NovelToon NovelToon
PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Lari Saat Hamil
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?

Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)

Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NAFSU YANG MELEDAK

Leo mengendarai mobilnya dengan gelisah. Sensasi panas tubuhnya semakin menjeratnya.

"Aissh!! Sialan!" teriaknya dalam mobil.

Semakin kencang ia kendarai mobil hingga masuk ke kediamannya dengan menabrak pagar.

BRUK!!

Semua penjaga kediaman Davarza pun langsung mengerubungi mobil pemilik rumah.

"Tuan! Tuan!" teriak mereka.

Leo keluar dari mobil dengan sempoyongan. Dahinya terbentur setir dan berdarah tapi tidak menghentikan efek obat perangsang yang masuk ketubuhnya.

"Be..reskan semuanya!" perintahnya lalu ia berlari kecil dan semakin kencang menuju pondok belakang rumahnya.

Semua tentara yang berjaga dibuat terkejut dan melongo dengan tindakan komandan mereka itu.

"Gila! Bagaimana bisa Komandan tidak kesakitan setelah menabrak pagar?"

"Kamu lupa jika tubuh Komandan mati rasa?"

"Oh iya..tapi bagaimana bisa ada manusia sekuat itu?"

"Buktinya ada. Luka di dahinya tidak seberapa dengan luka tembakan atau sayatan yang pernah ia terima. Dia biaa bertahan, apalagi...dibuat begituan sama tawanan cantik di belakang"

"Betul juga..anak pemberontak Skotland itu pasti membuat Komandan semakin baik baik saja, tapi entah dengan nya"

"Aku rasa setelah wanita itu kabur kemarin, ia tidak akan dilepaskan oleh Komandan"

"Sepertinya begitu"

Para penjaga rumah pun beransumsi sepuasnya terhadap hubungan Leo dan tawanannya.

Setelah itu mereka membereskan mobil Leo yang sudah penyok dan berasap.

"Betrand dan Zane sedang bertugas di kantor untuk membereskan pemberontakan Irlandia. Mereka akan terkejut saat melihat mobil komandan penyok begini" ujar salah satu penjaga.

"Ya, mereka pasti akan panik" sahut yang lain.

Kemudian mereka semua pun bergotong royong membereskan kerusakan pagar serta membawa mobil tuannya ke bengkel langganan, meskipun sudah pukul 9 malam, bengkel langganan ini pasti akan menerima perbaikan mobil Komandan Militer.

Kembali ke arah Leo yang berlari sekuat tenaga menuju pondok Agatha.

Ceklek!

Ia langsung membuka pintu pondok yang memang tidak pernah dikunci karena dibuat tidak berkunci dari dalam maupun luar pintu. Lalu menutupnya kembali.

Agatha yang baru saja memejamkan mata langsung terbangun dan cukup terkejut dengan kedatangan Leo yang terkesan buru buru.

Biasanya Leo tetap sopan, mengetuk pintu pondoknya.

Tapi apakah ini perubahan sikap pria itu setelah dirinya nekat kabur tadi malam?

Namun melihat kondisi dan penampilan Leo, Agatha mencurigai sesuatu.

"Anda..." gumam Agatha.

Leo berjalan pelan mendekati wanita itu diatas ranjang.

"Aku..aku butuh kamu" sahut pria itu dengan suara rendah yang menekan.

"Butuh saya?" tanya Agatha memastikan.

"Ya...layani aku" jawab Leo yang sudah melepas kemejanya.

Agatha mulai paham, lagi lagi dia dibutuhkan untuk melayani musuhnya di ranjang.

Wanita itu tersenyum menyambut Leo diatas ranjang. Karena sudah bertekad akan meluluhkan hati pria ini, maka tubuhnya sudah tidak akan ia perdulikan.

"Saya akan menebus kesalahan kepada anda karena berani kabur tadi malam. Terserah Sir Leo mau melakukan apa pada saya" ucap Agatha pasrah.

Leo menatap lekat mata abu abu bening milik Agatha yang bercahaya baginya.

"Kamu sungguh cantik" gumamnya tapi masih bisa didengar Agatha.

"Dia memujiku?" batin wanita itu terkejut.

"Mungkin..jika orang tuamu tidak membunuh orang tuaku, kita bisa menjadi sepasang kekasih" lirih Leo lagi sambil mengelus wajah Agatha yang lembut.

Agatha dibuat speechless mendengar perkataan musuhnya ini.

"Tapi..kenyataannya aku harus membalaskan rasa kehilanganku kepada anak pembunuh sepertimu" lanjut Leo dengan sarkasme.

Setelah dipuji tinggi, Leo langsung menjatuhkan Agatha dengan perkataannya.

Beberapa detik berselang, komandan militer ini langsung menerkam mangsanya.

Dengan efek obat perangsang yang ia rasakan, nafsunya naik berkali kali lipat. Leo membuat Agatha benar benar tidak bisa lepas dari cengkramannya.

