NovelToon NovelToon
Istri Kedua Kepala Desa

Istri Kedua Kepala Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Sinta harus membayar hutang keluarganya dengan cara dia menikah dengan kepala desa dan menjadi istri keduanya.
Pernikahan ini diatur oleh mama sangat kepala desa dengan harapan agar Sinta bisa membuat sang kepala desa berpisah dengan istri pertamanya.
Sebuah pernikahan yang penuh misteri sampai akhirnya Sinta tahu rahasia yang membuat nya terjebak dalam pernikahan neraka ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekaguman Mahendra

Yanti menyapu ruang tamu pagi ini. Matanya melirik ke arah kamar Sinta yang nampaknya masih tertutup. Ingin mengetik pintu kamar itu namun takut dimarahi oleh mbo Sarmi.

Kepala Yanti kemudian mendongak ke atas. Menatap lantai dua yang masih sepi. Apakah tuan Mahendra masih tidur juga? Atau dia ada di kamar nyonya kedua? Yang dibuat pusing karena sebentar lagi Gizel pasti akan meneleponnya.

Saat melewati ruang kerja Mahendra, Yanti melihat kalau pintu ruangan itu terbuka sedikit. Ia bermaksud akan membersihkan ruangan itu juga. Namun saat ia mendorong pintu itu perlahan, Yanti terperangah saat melihat kalau di atas sofa besar yang ada di sana, nampak Mahendra yang tidur membelakangi pintu. Punggung polosnya terlihat jelas karena selimut tipis yang menutupi tubuhnya sedikit tersingkap di bagian atas. Dan ada Sinta, yang ada di pelukan lelaki itu. Walaupun wajahnya tertutup tubuh besar Mahendra namun tangannya yang memeluk pinggang lelaki itu terlihat jelas dengan cincin pernikahan yang ada di jari manisnya.

Yanti ingin memotret mereka namun dia ingat, ponsel setiap pekerja di rumah ini harus di tinggalkan di meja yang ada di dapur dan diawasi oleh mbo Sarmi.

"Sial...! Ini tangkapan yang bagus namun tak bisa diabadikan." umpat Yanti.

"Yanti! Apa yang kamu lakukan di situ?" tanya mbo Sarmi. Ia menarik tubuh Yanti menjauhi pintu dan menutup pintu itu secara perlahan.

"Maaf, mbo. Aku hanya ingin membersihkan ruangan kerja tuan. Tapi ternyata tuan dan nyonya....!"

"Diam! Aku kan sudah bilang ke kamu, ruangan kerja tuan boleh dibersihkan kalau tuan sudah pergi. Ayo lanjutkan ke ruangan yang lain." mbo Sarmi meninggalkan Yanti yang nampak kesal.

1 jam kemudian.......

Sinta membuka matanya. Ia mendapatkan dirinya ada dalam pelukan Mahendra. Perlahan ingatannya kembali pada apa yang mereka lakukan semalam. Pipi Sinta langsung terasa hangat. Mereka bercinta di atas meja kerja Mahendra lalu di sambung ke atas sofa sampai keduanya tertidur.

Secara perlahan Sinta melepaskan diri dari pelukan Mahendra. Hal itu membuat Mahendra ikut terbangun.

Lelaki itu melirik jam tangannya. Sudah hampir jam 8. Ia segera turun dari sofa. Menggerakkan tubuhnya tanpa peduli tubuhnya yang polos lalu perlahan memungut pakaiannya dan mengenakannya kembali. Sinta pun melakukan hal yang sama.

"Abang, aku mau ke kamarku dulu." kata Sinta saat ia sudah selesai berpakaian.

Mahendra mengambil jaketnya dan ia memakaikannya pada Sinta. "Jangan keluar dengan pakaian tidur ini." katanya lalu segera melangkah lebih dulu.

Yanti yang sementara membersihkan tangga langsung melihat ke arah pasangan yang baru bangun itu. Mahendra segera ke atas sedangkan Sinta menuju ke kamarnya.

