Sequel dari Menikahi Mr. Rajendra
_________________________________
"Mencintaimu adalah luka paling hebat dalam hidupku, yang dimana hadirnya tidak bisa aku hindari."
-Azizah Ghaffara Dananjaya-
Zizi harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya yaitu melihat secara langsung laki-laki yang ia cintai menyatakan perasaannya pada wanita lain. Apalagi saat mengetahui wanita itu adalah sahabatnya sendiri.
Namun, disaat Zizi ingin memulai kehidupan barunya dengan laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya. Tristan malah menyadari perasaannya terhadap Zizi.
"Aku terlambat menyadari siapa yang sebenarnya diinginkan oleh hatiku," ucap Tristan dengan frustasi.
Permainan takdir apa yang akan dihadapi oleh Zizi kedepannya ? Dan siapa yang akhirnya akan menjadi pendamping hidup Zizi ?
Jangan lupa ikuti ceritanya ya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Siapa ?
...~ Allah tau cintamu terlalu dalam oleh makhluknya karena itu Allah membuat dirimu patah hati dan sakit hati dahulu agar kau ingat pada penciptanya ~...
...Citra Cantika...
Happy Reading !!!
“Pagi papa… Pagi mama.”
Dengan sebuah senyuman, ia menuruni anak tangga satu persatu. Berjalan mendekati dua orang paling berharga dalam hidupnya. Cinta pertama dan cinta selamanya.
Berbalut dengan dress biru laut yang membuat aura kecantikan dan kelembutannya kian memancar. Menyapa kedua malaikat kehidupannya dengan sebuah kecupan.
“Pagi sayang.”
“Pagi… Kamu jadi pergi seminar hari ini nak ?” Tanya sang papa dengan lembut.
Zizi yang awalnya sedang mengolesi nutela di rotinya pun mendongak melihat kearah sang papa. “Jadi dong pa,” jawabnya dengan pancaran semangat yang tiada tara.
Setelah mengatakan itu, ia pun terdiam sejenak dengan tatapan yang lurus kedepan. “Kamu kenapa, sayang ?” Tanya mama Jihan yang melihat sang putri tengah memikirkan sesuatu.
Zizi menggeleng pelan namun kali ini dengan raut wajah cemas. “Ngak kok, ma. Tapi Zizi cuma rada-rada takut aja soalnya ini seminar pertama Zizi didepan para mahasiswa. Nanti kalau misalnya Zizi ngak bisa jawab pertanyaan atau menjelaskan materinya dengan baik gimana ? Kan malu !”
Gadis itu sepertinya sedang mengeluarkan ketakutan yang sempat ia pikirkan barusan. Entah kenapa, tiba-tiba saja ia merasa cemas padahal sebelum nya ia juga sudah sering memberikan materi diseminar. Namun yang membedakannya hanya kali ini ia akan memberi meteri pada mahasiswa. Mana mahasiswa berprestasi semua lagi. Bagaimana kalau mereka membuat dokter cantik ini tidak bisa menjawab pertanyaan mereka ?, pikirnya.
Tuan dan nyonya Dananjaya hanya tersenyum melihat kecemasan putri mereka yang tidak beralasan menurut mereka. Bukannya apa, tapi mereka sangat percaya dengan kemampuan yang dimiliki oleh putri cantik mereka.
“Ngak boleh pesimis gitu dong sayang. Papa yakin kamu pasti bisa melakukannya dengan sangat-sangat baik,” ujar sang papa.
‘Iya… Anggap saja ia sebagai peperangan mu. Dan selalu ingat bahwa jangan pernah menyerah sebelum pertempuran dimulai. Karena hanya seorang pengecut yang bertindak seperti itu. Lagi pula mama yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh putri cantik mama ini,” Tambah sang mama.
Zizi tersenyum. Dalam hatinya ia sangat bersyukur karena memiliki kedua orang tua yang selalu bisa membuatnya tenang dan selalu semangat dalam mengerjakan apapun. Kadang ketika ia mulai lelah dengan apa yang ia hadapi, ingatan tentang orang tuanya selalu muncul. Dan itu membuatnya kembali memiliki semangat.
“Terima kasih mama, papa… Terima kasih karena selalu menjadi penyemangat Zizi ketika mulai lemah dan lelah. Zizi sayang kalian,” ucapnya dengan sangat tulus dari lubuk hatinya.
“Sama-sama sayang.” Jawab mama Jihan dan papa Raditya.
***
Saat ini Zizi akan menjadi perwakilan dari Medikal MR Hospital bersama dengan sahabatnya dr. Navya Sp. BS. Mereka berdua adalah salah satu dokter cerdas dan mempunyai keterampilan yang bagus di rumah sakit.
Acara seminar telah dimulai sejak satu setengah jam yang lalu. Dan kini giliran Nana yang menjelaskan materi seminarnya. Sesuai dengan urutan acara yang telah disusun sedemikian rupa, Zizi mendapat giliran menjelaskan materinya setelah Nana.
