NovelToon NovelToon
Di Pacarin Brondong Kaya

Di Pacarin Brondong Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dya Veel

Kayla Daviena, seorang gadis konglomerat yang hidupnya suka foya-foya. Karena sikapnya itu, sang ayah mengambil seluruh kartu kreditnya dan bahkan menyuruh Kayla untuk tinggal seorang diri di kos-kosan sederhana di tengah kota! Hidup pas-pasan, tunggakan yang numpuk, piring belum di cuci, semuanya datang bertubi-tubi tanpa henti dalam hidup gadis itu. Siapa sangka ia tiba-tiba bertemu cowok aneh super menyebalkan yang tinggal di sebelah kosnya, dan mendadak di cowok itu memacari dirinya tanpa aba-aba! Apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dya Veel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketemu lagi

Raka mengepalkan tangannya erat, tatapannya perlahan berubah menjadi tajam. "Sialan lo bocil SMA!"

Selesai Juna melepaskan helm milik Kayla, keduanya pun berpisah menuju kamar masing-masing.

Raka memperhatikan punggung gadis itu yang perlahan menjauh, tak menyadari bahwa ada langkah kaki mendekat dari tangga bawah sana.

Ya, tentu saja itu Juna. Langkah yang pelan masih saja terdengar karena sepatu boots hitam miliknya itu. Kedua cowok itu saling bertatapan sejenak di lantai atas, hingga kemudian Raka memalingkan wajahnya lebih dulu dengan dengusan sinis dan kembali masuk ke kamarnya.

.

Sinar matahari pagi baru saja masuk ke koridor kosan Bu Arin saat Kayla keluar dari kamarnya. Kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya. Rambut panjangnya hanya dicepol asal-asalan hingga miring ke samping, wajahnya khas orang baru bangun tidur, dan ia hanya mengenakan kaus kedodoran bergambar kartun serta celana tidur motif beruang.

Perutnya sudah berbunyi keroncongan minta diisi. Karena stok makanan di kamarnya habis, mau tidak mau ia harus berjalan ke dapur bersama di ujung koridor untuk membuat sereal.

Namun, baru saja Kayla sampai di depan pintu dapur, langkahnya langsung terhenti mendadak. Aroma harum mentega cair dan bawang putih digoreng langsung tercium. Tapi bukan itu yang membuat matanya melotot, melainkan sosok cowok berkaus putih bersih yang lagi sibuk mengocok telur di depan kompor.

Mampus! Si Raka ngapain pagi-pagi sudah menguasai dapur?! batin Kayla panik.

Instingnya langsung menyala. Kayla buru-buru mengambil langkah mundur, berniat kabur pelan-pelan sebelum ketahuan. Satu langkah mundur... aman. Dua langkah mundur... aman.

PRAAANG!!! DUBRAAAK!

Sialnya, kaki Kayla malah menyenggol ember plastik hijau milik Bu Arin yang ditaruh sembarangan di pojok koridor. Ember itu menggelinding ramai, menabrak barisan botol kosong hingga menimbulkan suara yang sangat bising.

"Aduh!" pekik Kayla spontan, refleks memegangi jempol kakinya yang kesakitan.

Mendengar suara ribut di luar, cowok yang sedang masak itu otomatis menoleh cepat. Garpu di tangannya bahkan hampir terlepas.

"Siapa di si—" Kalimat Raka langsung terputus saat matanya melihat sosok cewek yang sedang berdiri pincang sambil memegangi kakinya.

Raka mengerjapkan matanya beberapa kali, memastikan ia tidak salah lihat. Detik berikutnya, senyuman langsung muncul di wajah gantengnya. Ia menaruh mangkuk telurnya dan berjalan keluar dapur mendekati Kayla.

"Loh... Kayla?!" panggil Raka, suaranya kedengaran kaget sekaligus senang. "Bentar, ini beneran kamu, Kay?"

Kayla yang posisi berdirinya masih mirip burung bangau karena jempolnya nyut-nyutan, langsung menegakkan tubuhnya kasar. Ia membetulkan konde miringnya dengan kikuk, berusaha mengembalikan sisa-sisa harga dirinya yang sudah anjlok ke lantai.

