season 1
Naina...gadis cantik yang hidupnya penuh pengorbanan.
setelah papanya meninggal dan adiknya sakit,dia dipaksa keadaan untuk hidup mandiri dan penuh pengorbanan hingga akhirnya terjebak dalam ikatan pernikahan sebagai istri kedua,lebih tepatnya sebagai wanita penerus keturunan keluarga Hardiansyah,karena istri aryo putra Hardiansyah tidak dapat meneruskan keturunan keluarga tersebut.
karna cintanya aryo pada erlita hingga paksaan untuk menikah lagi dituruti dengan syarat dia tidak akan menceraikan erlita.
akankan pengorbanan naina berbuah manis?atau kah pergorbanan nya hanya sebuah pengorbanan disepanjang hidupnya??
season 2
perjalanan kehidupan Kenan dan keluarganya si anak bungsu keluarga Hardiansyah, penuh suka duka tawa dan airmata. Perjuangan dan pengorbanan juga mewarnai kehidupan mereka.
bagaimana posesif nya Kenan terhadap dua putrinya ketika mereka menemukan tambatan hati masing-masing, di warnai dengan kekocakan dan ke gesrekan orang-orang disekitarnya.
Pokoknya kepoin deh, kalo season 1 siap tissue, season 2 siap dua tissue karena kalian akan menangis dan tertawa bersamaan.
(Jangan khawatir season 2 banyak kocaknya dan bisa mengobati luka hati di season 1....istilah menangis- nangis dahulu...ngakak-ngakak kemudian!!)
Jangan lupa like.komen n vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengunjungi richo
Sudah sebulan dari hari dimana naina melahirkan,dia bener2 tidak mau menyusui anaknya, dia bener2 menyerahkan sepenuhnya kepada erlita alhasil Erlita akhirnya menyerahkan semua pekerjaan nya pada asistennya hanya sesekali mengontrol ke kantor dan memantaunya dari rumah.
Ya semua orang kantornya hanya tau kalo Erlita punya anak tanpa melihat bagaimana perut bos nya membuncit karna setelah mengaku hamil 5 bulan pada karyawan nya erlita jarang ke kantor dengan alasan kehamilan nya.
keluarga Hardiansyah tidak mau publik tau kalo aryo punya istri lagi dan melahirkan untuk keluarga Hardiansyah,cukup mereka tau bahwa Erlita satu2 nya menantu keluarga tersebut. miris memang naina... sebegitu dalam perjuangan dan pengorbanan naina untuk keluarga nya dan keluarga Hardiansyah.
"Sayang....sini mami mandiin...ulu..ulu...ulu...anak mami cantik".begitulah keseharian erlita...merawat Namira bak anaknya sendiri.
Pun juga aryo sangat menyayangi Namira, bagaimana sikapnya pada naina? jangan tanya lagi...bahkan aryo tak pernah lagi tidur atau sekedar datang ke kamar naina karna sibuk dengan Namira,dan memang menurut aryo dia tak ada kewajiban dan kepentingan lagi untuk mendatangi naina dikamar. mereka hanya sesekali bertemu di meja makan.
#####
"Bolehkan saya datang kesana nyonya?"..tanya naina di ruang kerja nyonya ratna.
Hening.
Nyonya ratna hanya menatap datar naina,naina gugup dia mulai meremas jari2 tangannya sendiri.
"Apa kau tau?....semua belum selesai" ucap nyonya ratna dengan menekan kata "belum selesai".
Naina tau maksud nyonya ratna,dia hanya diam tanpa bisa berkata apapun,dalam hatinya binggung harus bagaimana.
Dia menekan segala rasa takutnya saat memutuskan untuk bertemu dengan nyonya ratna,tapi rasa rindunya pada sang adik dan mama bener2 sudah tak terbendung, sebenarnya bukan hanya itu alasan naina ingin segera menemui mama dan adiknya,tapi juga dia kadang merasa tak sanggup mendengar tangisan Namira,saat namira lapar atau haus dia akan menangis...suara tangisnya terdengar sampai ke lantai bawa dikamarnya, apalagi saat malam tiba...namira sering menangis.
