NovelToon NovelToon
Papa Tiri Anti Bakteri

Papa Tiri Anti Bakteri

Status: tamat
Genre:Cintamanis / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

Xavier Rey Lergan hidup dalam sangkar steril akibat dirinya yang mengidap Myshopobia, hingga orang tuanya nekat menjodohkannya dengan Nara, seorang single mom. Pernikahan ini menjadi medan tempur antara si perfeksionis dan wanita tangguh yang tak mau diatur.

"Nara, sudah kubilang jangan diletakkan di sini!" bentak Xavier saat melihat barang berserakan.

"Diam Tuan Bakteri! Ini kamarku, keluar! Kamu kan belok!" balas Nara sengit.

"Aku hanya anti bakteri, bukan anti wanita!" seru Xavier tak terima.

Di tengah pertikaian, hadir Raya seorang putri kecil Nara yang polos. "Papa Laya balu cekalang! Halusnya dali dulu mama cali Papa balu, kenapa balu cekalang? Papa lama, buang aja ke celokan!" ucapnya menggemaskan.

Akankah kesterilan Xavier runtuh oleh kehangatan keluarga kecil ini, ataukah perbedaan prinsip tentang kebersihan akan memisahkan mereka selamanya?

"Bagaimana bisa aku menikahimu, sementara aku tak suka bekas orang lain?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan 2 Keluarga

Xavier beranjak berdiri, menatap sang Bunda dengan tatapan lekat dan serius. "Aku akan mencoba pernikahan ini. Aku akan memaksa diriku sampai aku merasa benar-benar tidak sanggup lagi."

"Maksudnya apa?" tanya Raisa bingung.

"Jika dalam waktu tiga bulan pernikahan tidak ada perubahan dalam diriku, artinya aku menganggap cara Bunda telah gagal total. Aku berhak mengajukan cerai tanpa ada bantahan dari pihak mana pun. Bagaimana? Adil?"

Raisa dan Xander kaget mendengarnya. Menjadikan pernikahan sebagai masa percobaan adalah hal yang sangat berisiko, apalagi pernikahan adalah hal yang sakral. Raisa hendak membuka suara untuk memprotes, tetapi Xander mengangkat tangannya, memberikan tanda agar istrinya diam. Pria paruh baya itu menatap putranya dengan tatapan menantang yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Tatapan itu seolah-olah ia sudah tahu bagaimana akhir dari permainan ini.

"Baiklah, tiga bulan ...," Xander mengangkat tiga jarinya ke udara, sementara tangannya yang lain masih memegang pisang yang tinggal separuh. "Selama tiga bulan, Ayah ingin lihat bagaimana usahamu. Jika kamu sama sekali tidak ada usaha untuk mendekati istrimu, maka perjanjian itu dianggap tidak berlaku. Bagaimana? Deal?" ucap Xander sambil mengulurkan tangannya yang bersih ke arah putranya.

Xavier menghela napas pelan, merasa terjebak namun tidak punya pilihan. "Deal," balasnya singkat.

Tapi bukan Xander namanya jika tidak jahil. Ia sengaja meraih tangan putranya yang bersih itu dan meremasnya dengan sangat kuat, setelah sebelumnya ia dengan sengaja mengg4ruk sela jarinya sendiri. Xavier langsung memekik kaget, wajahnya memucat pasi.

"AYAAAAAH! AYAH HABIS GARUK APA INIIII! KOTORRRRR!" teriak Xavier histeris. Ia langsung berlari kencang menuju wastafel untuk menyikat tangannya sebersih mungkin, meninggalkan Xander yang tertawa terbahak-bahak dengan perasaan puas. Namun, tawanya terhenti seketika saat melihat tatapan tajam dan mem4tikan dari Raisa.

"Kamu ini suka sekali bertindak tanpa berpikir panjang!" tegur Raisa kesal sambil memvkul lengan suaminya.

