Bagaimana jadinya jika kalian baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, Namun dengan syarat menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya, itu lah yang di alami oleh Lavanya.
Lavanya harus menikah dengan laki- laki yang tidak ia kenal dan juga tidak pernah ia temui sama sekali dan ternyata laki- laki tersebut adalah seorang presiden mahasiswa di kampus yang akan menjadi kampus Lavanya.
bagaimana kisah Lavanya selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Sudah mantan ma!!
Sudah seminggu semenjak Lavanya keluar dari rumah sakit dan kini Lavanya juga sudah mulai masuk ke kampus.
Hari ini Lavanya di antar oleh Mama Zoya ke kampus, Semenjak keluar rumah sakit Lavanya tinggal di rumah mertuanya.
Sedangkan Sambara entah kemana tidak ada kabar setelah kejadian di rumah sakit yang melibatkan Sambara dan Aurora.
" Mama" teriak Vio yang berlari dari mobilnya ke arah mobil Mama Zoya.
Mama Zoya yang membuka kaca mobilnya karena tadi Lavanya ingin pamit, Tersenyum melihat pacara anak bungsunya yang begitu Happy .
" Halo cantik.... sudah sarapan?" tanya Mama Zoya yang merentangkan tanganya pada Vio.
" Sudah dong, kalau belom enggak bakal sesemangat ini" jawab Vio.
Lavanya tersenyum melihat interaksi mertuanya dengan sahabat barunya itu, Ia kemudian melihat ke arah lain dimana suaminya baru saja datang dengan Radeva.
" Ya sudah kalian masuk sana nanti telat loh" pinta Mama Zoya yang melihat kedatangan Sambara.
" mama" panggil Lavanya sambil menggelengkan kepalanya.
Mama Zoya mengerti maksud dari tatapan matanya, beliau hanya tersenyum dan keluar dari mobil .
" tenang aman aja" Jawab mama Zoya.
" Ya sudah ma, kita masuk duluan ya..." Pamit vio menarik tangan Lavanya .
" eh.. makasih ma " teriak Lavanya yang tanganya di tarik oleh Vio.
Sedangkan di parkiran motor Sambara melihat istrinya yang memasuki gedung kampus dengan di tarik oleh pacar dari adiknya yang tak lain adalah Vio.
Radeva melihat sahabatnya itu menatap ke arah gedung dan ternyata ada Lavanya yang begitu cantik, siapa yang tidak suka dengan Lavanya yang cantik, baik dan pintar itu.
" Makanya jemput bro, turunin gengsi loe, jadi loe yang kesiksa kan, tuh dianya baik- baik aja, tanya baik- baik jangan loe diemin aja dia ambil orang baru tau rasa loe" Nasihat Radeva pada sahabatnya tersebut.
" Diem loe, enggak usah sok tau soal hati gue" jawab Sambara kemudian pergi meninggalkan Radeva sendirian.
" Ye.... di kasih tau baik- baik juga" sungut Radeva yang kemudian menyusul Sambara.
Sambara melihat mamanya di depan mobil milik mamanya yang terparkir di parkiran kampus, Sambara melihat raut wajah mamanya yang begitu menahan amarahnya.
Sambara menarik nafas panjang lalu menghampiri mamanya dan menyalami mamanya, Mama Zoya masih memasang wajah marahnya " mama mau bicara sama kamu"ujar Mama Zoya pada Sambara.
" Pagi tante, tante apa kabar?" sapa Radeva yang memang sudah akrab dengan keluarga Sambara.
" Pagi Dev, tante baik, gimana mama kamu?" jawab Mama Zoya yang ekspresi menyeramkan itu tidak lagi terlihat.
" Mama baik tan... baru kemarin ke jakarta ada urusan bisnis, tapi udah balik lagi ke Singapura " jawab Radeva yang memang sekarang keluarganya menetap di Singapura.
" Salam ya.. buat mama, oh ya... tante pinjem Baranya dulu ya.." sahut Mama Zoya.
" Bawa pulang aja tan...., nakal tuh enggak pulang udah seminggu di apartemen aku, padahal unit dia juga cuma di atas, mana gede lagi unit, enggak bersyukur dia tan" sahut Radeva yang kompor .
" Gak usah kompor loe" ujar Sambara yang mendengar jawaban sahabatnya itu.
" Tuh tan... perlu di ruqyah ini tan, supaya bisa melihat mana setan mana Malaikat tan.... kalau gitu aku ke kantin dulu ya... tan" Sahut Radeva kemudian berlari setelah mencium tangan mama zoya.