Sinta memilih berendam dalam bak mandi untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena Mahendra memang semalam tak terlalu lembut.

Selesai mandi, ia segera berpakaian. Celana jeans dan kaos putih Sinta kenakan sebelum keluar kamar dengan rambut yang basah.

"Nyonya, mau sarapan?" tanya mbo Sarmi.

"Iya. Aku sangat lapar. Aku semalam tak makan. Apakah abang sudah turun?"

"Tuan tadi tak sarapan. Ia hanya meminta mbo siapkan kopi dan roti bakar saja lalu di bawa sebagai bekal."

"Oh, gitu ya?" Sinta duduk di depan meja makan. Mbo Sarmi langsung menyajikan menu makan pagi. "Memangnya Abang ke mana?"

"Ke kantor desa. Katanya ada musyawarah desa. Dilanjutkan dengan rapat khusus aparat."

Sinta menikmati sarapannya. Sementara makan, ponselnya berdering. Ada panggilan dari mama mertuanya.

"Hallo, ma. Ada apa?"

"Mana Mahendra?"

"Sedang ke kantor desa. Katanya ada musyawarah desa."

"Dia tak akan pulang makan siang. Siapkan makanan kesukaan Mahendra. Bawa ke kantor desa. Tunjukan perhatianmu yang tak biasa dilakukan oleh Gizel."

"Baik, ma."

Sinta pun menyelesaikan sarapannya. Walaupun badannya masih lelah namun ia harus melakukan apa yang diperintahkan mama mertuanya.

"Mbo, Abang biasanya suka makan apa?" tanya Sinta saat memasuki dapur.

"Tuan nggak pemilih saat makan. Hanya saja harus ada sayur lalapannya."

"Saya mau masak ya?"

"Boleh. Nyonya mau masak apa?"

"Aku lihat bahan-bahannya dulu."

Selama 2 jam lebih, Sinta memasak di dapur. Dia tak mau dibantu oleh siapapun.

Mbo Sarmi hanya diminta untuk menanak nasi yang cukup banyak.

Sinta membuat sayur kacang panjang tumis dicampur dengan tempe dan tahu. Ia membuat ikan bakar dengan sambal matah, tak lupa juga dengan sup ikan.

"Nyonya pintar masak." puji mbo Sarmi.

"Mbo, tolong masukan semua makanan ini di rantang. Aku mau membawanya ke kantor desa. Jangan lupa alat makan dan juga air mineral. Aku mau mandi dulu. Sudah mau keringat dan bau asap."

Sinta bergegas ke kamar. Untungnya rambut Sinta tadi di bungkus dengan plastik rambut sehingga ia tak perlu keramas lagi.

Pukul setengah satu siang, Sinta berangkat ke kantor desa di temani mbo Sarmi. Pak Sudin yang datang menjemput setelah di telepon oleh mbo Sarmi.

Saat tiba di kantor desa, masyarakat desa sudah pulang. Yang tersisa hanyalah sekertaris desa, seorang pegawai desa dan 3 orang aparat.

"Asalamualaikum." sapa Sinta.

"Eh, nyonya." pak sekretaris desa sudah menyambutnya.

"Pak kades di mana?" tanya Sinta.

"Pak kades di ruangannya, nyonya."

Sinta segera menuju ke ruangan yang ditunjukan oleh sekdes. Kebetulan pintunya tidak dikunci.

"Abang.....!"

Mahendra yang sedang membaca dokumen kaget melihat Sinta yang sudah berdiri di hadapannya.

"Sinta, ada apa ke sini?"

"Aku menganggu ya?" Sinta jadi takut.

"Tidak juga. Rapat aparat desa nanti dimulai jam 2 siang."

"Aku membawakan makan siang untuk Abang. Kata mbo Sarmi, tadi Abang hanya bawa roti dan kopi saja."

Mahendra kaget mendengarnya. 6 tahun menikah dengan Gizel, tak pernah wanita itu membawakan makan siang untuknya ke tempat kerja.

"Kamu yang masak?"

