanya membuang nafasnya kasar. Berusaha membuang sakit dihatinya bersamaan dengan karbon dioksida yang dihembuskannya.
Namun ia tak ingin berlarut dalam kesedihan. Setidaknya ia berada sebuah ruangan yang bisa mengisi jiwanya. Ia kini beralih ke sebuah keyboard di dekat dinding.
Ia mencoba menekan tuts-tuts yang ada sambil berusahan menemukan nada yang pas. Merasa memiliki lagu yang pas untuk dimainkan, ia segera saja duduk di sebuah bangku, dan mulai memainkan sebuah lagu.
Belum selesai lagu tersebut dimainkan, pintu ruangan tersebut tiba-tiba terbuka dan menampilkan seorang laki-laki yang Aileen yakini pasti anggota band di sekolah.
"Siapa lo? Ngapai lo di sini?" Tanya laki-laki itu menghampiri Aileen.
"Eh, eh maaf. Gue anak baru. Tadi gu-.”
Belum selesai Aileen memberi jawaban, laki-laki tersebut justru menyeretnya keluar dan memanggil teman-teman yang lain.
Dan saat ia sudah terseret keluar, ia bisa melihat 3 laki-laki lain berdiri di sana sambil menatapnya layaknya sedang melihat seorang pencuri. Aileen yakin mereka adalah teman dari laki-laki yang menyeretnya itu.
Masih dengan tangannya yang dipegang laki-laki tadi, tiba-tiba.. BYURR
biasanya orang luar lbh berani.lawanlah...
udah penasaran banget
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuuuk mmpir juga dikaryaku berjudul "menikah karena perjodohan (Haris dan Hana) " smoga berkenan, mksh 🥰🥰🥰
boomlike dari ditinggal nikah dan kamulah harpanku hadir...ditunggu feedbacknya iga
lanjut thor...
mari saling dukung 😊✌️