TERDAPAT 2 SEASON DI DNOVEL INI
SEASON 1 : ANABALE N RANGGA
SEASON 2 : JESSY N RENDY
Ini sebuah kisah tentang Anabale dengan Rangga yang memilki hubungan seperti saudara tapi tidak sedarah. hari itu rangga yang masih umur 3 Tahun di titipkan di Keluarga Mr. Galandy karena ayah rangga masih berjuang untuk mengembangkan usahnya di paris. ayah rangga yang sudah tidak memiliki istri sehingga meminta bantuan Mr. Galandy untuk merawat anaknya sementara waktu. dan tentunya Mrs. Mutia istri dari Mr. galandy sangat senang karena kebetulan keluarga Galandy belum memiliki sosok anak. setelah setahun kemudian lahirlah anabale anak kandung dari Mr. galandy dan Mrs. mutia
setelah umur rangga 15 tahun ayahnya pun datang menjemputnya dari paris ke Indonesia dan kebetulan usaha ayahnya telah membaik dan telah berkembang.
Bagaimana kisah mereka setelah bertemu lagi setelah berpisah 11 tahun, saat ini umur rangga 26 tahun dan anabale 22 tahun.. ??
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon asmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahaan
Rangga pun melajukan mobilnya dengan kencang. ia tidak sabar untuk menghampiri jim di hotelnya.
rangga saat ini penuh emosi, dan ia telah tiba di depan kamar hotel jim mengetok pintu dengan keras..
"ahh siapa sih, menganggu saja"ucap jim yang baru saja bangun dan menuju ke pintu
tok tok tok
tok tok tok
"ah sial, tunggu"ucap jim yang mulai kesel
membuka pintu sambil menguap
rangga pun melihat jim di depannya, ia langsung memukuli jim di wajahnya cukup keras sehingga jim seketika jatuh ke lantai
"kau, kenapa memukul ahhh?"ucap jim sambil memegangi wajahnya yang kesakitan
"Dasar Brengsek...beraninya kamu masih mendekati anabale"ucap rangga lalu melajukan tinjunya lagi ke wajah jim
"ah.. maksudmu apasih,"ucap jim yang masih bingung melihat dirinya dipukuli oleh rangga kakak iparnya.
"gue sudah tahu loh brengsek, kamu yang selalu bermain banyak wanita dan mengenai wanitamu di singapura, jangan sampai saya melihatmu lagi mendekati anabale"
rangga pun meninggalkan jim
"ahahah SIAL"ucap jim sambil mengaruk rambutnya dengan kesal
****
dering telpon anabale pun berbunyi
"hallo jim"
"hallo... bell, kita ketemu yaa adalah hal penting yang harus saya sampaikan, kita ketemu di cafe dekat hotel gue" ucap jim langusng mematikan telponnya
*****
tiba di cafe
"hallo jim, ada apa yaa,muka mu kenapa..?"ucap anabale yang kaget dan menatap wanita di samping jim
"duduk dulu bell,"ucap jim
"oiyah perkenalkan dia linda, dia adik sepupu gue"
"hallo kakak ipar, ternyata kakak benar cantik yaa"
"hallo dona, terus muka mu kenapa jim?"
"ini hanya salah paham saja kok bell, tadi kan aku sama si linda makan di cafe ini n kebetulan linda merengek sambil memelukku untuk di beliin tas keluaran baru gitu, e tapi ternyata rangga lihat kami dan salah paham lalu memukulku"
"apaa,...? aduh jim maafkan kakak ku"ucap anabale
"ah tidak apa-apa kok, aku tahu dia sangat melindungi mu sehingga ia sangat marah saat lihat aku dengan wanita lain"
"maafkan aku jim"
"tidak apa-apa kok, aku hanya ingin menjelaskan ini supaya kamunya juga tidak ikut salah paham denganku"
*****
"pa, anabale mana yaa..?"
"lagi keluar tuh"ucap ayahnya sambil mengunyah makanannya
"keluar mana?"
"katanya mau ketemu temannya dulu, memangnya kenapa?"
"ah... tidak apa-apa kok yah"ucap rangga belum ingin memberitahukan mengenai jim dulu
****
rangga melihat anabale telah datang
"kamu dari mana bell?"
"kak aku perlu bicara"
"baiklah aku juga ingin ngomong sesuatu"
"kita bicara di kamarku ajak kak"
****
anabale menghembuskan napasnya dalam-dalam dan menyuruh kakanya duduk di sofa kamarnya
"bell, sebaiknya pernikahanmu jangan dilanjutkan..."
"memangnya kenapa kak"
"jim itu ternyata cowok berengsek, ia memiliki banyak wanita"
"hahahah..."
"kok ketawa sih, aku serius"
"ah sudahlah kak, jangan salah paham, aku tahu kok sebenarnya.."
