Novel ini berhubungan dengan novel takdir cinta bella season 1 dan 2.
Vira adinda vins anak dari pasangan stiven dan bella. Ia memiliki paras yang cantik dan imut. Sifat nya yang periang dan aktif membuat nya di gemari banyak orang. Memiliki kakak yang seper duper protetif pada nya membuat nya tidak bebas melakukan hal apapun, itu yang membuat nya lebih memilih tinggal di korea bersama oma dan oppa nya sejak umur 13 tahun.
Vira tumbuh menjadi gadis yang sangat pintar, saat ini ia sedang menempuh pendidik S2 di salah satu universitas ternama di korea. Kehidupan nya berubah seketika saat bertemu kevin orang yang secara tiba-tiba mengejar nya.
Kevin zhing, laki-laki tampan yang besar dan tinggal di korea walaupun ia bukan orang asli korea. Mamah nya berhasal dari indonesia dan papah nya bersal dari tingkok. Kevin mengejar-ngerjar vira bukan tanpa alasan ia mendapatkan perintah oleh seseorang untuk mendapatkan hati vira, awal nya kevin hanya bermain-main pada vira tetapi sifat vira berhasil meluluh kan hati nya.
Bagaiman kisah cinta mereka berdua..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Mengecewakan.
Vira langsung berlari kembali masuk kedalam kamar nya dengan wajah yang memerah.
"Suara itu." ucap vira sambil menggigit jari nya.
"Kenapa aku kembali masuk kedalam kamar, bukannya aku ingin minum." ucap vira.
Vira kembali keluar dari kamar nya, dan tidak sengaja berpapasan dengan kakak nya yang hanya menggunakan celana boxser.
"Vira, kamu belum tidur." tanya vino.
"Hehehe belum kak." jawab vira sambil menggigit bibir nya.
"Apa kamu mendengar nya." tanya vino sambil mendekati vira.
"Kenapa kakak mendekati ku." ucap vira yang risih melihat vino yang tidak memakai baju.
"Jawab kakak vir, apa kamu mendengar nya." tanya vino.
"Sedikit." jawab vira sambil menggaruk kepala nya.
Vino mengusap rambut vira sambil tersenyum.
"Belajar lah dengan kakak ipar mu, dia sangat lihai dalam memuaskan pasangan nya." ucap vino sambil berjalan masuk kedalam kamar nya.
"Belajar apaan, kalau urusan begitu mah tidak perlu belajar." ucap vira.
Setelah mengambil air mineral vira membuka hp nya yang sudah berisi spam chat dari kevin.
"Kevin." ucap vira sambil membalas pesan itu.
Kevin yang menerima balasan dari vira, langsung menghubungi vira dengan sambungan vidio call.
"Vira, kamu belum tidur." tanya kevin.
"Belum, aku tidak bisa tidur setelah mendengar suara dari kamar sebelah." jawab vira.
"Suara apa." tanya kevin
"Suara dari kakak ku." jawab vira.
"Owww, kakak mu sedang mencetak anak." ujar kevin sambil tertawa.
"Mungkin, aku juga sudah ingin cepat-cepat memiliki seorang keponakan." ucap vira.
"Kenapa keponakan, kan kamu bisa mempunyai anak." tanya kevin.
"Kevin, aku belum menikah bagaimana cara ku mempunyai seorang anak." ujar vira.
"Tenang aku bersedia membantu mu." ucap kevin.
"Kau mesum, aku tidak akan memberikan keperawanan ku sebelum menikah." ucap vira.
"Aku mengerti, sudahlah cepat tidur sudah sangat malam." ujar kevin.
"Iya kamu juga, bye sayang." ucap vira.
"Mimpi indah." ucap kevin dan mematikan sambungan telfon.
Malam hari telah berganti menjadi pagi, hari yang paling di tunggu kevin telah tiba, ia akan bertemu dengan orang yang sejak lama berpisah dengan nya.
Sesampai nya di tempat ibu nya berada, arfi dan kevin langsung masuk kedalam. Mata kevin berkaca-kaca saat melihat cika ibu yang selama ini ia rindukan.
