Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Dating Biasa #2
Aryan pun menghela napas, dan dia pun kembali ke tempat dimana calista duduk, sambil menyembunyikan bunga mawar di belakang punggungnya.
"Aryan apa yang kamu sembunyikan?". Tanya Calista dan berusaha untuk melihat apa yang di sembunyikan aryan.
"Mmm ini calista, tadinya aku mau kasih kamu sesuatu, tapi sepertinya_".
"Kenapa aryan, coba aku lihat ayo cepat tunjukan".
Aryan pun menunjukan bunga mawar nya kepada calista
"Heheh maaf ya calista sudah layu begini, mungkin karna kelamaan aku taruh di bagasi".
"Mmmm tidak apa apa aryan masih tetap cantik kok".
"Calista aku mau mengatakan sesuatu".
"Apa itu? ". Calista mulai penasaran.
"Sejak pertama kita bertemu, aku sudah tertarik padamu, kau adalah wanita yang baik.kamu bahkan tidak merasa malu saat dekat dengan ku, padahal aku hanyalah seorang pelayan, kamu tidak memandang ku dari penampilan dan derajatku, padahal kamu ini wanita karir yang sukses. Aku menyukaimu calista". Ucap Aryan.
Calista hanya terdiam memandang wajah aryan.
"Aduhh kenapa aku deg degan begini yah".Gumam Calista dalam hati.
"Kenapa kamu diam saja calista?, ya aku sadar kok aku ini siapa jadi mana mungkin kamu mau menerimaku". Ucap Aryan dengan muka sedih.
"Aryan aku kan belum jawab, kenapa kamu begitu". Kemudian Calista mengambil bunga mawar yang ada di tangan Aryan.
Seketika wajah aryan pun berubah menjadi senang.
"Kamu menerimaku?, makasih Calista, aku sangat senang". Aryan tersenyum bahagia, dia pun meraih tangan Calista dan memegangnya
"Aryan aku kan belum jawab, aku mau atau tidak". Calista pun senyum senyum sendiri.
Wajah aryan pun kembali bersedih lagi, dan dia langsung melepaskan tangan Calista.
"Aku mau Aryan". Ucap Calista lirih
"Apa aku tidak dengar, coba katakan lagi". mendekatkan telinganya ke arah Calista.
"Aku mauu".
"Apa bisa lebih keras lagi?".
Calista pun berteriak pas di telinga Aryan, dan membuat orang orang yang ada disitu juga langsung mengalihkan pandangannya ke arah Calista. "Akuuu mauuuuuuu!!!!".
"Aww kencang sekali suaramu, sampai sakit telingaku". Ucap Aryan sambil memegang telinganya.
"Kan kamu tadi yang minta lebih keras kan, terus ini salahku?, huhh kamu ini menyebalkan". Calista langsung menyenderkan tubuhnya di kursi dan menyilangkan tangannya di dada, seketika wajahnya merengut.
"Iya aku minta maaf, aku yang salah. tapi kamu mau kan jadi kekasihku?".
"Apa aku harus berteriak lagi di telingamu!!". Ucap Calista masih cemberut.
Aryan meraih kedua tangan Calista dan memegangnya dengan erat, kemudian ia menatap wajah calista.
"Terimakasih Calista, aku sangat bahagia karena kamu mau menerimaku, jangan marah lagi ya". Sambil mengelus pipi Calista.
Calista pun tersenyum bahagia.
Akhirnya mereka pun jadian, dan dating malam ini hanya makan bakso saja, karena hari mulai larut malam dan tidak cukup waktunya kalau harus menuju tempat yang sudah di siapkan. Calista juga sudah mulai gelisah takut sang ayah akan memarahinya lagi jika pulang terlalu larut.
Setelah selesai makan, mereka pun lanjut untuk mendorong motor ke pom bensin yang sudah dekat.
Setelah selesai mengisi bensin. Aryan pun langsung mengantarkan calista pulang.
Sesampainya di depan gerbang rumah calista, dia pun langsung turun.
"Terimakasih ya untuk malam ini, aku bahagiaa sekali". Ucap Calista.
"Aku lebih bahagia Calista, ya sudah kamu cepat masuk sana nanti papah kamu marah lagi, selamat beristirahat yah bidadariku". sambil mengusap lembut puncak kepala Calista.
"Iya Aryan, kamu hati hati ya di jalan sampai ketemu besok".
Aryan pun beranjak pulang.
Calista segera masuk ke dalam rumah, dan seperti biasa papah Calista selalu memperhatikannya dari atas balkon, dia sangat emosi sekali. Tapi malam ini dia tidak memarahi Calista, dia hanya menatap tajam calista saat dia sedang menaiki tangga.