"Bukan, gue kembarannya," jawab Kayla judes. Ia langsung membuang muka dan melipat tangan di dada.

Raka malah tertawa pelan, lalu melangkah sedikit lebih dekat. "Kamu nggak berubah ya, masih aja ceroboh kalau pagi-pagi. Jadi... kamu ngekos di sini juga, Kay? Ternyata dunia sempit banget ya, kita bisa ketemu di sini."

"Dunia nggak sempit, lo-nya aja yang aneh tiba-tiba pindah ke kosan kayak begini. Rumah lo kan gede banget," sindir Kayla, melirik Raka dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Lagian, ngapain lo di dapur?"

"Ya mau masak lah, Kay. Masa mau latihan paskibraka pagi-pagi," canda Raka, mencoba mencairkan ketegangan dengan memperlihatkan lesung pipinya. "Kamu sendiri ngapain ke dapur? Mau masak juga?" canda Raka, mencoba mencairkan suasana sambil memperlihatkan lesung pipinya.

Kayla melirik ke dalam dapur, lalu melihat mangkuk dan sereal di tangannya. Gengsinya mendadak naik ke ubun-ubun. Ia tidak sudi kelihatan mengenaskan di depan mantan dengan baju tidur ronteng seperti ini.

"Nggak! Siapa yang mau masak? Gue ke sini cuma mau... mau ngecek air kosan! Iya, sebagai anak kos yang baik, gue harus memastikan airnya lancar apa nggak pagi ini!" jawab Kayla asal ceplos. Padahal aslinya otaknya lagi pusing mencari alasan.

Raka menaikkan sebelah alisnya, menatap bungkus sereal instan dan mangkuk kosong yang didekap erat oleh Kayla di dadanya. "Ngecek air kok bawa mangkuk sama sereal, Kay? Mau sekalian mandiin serealnya?"

Wajah Kayla seketika memerah, aduh bodoh sekali dirinya! Kayla langsung menyembunyikan mangkuk dan sebungkus sereal itu di belakang punggungnya.

"Ya terserah gue lah! Ngapain kepo banget?!"

"Udah lo udah selesai kan? Gantian gue!" Cerocos Kayla.

Ia langsung mengambil panci kecil berisi air hangat yang baru saja di panaskan Raka di kompor dan menuangkannya ke mangkuk miliknya.

"Heh, itu punya gua anjir!" ucap Raka, sadar bahwa panci yang di pegang Kayla itu miliknya.

"Anggap aja lo bersedekah sama gue, udah ya bye!"

Buru-buru Kayla langsung menyambar mangkuk dan sereal miliknya lalu kembali kamar. Ia tidak mau berlama-lama disana!

Di kamar, Kayla hanya terdiam sambil memandangi mangkuk berisi sereal yang sudah ia siapkan dari tadi.

Namun entah kenapa moodnya tiba-tiba berubah, nafsu makannya jadi menghilang dalam sekejap. Kayla meraih ponselnya dan mencari nomor sang ayah.

Ia menekan nomor sang ayah, satu kali, dua kali, tiga kali, panggilan teleponnya tak di jawab. Kayla pun kemudian mengirim pesan, eh malah centang satu!

"AH DASAR AYAH?! Sengaja banget data nya di matiin!" ucap Kayla kesal.

"Gue ngga bisa lama-lama tinggal di kos mungil seuprit kayak gini! Gue harus cari tempat yang lebih bagus, normal dan yang jelas ngga bakal ketemu sama Raka!"

1
Arin
Udah gak usah dengerin tuh si mantan. Cuman mau gertak aja sama kamu Kayla. Jangan mau balikan lagi ya
Arin
Hari apesmu Kayla.... memang gak boleh pindah kos-kosan.... 🤣🤣🤣🤣
Nah akhirnya ketemu Juna. Lumayan ngirit ongkos balik ke kos-kosan
Arin
Saingan Juna malah ikut kos disana juga😁😁😁. Makin seru persaingan buat menarik Kayla
Arin
Lah ibu.... orang cuman jalan berduaan diributin. Itu sebelah kamar Kayla apa kabar??? Lagi mendesah bersama..... Udah halal apa belum???? 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!