NovelToon NovelToon
Hasrat Kakak Tiriku

Hasrat Kakak Tiriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Fantasi Wanita / Cintapertama / Saudara palsu
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sindi Oktaviani

Papa dari Velia Angela menikah dengan seorang janda yang memiliki anak kembar. Velia sama sekali tidak tahu kalau yang akan menjadi kakak tirinya adalah kekasihnya sendiri.
Dia sungguh tidak menyangka kalau hal ini terjadi padanya.
Sampai suatu saat dia melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan bersama kakak tirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan seperti ini, Kak!

Velia pun langsung menyalakan motor yang akan dia kendarai. Lucas hanya diam memperhatikan dari tempat duduk belakang. Dia tahu dan yakin kalau Velia pasti sudah bisa mengendarainya.

Perlahan namun pasti, Velia mengendarainya dan berputar di halaman. Rupanya dia sudah mahir mengendarai motor itu.

"Aku sudah menduganya, kamu pasti sudah bisa sayang" ucap Lucas dengan berbisik di telinga Velia. Dia membuat Velia takut, namun dia tak dapat di pungkiri kalau dia juga merasa bahagia.

"Kak, jangan seperti ini, aku takut kalau nanti mama sama papa lihat kita kayak gini" ucap Velia dengan perlahan.

"Kenapa harus takut? Toh mereka juga tahu kalau sekarang kita adalah saudara. Jadi mungkin ini akan menjadi hal yang biasa" ucap Lucas, dengan tangannya masih berada di pinggang Velia.

Jantung Velia berdebar, dia bahagia karena sekarang ternyata dia lebih mahir lagi dalam mengendarai motor. Dan juga di tambah dia bersama dengan orang yang sangat dia cintai.

Tak berapa lama setelah itu, karena hari sudah mulai senja. Keduanya pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Mereka akan ikut makan malam keluarga nanti.

Lucas masuk ke dalam kamarnya sendiri, dia akan membersihkan tubuhnya lebih dulu. Sedangkan Velia yang sudah selesai mandi, dia langsung saja menuju ke dapur.

Velia kali ini akan membantu mamanya untuk memasak makan malam.

"Mama" panggil Velia setelah dia bertemu dengan mamanya di dapur.

"Loh nak, bagaimana latihan motornya tadi?" tanya mama Ariana dengan tangannya sibuk memotong beberapa sayuran.

"Syukurlah aku sudah lebih mahir, Ma. Nggak terlalu sulit juga, dan aku cuma latihan bentar aja karena sudah bisa" kata Velia memberi tahu mamanya.

"Oh iya ma, apa yang bisa Velia bantu?" tanya Velia mencoba menawarkan diri untuk membantu mamanya memasak.

"Apa kamu mau bantu mama?" tanya mama Ariana memastikan.

Velia mengangguk dan tersenyum, dia sudah lama ingin memasak dengan di temani oleh sosok mama. Namun hal itu sama sekali belum pernah terjadi di hidupnya.

Kali ini dia akan lebih sering lagi untuk bisa belajar memasak dengan mamanya.

"Boleh ya ma, aku bantun mama!" pinta Velia dengan sedikit merengek manja.

Mama tersenyum, "Boleh sayang, lagi pula kenapa juga tidak boleh? Justru mama senang kalau kamu mau bantuin mama masak" kata mama.

Velia tersenyum sumringah, lalu kemudian setelahnya dia mulai membantu mama Ariana untuk memasak. Dia memotong beberapa sayuran, dan juga menggoreng beberapa lauk.

Tak berselang lama, memasak pun selesai. Velia menata makanan di meja makan, sampai tampak Zelo yang baru saja pulang dari sekolah.

Kebetulan juga dia berjalan melewati ruang makan.

"Wah kayaknya enak nih, kamu bantuin mama masak?" tanya Zelo pada Velia yang tengah meletakkan makanan di meja makan.

"Iya kak" jawab Velia dengan menganggukkan kepalanya.

Zelo langsung duduk dengan masih memakai seragam sekolah. Tangannya hendak terulur untuk mengambil buah. Namun apa yang hendak dia lakukan, ternyata terlihat oleh mama.

"Hey, jangan makan dulu! Zelo, mandi dulu nak!" perintah mama Ariana pada anak keduanya itu. Dia dengan tangannya yang memegang mangkuk berisi sup, melihat adanya Zelo yang hendak mengambil buah di meja makan.

Mama langsung melarang dan menyuruh Zelo untuk segera mandi terlebih dahulu.