“Waw.. Ternyata dr. Navya ini selain cantik juga Funny ya. Sungguh sosok yang multitalenta sekali, wajar saja banyak kaum hawa yang iri melihat dr. Navya ini. Sudah cantik, cerdas , anak dan menantu orang kaya pula, punya suami ganteng, pokoknya sempurna deh,” puji Mc pada Nana.
Sementara Zizi ikut tersenyum bangga melihat sahabatnya itu. Ia akui sosok Nana adalah gambaran dari sebuah kesempurnaan. Jangan kan orang lain, kadang ia sendiri pun acap kali merasa iri dengan sahabatnya itu.
“Anda terlalu berlebihan dalam memuji saya tuan. Bahkan saat ini saya merasa seakan melayang mendengar pujian anda.” Bukan Nana namanya jika tidak merendahkan dirinya sendiri dihadapan orang lain. Meskipun ia hampir memiliki segalanya, tapi ia tidak pernah sombong dan bersifat angkuh.
“Hhaha… Baiklah karena materi dari dr. Navya sudah disampaikan dengan baik tadi, maka sekarang kita akan panggil seorang dokter yang tak kalah cantik dan cerdasnya. Silakan dr. Azizah Ghaffara Dananjaya, Sp. OG, waktu dan tempat kami persilakan dengan segala hormat.” Mc itu mempersilakan Zizi untuk memberikan materinya.
Jantung Zizi berdetak dengan sangat cepat karena merasa gugup. Namun sebisa mungkin ia berusaha untuk menetralkan nya kembali. Gadis cantik yang berprofesi sebagai dokter kandungan itu maju setelah menghela nafas panjang.
Semua para mahasiswa tak kalah terpesonanya saat melihat senyuman cantik yang menghias wajah Zizi. “Selamat pagi menjelang siang adik-adik mahasiswa semuanya.” Sapanya dengan senyuman.
“Selamat siang dokter.”
“Baiklah kali ini giliran saya yang menjelaskan materinya. Tapi saya akan menjelaskan terkait tentang obgyn.”
“Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu pada kalian semua. Nama saya dr. Azizah Ghaffara Dananjaya, Sp. OG. Biasanya orang-orang terdekat saya manggilnya dr. Zizi dan kalian juga boleh memanggil saya dengan panggilan itu.”
Semua mahasiswa tampak memperhatikan Zizi yang sedang memperkenalkan dirinya didepan sana. Ada yang menatap serius seakan tidak sabar dengan materi yang akan disampaikan, ada juga menatap dengan penuh kekaguman dengan pesona dokter cantik itu.
“Jika ada yang ingin bertanya tentang hal pribadi saya juga boleh, saya akan beri kesempatan sebelum kita memulai materinya. Apakah ada ?” Tanya Zizi.
“Saya dokter.”
“Iya, silakan. Kamu ingin bertanya apa ?” Tanya Zizi memberi izin salah satu mahasiswa memberikan pertanyaan.
“Dokter dulunya lulusan mana ?” Tanya mahasiswa yang tidak menyebutkan identitasnya.
Zizi tampak memberikan senyuman sebelum menjawab “Saya dulu adalah lulusan Universitas Hardvar, Amerika Serikat. Saya satu angkatan dengan dr. Navya bahkan kami bersahabat sejak pertama kali masuk kuliah hanya saja kami memilih spesialis yang berbeda,” jawab Zizi.
“Saya juga ingin bertanya dokter,” ucap seorang laki-laki mengangkat tangannya.
“Silakan.”
“Apa dokter juga sudah menikah sama seperti dokter Navya ?” Tanyanya.
Zizi terdiam cukup lama yang membuat semuanya jadi penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Zizi. “Belum, saya belum menikah dan masih single,” jawab Zizi. “Jika ada diantara kalian yang ingin mendaftarkan diri menjadi calon masa depan saya, boleh daftar sekarang,” ucap Zizi yang mencoba mencairkan suasana. Usahanya ternyata tidak sia-sia karena mendapat sorakan dan tepuk dari semua para mahasiswa laki-laki.
“Apa ada lagi yang mau ditanyakan ? jika tidak maka saya akan mencoba menjelaskan materi saya pada saat ini.”
“Sebelum memulainya saya ingin menguji pengetahuan kalian tentang obgyn. Apakah ada yang bisa menjelaskan apa sih itu dokter obgyn ?” Tanya Zizi.
Seorang mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki mengangkat tangannya. “Saya dok. Setahu saya dokter obgyn itu adalah tenaga medis yang identik dengan ibu hamil. Namun pada kenyataannya dokter obgyn ini tidak hanya membidangi soal kehamilan saja namun juga kesehatan organ reproduksi wanita pada umumnya,” jelas mahasiswa itu.
Zizi tersenyum mendengar jawaban mahasiswa cerdas itu. “Iya benar sekali apa yang kamu katakan. Apakah kamu berniat menjadi dokter spesilis obstetri dan ginokologi ? karena sepertinya kamu cukup mendalami ilmu dalam bidang ini,” seru Zizi.
