NovelToon NovelToon
Perfect Husband

Perfect Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: MissTheolland_Reihan

Hani tidak menyangka dia akan menikah di saat karirnya sedang bagus-bagusnya dengan Alex — seorang CEO yang tanpa sengaja dia temui di Paris.

Pertemuan mereka awalnya tidak bermakna, tetapi anehnya Alex melamarnya begitu sampai di Indonesia.

Awalnya Hani menolak tetapi karena umurnya sudah menginjak 27 tahun, kedua orangtuanya menyetujui lamaran Alex Dan dimulailah kehidupan pernikahan yang penuh keanehan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissTheolland_Reihan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH | 14

Hani terus menautkan jari-jarinya, jelas dia sedang gugup saat ini. Itu karena Alex terus menatapnya intens dan itu membuatnya tidak percaya diri.

"Lantas, bagaimana keputusannya, Om, Tante?" Alex akhirnya bersuara sehingga Papa Mama Hani tersenyum lebar. Hani menatap kedua orang tuanya itu heran, tidak mengerti maksud senyum lebar mereka.

"Itu keputusannya, Nak Alex. Jika memang sudah serius, kedatangan selanjutnya sudah bisa membawa keluarga kemari," balas Papa ramah.

Itu semakin membuat Hani kebingungan. Dia sungguh tidak mengerti arah pembicaraan antara Alex dan kedua orang tuanya. Dan lagi sejak tadi, Jhoni— adiknya terkekeh kecil ke arahnya. Entah apa maksudnya, Hani sungguh tidak mengerti. Apakah mereka membicarakan sesuatu yang serius saat dia tidak ada. Tapi apa itu?

Alex mengangguk gagah, dia bangkit dari duduknya lalu menyalami Mama dan Papa Hani dan berpamitan, berniat pulang. Alex menatap Hani yang menatapnya penuh penjelasan sehingga dia sepertinya harus menjelaskan semuanya pada perempuan itu.

"Saya dan Hani boleh bicara dulu Om, Tante? Kami akan kembali secepat mungkin," ucap Alex ramah sehingga Papa Hani dengan cepat menyetujuinya.

"Saya permisi Om, Tante, Jhoni. Kami berangkat dulu," pamit Alex seraya menarik lengan Hani lembut. Ia mendekatkan wajahnya pada Hani lalu berbisik, "Aku rindu kau, Sayang."

Hani bisa merasakan wajahnya memerah dan memanas saat Alex mengatakan hal itu. Dia hanya terdiam saat Alex memintanya masuk ke dalam mobil pria itu dan dia hanya menurut. Mereka langsung melesat pergi.

"Kita kemana, Alex?" tanya Hani bingung. Dia menatap wajah tampan Alex sedang fokus mengemudi.

Alex melepaskan dasi yang sebelumnya masih terikat manis di lehernya kemudian melirik Hani. Dia tersenyum lebar, "Melepas rindu denganmu, Sayang."

"Lihat, kau masih saja memanggilku 'sayang'. Namaku itu Hani, Alex," jelas Hani membuat Alex terkekeh kecil, "Tapi itu panggilan sayangku untukmu. Kau tidak suka?"

Hani tidak bisa menjawab. Sejujurnya dia suka jika Alex memanggilnya seperti itu. Hanya saja dia sedang mencoba jual mahal dengan berpura-pura tidak menyukainya

Tidak lama mereka sampai di restoran mewah di pusat kota. Alex segera turun dan membukakan pintu untuk Hani.

Menerima perlakuan seperti itu membuat Hani merasa sangat spesial.

"Gandeng tanganku," ucap Alex.

Hani bingung, "Untuk apa?"

"Aku tidak mau kau digoda pria lain. Dengan menggandengku, semua orang akan tau jika kau kekasihku," jelas Alex.

"Tapi kau memang bukan kekasihku," tukas Hani. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia segera menggandeng Alex mesra.

Sepertinya Alex sudah merencanakan ini karena kala mereka masuk, pelayan di sana mengantar mereka ke meja yang sudah dipesan atas nama Alex. Melihat itu membuat Hani semakin penasaran apa alasan pria itu menghampirinya setelah kejadian di Paris.

Mereka sampai di rooftop dan meja mereka tepat berada di sisi kanan, menghadap pemandangan kota. Hani langsung terpesona dengan pemandangan itu, dan lagi dia atas meja mereka, terdapat buket bunga dan surat kecil menggantung di salah satu tangkainya.

Alex mengambil bunga itu dan menggengam tangan kanan Hani lembut. Dia merogoh sesuatu di kantongnya dan berlutut di hadapan Hani. Perempuan itu terlihat bingung dan syok saat melihat Alex mengeluarkan cincin dari sakunya.

Tiba-tiba suara piano dan biola terdengar lembut menyapa pendengarannya. Dia tidak bisa fokus karena pikirannya kini terbagi.

"Hani," ucap Alex lembut, dia tersenyum sangat manis saat mengatakan itu, "Semenjak pertemuan kita di Paris, aku merasa jika kau adalah perempuan yang kucari selama ini."

Ada jeda sebelum Alex kembali melanjut ucapannya, "Karena aku tidak bisa merangkai kata, Sayang. Aku hanya ingin mengatakan, will you marry me?"

***

1
Agna
yessss
Eviidolarr Eddo
lanjutttt , greget banget sama Chelsea
Maizuki Bintang
bgs
Ayaka Yang
up dong thor
Bunga
udah ditunggu2 ...
lanjut...
Bunga
knp ulat bulu muncul lagi...
selamatkan alex... jangan biarkan bersama ulat bulu... kasian hani
Yani Cuhayanih
kirim chelsea ke RSJ terdekat
Yani Cuhayanih
Aku hadiir .lannjuuutkan
chantri
gk pernah lanjut lgi ya thor...kemana...
yuli ana
up
yuli ana
next
yuli ana
lanjut dong
yuli ana
up
yuli ana
lanjut lg
yuli ana
seru
yuli ana
lanjut
chantri
sudah lama sekali tidak up thor..apa sampai sini saja ceritanya...
chantri
Kok gak up lagi thor...udah berapa bulan lho...kenapa lama thor,semangat ya thor...💪💪💪💪
Ronik Fadillah
9
Fia Rasit
Alex bodoh,di gertak gitu ajj down.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!