"Astaga Sayang, dengarkan aku dulu," Xander melahap sisa pisangnya, lalu merangkul istrinya dengan lembut meskipun Raisa masih tampak merengut.

"Coba kamu pikir, ketika dua orang dipertemukan setiap hari, bangun tidur melihat wajahnya, sebelum tidur melihatnya, terlibat dalam perdebatan-perdebatan kecil ... apa mungkin perasaan mereka tidak akan bergetar? Putra kita itu belum mengenal cinta, dia hanya mengenal kuman. Jadi akan lebih mudah meluluhkan hatinya daripada pria yang sudah berpengalaman. Dulu saat kita menikah, memangnya kamu langsung cinta padaku? Tidak kan? Tapi lihat sekarang, kamu tidak bisa hidup tanpaku. Begitu juga dengan Xavier nanti. Jadi, jangan khawatir," ucap Xander dengan mata berbinar penuh rencana.

Raisa menyipitkan matanya, menatap suaminya dengan curiga. "Kalau rencana ini gagal beneran dan putra kita tetap dingin seperti es batu di laboratorium, kamu yang akan aku makan hidup-hidup!" desisnya sebelum melangkah pergi meninggalkan Xander yang mel0ng0 tak percaya.

"Dih, kok malah kena aku sih yang disalahkan?" gumam Xander heran. Ia menghela napas pelan dan segera mengeluarkan ponsel dari saku celananya, menghubungi seseorang yang namanya sudah ada di daftar kontak teratas.

"Halo Angkasa, bagaimana? Putrimu bersedia? Oh ya? Bagus sekali! Putraku juga sudah bersedia. Jadi, kapan kita bertemu untuk mengatur semuanya?"

.

.

.

.

Hari yang ditentukan akhirnya tiba. Sesuai kesepakatan dua orang tua yang sangat berambisi itu, keluarga Lergan dan keluarga Rodriguez berjanji untuk bertemu di sebuah restoran bintang lima yang sangat mewah dan eksklusif. Restoran itu memiliki standar kebersihan yang sangat tinggi, sebuah permintaan khusus dari Xavier agar ia tidak pingsan di tempat.

Keluarga Rodriguez telah tiba lebih awal. Mereka duduk di sebuah meja panjang yang sudah dipesan khusus. Nara duduk bersama putrinya, Raya, di pangkuannya. Ia tengah sibuk menyuapi es krim vanila ke mulut kecil anak itu agar tetap tenang selama acara berlangsung. Sementara Angkasa dan Jingga tengah mengobrol santai sejenak.

"Mama, kita kecini mau makan kan? Kenapa Opa dali tadi ngomoooong telus? Mau konceeel ya?" seru Raya dengan mata membulat sempurna, suaranya yang cempreng memecah kesunyian di antara orang dewasa.

Nara terkekeh kecil, menc1um pipi gembul putrinya. "Bukan konser, Sayang. Opa lagi ngobrol penting. Ayo makan es krimnya lagi. Nanti kalau makanan berat sudah datang, Raya harus makan nasi loh ya," bujuk Nara lembut.

"Acal ada cileeeeng, bica di bicalakan Mama," celetuk Raya dengan wajah serius seolah sedang bernegosiasi bisnis tingkat tinggi.

"Mana ada cireng di restoran semewah ini, Raya," ucap Nara sambil memutar bola matanya malas, merasa gemas dengan tingkah putrinya yang sangat menyukai jajanan itu.

"Maaf, kami terlambat." Suara itu membuat Nara, Angkasa, dan Jingga menoleh secara bersamaan ke arah pintu masuk area privat tersebut.

Angkasa dan Jingga tersenyum lebar sambil beranjak berdiri menyambut calon besan mereka, terlebih pada sosok pria yang tampak sangat rapi dalam balutan setelan jas abu-abu tua tanpa sedikit pun noda atau kerutan. Nara pun bersiap untuk memindahkan putrinya ke kursi di sebelahnya agar bisa bersikap sopan pada tamu yang baru datang. Namun, saat baru saja menegakkan tubuhnya dan menatap wajah pria yang berdiri di depan meja, betapa terkejutnya ia.

