NovelToon NovelToon
Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Zinnia Azalea

"Aku harus menikahi Maura dan membalaskan dendamku kepadanya," Dave mengepalkan tangannya geram setelah ia dinyatakan bebas dari jerat hukum yang menderanya.

Beberapa waktu lalu, dalam keadaan mabuk, Dave menabrak seorang pemuda dan meninggalkannya terkapar seorang diri.

Leo adalah ayah dari Maura yang juga seorang jaksa yang menyelidiki kasus tabrak lari Dave. Leo menyuruh Maura untuk mendekati Dave dan mendapatkan barang bukti agar Dave bisa dijebloskan ke jeruji besi.

"Aku akan menceritakan semua rahasiaku kepadamu, tetapi dua hari lagi kita harus bertunangan," ucap Dave yang sudah tergila gila pada Maura. Tanpa ia sadari, Maura merekam semua ucapannya.

Bagaimanakah kisah cinta antara Dave dan Maura Sanggupkah Dave balas dendam kepada wanita yang masih ia cintai?

Cover Source : Pinterest.

Setting tempat : Paris, Perancis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zinnia Azalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembang Api

Dave dan Maura berdansa di tengah taman Hotel Le Bristrol Paris. Dave memegang pinggang Maura dengan kikuk, Maura melingkarkan tangannya di leher Dave. Maura menundukan pandangannya, karena merasa malu semua mata kini tertuju padanya.

"Kalau sedang berdansa lihatlah teman dansamu! Aku seperti dansa sendiri. Kalau bukan karna permintaan Valerie, aku tidak mau berdansa denganmu!" Dave berbisik ditelinga Maura.

"Maaf! Aku sangat grogi. Aku juga tidak mau berdansa denganmu."

"Pasti semua wanita grogi jika berdansa dengan pria setampan aku," lanjut Dave lagi dengan percaya dirinya.

"Bukan grogi padamu. Aku grogi kepada mereka yang sedang menonton kita," Maura mencebikan bibirnya

"Sekarang fokuslah lihat wajahku ! Anggap saja di sini hanya kita berdua!" Bisik Dave dengan masih memandang Maura lebih intens. Mereka mulai menikmati alunan lagu diiringi angin malam yang syahdu. Dave memperhatikan Maura, tatapannya dalam. Di dalam hatinya ia tidak mau ini semua berakhir. Dia berharap waktu berhenti berputar.

"Mungkinkah aku mulai tertarik padamu? " Batin Dave dalam hati.

Sementara Maura melihat mata Dave dengan malu-malu. Kini setelah Maura perhatikan, mata Dave itu berwarna Biru pucat jika terlihat dalam jarak dekat. Angin sepoy sepoy menerpa rambut Maura lembut, rambutnya tersibak membuat Dave ingin mengacak-ngacak rambut itu. Dave menarik Maura dalam pelukannya, Ia menyandarkan kepala Maura di dada bidangnya itu. Sangat jelas terdengar suara detak jantung Dave yang sangat cepat.

"Apa dia sedang grogi? Tapi mengapa aku sangat nyaman berada dipelukan Dave? Pasti aku sudah gila! " Batin Maura seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sementara Valerie yang melihat pemandangan itu terlihat sangat senang, karena misinya mendekatkan kakaknya dengan Maura akan berhasil.

"Val kau temanilah kakakmu berdansa! Keen, temani Valerie berdansa!" Perintah Albert.

Tampak Valerie dan Keenan membulatkan matanya karena kaget. Tetapi mereka juga tidak bisa menolak. Apalagi yang menyuruhnya adalah Albert.

"Ayo nona!" Sekretaris Keenan menyodorkan lengannya ke arah Valerie. Valerie hanya menaikan bibirnya ke atas, tersenyum sinis namun ia juga tidak bisa menolak keinginan ayahnya.

"Baiklah," sahut Valerie dengan nada malas.

Vaalerie dan Sekretaris Keenan mulai berdansa menyusul kakaknya, Dave. Ia melingkarkan tangannya di leher Sekretaris Keenan.

