NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diam-diam Kagum

Matahari siang ini cukup terik, tetapi tidak membuat Jeviza memudarkan senyumnya. Pelipisnya sudah mengeluarkan bulir keringat, sepatu yang tadinya bersih juga sudah tertempel debu di sekitarnya.

"Vi, kita makan bakmi dulu yuk," ajaknya.

Jeviza dan Tevi sedang mengitari pusat kota Jogja, mereka berkeliling malioboro sejak 3 jam yang lalu. Memilih jajanan di sekitar jalan, minuman, juga beberapa toko bakpia. Bahkan tentengan di tangan Jeviza saja sudah penuh dengan berbagai macam bakpia dengan berbeda rasa.

"Lo suka banget bakpia, Je?" Tevi melirik ke tangan Jeviza yang menenteng 3 kantong plastik bakpia dengan toko berbeda.

Jeviza mengangguk, lalu menggeleng. "Enggak banget jujur aja. Tapi ya doyan, Vi. Kak Puspa yang suka banget, katanya alasan mau tinggal di Jogja juga biar gampang kalau pengen bakpia."

Tevi terkekeh mendengar fakta tentang Puspa yang dikenal sangat galak oleh Jeviza itu. Dibalik kegalakan Puspa ternyata menyukai makanan manis khas kota Jogja.

"Eh, itu kayaknya kedai bakmi deh, ayo Vi, buruan!" Jeviza menarik tangan Tevi masuk ke dalam sebuah warung yang tidak terlalu luas, tidak juga sempit, dengan suasana yang sederhana tapi sangat nyaman.

"Je, sorry ya? Gara-gara gue lo jadi absen hari ini."

Jeviza mengangguk diiringi senyum. "Aman aja, Vi. Lagian gue juga masih capek kok."

Mendengar kata "Capek" yang keluar dari mulut Jeviza langsung Tevi salah artikan, sebagai pengantin baru siapa saja pasti mengira jika lelahnya Jeviza karena sesuatu yang berbau dengan hal intim sebagai pasangan pengantin baru.

Jeviza mengernyitkan keningnya, menatap selidik Tevi. "Kenapa, Vi? Muka gue ada apanya?"

Tevi menggelengkan kepalanya. Berbisik pelan yang langsung membuat Jeviza melebarkan matanya.

"Selamat ya Je, sorry kadonya ketinggalan di kos," bisik Tevi dengan senyum.

"Vi, makasih banget ya? Nggak usah repot-repot ih."

Tevi mengangguk, lalu keduanya fokus dengan pesanan mereka yang sudah datang.

Aroma dari bakmi jawa yang sengaja dipesan lebih pedas, di saat cuaca panas seperti sekarang semakin membuat keduanya bersemangat.

Selesai makan pun, mereka masih tertahan di kedai tersebut. Sesekali Jeviza membalas pesan Bela dan Anggi yang berada di Jakarta. Lalu suara yang tidak asing menyapanya dari arah belakang.

"Jeviza."

Panggilan dari seorang laki-laki membuat keduanya menoleh.

Sempat terdiam beberapa saat, pada akhirnya Jeviza tersenyum ramah.

"Mas Yesa?"

Yesa tak kalah melebarkan senyumnya, berdiri di sebelah meja mereka.

"Dari mana?"

Jeviza tersenyum kikuk, menatap Yesa dan beralih Tevi beberapa saat. "Main mas, sama temen."

Mendapati jawaban Jeviza. Yesa melirik ke arah gadis manis berkaca mata yang duduk di sebelah Jeviza. Mengangguk sopan sebelum kembali menatap Jeviza.

"Balik kapan? Kata mas Arlo kamu baru mudik ke Jakarta?" pertanyaan Yesa langsung diangguki Jeviza.

"Baru kemarin sore mas balik."

Yesa kembali mengangguk. "Acara apa, bukan lamaran kan?"

Deg

Entah kenapa jantung Jeviza ingin copot rasanya hanya mendengar tuduhan tidak benar Yesa. Memang bukan lamaran, tetapi menikah.

Jeviza dan Tevi saling melempar pandang, sebelum akhirnya Jeviza tersenyum kikuk.

"Bukan kok mas," sangkalnya.

Tapi menikah

Lanjutnya dalam hati.

Yesa tersenyum, menatap arloji di tangannya, lalu terdengar helaan napas yang sangat dalam.

"Sorry nih Je, harus balik kerja lagi, selamat datang tetangga," ujar Yesa sebelum kepergiannya.

"Oke mas," balasan Jeviza cukup singkat.

Setelah kepergian Yesa. Tevi melirik Jeviza dengan sorot mata menyipit. "Dia? Siapa, Je?"

"Tetangga mas Arlo, Vi," balasnya tanpa minat membahas laki-laki itu.

