Senja, seorang gadis yang cantik dan ceria, dia malah jatuh cinta dengan Om nya sendiri, adik dari Ayahnya. Perasaan cinta Senja tumbuh saat dia duduk di bangku putih biru, dengan kata lain Om nya sendiri yang bernama Krisna adalah cinta pertamanya.
Krisna atau Senja sering memanggil namanya Om Kiss adalah lelaki tampan, tegas dan sederhana. Dia benar-benar menyayangi Senja sebagai seorang keponakan kesayangannya. Sedari bayi Nenek dan Krisna lah yang mengasuh Senja karena Mama Senja memutuskan untuk tetap bekerja.
Di saat Senja sudah pasrah dan rela melepaskan Krisna, dia malah mengetahui fakta yang sebenarnya. Hal itu membuat Senja menjadi lebih terobsesi dengan Om Kiss kesayangannya. Bahkan dia menjebak Krisna agar menikahinya, berhasilkah Senja mendapatkan hati Krisna?
"Om Kiss, kiss Senja dong!"
"Ogah, najis cium bocil"
"Ih jahat banget sih Om mulutnya"
"Baru tau kamu? Kamu kan yang jebak Om buat nikahin kamu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 TERPAKSA TUNANGAN
Senja duduk di kamarnya, wajahnya sedang di rias oleh tangan terampil seorang MUA. Wajahnya jadi terlihat semakin cantik dan bersinar, rambutnya juga sedang di tata oleh seorang penata rambut profesional.
Senja merasa ini berlebihan karena masih bertunangan, namun ini semua adalah kiriman dari keluarga Guntur. Dia memakai kebaya berwarna kuning, dengan kain jarik berwarna coklat, kain jarik itu senada dengan baju yang Gading kenakan.
Saat Senja keluar, wajah Guntur semringah melihat wajah cantik Senja. Senja mencoba tersenyum sepanjang acara dan mencoba ramah dengan semua orang. Singkatnya acara pertunangan Senja dan Guntur berjalan lancar.
Senja melihat ke arah Krisna, dia duduk bersama dengan Yulia. Yulia dan Krisna memakai baju batik yang sama, mereka berdua terlihat bahagia. Itu yang membuat hati Senja menjadi sakit, Senja menarik nafasnya dalam-dalam agar hatinya merasa lebih baik.
Guntur melihat ke arah Senja, dia memegang tangan Senja dan memandang Senja "Kau tidak apa-apa Senja? Apa ada yang membuatmu tidak nyaman?" Tanya Guntur.
Senja menggeleng dan membalas tatapan Guntur "Gak kok Mas, aku baik-baik saja, cuma Senja ngerasa capek aja memang kalau di keramaian." Jawab Senja jujur.
"Ya udah ayo kita ke belakang yuk, Mas juga gerah soalnya kita cari angin di sana!" Guntur mengandeng tangan Senja dan mereka berdua pergi ke halaman belakang rumah Senja.
Mereka berdua duduk di samping kolam ikan, hari ini langit terlihat indah, bintang-bintang terlihat dengan jelas. Apalagi sekarang memang sedang full moon, sehingga malam ini tampak romantis.
Guntur memegang tangan Senja, lalu mencium tangan Senja "Calon istri Mas cantik banget sih, duh jadi gak sabar pengen nikahin Senja." Guntur menatap wajah Senja dan tersenyum pada Senja.
"Mas Guntur malam ini juga ganteng banget." Ucap Senja jujur, ya Guntur memang sangat tampan. Senja mengakui Guntur memang tampan, bahkan ada yang bilang Guntur lebih tampan dari pada Krisna. Namanya juga selera orang berbeda-beda.
Guntur memegang pipi Senja, lalu memiringkan dan mendekatkan wajahnya pada Senja. Reflek Senja memejamkan matanya dan "cup" Guntur mencium bibir Senja. Perlahan-lahan Guntur melumat bibir Senja, Mata Senja membola karena kaget Guntur benar-benar melumat bibirnya.
Kebetulan juga saat Senja membuka matanya dia melihat Krisna sedang melihatnya berciuman dengan Guntur. Senja tersenyum dalam hati, dia lalu membalas lumatan Guntur dan tetap menatap Krisna. Dia berniat ingin membuat Krisna cemburu, Senja bahkan mengikuti permainan lidah Guntur.
Cukup lama Senja dan Guntur berciuman, akhirnya Guntur melepaskan ciumannya karena kehabisan oksigen. Guntur tersenyum menatap wajah Senja lalu mengelap bibir Senja dengan ibu jarinya. Bibir Senja sangat basah karena mereka memang saling bertukar saliva.
"Manis, rasanya manis. Senja kamu bisa membuat Mas gila." Ucap Guntur, dia tersenyum menatap calon istri yang ada di depannya.
"Senja juga bisa membuat Mas keenakan dan ketagihan. Gak cuma manis, semua rasa ada di tubuh Senja Mas Guntur." Goda Senja, dia bahkan sengaja memperkeras suaranya agar Krisna dapat mendengarnya.
"Sepertinya memang benar, gimana kau mau tidak Mas nikahi Minggu depan? Mas kayaknya bener-bener gak tahan." Kekeh Guntur.
