NovelToon NovelToon
Dara, The Posesif Dokter With Ex-Boyfriend

Dara, The Posesif Dokter With Ex-Boyfriend

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Romansa / Dokter
Popularitas:282.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Isma Wati

Dulu Dara sangat membenci laki-laki yang menjadi pacarnya karena usia laki-laki itu lebih muda lima tahun darinya. Setelah lama tidak bertemu, laki-laki itu kini menjadi kepala rumah sakit ditempatnya bekerja.

Tapi di pertemuan kali ini, laki-laki itu seolah tidak mengenali Dara lagi membuat Dara jadi bertanya-tanya. Dan karena sikap cueknyalah yang membuat Dara bertekad membuat laki-laki itu jatuh cinta lagi padanya. Dapatkah Dara melakukan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Versi Zyan

Berbeda dengan Dara yang sangat terkejut dengan kemunculanya, Zyan malah terlihat santai saja. Eits, jangan ada yang menghayal Zyan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggang ya. Tidak! Zyan masih berpakaian lengkap karena dia hanya membasuh wajahnya saja. Laki-laki itu berjalan menuju kabinet didekat pintu kamar mandi, mengambil handuk untuk mengeringkan wajahnya tanpa menoleh pada Dara sama sekali.

Melihat Zyan yang nampak tak perduli dengan keberadaanya, Dara memasang posisi was-was mengawasi laki-laki itu dari atas hingga bawah apa dia hanya berhalusinasi atau yang dilihatnya saat ini adalah makhluk halus yang sedang cosplay menjadi Zyan, tapi telapak kakinya napak pada lantai. Dara melompat dari tempat tidur berlari menyeret tasnya menuju pintu sambil bergumam dan mengangkat kedua belah tanganya.

"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa takhudzuhuu sinatuw walaa naum, la huu maa fis samaawaati wa maa fil ardh ..."

Dara membaca sampai berulang-ulang tapi sosok itu tetap ada membuat Dara mempercepat rapalan bacaanya agar makhluk itu cepat hilang, namun alih-alih pergi, makhluk mirip Zyan itu merebahkan tubuhnya telentang dan melemparkan senyum padanya.

"Damnn. Ini kamu Zyan beneran?" Bibir yang tadi sibuk membaca ayat pengusir setan itu berganti umpatan saat menyadari jika itu adalah Zyan.

"Hahahaha," tawa Zyan pecah melihat tingkah lucu Dara. "Kamu pikir aku setan? Sampai dibacain ayat kursi?" Zyan geleng-geleng kepala. "Kalau ini beneran setan, nana yang lebih ganteng, yang asli atau yang setan?"

"Nggak lucu ya. Ini beneran kamu apa bukan?" Pekik Dara. Tidak berbohong, kali ini Dara memang takut sungguhan, lihat saja wajah putih itu berubah pucat pasi dengan jantung yang berdetak cepat. "Kenapa kamu bisa ada disini? Ini kamar pesanan ku." Kalau manusia sungguhan pasti tidak akan bisa menembus tembok atau tahu kamar yang dipesanya. Sungguh logikanya sebagai seorang dokter sangat dipertanyakan.

Karena tidak kuat dengan tawanya yang meledak melihat wajah tegang Dara, Zyan akhirnya memperlihatkan layar ponselya. "Aku sedang menunggu teman kencan buta ku. Apa kamu perempuan itu?"

Hah? Apa? Dia ikut kencan buta?

Dara diam, mulai menetralkan detak jantungnya dan wajah pucatnya berangsur berubah merah lagi. Tapi apa benar Zyan melakukan kencan buta?

"Ehem." Dara berdehem menegakkan tubuhnya. "Maaf ya Mr Zyan. Saya bukan nggak selaku itu sampai harus banting stir ikut kencan buta-kencan buta seperti itu. But whatever, i don't care dengan apapun yang kamu lakuin. Enjoy the date, pakai saja kamar ini sepuasnya karena saya tidak butuh kamar ini. Ini bonus untuk Anda," ujarnya membalikkan badan sial membuka pintu namun Zyan yang nampaknya memiliki kekuatan petir itu bisa dengan cepat tanganya menahan daun pintu agar Dara tidak pergi.

"Teman kencan ku membatalkan pertemuan ini, jadi kamu harus temenin aku disini." Zyan yang berdiri dibelakang Dara meletakkan ponselnya didepan wajah gadis itu.

Dara membalikkan badan, melipat tangan didada.

"Tiba-tiba ada dikamar aku, bilang ada kencan buta, dan tiba-tiba tidak jadi. Apa Mr.Zyan ini tidak sedang berbohong? Atau akan bilang ini hanya kebetulan?" Dara menaikkan alisnya.

"Dan kamu pikir aku menguntit?" Balas Zyan.

Dara mengangkat bahu. "Siapa yang tahu?"

"Terus kamu sendiri? Kemana teman kencan buta kamu?" tanya Zyan balik mengedarkan pandanganya mencari keberadaan laki-laki yang akan menjadi kencan buta Dara. Dara tidak menjawab. "Jangan bilang dia juga tidak jadi datang?" cecar Zyan menaikkan alisnya membuat Dara merasa diintimidasi.

"Ahhh nggak tahu." Dara melayangkan tanganya depan wajah. "Aku mau pulang aja." Tidak ingin Zyan tahu jika dia hanya berbohong, Dara berbalik hendak keluar namun Zyan sigap menahanya dan mengungkung tubuh kecil gadis itu dengan tatapan mengintimidasi.

"Kenapa janjian kencan buta harus di hotel?" tanya Zyan dengan suara yang terdengar berat dan rendah.

