NovelToon NovelToon
Wings & Dream

Wings & Dream

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Cinta Beda Dunia / Romantis / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:103k
Nilai: 5
Nama Author: Ellen Ashiana D.

Mimpi adalah bunga tidur yang paling indah. Mimpi adalah tempat dimana kamu bisa bebas menjelajahi dunia fantasi yang ada di pikiranmu. Namun, ini tidak berlaku bagi seorang manusia yang bernama Clara.

Karena ia memiliki kemampuan yang tak biasa setiap kali ia tertidur dan bermimpi.

Ia hanyalah seorang gadis remaja yang merantau dari desa kecilnya untuk mengejar cita-citanya sebagai penulis. Suatu hari ia bertemu dengan makhluk aneh yang tiba-tiba muncul di hadapannya dan menuduhnya sebagai seorang pembunuh.

Seorang Fae. Makhluk bertelinga lancip dengan sayap uniknya.

Sejak saat itu, Clara jadi terlibat dalam misteri pembunuhan di Wilayah Fae. Dan semua orang bergantung pada kemampuannya dalam bermimpi, karena mungkin itu satu-satunya jalan untuk mengetahui siapa yang berkhianat dan siapa yang berhak dipercayai.

(Ini adalah Prequel dari Wings & Dust)

#wingsseries

Instagram: @mistventure

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellen Ashiana D., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertengkar

"Jadi dia mengusirmu begitu saja?!"

"Shhhh!!" Aku menempelkan telunjukku ke bibir. "Jangan berisik, Kei!"

"Pria macam apa?!" Fae itu berkacak pinggang. "Jadi kau sudah putus dengannya?"

"Putus? Maksudmu apa putus?" Tanya Clora yang ternyata mendengar pembicaraan kami. Aku sedang berada di ruang makan bersama Kei di pagi hari. Setelah kejadian kemarin, aku terus menangis hingga akhirnya tertidur dan tidak keluar sampai pagi ini. Kei yang ternyata terlalu peka mengetahui perasaanku dan menyadari ada yang janggal. Akhirnya aku menceritakan semuanya kepadanya karena tak tahan menanggung semua ini. Wajar saja, Jon tak pernah bersikap seperti itu kepadaku dan hatiku dibuat sakit karenanya.

"Putus menurut manusia, saat dua orang bertengkar dan akhirnya tidak lagi menjalin hubungan," Kei menjelaskan dengan pedenya. Aku menggeleng-geleng. "Darimana kau mempelajari istilah-istilah itu?"

"Dari buku, tentu saja," katanya lagi dengan bangga. "Sebagai Ventus muda, aku wajib memperluas wawasanku."

Sambil mengabaikanku, Clora membuat secangkir teh panas untuk dirinya. Pagi hari Fae juga membutuhkan sesuatu untuk menghangatkan tubuhnya. "Pantas saja kemampuanmu sebagai seorang Ventus sangat rendah. Ternyata kamu lebih tertarik mempelajari ilmu manusia," katanya dingin. Kei mendengus. "Terus?"

"Terus?!" Clora tersenyum mengejek. "Kau itu seorang Fae, Kei! Jangan malah terjerumus ke dunia manusia!" Ia sengaja menciptakan suara keras dari gelasnya. "Aku tak percaya kenapa kau sampai bisa tertarik dengan makhluk kotor seperti mereka."

Rasanya seperti pisau yang langsung menancap pada hatiku. Clora baru saja mengatai-ngataiku secara tidak langsung. Kei sudah bangkit dan aku terkejut saat gadis itu memarahi temannya. "Jangan berkata seperti itu! Manusia bukan makhluk kotor!" Ia sampai menaikkan tangannya karena amarah. "Kenapa kamu berkata seperti itu?!"

"Kenapa memangnya?" Clora lalu melirikku dengan tatapan merendahkan. "Manusia cuma makhluk lemah, perusak, dan gak ada gunanya sama sekali." Ia lalu meneguk sisa minumannya dan pergi begitu saja.

"Gadis itu sangat-" Kei sudah mengepalkan tangannya. Namun sedetik kemudian, bahunya sudah diturunkan. Ia menghela napas. "Sabar, Kei, sabar..." Katanya kepada diri sendiri. Ia lalu menoleh kepadaku. "Clara, bagaimana kalau kamu berkeliling denganku?" Katanya sambil tersenyum.

"Berkeliling?" Aku menaikkan sebelah alisku.

"Iya, berkeliling. Sekalian untuk mengurangi stres." Kei menyeka keringat yang tiba-tiba muncul dari dahinya. "Tapi kau harus menyembunyikan penampilanmu, karena kau bukan seorang Fae." Ia sudah menarik tanganku, memaksaku untuk berdiri. "Ayo, cepatlah! Ini akan seru!" Katanya kegirangan.