"Mau malam ini juga boleh Mas Guntur. Senja akan berakting menjadi sugar baby profesional buat Mas Guntur." Goda Senja, dia sengaja memegang pundak Guntur dan mengusap pundak Guntur dengan jari lentiknya.
"Ah Senja kau ini, kau benar-benar nakal ternyata ya. Besok Mas Guntur antar jemput ya Sayang. Takut nanti kamu di culik orang lain." Ajak Guntur.
"Eh jangan dong Mas Guntur, Senja mau menikmati masa magang dengan tenang. Nebeng mobil Om Kiss aja Senja gak mau kok. Pokoknya gak boleh. Udah bener kita itu pura-pura gak kenal." Protes Senja.
"Hahahah gitu ya, duh tapi kasian cantik-cantik begini panas-panasan naik motor. Mau Mas Guntur beliin mobil?" Tanya Guntur, Guntur memang orang berada, bahkan keluarga Guntur lebih kaya dari pada keluarga Senja.
"Gak usah Mas Guntur, kan baru tunangan. Besok aja kalau udah jadi istri." Saran Senja.
"Wah kalau kamu jadi istri Mas, mau tinggal di mana? Apartemen apa perumahan?" Tanya Guntur.
"Perumahan aja Mas Guntur, Senja gak mau tinggal di apartemen, lebih enak di perumahan." Ucap Senja jujur.
"Ya udah besok Mas nyari perumahan yang bagus buat kamu. Mau yang tingkat atau enggak?" Tanya Guntur.
Melihat Senja dan Guntur yang mengobrol dengan akrab dan mesra, Krisna akhirnya masuk kembali ke dalam rumah. Dia memang sengaja ke halaman belakang mengikuti Senja dan Guntur, namun dia tak menyangka Guntur dan Senja akan berciuman di depannya.
Akhirnya acara selesai, semua tamu sudah pulang ke rumah masing-masing. Kecuali Krisna dia masih membantu Ina dan Ega beres-beres. Senja yang merasa kegerahan langsung mandi, dia lalu berganti baju, karena tau Krisna masih di sini dia memakai baju tengtop terusan, terusan itu 20cm di atas lutut, sangat ketat dan melekat dengan tubuhnya sehingga bentuk badannya terlihat jelas.
Bahkan dia sengaja tidak memakai bra, beginilah penampilannya semenjak duduk di bangku SMA, dia sangat suka memakai baju seksi ketika di rumah. Ina dan Egi juga tak keberatan karena Senja hanya memakai baju-baju seksi di dalam rumah.
Terlihat Ina, Ega dan Krisna sedang menonton TV, Krisna langsung gabung bersama mereka dan duduk di samping Krisna. Tak lama karena sudah mengantuk Ina dan Ega masuk ke kamar mereka untuk tidur. Tentu saja Senja girang, dia bisa berduaan dengan Om Kiss kesayangannya.
Seperti biasanya dia langsung duduk di pangkuan Krisna dan menyandarkan tubuhnya sambil menonton TV. Namun kali ini Krisna tidak merespon, padahal biasanya Krisna langsung memeluk perut Senja. Tak hilang akal Senja langsung berbalik arah, kini dia berhadapan dengan Krisna.
"Om Kiss, Kiss Senja dong!"
"Bukannya tadi udah di kiss sama Guntur ya Nja? Kurang kamu?"
"Om Kiss cemburu ya?"
"Enggak tuh."
"Kalau gitu Senja tagih janji Om Kiss kemarin."
"Gak gak, Om gak mau."
"Dih pelit amat sih Om, sama keponakannya sendiri juga masak iya pelit."
"Keponakan angkat kan? Makanya Om pelit."
"Jahat banget sih Om sekarang, pedes banget mulutnya."
"Iya mulut Om emang pedes, tapi nagih kan? Enak mana ciuman sama Om apa sama Guntur?"
"Enak mana ciuman sama Senja apa Kak Yulia?"
"Yulia."
"Mas Guntur."
"Udah minggir Om mau pulang"
"Gak boleh, kelonin Senja dulu Om!"
"Gak, gak, bobo sendiri aja kamu. Atau minta kelon sama Guntur aja sana!"
"Wah ide bagus, pasti nanti Mas Guntur langsung ke sini. Siapa sih yang mau menolak gadis cantik dan seksi ini."
"Om nolak kamu tuh."
"Wah berarti Om Kiss homo."
"Ngawur kamu."
"Kalau gak homo coba buktiin!"
"Sayangnya Om gak perlu buktiin ke kamu Senja."
Krisna memegang pinggul Senja dan mengangkat tubuh Senja, lalu menurunkan Senja dari pangkuannya. Lalu dia melangkah keluar dari rumah Senja. Senja mengekor di belakangnyanya, dia hanya melambaikan tangannya kepada Krisna yang menaiki mobilnya dan pulang ke rumahnya.
Senja lalu mengunci pintu rumahnya dan kembali masuk ke kamarnya, lagi-lagi Senja membuka buku diarynya. Dia mengelus foto-foto Krisna yang ada di sana dan tersenyum "Om sendiri yang bikin Senja nekat, lihat ya Om, kamu hanya milik Senja seorang" Gumam Senja.