"Mengapa di hari ulang tahunku aku harus mengalami peristiwa mengenaskan seperti ini?" Valerie mengomel dengan memasang wajah masamnya.

"Saya juga begitu tersiksa berdansa dengan anda, Nona. Apalagi kaki anda dari tadi menginjak kaki saya," Sekretaris Keenan berkata dengan entengnya.

Valerie tak menggubris perkataan Sekretaris Keenan. Ia masih menginjakan kakinya di atas kaki Sekretaris Keenan dengan senyum usilnya. Valerie mempercepat dansanya, Sekretaris Keenan hanya meringis saat kaki Valerie yang memakai High heels yang tinggi dengan sangat sengaja menginjak kakinya terus menerus.

Sementara tamu yang menonton pun ikut berdansa bersama pasangan mereka masing-masing, kecuali Becca yang hanya duduk di meja tamu dengan perasaan dongkolnya. Hatinya begitu terbakar saat melihat Maura menyenderkan kepalanya di dada pria yang ia cintai. Mengapa ia sangat tidak rela Dave  dekat-dekat dengan gadis lain? Padahal dia sendiri yang memutuskan hubungan mereka. Kini di lubuk hatinya, ada rasa sesal dan takut kehilangan. Namun di satu sisi, ia juga tidak bisa melepaskan kariernya begitu saja.

Wartawan masih sibuk memotret Dave dan Maura. Menurutnya momen ini lebih penting dari ulang tahun Valerie, karena beberapa minggu lagi Albert akan segera resmi pensiun dan memberikan beban seluruh aset perusahaan untuk di kelola oleh Dave. Setelah menjadi CEO baru, pasti semua akan bertanya-tanya dengan siapa Dave akan melepaskan masa lajangnya.

"Potret terus tuan muda! Besok kita akan membuat berita tentang kedekatannya dengan gadis itu," salah satu kepala wartawan memberikan intruksi.

"Baiklah," sahut wartawan yang lain dengan begitu antusias

Setelah selesai sesi dansa, semua tamu kembali ke tempatnya masing-masing. Mereka mulai menikmati jamuan yang disediakan oleh keluarga Abellard.

"Maura?" Valerie memeluk Maura dengan manjanya

"Kau sengaja ya menyuruhku untuk berdansa dengan kakakmu?" Maura menatap sahabatnya dengan tatapan curiga

"Anggap saja itu kado di hari ulang tahunku. Mengapa kau pelit sekali? Itu hanya sebuah dansa saja kok."

"Untung saja ini hari ulang tahunmu. Jika tidak, aku sudah menceburkanmu ke dalam kolam," seloroh Maura dengan wajah galaknya

"Tapi kalian tadi serasi sekali!!" Valerie menarik ujung rambut sahabatnya itu, dan menggulung-gulungnya kecil.

"Tadi kau juga serasi sekali dengan Sekretaris Keenan " Maura  tampak menggoda Valerie, pipi gadis itu bersemu merah.

"Ah, kau menyukai Sekretaris Keenan ya?" Maura mencoba menebak ekspresi Valerie.

"Heh ngawur !!" Valerie mengibas ngibaskan tangannya

"Maura, aku lapar!" Valerie mengalihkan pembicaraan, seraya mengusap perutnya yang datar.

"Tunggulah disini! Aku akan berburu makan," jawab Maura enteng.

"Aku ikut, ayo kita mencari makan!"

"Sudahlah kau diam di sini! Biar aku yang mengambilnya."

"Baiklah, jangan lama-lama!"

Maura berkeliling untuk mencari makanan untuknya dan Valerie. Ia melihat stand Crème brulee. Crème brulee adalah makanan manis khas Perancis dari  yang terbuat dari buah-buahan, vanila, dan campuran susu. Crème brulee mempunyai tekstur yang lembut dan rasanya yang menyegarkan.