“Iya dok… Saya berminat menjadi seorang dokter spesialis obgyn sama seperti dokter Zizi. Karena menurut saya, sebuah kebahagian besar saat melihat kehidupan pertama dari anak manusia yang lahir dari tangan kita sendiri,” jawabnya dengan tersenyum sembari membayangkan itu semua.
“Iya, itu sangat membahagiakan. Semoga apa yang kamu impikan menjadi kenyatan. Allah huma Aamiin.”
“Baik saya akan jelaskan sedikit, selain dari apa yang dikatakan oleh teman kalian tadi. Dokter obgyn merupakan tenaga medis professional yang menangani kesehatan reproduksi wanita, kehamilan dan kelahiran. Sebenarnya dokter obgyn juga bisa bertindaka seperti dokter pada umumnya, namun ada juga yang kemudian mengambil spesialis lebih dalam dengan hanya menekuni bidang repoduksi saja.”
“Lalu apa saja bisa dilakukan oleh dokter obgyn ini ? apa ada yang bisa jawab ?” Nana kembali melemparkan pertanyaan pada para mahasiswa.
Cukup lama hingga ada seorang mahasiswa wanita yang berani memberikan pendapatnya. “Saya dok. Sebelumnya perkenalkan dulu nama saya Dina. Dokter obgyn bisa melakukan pemantauan perkembangan ibu hamil dan janin lewat pemeriksaan ultrasonografi maupun tes kehamilan.” Jawabnya.
“Iya, jawaban yang sangat bagus sekali Dina. Tapi bukan hanya itu saja yang bisa dilakukan oleh dokter obgyn. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di antaranya adalah Memantau kesehatan ibu hamil selama kehamilan yang mungkin akan mempengaruhi perkembangan janin, seperti misalnya tekanan darah, gula darah, infeksi, maupun kelainan genetic tertentu.”
“Selain itu juga bisa memberikan saran mengenai diet, olahraga dan obat yang akan selama masa kehamilan. Membantu meringankan gejala kehamilan yang kurang mengenakkan seperti morning sickness, kaki bengkak, heartburn dan lain-lain. Menjawab segala pertanyaan seputar masalah kehamilan dan perkembangan janin.”
“Termasuk juga dengan apa yang dikatakan oleh Dina tadi. Tapia da satu lagi yang penting yaitu menjelaskan pada pasien mengenai proses persalinan dan gejala opsi yang menyertai.”
“Atau bisa dikatakan bahwa obgyn ini adalah tempat pasien yang merupakan ibu hamil mencurahkan segala uneg-uneg selama masa kehamilan hingga setelah persalinan.”
Zizi tidak hanya menjelaskan tentang Fungsi dokter obgyn saja namun juga menjelaskan tentang kehamilan dan persalinan. Setelah cukup panjang menjelaskan pada para mahasiswa, Zizi pun membuka sesi tanya jawab tentang materi yang ia sampaikan.
Disini terlihat banyak nya mahasiswa aktif yang mulai penasaran mengenai obstetrik dan ginekologi ini. Ada banyak mahasiswa yang bertanya hingga membuat Zizi kewalahan menjawabnya. Untung saja otak dokter cantik itu bisa berfungsi dengan baik hingga ia bisa dengan begitu mudah menjawab semua pertanyaan mereka.
“Wah.. Ternyata dokter Zizi ini juga tidak kalah dengan dokter Navya ya. Sepertinya mereka memang ditakdirkan menjadi seorang sahabat karena sama-sama memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki kecantikan yang hampir setara.” Seorang Mc mengampiri Zizi setelah menyelesaikan menjelaskan materi dan menjawab pertanyaan dari para mahasiswa.
“Ahh, tidak seperti itu tuan. Karena sejatinya setiap manusia memiliki bakat dan kecerdasan mereka masing-masing disesuai bidangnya. Jadi intinya, semua orang itu sama saja karena mereka terlahir dengan kecerdasan dan kelebihan masing-masing,”jawab Zizi dengan bijak.
“Selain pintar dan cantik, dokter Zizi ternyata juga sangat bijak. Andai saja saya belum menikah, saya pasti akan melamar dokter Zizi menjadi teman hidup saya,” canda Mc itu yang dihadiahi sebuah sorakan dari para mahasiswa. Sementara Zizi hanya tersenyum mendengar candaan dari Mc itu.
***
Acara seminar pun akhir selesai juga. Semua orang mulai bubar dan meninggalkan tempat satu-persatu. Nana juga telah pulang bersama dengan suaminya.
“Zizi tunggu.” Teriak seseorang dari dalam aula. Dari suaranya sudah bisa dipastikan dia adalah seorang laki-laki. Zizi memutar tubuhnya agar bisa melihat siapa yang memanggilnya.
“Kamu Zizi kan ?” Tanya orang itu memastikan.
“Iya. Kamu siapa ?-“
Hallo Readers !!!
Ketemu lagi di perjalanan kisah cintanya dokter Zizi. Jangan lupa tinggalin jejak dengan cara Vote, Like dan Koment ya.
With Love,
Author.
30.10.2020
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu