NovelToon NovelToon
The Failed Playboy

The Failed Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:204.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nureti

Cerita ini tentang cowok 'penakut' yang selalu ditolak sama cewek.

Dia bernama Dafa, dimana dia selalu berteman dengan cewek dan dengan mudahnya dia jatuh cinta. Entah beneran cinta atau karena merasa iri sama yang lain yang bisa dengan mudahnya mendapatkan pacar. Dafa tipe orang yang mudah terbawa perasaan, sehingga jika ada seseorang yang baik kepadanya dia langsung suka. Tetapi sayangnya, yang dekat dengannya rata-rata hanya menganggap dia sebagai teman tidak lebih.

Ikuti ceritanya dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nureti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Pulang sekolah.

"Guys, kita ke rumah Viana yuk." ucapku.

"Ngapain ke rumah gue?" tanya Viana.

"Mau bantuin lu bersih-bersih, iya mainlah Viana." kata Dafa.

"Kalau bantuin gue bersih-bersih gue setuju 100%, tapi kalau buat kekacauan di rumah gue, ogah." katanya.

"Sebelum kita ke rumah lu juga, kamar lu sudah kayak kapal pecah mungkin." ucap Lastri.

"Suek lu." kata Viana.

"Lastri kalau ngomong suka benar." kata Dafa ketawa.

"Iya, mending lu mah diam saja dah Tri. Ngeselin." kata Viana.

"Jadi gimana nih?" kataku.

"Sorry gue tidak bisa." kata Lastri.

"Takut dimarahin bapak lu?" kata Viana yang sudah tahu alasannya.

"Hahaha." kata Dafa tertawa.

"Lu ikut tidak Daf?" tanyaku.

Belum sempat Dafa jawab, Viana sudah duluan ngomong.

"Jangan ajak Dia deh ribet." katanya.

"Suek lu Na, gue tetep ikut." kata Dafa.

Kita nungguin bus di depan sekolah bersama Liyah teman Viana sekaligus tetangganya itu.

Aku sudah di dalam bus duduk bersama Dafa dan Viana bersama Liyah di tempat duduk depan kita.

Sampai di rumah Viana, kita bersalaman dengan ibu dan bapaknya Viana.

"Assalamualaikum bu." ucap Viana yang melihat ibunya lagi duduk di teras rumah. Kita bergantian menyalaminya.

"Oh ada teman-temannya Viana, ayo masuk saja." katanya.

"Iya bu." kataku dan Dafa.

Kita masuk ke dalam rumah dan melihat ada bapaknya Viana yang lagi duduk di sofa ditemani kopi hitamnya.

"Assalamualaikum pak." ucap Viana dan menyalaminya, diikuti aku dan Dafa.

"Eh waalaikumsalam ternyata ada tamu, ayo silahkan duduk bapak masuk ke dalam dulu." katanya yang langsung membawa kopi hitamnya dan pindah ke ruang televisi.

Aku dan Dafa duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Viana pergi ke dalam dan membawakan kita makanan dan minuman.

"Ya ampun Na repot-repot amat." kataku membantunya.

"Sudah silahkan dimakan." katanya.

Dafa langsung mengambil gorengan dan memakannya, sedangkan aku meminum es tea.

Kita ngobrol-ngobrol bahas tentang mau melanjutkan sekolah dimana, karena sebentar lagi sudah mau kelulusan sekolah.

"Lu mau lanjut sekolah dimana Na?" tanyaku.

"Paling gue mah di SMA N 1 Soedirman." katanya.

"Kalau lu Daf?" tanyaku.

"Kayaknya gue di SMK nya." katanya.

"Gue juga disitu." kataku.

"Yey, kita ketemu lagi." kata Dafa.

"Untung gue tidak lihat muka lu lagi Daf, sudah cukup gue tiga tahun sekelas mulu sama lu." kata Viana.

"Awas kangen lo Na." kata Dafa.

"Najis." kata Viana.

"Kalau Lastri dimana iya?" tanyaku.

"Paling Lastri sama kayak gue, tapi gue berharap tidak ketemu lagi sama dia sih." kata Viana.

"Kenapa?" tanya Dafa.

"Tidak bisa diajak cerita, sekali ngomong nyakitin." kata Viana.

"Haha iya juga." kata Dafa.

"Kalau Yanti kira-kira dimana iya?" tanyaku melirik Dafa.

"Apaan sih Nin?" tanya Dafa.

"Iya tidak apa-apa orang cuma nanya, iya kan Na?" kataku.

"Iya, siapa tahu lu bisa jawab." kata Viana.

"Dia pernah cerita sih di SMA N 1 Soedirman sama kayak lu Na." kata Dafa.

"Tuh kan lu tahu Daf." kata Viana menyindir Dafa.

"Kalau Lestari dimana?" kataku menahan tawa.

"Kalian apa-apaan sih." kata Dafa kesal.

"Iya orang nanya mah tidak ada salahnya iya kan Nin? kan kita tidak tahu makanya nanya." kata Viana.

"Bodo amat." kata Dafa.