***

Aku membeku saat melihat pantulanku di cermin kaca. Kei baru saja merombak penampilanku sehingga terlihat seperti seorang Fae, meskipun dalam hati aku bersyukur karena ia tidak menambahkan sayap palsu di belakang punggungku. Aku sudah memikirkan yang aneh-aneh, mungkin seperti bando kelinci atau kumis palsu yang harus kukenakan untuk menyembunyikan wujud asliku sebagai seorang manusia.

Aku berpikir terlalu jauh. Ternyata Kei hanya menyelipkan kuping palsu yang lancip dan mengeritingkan rambutku. Aku terlihat sangat berbeda, apalagi dengan sepatu hak yang harus kupakai agar tinggi badanku dapat menyamakan tinggi rata-rata seorang Fae.

"Wow, Clara, kamu terlihat sangat cantik!" Katanya sambil melempar jubah luaran untukku. "Sekarang, pakailah jubah ini. Tutupi juga wajahmu."

"Kenapa?" Tanyaku kebingungan. "Aku sudah berdandan susah-susah. Kenapa masih menutupinya segala?"

"Karena..." Kei tampak agak ragu-ragu. "Kau masih ingat waktu itu, kan? Yang mengetahui wajahmu cuma kami dan Chrys. Aku takut Fae itu bisa mengenalimu diantara keramaian." Kei lalu membantuku memasangkan jubah. Benar juga. Fae Light itu pernah melihat wajahku. Dia pasti bisa langsung mengenaliku, apalagi dengan sihir yang dimilikinya sebagai seorang Fae Light.

"Tapi, Fae yang kemarin..." Aku teringat dengan Fae yang sempat menyembuhkan Jon.

"Ah, nama Fae Healer itu Sana," kata Kei. "Kami memercayainya. Tenang saja. Dia tidak akan membocorkan rahasia kami."

Rahasia kami. Rasanya aku ini hanya benda berharga milik mereka saja. Namun kuusir jauh-jauh segala pemikiran negatif. Mereka mencoba untuk membantumu, Clara, aku berkata kepada diri sendiri. Jangan salah sangka dulu.

Tapi, apakah aku bisa memercayai mereka dan memberitahu mereka kejadian yang menimpa Nenek? Aku ingin sekali mengetahui siapa Fae misterius yang sudah kulihat dua kali. Mungkin saja Fae itu yang bertanggung jawab terhadap kehancuran Desa Norlata.

"Ayo," katanya sambil menarikku ke luar kamar. Fae itu melangkah dengan cepat, alhasil jubahku tertiup oleh angin yang tiba-tiba saja muncul. Kami hendak pergi keluar pintu masuk saat aku mendengar sebuah suara dari belakangku.

"Clara?" Aku menghentikan langkahku, dan menelan ludah. Kenapa harus disaat ini?! Batinku gugup.

Aku mengangguk, masih tak ingin membalikkan badan. "Ya."

"Mau kemana kamu?!" Langkah kaki Jon sudah menggema. Ia segera menghampiriku dan memutar tubuhku dengan paksa. Ia terbelalak saat melihat penampilanku yang sekarang.

"Clara, apa-apaan-"

"Dengar, manusia!" Kei memotong pembicaraannya. "Kalau kamu mau memarahinya, jangan sekarang! Kita sibuk!" Belum sempat aku mencegahnya, Kei sudah menarikku keluar pondok, meninggalkan Jon yang masih ternganga melihat penampilan baruku.

Penampilan seperti seorang Fae.

1
Garbera_Rara
semangat author
Garbera_Rara
belum tamat kan??
mrs. J~
kak kapan up lgi ? 😭
MouChi
Next Kaka
Dian Anggraeni
Dua jempol mendarat subuh ini toor 👏👏👍👍👍👍 salam dari Cinta Yang Tabu
Dian Anggraeni
lanjut dong 👏👏👍👍👍
Dian Anggraeni
sukaaaa 👏👏👍👍👍 gas poll tor 👍
Dian Anggraeni
lanjut lanjut lanjuuut 👏👏👍👍👍👍
Dian Anggraeni
Mantap tor lanjuuut 👏👏👏👍👍👍👍
Dian Anggraeni
lanjut dong 👏👏👍👍👍👍
Dian Anggraeni
Hadir kembali tor 👏👏👍👍👍
ᴛɪᴅᴀᴋ ᴀᴅᴀ
Hi Thor
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu
Nofi Kahza
like😍😍
Nofi Kahza
lanjut thor😍
Neng Yuni (Ig @nona_ale04)
Mampir lagi kak, salam dari Sang Bukti Cinta, semangat 😊
Mommy Rara
Miss sweety comeback, beri jejak like sampe sini untuk karya thor yang bagus ini 😍
Desrayanii
Up lagi kak 😍😍
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
R.F
like. jangan lupa feedback
Naniya fannonna shiners
Seru bingoot thor, next terus yup😉
Ditunggu up selanjutnya. Semangat terus buat kakak author😘

Salam dari "UNSEEN."
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!