Tatapan matanya bertemu dengan netra tajam milik pria itu. Sosok pria yang pernah ia temui secara tidak sengaja di sebuah kafe minggu lalu, pria yang menolongnya saat itu.

"Kamu?" tebak Nara dengan mata membulat sempurna, suaranya tertahan di tenggorokan karena rasa syok yang luar biasa.

Xavier, yang juga baru menyadari siapa wanita yang ada di hadapannya, langsung menoleh ke arah orang tuanya dengan tatapan tidak percaya yang bercampur dengan rasa muak yang tak tertutup.

"Maksud kalian ... janda ini yang harus kunikahi?" tanya Xavier tanpa memfilter kata-katanya, suaranya terdengar sangat meremehkan.

"Xavier! Jaga bicaramu!" tegur Raisa keras, merasa sangat malu dengan ucapan putranya di depan keluarga Rodriguez.

"Janda katamu?!" pekik Nara yang membuat semua orang menatap ke arahnya.

1
Hafifah Hafifah
🤣🤣🤣🤣 si biru mirip ama anakku yg suka ngoleksi ikan yg hasil dia mancing dan nangkap sendiri
sayur_kubuk
kata nara teh "modus"/Tongue/
sayur_kubuk
gawatttt Nara ternyata serangganya lumayan besar/Joyful/
sayur_kubuk
aduh kasian Laya nyebur ke empang🤣
sayur_kubuk
aliran anti bakteri /Joyful//Joyful/
Kayla Callista
Raya anak kuat, anak hebat😭jangan sedih Raya, nganti saja papa baru yang lebih keren
Lanjar Lestari
Raya lucu pasti Raisa yg datang atau ortu Nara
Lanjar Lestari
cerita Aga Atan kapan ini yg salah jodohin suaminya sm Arga padahal istrinya maunya Artan🤣🤣🤣🤣
Hafifah Hafifah
kasihan uncel biru ikannya pada mati semua
Hafifah Hafifah
iya cucu yg punya rumah sakit 🤣🤣
Lanjar Lestari
terlambat baca Xavier ini krn sakit 😭😭😭😭 maaf Ka Rara menghilang aku
neni onet
astaga, papa capier diperkosa, apa setelahnya datang damkar, menyiram antiseptik ke dalam kamar 😄
neni onet
heiii,
ciuman pas bangun tidur itu kuman semua tauu, jigong tapi emang nagih seeh 😄
Hafifah Hafifah
si Xavier udah mulai nerima kehadiran Nara dan raya nih
Rani Saraswaty
6bln cere stelah 5th bertahan demi anak, sisa2 cinta sitik2 lah ....dr tmn jd besti lanjut suami ya panjng n lm tuh...
Pupun
curiga saya nanti. Nara ketemu si Zeno😄
Pupun
jangan salahkan anakmu Sanders salahkan menantimu yang geblek itu😡saya saja yang baca ikut kesel
Pupun
kalau kamu salah syukur deh karena sudah tidak pantes juga bertanya mantan mu apalagi bertanya-nya sama suami mu😡saya saja jd perempuan g mau bertanya2 seperti itu
Pupun
ee perempuan dodol. pikiran buntu.. ngapain juga kamu mau bertanya dengan laki2 yang sudah melukai dan menjadi penyebab hancurnya RT mu yang dulunya tidak peduli dengan keadaan anakmu sekarang masih kamu tanyakan keberadaannya yah jelas suamimu sekarang tersinggung lah dan kecewa dengan ucapanmu sepertinya Nara semakin kesini rada gatal juga yah 😡
Pupun
Nara juga tidak. bisa lihat suasana 😡kadang saya kesel baca novel. si wanita kalau merasa terlalu dicintai dan disayangi sama pasangan nya sudah mulai banyak tingkah bertanya yang g penting dan akhirnya memancing pasangannya untuk emosi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!