Tevi pun hanya mengangguk, tanpa ingin bertanya lebih lagi tentang cowok ganteng yang baru saja bertemu mereka.

Saat keduanya ingin kembali dan Jeviza berniat untuk membayar, keduanya dibuat melongo dengan ucapan kasir di kedai tersebut.

"Udah dibayar sama mas-mas yang tadi mbak."

Dengan menganggukan kepala juga wajah bingungnya, Jeviza melirik Tevi dan kasir di depannya. "O-oh, makasih kalau gitu mbak."

Setelah kelaur dari kedai bakmie tersebut. Jeviza menghela napas yang sangat panjang, ia memegangi dadanya yang terasa berat tadi ketika mengetahui pesanannya dan Tevi sudah dibayar Yesa.

"Napa, Je? Nggak deg-degan karena naksir cowok lain kan?" goda Tevi sontak membuat Jeviza menoleh dengan delikan mata.

"Enggak lah, nggak mungkin," ujarnya penuh percaya. "Gue cuma takut aja jadi kaya berutang gitu Vi, mana keluarga mas Yesa tuh baik banget"

Tevi hanya manggut-manggut saja, ia tidak begitu mengerti hubungan Jeviza dan tetangga Arlo itu.

"Mbak, bakpianya ketinggalan," seorang pegawai dari kedai bakmie tadi menyusul keduanya.

Jeviza dan Tevi menoleh, lalu mengambil alih plastik bakpia tersebut. "Makasih banyak, maaf ya mbak."

Setelah kepergian pegawai tersebut, keduanya langsung meledakan tawanya. Menatap 3 kantong plastik di tangan Jeviza.

 "Sumpah, ada-ada aja ya? Hari ini."

Tevi mengangguk membenarkan. "Kalau lo ketemu mas yang tadi, bilangin makasih buat traktirannya ya, Je."

Jeviza mengangkat satu jempolnya. Menganggukan kepalanya, sebelum menawarkan kepada Tevi tempat yang ingin dikunjungi mereka lagi.

Tetapi Tevi menggelengkan kepalanya. Gadis itu justru pamit pada Jeviza untuk kembali ke kostannya.

"Serius, udah mau balik? Perlu gue anter enggak?"

Tevi buru-buru menggeleng, sebentar lagi sudah mau jam 2 dan bisa saja Kean sudah akan pulang. Tevi tidak ingin membua Jeviza dalam kesusahan karena masih berada di luar saat kepulangan Kean nanti. Tevi tahu, Kean tidak akan marah, tetapi tidak layak rasanya setelah tadi Jeviza sengaja bolos kuliah untuk menemaninya, dan masih hrus mengambil waktu berdua mereka.

"Makasih banyak ya, Je, hari ini gue seneng banget."

Jeviza mengangguk, menyodorkan satu kantong plastik berisi bakpia pada Tevi. "Buat lo, kalau nggak abis bisa kalian makan bareng-bareng nanti di kos."

Awalnya Tevi menolak, tetapi setelah dipaksa Jeviza, pada akhirnya ia menerima dan kembali mengucapkan terimakasih berkali-kali. Sampai akhirnya keduanya terpisah dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Taksi yang Jeviza tumpangi berhenti di gerbang rumah Arlo. Saat ia memasuk pelataran rumah. Motor Kean sudah terparkir di sana. Hanya dengan melihat keberadaan motor Kean saja sudah berhasil membuat jantung Jeviza berdetak dengan sangat cepat, apa lagi jika cowok itu tiba-tiba muncul, sudah pasti bukan hanya jantung Jeviza saja yang berdetak dengan cepat di dalam sana, tetapi tubuh Jeviza juga bereaksi lain.

Dan

Sesuai firasat Jeviza tadi. Tiba-tiba saja pintu gerbang kembali terbuka. Saat Jeviza menoleh, Kean masuk dengan sepasang baju olahraga dan juga earphone di telinga. Keduanya sama-sama saling melempar pandang, bahkan saat langkah Kean semakin dekat, tidak ada yang memutus tatapan mata itu.

"Baru balik, Je?"

Anjir, ganteng banget suami gue

Jeviza meneguk ludahnya kasar saat melihat gerakan Kean dari melepas earphone dan menyugar rambutnya. Semua terlihat sangat memukau di mata Jeviza.

Sengaja banget berkeliaran pas ngga pakai helm

"Jeviza."

1
Iish Qhina
di tunggu dobel upnya kaka
Rini Muharni
Jepi.. Jepi.. pake nanya lg harus ngapain..
Dyah Amalia
lanjut kak kalo bisa double up nya 😄
Tulas Bundae Felli
kak mna nih dobel upnya
Mei TResna Rahmatika
waduhh jepii siap" ada ulet bulu lebih gatel dari vio kaya nya 🤣
Siti Nur Rohmah
uler Keket muncul
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Nikita
hareudang hareudang
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!