" masuk ke mobil Sambara Lakeswara" pinta mama Zoya pada Sambara.
Sambara yang di sebut nama panjangnya ia hanya bisa menurut, sudah di pastikan sekarang mamanya sedang marah besar dengan dirinya.
Sedangkan di kelas Lavanya sedari tadi hanya diam termenung ia takut,jika suaminya menjadi amukan mama mertuanya yang memang sedari kemarin- kemarin menahan emosi pada suaminya.
Sambara yang tidak pulang ke apartemen dan tidak dapat di hubungi oleh Mama Zoya dan juga Papa Mahagra, Kiran yang sudah mencari ke kampus namun ia sulit mencari keberadaan Sambara.
" LAVANYYAAAA" teriak Bening yang baru saja masuk ke kelas dan melihat Lavanya duduk di tempat biasa mereka duduk.
Lavanya yang terkejut spontan menutup telinganya karena teriakan Bening begitu menggema di seluruh kelas.
"Heh plastik Bening berisik tau gak" ejek salah satu teman kelas mereka.
" Heh cowok wibu diem dech, baca aja tuh komik" sahut Bening beralih ke Marcel teman mereka.
" Sutt udah ihh... malah berantem, jodoh nanti" ucap Vio menengahi Bening dan juga Marcel.
" Idih Najis"
" amit - amit " ucapan Bening dan Marcel bersamaan.
" Cieeee kompak, udah fix jodoh sih ini" ujar Lavanya yang ikut mengkompori Bening dan juga marcel.
" Rese juga kamu,untung baru sembuh kalau enggak udah aku onyel- onyel kamu" sahut Bening memeluk Lavanya.
" Aduh nang ning nong, sesek nafas nih.." Ucap Lavanya.
" Hehehehe maaf ,gue kangen banget sama loe" ucap Bening.
...****************...
Sedangkan di dalam mobil Mama Zoya kini tampak tegang, Mama zoya belum membuka percakapan sama sekali, tapi tatapan tajamnya membuat Sambara sedikit bergedik ngeri.
" Apa yang mau mama bicarakan?" tanya Sambara dengan keberanian ia mengeluarkan suaranya.
" Denger juga suara kamu, mama pikir kamu bisu" jawab Mama Zoya yang memang jika anaknya melakukan kesalahan tidak akan ia membelanya.
Sambara kembali terdiam mendengar jawaban mamanya, Sedangkan Mama Zoya menatap ke arah anaknya yang tampak sedikit kurus.
" Apa yang kamu dan pacar kamu lakukan ke mantu mama?" tanya Mama Zoya.
Sambara melihat ke arah Mamanya, " Maksud mama?" tanya Sambara yang sepertinya masih bingung dengan pertanyaan Mamanya.
" Kamu masih belum sadar apa salah kamu?" tanya Mama Zoya yang sedang di batas ambang kesabaranya.
Sambara menggelekan kepalanya yang membuat Mama Zoya semakin murka pada putra keduanya itu.
" Plakkk" satu tamparan mendarat ke pipi mulus Sambara.
" Mama dan Papa ngajarin kamu untuk jadi laki- laki yang bertanggung jawab, kamu itu sadar bar.... Kamu udah nikah, udah punya istri seperti Lavanya ,tapi kamu masih milih Cewek kayak gitu" ujar Mama Zoya yang melihat Aurora dengan gaya glamornya lewat di depan mobil mereka.
"Sudah mantan ma" jawab Sambara yang memang sudah memutuskan hubungannya dengan Aurora saat keluar dari ruangan Lavanya.
" Ehmm .... mama enggak percaya, kamu seminggu yang lalu kan yang ngajak dia untuk ke ruangan Lavanya, dan menggangung istri kamu yang sedang sakit, Lavanya itu orang lho bar... dia istri kamu, bahkan kamu enggak cari dia sama sekali bar... apa kamu enggak khawatir sama istri kamu? dia saja khawatir sama kamu" ujar Mama Zoya dengan penuh emosi.
Ucapan mama Zoya membuat Sambara sedikit terkejut, Lavanya khawatir dengan dirinya, "Dia cuma pura- pura apa khawatir beneran sama Gue?" tanya Sambara dalam hatinya.
" Maaf " satu kata yang keluar dari mulut Sambara.
" Mama mau kami jemput Lavanya dengan baik- baik, atau mama akan pulangkan Lavanya ke Ayah dan Bunda "