NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelar yang Dilepaskan

Setelah beberapa hari akhirnya Vitri sudah bisa pulang ke rumah

Seperti saat ini Vitri sedang duduk santai karena hari ini adalah hari minggu jadi ia hanya bersantai saja di mansion berbeda di kediaman Betrino yang sedang kedatangan orang tua Jordan disana juga ada Eliza yang baru pulang entah itu dari mana hanya Eliza yang tau wkwk

"Kakek ingin bertanya kepada kalian berdua siapa diantara kau dan Elzia yang akan ikut dengan kakek? " Tanya Faris sambil menatap kearah Elzia dan Eliza secara bergantian

Beberapa menit kemudian namun diruangan itu masih hening saudara yang lainnya juga hanya mendengar saja

"Biar aku saja " Ucap Eliza datar nan dingin seperti biasanya gadis itu berbicara tanpa ekspresi

Mereka yang ada disana menoleh kearah Eliza

"Lalu bagaimana dengan sekolah kakak? Aku gak mau berpisah kak" Ucap Elzia enggan untuk berpisah dengan kembarannya

Eliza menatap sang adik lembut berbeda dengan tatapan yang ia berikan pada orang lain

"Belajarlah untuk mandiri Zia lagi pula kau dan aku tidak berpisah beda alam hanya beda negara" Ucap Eliza datar sedangkan saudara laki-lakinya yang disana hanya menatap malas ke arah Eliza

'Benar-benar tidak peka sekali ' batin mereka semua

"Lalu bagaimana dengan sekolah kakak? " Tanya Regar menatap kearah Eliza

"Eliza akan pindah kakek akan mengurusi semuanya" Ucap Faris bukan tanpa alasan Faris meminta salah satu dari keduanya untuk ikut bersamanya

"Huh rasanya sangat tidak rela untuk berpisah " Ucap Fandi sambil menyenderkan kepalanya dibahu Eliza sungguh adik yang begitu berani wkwk

Eliza yang melihat Fandi menyenderkan kepalanya hanya diam saja meski agak terasa aneh menurutnya namun itu adalah adik kandungnya jika itu orang lain mungkin sudah habis nyawanya

"Baiklah Eliza apakah kau benar-benar siap untuk ikut kakek dan nenekmu? " Tanya Faris menatap tegas kearah Eliza

"Hmm" Dehemnya

"Baiklah kau bisa bersiap-siap mungkin hari senin kita akan berangkat setelah selesai mengurus surat pindahmu " Ucap Faris lagi dan Eliza hanya berdehem saja ia tak biasa jika terlalu banyak basa basi

"Permisi tuan di depan ada Tuan Muda Arkana " Ucap bi siti

"Suruh dia masuk bi" Ucap Arumi Bi siti hanya mengangguk lalu berbalik menuju depan

"Aku ingin kekamar mau beristirahat" Ucap Eliza datar jujur saja ia sangat lelah beberapa hari jam tidurnya sangat sedikit

Mereka yang ada disana hanya berdehem kemudian Eliza pergi ke lantai dua menuju kamarnya, baru juga balik malah besok berangkat lagi benar-benar istimewa

Faris dan maya pun juga izin kekamar karena ingin beristirahat begitu juga dengan Alaska dan para adek-adeknya mereka semua pada izin kekamar hanya tersisa Jordan, Amira dan Elzia yang berada di ruang tamu

Arkana duduk disamping Elzia, Arkana juga meminta izin untuk membawa Elzia keluar sedangkan Arumi dan Jordan hanya mengangguk tanda mereka mengizinkan keduanya

"Ar lo mau bawa gue kemana? " Tanya Elzia yang berada di jok belakang Arkana

"Jalan-jalan" Ucap Arkana ia juga sebenarnya bingung mau Jalan-jalan kemana lagi

"Jalan kemana emang? " Tanya Elzia sambil memeluk pinggang Arkana

"Entah"

Okey Elzia menghela napasnya dengan sabar benar-benar menguji kesabaran nya entah mengapa orang disisinya semuanya kurang peka contohnya Eliza dan Arkana keduanya benar-benar menguji kesabaran nya

'Gak kebayang sih kalo ni anak jadian ama kak Eliza pasti gak ada Romantis-romantisnya ' batin Elzia yang kini membayangkan bagaimana Eliza dan Arkana jadian sungguh diluar nulur gadis yang satu ini jika orang lain takut pacarnya direbut siapapun maka berbeda dengan Elzia yang malah membayangkan keduanya berpacaran

***

Pagi pun tiba dimana Eliza bersiap pergi kesekolah tapi menggunakan baju biasa saja karena mengurus surat pindahnya

Tap.. Tap.. Tap..