Sinta mengangguk. "Aku membuatnya cukup banyak. Boleh di makan sampai 10 orang. Aku pikir boleh dimakan bersama aparat desa yang lain."

"Kamu membuatnya untuk mereka juga?"

"Iya. Kan nggak enak jika Abang makan sendiri. Boleh kan?"

Mahendra mengangguk. Ia tak menyangka jika Sinta bisa memikirkan orang lain.

"Abang, apakah pak Agus akan datang untuk rapat?" tanya Sinta setelah ia duduk di depan Mahendra. Volume suaranya menjadi sangat pelan.

"Ya. Dia kan kepala dusun."

"Abang, jangan dulu katakan apapun tentang kasus Siti ya?"

Mahendra kembali mengangguk. "Kita akan tunggu hasil visum dan pemeriksaan barMg bukti lainnya."

Sinta jadi senang mendengarnya. Ia tak menyangka kalau Mahendra tak marah lagi padanya.

"Ayo makan!" Sinta mengajak Mahendra keluar. Ia segera meminta mbo Sarmi mengeluarkan semua makanan dari dalam mobil.

Semua yang makan memuji masakan buatan Sinta. Mahendra sendiri bahkan sampai dua kali menambah makanan.

"Wah bu kades, masakannya benar-benar enak." puji pak Agus membuat Sinta harus pura-pura tersenyum walaupun sebenarnya ia ingin sekali menampar pria berkumis itu. Dia membayangkan Sitti yang polos itu, tubuhnya di jamah oleh lelaki jelek itu. Pak Agus memang datang belakangan.

Mahendra memang memperhatikan bahasa tubuh Sinta yang kurang nyaman dengan pak Agus. Ia sendiri sebenarnya marah dengan tindakan yang Sinta ambil. Namun dia juga ingin bukti. Jika ternyata pak Agus benar-benar bejat, ia sendiri yang akan menghajar lelaki itu.

Selesai semuanya makan, mbo Sarmi langsung membereskan semua peralatan makan yang dibawah dan dimasukan ke dalam mobil. Pak Sudin membantunya.

"Abang, aku pulang dulu ya?" pamit Sinta.

"Sinta.....!" panggil Mahendra sebelum Sinta keluar dari ruangannya.

"Ya?" Sinta membalikan badannya.

"Terima kasih."

"Terima kasih untuk apa?"

"Untuk makan siangnya."

"Aku akan selalu membawakan makan siang, jika Abang tak bisa pulang untuk makan siang."

Mahendra hanya mengangguk.

Sinta pun keluar sambil tersenyum senang. Ia harus membuat laporan pada ibu mertuanya kalau Mahendra bersikap manis dan tak kaku padanya hari ini.

************

Selesai makan malam, Sinta segera ke kamarnya. Ia ingin membantu Natari dalam menyelesaikan skripsinya. Tadi Natari sudah mengirimkan berkas skripsinya melalu wa.

Jarum jam akhirnya menunjukkan waktu pukul 10 malam. Sinta bermaksud akan tidur. Namun ponselnya berdering. Risna meneleponnya lagi.

"Sinta, apakah Mahendra bersamamu?"

"Tidak, ma."

"Bodoh! Cari dia dan usahakan malam ini dia tidur denganmu."

"Ma, semalam kami kan sudah tidur bareng. Badanku masih lelah."

"Buat dia tak bisa lepas dari kamu."

"Tapi ma.....!"

"Segera cari Mahendra."

Sinta pun menyimpan ponselnya kembali. Ia terpaksa mengenakan baju tidurnya dan segera keluar kamar. Ruangan kerja Mahendra kosong. Sinta segera menaiki tangga menuju ke kamar Mahendra. Ia tak tahu apakah Mahendra akan menyambutnya atau bahkan memarahinya.

Tangannya gemetar saat mengetuk pintu kamar.

"Abang......!" panggilnya pelan.

Tak menunggu lama, Mahendra segera membukanya. "Ada apa?" tanyanya dingin.

"Maaf menganggu. Tanganku sakit. Apakah ada hot cream? Para pelayan sudah di kamar belakang sehingga aku tak bisa bertanya pada mereka."