Kevin memeluk cika dengan sangat erat, begitu juga dengan cika ia memeluk kevin dengan erat. Kevin meluapkan kerinduan nya dengan menangis di pelukan cika.
Setelah momen yang sangat haru selesai, kevin berjalan menuju kamar mandi untuk membuang air. Arfi yang melihat cika sedang sendiri berjalan menghampiri cika dengan wajah yang sinis.
"Akting yang sangat indah." ucap arfi.
"Terimakasih atas pujian mu." ujar cika sambil mengusap air mata yang tersisa di wajah nya.
"Bagaimana apa masi ingin melanjutkan kerjasama kita." tanya arfi.
"Tentu aku sudah bergerak sejauh ini." jawab cika.
"Bagaimana dengan anak mu." tanya arfi.
"Si bodoh itu, jangan pikirkan dia. Kita harus memanfaatkan nya sebaik mungkin." jawab cika.
"Bukannya dia anak kandung mu, kenapa kau sangat membenci nya." tanya arfi.
"Anak itu menghancurkan segala keinginan ku, menghancurkan hidup ku." jawab cika.
"Sungguh ibu yang kejam." ujar arfi dengan senyuman yang sinis.
"Anak yang tak pernah ku harapkan harus di manfaat kan sebaik mungkin." ucap cika.
Kevin yang mendengarkan semua percakapan mereka, hanya diam sambil menitihkan air mata nya. Sakit itu lah yang dirasakan ia sekarang, kevin mengusap air mata nya dan memilih untuk langsung meninggalkan rumah itu.
Kecewa, marah, sakit rasa itu bersatu menjadi satu. Orang yang selama ini ia temui tidak seperti yang ia pikirkan, kevin duduk di kursi yang terdapat di pinggir jalan.
"Tut..tut..tut.." suara hp kevin.
"Halo." ucap kevin.
"Vin, kamu menangis." tanya vira yang mendengar suara kevin yang berbeda.
Vira mematikan sambungan telfon nya dan kembali menghubungi kevin dengan sambungan video call. Kevin mengusap air mata nya dan mengangkat video call dari vira.
"Vira." ucap kevin sambil tersenyum.
"Kamu menangis." tanya vira.
"Sedikit." jawab kevin.
"Ada apa, bukannya seharusnya kamu bahagia karena bertemu dengan orang yang sudah lama ingin kamu temui." ucap vira.
"Aku tidak jadi bertemu dengan nya vir." ujar kevin.
"Kenapa bisa begitu." tanya vira.
"Dia sudah tidak ku anggap ada, aku segara kembali kesana. Aku perlu bahu mu." ucap kevin dan langsung mematikan sambungan telfon.
Hari ini vira akan kembali ke apartemen nya karena kakak nya juga sudah akan pulang, sebelum itu mereka menyempatkan diri untuk mengobrol ringan di ruang tamu.
"Vira." bisik citra.
"Iya kak." jawab vira.
"Maaf." bisik citra.
"Untuk." tanya vira.
"Tadi malam, maaf mengganggu mu." bisik citra.
"Hahahaha, kau tau kak. Aku sampai tidak bisa tidur, suara kalian berkeliaran di otak ku." ucap citra dengan pelan.
"Kau membuat ku malu." bisik citra.
"Tidak perlu malu dengan adik mu sendiri, kenapa sampai semalam itu, apa kalian tidak lelah." tanya vira yang penasaran.
"Lelah pasti, aku sangat lelah. Tapi lihat lah penjahat kelamin itu. Dia tidak pernah puas." bisik citra.
"Aku harap, aku tidak mendapatkan suami yang seperti itu." ucap vira.
"Vira, jaga oma dan opa baik-baik ya. Maaf aku harus pulang dulu." ujar caitlin.
"Kalian sangat licik. Aku juga ingin pulang." ucap vira.
"Bertahan lah sebentar lagi, bukannya kamu harus bersama pangeran pengejar hati mu itu." ujar caitlin.
"Caitlin." ucap vira dengan nada yang menekan.
"Vira, siapa pangeran itu." tanya andy dan vino secara bersama.
"Hmmmm, jika sudah waktunya akan ku kenal kan." jawab citra.