Naina hanya bisa menangis dalam diam,dia bukannya tak mau menyentuh namira dia hanya takut susah melepas anak itu jika waktunya sudah habis,sekuat tenaga dia menahan nya.Tak jarang dia menangis sendiri ditengah malam...bahkan disela2 jari telunjuk dan ibu jarinya sudah tak mulus lagi...penuh dengan bekas gigitan nya sendiri karna hanya dengan cara itu dia meredam suara tangisnya.
#####
"Kakak...!!!"..seru richo kegirangan melihat kakaknya diambang pintu kamarnya.
seketika naina berlari memeluk adik kesayangannya,menumpahkan segala kerinduan nya,tangisnya pecah seketika melihat adiknya.
dia beralih ke sofa dimana sang mama sedang menatap nya.
"Ma...Naina kangen...mama baik saja?" naina memeluk wanita itu,tidak ada rasa marah dan benci untuk mamanya.. wanita yang nyata-nyata telah menjual nya sebagai ganti pengobatan untuk adiknya.
Bagi naina apa yang dijalani adalah semua takdir...begitu hebat mama dan papa nya mendidik seorang naina hingga menjadi wanita yang sangat tegar dan baik hati.
"Mama baik.... bagaimana kau bisa disini?"
"Aku ijin pada nyonya ratna dan kesini ditemani dr.daniel"
"Richo kakak akan disini menerima mu selama 4 hari"... ucapnya kemudian pada adiknya.
jangan ditanya,betapa girangnya richo mendengar itu semua.
"Benarkah?....kakak akan disini?...tapi bagaimana pekerjaan kakak?mama bilang kakak kerja untuk biaya berobat ku"...
"Tenang saja...kakak sudah dapat ijin"..
Saking senangnya richo sampai tidak mau tidur padahal ini adalah jam nya dia tidur siang.dia tetap minta di temani bermain sambil ngobrol dengan naina.
sedang kan sang mama hanya diam di sofa sambil sesekali menatap naina.
'kau habis melahirkan nai, tapi bagaimana bisa badan mu begitu kurus?apa ini bener2 sangat berat untuk mu nai?' batin mamanya sambil menatap nanar anak perempuan nya.
#####
"Aku tidak melihat naina ma?kenapa dia tidak ikut sarapan?" tanya aryo memecah keheningan pagi itu.
"Kau sadar ada dia?aku pikir kau lupa kalo ada naina?" jawab nyonya Ratna sambil mengunyah makanan nya.
Seketika aryo menghentikan makannya...
"Apa maksud mama?mama pikir aku tak perhatian pada naina?" tanya aryo.
"Aku tau batasan ku ma...aku tau harus bersikap bagaimana pada naina....ini bukan mau ku kan ma?"...lanjut aryo sedikit geram merasa mamanya menyalahkan dan seakan menuduhnya telah mengabaikan naina setelah dia melahirkan putrinya.
"Dia pergi dua hari yang lalu"
"Apa tugasnya selesai? apa dia pergi selamanya? kenapa dia tidak pamit kepadaku dan erlita serta pada Namira?"..aryo bertanya secara beruntun,merasa kecewa karna naina tak pamit padanya,padahal mungkn dia tak akan bertemu kembali dengannya.
"Tugasnya belum selesai....dia akan kembali...dia hanya menemui seseorang yang menjadi alasan keberadaan nya di rumah ini".
Aryo menatap datar mamanya dan berbagai macam pikiran penuh di otaknya.
bersambung....
dua sosok wanita mulia yang dipanggil ibu
*naina wanita mulia yang berkorban nyawa demi keluarga, suami dan anaknya,
*erlita wanita mulia yang berkorban perasaan dan menjadi ibu sambung yang sangat baik
aku sangat bangga masih ada novel yang memuliakan wanita
karena banyak sekali novel yang merendahkan wanita,