Maura langsung menghampiri pelayan yang menghidangkan Crème brulee dan mengambil 2 porsi untuk dirinya dan Valerie. Ia juga mengambil 2 porsi es krim. Setelah selesai berburu makanan, Maura segera menghampiri Valerie dan menikmati makanannya bersama.

Setelah acara jamuan selesai, tiba saatnya menuju puncak acara yaitu pesta kembang api. Semua kru bersiap untuk menyalakan kembang api dengan jumlah yang sangat banyak.

 

Darrrrrrr.. Darrrrrrr.....

 

Kembang api sudah dinyalakan, dan menghiasi langit secara kontinu. Semua tampak menikmati pertunjukan itu, namun tidak dengan Maura. Maura memliki phobia dengan suara bising. Ia akan sangat panik jika mendengar suara petasan, kembang api, suara petir atau pesawat terbang yang lewat. Phobia ini diturunkan dari ibunya saat Maura masih kecil. Maura menutup telinganya dengan mata terpejam. Dave yang berdiri di belakang Maura memperhatikan gelagat anehnya. Kini ia menyadari Maura sedang dilanda kecemasan, Ia langsung menghampiri Maura dan menutup telinganya dari belakang.

"Tenanglah, kau tidak akan apa-apa! Ini hanya suara kembang api bukan ledakan bom," Dave berbicara di telinga Maura. Maura hanya menganggukan kepalanya pelan seraya masih menundukan kepalanya.

Dave memutar bahu Maura, kini mereka berhadapan satu sama lain. Maura masih menutup matanya.

"Bukalah matamu! Kau akan baik-baik saja bersamaku," perintah Dave.

Maura perlahan membuka matanya, yang pertama kali dia lihat adalah Dave yang sedang berdiri dihadapannya. Tatapan mereka bertemu, hati mereka berdesir satu sama lain.

 

Darrrr.... Darrrrrr.......

 

Kembang api kembali memenuhi langit Hotel Le Bristrol Paris, membuat Maura terperanjat. Kepalanya menjadi pusing dan penglihatannya sedikit kabur. Dave langsung menarik Maura kedalam pelukannya. Ia sangat tahu bahwa yang dialami Maura adalah serangan panik. Dave menepuk-nepuk pelan punggung gadis mungil itu. Hatinya menghangat saat memeluk Maura sedekat ini. Rasa ingin melindunginya semakin besar. Sementara dari kejauhan tampak sepasang mata sedang memperhatikan mereka dengan hati yang terluka.

 

 

 

Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung novel terbaru author. Terima kasih 🤗

1
Rossida Sity
ingat Dave benci dan cinta itu bedax cm tipis
Yusria Mumba
semoga saja razel cepat sadar,
Yusria Mumba
Hi amiin kenapa ayah membelah anak, ny yang bersalah,
Rawin Usman
kusuka visualnya .....
Valkarin Lv
baru hadir
Vera Desi Mamahit
bukannya tadi dave nginap di rumah ortunya maura.... lah kabar bahagia ini masa ga di kasih tau sm ortunya maura .🤔🤔🤔
Kim Nari
semangat kak
nobita
awal yg menarik... like dan yg pastinya favourite
Dilawatiadnan
semoga endingnya Bagus
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Dilawatiadnan
seru ceritanya TPI klu boleh namanya jgn panjang2
Vita Angriyanti
baru coba baca
dyve
rambut*
dyve
bahkan*
dyve
pada*
Partiah Yake
bagussssssss
TiEn Lee
suka bgt sama alurnya, dari terpaksa menikahi alula sampai mampir disini
Aisyah Wachs
Dalam kasus ini aku tidak suka dengan sikap Papanya Maura yg libatkan anak demi popularitasnya, begitu juga Maura, menikam dari belakang orang yang tulus menyayanginya
Rhenii RA
Biasanya kalau cumlaude dikasi selempang dan bucket bunga juga gak sih?
rizkijr
keren thorrr👍👍👍👍👍👍👍👍
rizkijr
terima kasihhh thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!