"Hahaha." aku dan Viana tertawa.

Tak terasa waktu sudah mulai sore. Aku dan Dafa pamit untuk pulang.

"Iya sudah Na, gue dan Dafa pulang dulu iya sudah sore." kataku.

"Iya sudah hati-hati." kata Viana.

"Ibu, bapak dimana Na? mau pamitan." kataku.

"Ibu lagi ngerumpi di tetangga sebelah, sedangkan bapak tuh lihat sendiri lagi tidur di ruang televisi." kata Viana.

"Oh iya sudah, salamin saja yah." kataku.

"Iya, nanti gue salamin." kata Viana.

"Bye." ucapku dan Dafa bersamaan.

"Bye hati-hati. Kalau jatuh bangun sendiri." katanya.

"Oke." kata Dafa.

Aku dan Dafa menunggu bus untuk balik ke rumah, tidak harus menunggu lama, tiba-tiba bus sudah datang. Aku dan Dafa masuk dan aku duduk di samping jendela sedangkan Dafa di sampingku, karena dia yang turunnya duluan jadi aku yang duduk di samping jendela.

Jarak rumah Viana ke Dafa tidak terlalu jauh hanya butuh waktu 10 menitan jadi bus yang kita tumpangi sudah sampai di sebrang jalan depan rumah Dafa.

"Aku turun duluan yah, kamu hati-hati." kata Dafa sebelum turun.

Dafa suka manggil aku, kamu kalau kita lagi berdua saja.

Aku hanya balas dengan senyuman.

Sedangkan di depan, bus berhenti lagi menandakan ada penumpang yang mau naik. Penumpang itu naik ke bus dan duduk di sampingku yang kosong karena Dafa sudah turun.

"Hai." ucapnya.

Aku menengoknya.

"Ikhsan." kataku kaget.

"Habis dari mana?" tanyanya tersenyum.

"Dari rumah Viana, lu sendiri dari mana?" tanyaku balik.

"Ini gue dari SMA islam." katanya.

"Oh lu mau lanjutin disitu?" tanyaku.

"Iya, lu dimana?" tanya Ikhsan.

"Ah gue mah di SMK N 1 Soedirman saja yang dekat sama rumah." kataku tersenyum.

Ikhsan hanya menganggukan kepala tandanya mengerti.

"Hmmm Nin." ucapnya ragu.

"Iya ada apa?" tanyaku.

"Besok malam sibuk tidak?" tanyanya.

"Hmmm kayaknya tidak deh, kenapa?" tanyaku.

"Kita jalan yuk." katanya.

Deg.

"Ini beneran?" batinku.

"Hey, kenapa?" tanyanya.

"Oh tidak ada. Boleh, jam berapa?" tanyaku.

"Nanti gue kabarin lagi." katanya.

"Oke." kataku tersenyum.

Bus sudah sampai di jembatan dan aku turun duluan.

"Gue duluan yah." kataku.

"Iya, hati-hati iya." katanya berdiri mempersilahkan aku keluar.

"Iya makasih." kataku.

Aku turun dan melanjutkan jalan kaki menuju rumah.

...****************...

1
June
semangat terus kak
jangan lupa mampir di karyaku juga ya
Bryan Sbasthiant Pernandez
bacanya pusing
minding baca komik bobo
Jhie Abhy
ini tentang dafa ataw tentang nina... bikin pusing.. 🙈
Puan Harahap
mampir nih 10 like ya thor
Puan Harahap
salken thor, pria idola, mampir ya
Bahrudin Udin
anak rajin dan sholeha
Keii68
like buat cerita kakak, semangat selalu ya.

salam dari Barryneald :))
xiaoyu
yuuuhuuu aku mampir yak,, semangat buat karya karya baru lgi thorr 😘
Valerie Grachia
Hallo Kak salam kenal, mampir juga yuk ke novelku "Mengejar Cinta Rangga" siapa tahu suka, makasih
#Izin Thor
kh!@#g fu sh3=g
60 like hadir, semangat thor. salken"jangan panggil aku monster"
Agus Irawan
Yah kok End
HIATUS
Hai thor 👐
salam kenal 🤗
semangat berkarya 💖
jika ada waktu jgn lupa feedback ke karyaku "love in silence" dak tinggal kan jejak like dan comment mu sbg bentuk dukungan karayku 😘
Agus Irawan
Season 2 nya gak ada yah
Agus Irawan
kenapa belum Up
Dea Amira 🍁
ada nma ku tini 🤣🤣🤣smngt trus thor...
Dea Amira 🍁
aq mmpir thor...
Dream Sky
"Sayap Pelindungmu" Telah mampir nih! Dan memberi Like and Komen. Selalu semangat ya kakak! Dan di tunggu FeedBack kakak. Ayo kita sebagai penulis, saling support 😊.
Terima-kasih banyak.
Titin
semangat thor
Titin
like thor
Radin Zakiyah Musbich
aq hadir kembali 🥯🥯🥯

jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🍇🍇🍇

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos ☘️☘️☘️

tinggalkan like and comment ya 🥭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!