Suara teriakan, desahan, dan rintihan tidak bisa dibedakan dari Agatha.

Entah wanita itu menikmati atau tidak, tapi hatinya benar benar hancur diperlakukan Leo seperti pel-a-cur yang tidak memiliki harga diri.

"Aku akan membalasmu, Leonardo! Lihat saja!" batin wanita itu disela sela menerima goyangan Leo.

Sampai sampai dengan kekuatan dan keberingasan Leo, ranjang kecil milik Agatha ambruk ke lantai.

Brak!

Leo tak memperdulikannya dan tetap menikmati tubuh Agatha dari ujung kaki hingga ujung kepala.

3 jam sudah pergulatan pelampiasan obat perangsang Leo terhadap Agatha.

Leo terbaring dengan nafas berburu di samping Agatha berusaha mengatur nafas menatap langit langit pondok dengan tenang.

Entah berapa kali pergulatan ini menghasilkan moment puncak keduanya. Leo sampai tidak bisa menahan dirinya sendiri.

"Maafkan aku.." celetuk Leo tiba tiba membuat Agatha menoleh padanya.

"Ada yang sengaja memberikanku obat perangsang malam ini" lanjutnya jujur.

Entah kenapa dari dalam hati Leo, ia ingin mengungkapkan sesuatu kepada Agatha.

"Obat perangsang?" tanya Agatha yang memang belum tau ada obat ini, yang tadi ia kira Leo sangat mabuk.

Tapi seharusnya mabuk saja tidak membuat seseorang sangat gila dalam melampiaskan nafsunya bukan?

"Ya. Obat bajingan dari seorang pengecut. Menjebak seseorang untuk bermalam dengan orang lain yang tidak diinginkan" jelas Leo.

"Untung saja aku bisa sampai kepadamu tepat waktu" lanjutnya membuat Agatha kembali merasa bingung dengan maksud perkataan musuhnya itu.

"Apakah anda hanya menginginkan saya daripada wanita lain untuk hal ini?" tanya Agatha.

Leo menoleh dan menatap wanita yang berbaring di sampingnya.

Ia mengangguk.

Agatha tersenyum tipis.

"Jika kamu tidak membuatku murka seperti tadi malam dan selalu menurut denganku, aku akan memperlakukanmu dengan baik" ucap Leo.

"Ya, aku mengerti dan aku menyesal. Maafkan aku. Aku tidak akan kabur lagi darimu" sahut Agatha.

Kini giliran Leo yang memberikan senyum langka nya.

"Dia bisa tersenyum" batin Agatha dan menyadari jika Leo sungguh tampan dengan mata biru yang dimiliki.

"Matanya..indah" batinnya lagi.

Mereka hanyut saling tatap dan saling mengagumi dalam hati.

"Tidak...tidak..aku tidak akan terjebak dengan semua ini. Dia tetap penjahat, pembunuh orang tuaku dan keluarga Skotlandia. Dia tetap musuhku" elak Agatha dalam hati dan buru buru mendudukan dirinya, mengalihkan pandangan.

Leo tersenyum smirk melihat sikap Agatha yang menghindarinya. Lalu ia ikut duduk.

"Ayo mandikan aku" ajaknya.

Agatha menurut.

Keduanya pun masuk kamar mandi yang ukurannya sangat minimalis untuk 2 orang. Namun tetap mereka lakukan.

Agatha membersihkan wajah Leo termasuk darah di kening pria itu. Meskipun penasaran dengan asal usul luka tersebut, ia hanya diam dan melanjutkan tugasnya.

Setelah selesai mandi, keduanya pun memakai gaun mandi tanpa pakaian didalamnya.

Leo memang menyiapkan bathrope di pondok ini beberapa.

Grep!

Leo menarik tubuh Agatha jatuh dipangkuannya di sebuah kursi dalam pondok itu.

Ia endus aroma tubuh wanita itu dibagian leher. Benar benar candu.

"Sir" panggil Agatha yang merasakan sesuatu menusuk dibawahnya.

"Shutt!! Diam saja. Aku hanya ingin menghirup aromamu saja sekarang, tidak lebih. Biarkan dia bangun dibawah sana" ucap Leo.

Agatha semakin merasakan aneh dengan posisi seperti ini. Setiap gerakan bibir Leo di lehernya, tengkuknya, dan wajahnya membuat tubuh seketika meremang.

"Jangan...jangaan..jangan terlena, Agatha" batinnya menahan diri.

Tapi tangan Leo semakin bergerilya.

Pria ini memang bilang menghirup aroma Agatha saja, tapi kenapa tangannya sudah semakin jauh bergerak masuk ke bathrope wanita yang ia pangku?

1
Mia Camelia
aduh leo kau kejam😂
Mia Camelia
semangat thor😄
cerita nya seru👍
SariRani: Terima kasih kakak 🙏🏻 mohon dukungannya biar semangat berimajinasi hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!