"Pagi semuanya" Sapa Elzia kemudian duduk di samping Alaska abang pertamanya

Tap.. Tap.. Tap..

Krietttt

Eliza langsung duduk disamping Keno disebelah nya lagi ada Elzia

"Kau tak bersekolah kak? " Tanya Regar yang tak melihat Eliza mengenakan baju seragam

"Tidak aku hanya mengurus surat pindahku dan melepas jabatan ketua osis " Ucap Eliza sambil memakan Rotinya

"Jadi kak Eliza ketua osis wah keren sekali" Ucap Fandi berbinar andai ia tau bagaimana Eliza menghukum para murid mungkin ia akan menarik kata-katanya tadi

"Sarapanlah jangan terlalu banyak ngobrol nanti kalian bisa terlambat " Ucap Jordan menatap kearah putranya

Mereka semua pamit menuju sekolah masing-masing hanya Alaska, Keno, dan Jeno yang sudah kuliah dan sambil kerja di perusahaan papahnya

Elzia berangkat dengan Arkana karena pemuda itu selalu menjemput nya meski Elzia tolak tetap saja Arkana keras kepala

Sesampainya disekolah para sahabat Arkana sudah menunggu kedatangan keduanya

Arkana dan Elzia langsung menghampiri keempatnya yang masih stay di parkiran

"Pagi buk Ketu" Sapa Deon seperti biasanya

"Pagi juga " Ucap Elzia mereka semua sudah terlihat akrab

"ELZIAAAAAAA" Teriak seorang gadis siapa lagi kalo bukan Vitri sedangkan Kiara hanya bisa menghela napasnya dan menutup kedua telinga nya

"Udah-udah yok masuk bentar lagi bel " Ucap Elzia berjalan lebih dulu diikuti yang lainnya

"Oh iya El tumben Eliza gak bareng lo? " Tanya Kiara menatap kearah Elzia

"Kakak gue mau pindah dia akan ikut Kakek sama nenek " Ucap Elzia sedangkan yang lainnya hanya menyimak saja

"WHAATTT KAKAK LO PINDAHH" teriak Vitri lagi hal itu membuat yang lainnya kesal

"Bisa gak sih biasa aja gak usah teriak-teriak bisa tuli ni gue" Ucap Dava sambil menggosok telinganya yang berdengung

"Ya maaf gue kan lagi menghayati" Ucap Vitri tanpa dosa

Kini mereka akhirnya berpisah karena Vitri dan Kiara berbeda kelas dengan Elzia dan yang lainnya

Disisi Eliza gadis itu sedang mengurus kepindahannya dan mencabut gelar osisnya Ranti sebagai penggantinya untuk sementara adik kelas yang ambil alih

"Anda tenang saja saya akan selalu mengawasi mereka dari jarak jauh jadi anda tak perlu khawatir" Ucap Eliza datar tanpa ekspresi

Bukan tanpa alasan Eliza masih memantau para murid, selama ini tidak ada yang namanya bullyan ataupun yang lainnya karena mereka dibawah ancaman Eliza yang tak main-main, Eliza selalu dapat kelemahan mereka sehingga membuat mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Pak Handoko hanya mengangguk saja yang penting Eliza selalu siap membantu nya meskipun Eliza adalah seorang murid namun tanggung jawabnya kepada murid lain itu sangat besar sehingga banyak para orang tua ingin menyekolahkan anak mereka disekolah tersebut karena tak ada yang namanya pembullyan ataupun membeda-bedakan kasta tertinggi terendah ataupun itu semuanya akan terlihat sama jika sudah memasuki sekolah Nusa

Setelah urusan nya selesai Eliza keluar dari ruangan kepala sekolah banyak para murid melihat kearah Eliza dengan wajah penasaran, mereka adalah murid-murid dari Dharma karya jadinya mereka tidak tau Eliza siapa

Eliza hanya menatap Datar nan dingin tanpa ekspresi melewati mereka semua

"Dia siapa ya murid baru kah? "

"Gak tau sih tapi kayak pernah liat? "

"Itu kembarannya Elzia njayy "

"Ternyata memang susah dibedain ya "

Banyak lagi bisikan-bisikan para murid Dharma karya dan Eliza masih bisa mendengar apa yang mereka ucapkan namun ia sama sekali tak peduli

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!