"Masuklah. Aku punya di laci nakas."

Sinta melangkah masuk dan duduk di sofa. Mahendra membuka laci nakas dan mengeluarkan hot cream dari sana.

"Mana yang sakit?" tanya Mahendra.

"Aku saja yang menggosok nya, Abang."

"Di mana yang sakit?" Mahendra bertanya dengan tak sabar."

"Punggungku!"

"Memangnya kamu bisa menggosok nya sendiri? Buka kimono mu."

Agak ragu Sinta membukanya. Mahendra menatap gaun tidur dengan potongan dada yang rendah itu. Sinta tak memakai penutup kedua asetnya. Nampak jelas tercetak di balik gaun tidur yang tipis itu.

Mahendra duduk di belakang Sinta. Tak lupa Sinta menggulung rambut panjangnya.

Mahendra mulai menggosok punggung Sinta. Gerakan nya lembut dan membuat Sinta merinding.

"Sudah, cukup!" Kata Sinta.

Mahendra menaikkan lagi tali gaun tidur itu.

"Jangan tidur di bawah. Tidurlah di sini bersamaku." kata Mahendra membuat Sinta terkejut.

"Hanya punggung mu yang sakit kan?" ujar Mahendra sambil menahan senyum. Ia ke kamar mandi untuk mencuci tangannya. Saat ia kembali, dia langsung mengangkat tubuh Sinta ala bridal style dan membawanya ke atas ranjang. Mahendra mematikan lampu utama dan membiarkan lampu sudut menyala.

Perlahan ia merangkak naik ke atas Sinta. Perempuan itu menelan saliva nya.

"Aku tak akan meminta lebih." Kata Mahendra sebelum merayu istrinya dengan ciuman panas.

**********

Maaf emak baru up

Saudara sepupu emak meninggal jadi emak sibuk selama 3 hari ini.

1
Eka ELissa
karna cinta♥️♥️♥️lah pak kades gimana cih 🤣🤣🤣🤣🤣
Azril Ali
dh lama bgt Bru baca lagi..💪 ka autornya.
Enny Olivia: selamat datang
total 1 replies
Fitria Syafei
waduh Emak Gisel dan Arsen Emak... gimana nih ...😲 Emak cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Maria Kibtiyah
duh semoga mahendra ma shinta bisa bahagia
Eka ELissa
bikin Hendra jatuh ♥️♥️♥️♥️dgn mu Sinta.....
nackal kan yg ajarin emak🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: nakal emak kayak gimana ya 😄😄
total 1 replies
Eka ELissa
dasar gizel gundik murahan...🫣🫣🫣 slingkuh ma pilot yg udh punya bini dan mreka ceray juga mungkin karna gundik mcem kmu kan gizel 😡😡🫣🫣
Eka ELissa
yg jawab ikan 🐟🐟🐟 tapi gizel GK ngerti bhsa ikan sungai 🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: ikannya bisa jadi panjang dan keras 🤣🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
wow Emak cantik mantaf 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
semoga mahendra dan sinta nanti jatuh cinta
Fitria Syafei
Sinta kereeen 👏 Emak cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
bagus shinta buat si gizel tersisih
Eka ELissa
Nex.....Mak....♥️♥️🌹🌹🌹🌹
Eka ELissa
Abang bkln dtang ke pondok tau.....dia udh jatuh cinta dengan mu Sinta ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
tunggu waktu khncuran mu gizel.....🤣🫣🫣
Eka ELissa
up nya jgn lma2 ya Mak...♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
dia cmburu dgn mu Sinta udh mulai ♥️♥️♥️cinta tu ma bini kedua 🤣🤣🤣👍👍👍
Fitria Syafei
Hendra cemburu nih Yee 🤪 Emak cantik kereen 😍 kereen 😍
Eka ELissa
maak....♥️♥️♥️kmna PK Kades mak
Eka ELissa
Nex Mak.....
Eka ELissa
akhir nya smpe cini juga Mak...♥️♥️♥️dri mlem kmrin kjar bab ♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!