Zelo yang mendengar dan melihat itu pun menghela nafas dan langsung berdiri, "Iya ma" jawab Zelo dengan nada lesunya.

Setalah itu Zelo beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya.

Beberapa menit kemudian, makanan sudah selesai dan tertata rapi di meja makan. Mereka sebentar lagi akan makan malam bersama.

Papa berjalan menuju ke meja makan di ikuti olej Lucas yang juga tampaknya sudah selesai membersihkan diri.

Semuanya berkumpul, namun berbeda dengan Zelo yang belum kelihatan.

"Loh di mana Zelo?" tanya papa saat mereka belum mulai makan malam.

Semua saling menoleh satu sama lain, mereka juga tidak tahu kenapa Zelo belum juga turun untuk makan malam.

"Tadi mama suruh dia mandi setelah pulang sekolah, Pa. Mama akan cek dulu ke atas" kata mama memberi tahu.

"Emt, mama nggak usah ke atas, biar Velia aja yang panggil kak Zelo" kata Velia yang langsung berdiri dari duduknya.

Lucas tampak biasa saja dengan itu, dia tersenyum melihat Velia yang langsung sigap seperti itu.

"Ya sudah tolong panggilkan dia ya nak" kata mama.

Velia mengangguk, "Iya, Ma"

Velia pun segera menuju ke kamar Zelo untuk memanggilnya. Sesampainya dia di kamar Zelo, terlihat pintu kamar itu tidak di kunci dan terbuka sedikit. Velia pun berkata, "Kak, Ze. Ayo makan malam bersama, sudah di tunggu mama sama papa" panggil Velia namun sama sekali tidak ada jawaban dari Zelo.

Velia sedikit mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit, namun sayangnya dia tidak melihat apapun.

"Kak, Ze. Aku masuk ya" kata Velia yang sudah tidak sabar karena jujur dia sudah lapar dan ingin segera makan malam.

Velia perlahan membuka pintu kamar Zelo, di lihatnya ke sekeliling dan matanya tertuju ke arah ranjang.

Benar saja, Zelo saat ini tengah terlelap dengan masih memakai seragam sekolah. Wajahnya tampak lelah sekali saat itu. Velia bahkan jadi tidak tega untuk membangunkannya.

"Bangunin nggak ya?" kata Velia dengan lirih. Dia bingung, antara kasihan dan juga dia yang tengah merasa lapar.

"Bangunin aja deh" ucap Velia yang setelahnya berjalan ke arah ranjang dan mencoba membangunkan Zelo.

"Kak Ze" panggil Velia dengan sedikit menggoyangkan kaki Zelo.

Benar saja Zelo langsung menjawab tanpa melihat siapa yang membangunkannya, "Sebentar lagi, Ma" kata Zelo.

"Kak Ze. Ini aku Velia! Ayo kita makan malam bersama" kata Velia memberi tahu.

Mendengar itu Zelo pun perlahan membuka matanya untuk memastikan kalau itu memang bukanlah mamanya.

"Velia?" ucap Zelo dengan suara serak bangun tidurnya.

"Kak, mandilah, habis itu kita makan malam. Papa sama mama udah nunggu di bawah" kata Velia memberi tahu.

"Kalian makan saja dulu, nanti aku akan makan sendiri saja" kata Zelo dengan tubuhnya masih setia berada di kasurnya.

"Tapi kak" ucap Velia menggantung.

"Aku capek, Vel" ucap Zelo.

Velia menghela nafasnya, "Baiklah kalau begitu, nanti aku akan membawakan makanan untukmu kak. Tapi kakak mandi dulu" ucap Velia yang di jawab oleh anggukan kepala Zelo.

Setelah itu Velia pun kembali menuju ke meja makan. Tak lupa dia juga menutup pintu kamar Zelo tadi.

Mereka yang masih menunggu pun tampak heran karena melihat Velia hanya jalan seorang diri tanpa Zelo.

"Loh, Zelo mana nak?" tanya mama.

"Kak Ze tidur ma. Katanya dia capek, dia juga nyuruh buat makan lebih dulu saja tanpa dia" kata Velia menjelaskan.

"Kalau begitu nanti kamu bawakan makanan ke kamar Zelo ya nak" pinta papa.

Velia mengangguk, "Iya pa" jawabnya.

1
Viyandy
ean woo
Tasy@120
cantik amat sih neng
Tasy@120
bikin gak sabar pengen tahu kalau mereka itu bakal jadi saudara/Facepalm/
Azka
lanjut kk sin
Azka
lanjut ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!