"Terserah akulah. Kalau kencan buta kan bisa ketemu lagi apa enggak. Jadi kalaupun terjadi apa-apa nggak masalah, orang nggak saling kenal ini," jawab Dara menantang.

Tuk.

Zyan menyentil kening wanita yang bicara asal itu. "Kamu tuh mikir nggak apa yang kamu omongin? Masa seoarang dokter ngomong begitu."

Dara melipat bibirnya. "Kamu juga? Kenapa janjian di hotel?" sahutnya tidak mau kalah. "Malah masuk kamar aku kayak nggak mampu bayar aja."

Zyan menegakkan tubuhnya, membebaskan Dara dari kungkungan tubuhnya.

"Kamu percaya?" tanyanya. Dara menunduk tidak menjawab, menghindari tatapan mata Zyan yang mengungkungnya laki-laki itu seolah Zyan hanya melepaskan tubuhnya tapi tidak dengan matanya. "Kamu pikir aku disini untuk kencan buta konyol seperti itu?"

"Terus untuk apa kalau bukan kencan buta juga?"

"Au ah." Zyan kesal Dara tidak mengerti maksudnya, ia kembali kedalam untuk mengambil jas yang ada di lemari.

"Kamu mau kemana, Zyan?" tanya Dara menyusul Zyan dari belakang keluar dari kamar itu tanpa mengatakan apapun.

"Ihhh ngeselin banget sih? Udah nongol tiba-tiba, pergi juga nggak pamit. Kayak jailangkung aja." gerutu Dara menatap mobil mewah Zyan yang menjauh.

* * *

"Jadi gitu, Ai. Aneh banget kan?" Dara langsung menceritakan itu pada Aira. "Aku sih bukan nggak ngerti maksud dia ya, cuma pura-pura polos aja pengen tau dia masih ada perasaan sama aku apa enggak? Biar nggak dianggap kegeeran juga sama dia, tapi ujung-ujungnya aku kayak di php-in, bikin kesel tahu nggak."

"Udah ada tanda-tanda lampu hijau sih? Kamu pancing-pancing aja terus," ujar Aira memberikan tanggapanya atas cerita Dara. "Eh Ra, lo pasti kaget kalau gue kasih tahu sekarang gue pakai apa?"

"Apa?"

"Jilbab."

Benar saja Dara kaget. "Serius? Demi apa?"

"Gue pengen kelihatan alim, kalem kayak si Lyla. Biar mister misterius gue kepincut sama gue. Soalnya dia baik banget sama si Lyla itu karena si Lyla pake pakaian tertutup."

Dara menghela nafas, agak miris juga dengan kisah percintaan sepupunya yang masih jalan ditempat dan sepertinya lebih sulit dari dia menaklukkan Zyan. "Lo make itu untuk selamanya apa cuma buat nyari perhatian dia doank?"

"Lihat kedepannya aja deh, ini juga gue ngambil punya Lyla. Hihihi."

"Gokil juga Lo ya, Ai. Demi--"

"Emppphhhh--"

"Ai, Ai. Lo masih ada disana kan?" tanya Dara khawatir karena ia merasa terjadi sesuatu dengan sepupunya itu dan mendengar suara langkah orang lain. "Aiiiii, Lo masih ada disana kan?" Tapi tetap tidak ada sahutan dari Aira. "Aii, Lo jangan becandain gue ya. Awas ya, Lo udah bikin gue khawatir tapi Lo cuma ngeprank gue doank. Pulang nanti Gue botakin kepala Lo atas bawah ya," ancamnya. Tapi percuma, Dara tidak mendengar apa-apa lagi.

1
Devi Novita
visual emaknya dara (denisa) paling cantik dara papinya bule lah dara GK da bule bulenya padahal dara katanya mirip papinya wajahnya aturan visualnya bule juga
ronarona rahma
sunshine sunligh suuay.....gokil thor ....semangat bikin ngakak
Reichan Muhammad
gak di lanjut lagi kak
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
ceritanya ngga lanjut thor ?
Ima Kristina
Dara kok mulai menyebalkan
💫Tasya💫Alfarisi: Hai kak, mau event baca berhadiah ngga nih /Slight/ Kebetulan kita lagi Adain event baca berhadiah buat yang suka horor. Mana tahu kakak jadi pemenangnya. Bisa folback aku ya kak 🫂
total 1 replies
Ima Kristina
cari masalah Dara semuga kejadian yang dulu tidak terulang kembali
Ima Kristina
Dara terlalu dimanja sama papi Daniel sich jadinya kurang dewasa
Ima Kristina
Cobaan mendekati hari H
Ima Kristina
Dara gimana sich tetep gak mau kalah kurang bersyukur apa dicintai pria model Zyan
Ima Kristina
Lama lama kita kecantol sama si Milo hehehe
Ima Kristina
Ditrima dong kan papi Daniel sudah janji
Ima Kristina
Oalah ternyata skenario mama Marsha hahaha
Ima Kristina
Penasaran dengan reaksi papi Daniel lihat kemejanya dipake Zyan
Ima Kristina
Kaos couple annya keren
Ima Kristina
Hahahaha makin seru bacanya Thorr
Ima Kristina
Papi Daniel sayang banget sama mami Denisa dan Dara
Ima Kristina
Hadehhh Dara kok kasih obat tidur di kopi papi Daniel nanti makin marah loh papinya
Ima Kristina
Aku setuju dengan nasihat mami Denisa
Ima Kristina
Papi Daniel tantrum hahaha
Ima Kristina
wah Zyan cari masalah sama papi Daniel 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!