"maksudmu apa sih bell"
"kak, aku percaya dengan jim itu orangnya baik dan sangat mencintaiku.. dia sudah menjelaskan semuanya... kenapa sih kamu langsung memukul jim begitu saja sebelum mendengarkan alasannya.., oiyah kaka hampir saja anabale lupa ngomoning sesuatu yabg penting... kakak sepertinya aku tidak bisa balik ke paris bersama kakak dan om.. rencananya aku ingin mengurus semua acara pernikahan ku di jakarta dulu, kami akan menikah di jakarta dulu lalu resepsinya di paris...
"apa.. bell ?, kamu dibohongi oleh jim itu, ia itu ......"
"dengarin dulu kak, sudahlah kakak aku tidak ingin mendengar kakak menjelek-jelekkan jim lagi... kami akan percepat pernikahan kami di indonesia.."
"bell, aku tidak salah dengar... bagaimana bisa kamu..."ucap rangga yang mulai kesal
"kakak ini keputusan bell, dan kakak hanya perlu dengarin putusan anabale, aku juga tidak buru-buru menikah hanya saja jim tidak bisa lama-lama lagi di indonesia, bahkan ayah jim ingin segera aku tinggal di rumahnya"
"tidak... kamu tidak boleh menikah dengan"ucap rangga dengan membentak dan membuat anabale kaget melihat emosi kakaknya
"kak... kenapa...? bukannya kakak udah janji akan mematuhi semua keinginanaku, apa kakak lupa itu"
"bell, jim itu pria brengsek, ia sering main dengan banyak wanita, lalu di sibgapur itu dia tidak sedang menjalankan usaha bisnisnya tapi...."
"aku sudah bilang kakak, jangan mebicarakan yang tidak-tidak mengenai jim,"ucap anabale dengan kesal
"ini sudah jadi keputusanku...jadi kakak jangan menolaknya, sebaiknya kakak keluar dari kamar anabale. aku pengen sendiri"ucap bale yang semakin kesal
Rangga pun keluar dengan mebanting pintu kamar anabale dengan keras membuat anabale kaget mendengarnya.
****
*bell bagaimana bisa kamu mempercayai pria brengsek itu bahkan kamu tidak mendengar ucapanku* batin rangga sambil menatap keluar dari jendela kamarnya
*bagaimana bisa aku membuat mu membatalkan pernikahan mu itu*
*aku hanya ingin melindungi mu dari pria yang hanya memanfaatkan mu*
*****
*kak rangga kenapa bersikap seperti itu, bahkan ini pertama kalinya ia membentakku dan meneriakinku*
*kak jangan menghalangiku untuk memenuhi keinginan mommy and daddyku*
*****
tok tok tok
"kakak....?"
"gue minta maaf bell telah membentakmu."
"tida apa-apa kok kak aku akan mengerti posisi kakak"
"ini... sebagai permohonan maafku" ucap rangga sambil menyodorkan sebuah susu dan cake
"ah kakak....masuk dulu kak"ucap anabale lalu memeluk tubuh rangga
"baiklah"
mereka pun kembali duduk di sofa sambil menyalakan Tv
"kak... aku senang kakak tidak marah lagi, besok pagi aku akan siap-siap fittin baju pengantin sama jim"
"baiklah, oiyah bell apakah kamu sudah mencintainya?"
"ah kak kok bertanya seperti itu sih"
"jawab aja bell jangan ditutup-tutupi"
"sebenarnya sih aku belum mencintainya namun aku akan belajar mencintainya kak, bagaimana bisa aku mencintai padahal kami belum terlalu dekat"
"apa kamu sungguh akan menikahinya secepat ini padahal kamu belum mengenalnya cukup dekat"
"aku sih sempat ragu juga sih dengan keputusan ku ini kak, tapi aku yakin putusan yang dipilih orang tua gue tidak akan salah, lagian jim nya sangat sopan, baik dan jujur"
*bullshit, sial, anabale tidak akan memeracayaiku lagi jika aku menjelek-jelekkan jim di depannya, walaupun aku sudah memberikan kebenarannya, tetap saja ia tidak akan mempercayaiku... ternyata jim lebih brengsek dari yang gue pikir, ia bahkan bisa membuat anabale tidak mempercayaiku lebih memilih percaya pria brengsek itu*batin rangga
*baiklah gue ikutin mainan loh*
"kakak kenapa kok bengong??"
"tidak kok, aku ikut senang jika kamu senang"
"makasih kak"memeluk lengan kakaknya
"aku ke kamar mandi dulu kak"
"baiklah"
ketika anabale ke kamar mandi, rangga memasukkan obat tidur di susu anabale.
anabale keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di samping kakaknya dan menonton film bersama
"bell, minum susunya, nanti tidak hangat lagi loh"
"oiyah kak gue lupa"
anabale pun meminum susu yang dibuatkan khusus oleh kakaknya. beberapa menit kemudian anabale mulai mengantuk. dan rangga pun memulai aksinya.
rangga langsung mengendong anabale ke atas ranjangnya. rangga pun mencium bibir anabale dengan lembut dan mulai melumatnya dalam-dalam.
"ummach...."
"kak... apa yang...."
belum sempat anabale meneruskan bicaranya ranggapun menciumnya lagi. rangga mencium anabale dengan mengigit sedikit bagian bibirnya agar anabale mulai membuka mulutnya. setelah anabale mulai membuka mulutnya rangga langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulut anabale.. anabale hanya melihat aksi kakaknya yang tidak berdaya dan langsung tertidur karena pengaruh obat tidur yang diberikan oleh rangga dalam minumannya.
melihat anabale yang sedang tertidur rangga pun menghentikan
kegiatannya.
"maafkan aku yaa bell"ucap rangga sambil mencium kening anabale
rangga pun membuka bajunya dan celanannya yang ia kenakan saat itu, hanya menyisahkan celana boxernya. lalu rangga mematikan lampu kamar anabale sehingga kondisi kamar gelap. lalu menyalakan senter HP rangga dan menyimpannya agak jauh dari mereka. lalu rangga pun mencoba membuka kancing baju anabale. setelah ia berhasil membukanya rangga pun meraih Hpbya lalu mematikan senter Hpnya kemudian ia memeluk anabale dengan erat sambil mencium leher anabale cukup lama sehingga memberikan kiss mark di leher anabale. setelah itu ia tertidur sambil memeluk anabale dengan erat.
*maafkan aku bell*
*****
keesokan paginya...
jim datang ke rumah anabale dengan beraninya karena ia sudah tahu bahwa rangga tidak akan menghalanginya lagi ketika ia dikirimi pesan oleh anabale semalam.
"hay jim, sudah pagi-pagi datang di rumah, ada apa yaa?"
"biasa om mau ketemu anabale, sudah janjian"
"oh gitu yaa. yah udah tunggu di sini, aku akan panggil anabale dulu"
"baiklah om"
****
tok tok tok
tok tok tok
karena tidak ada yang menjawabnya, Mr. anthony pun membuka pintu kamar anabale yang memang tidak terkunci
ia pun sangat kaget melihat anabale dengan rangga yang tidur bareng.
"RANGGA...!"teriak ayah rangga
"rangga....bangunlah"teriaknya lagi
mendengar mr. anthony teria membuat semua orang yang ada di rumah itu menghampiri mr. anthony dengan khawatid apa yang terjadi. begitu pula dengan jim yang sedang duduk di sofa.
semua orang melihat anabale dan rangga sedang berpelukkan sangat erat, di mana saat itu rangga sedang bertelanjang dada. jim sangat shock melihat hal itu. terutama ayah rangga yang tidak menyangka melihat kejadian yang memalukan seperti ini padahal ayah rangga tidak pernah merasa salah dalam membimbing anaknya. yaa ini pertama kalinya rangga membuat ayahnya sangat marah dan ini juga pertama kalinya rangga berbuat salah yang memang ia sengaja lakukan demi pernikahan anabale dan jim itu di batalkan.
rangga sebagai kakak anabale tidak akan membiarkan anabale jatuh ke tangan jim apapun caranya.
rangga pun bangun
bruk brakkk
brakkk
rangga di pukulun habis-habisan oleh ayahnya dan rangga sudah siap menerima semua pukulan itu. ayah rangga memukuli anaknya sampai babak belur (rangga mah sudah kebal soal pukul memukul. ia kan ahli dalam olahraga judo).
anabale yang tidak tahu apa yang terjadi dan mendengarkan keributan lalu ia pun membuka matanya dan menyadari apa yang sedang terjadi dengannya dan kenapa rangga dipukuli, anabale melihat bajunya yang sedang terbuka ia pun menutupinya segera dengan selimut lalu menangis, bibi amira pun menenangkan non anabale sedangkan pembantu laki-laki pun menghentikan Mr. anthony memukuli rangga melihat kondisi rangga sudah sangat parah. sedangkan jim sangat kesal melihat itu ia pun meninggalkan rumah anabale.
*sial, ternyata loh brengsek juga ya rangga, ahhhhhh....* batin jim sambil mengendarai mobilnya
*apa yang harus gue lakukan, ? sekarang anabale bukan perawan lagi. ah sial....*
*iya sudah menjadi bekas dari rangga si brengsek ituu*
*awas loh rangga, gue ngak akan membuat loh bahagia setelah mengambil milik gue*
saran aja kak,,lebih adem klu c anabele n rangga itu manggil ny kakak adek,,seru.lbih dapet gerr ny..kta aku sih😀....
jangan dibuat kayak sinetron di ikan terbang deh Thor.