NovelToon NovelToon
KEKUATAN CINTA

KEKUATAN CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:334.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Seorang gadis SMA yang tomboy, pecicilan, badung, di pertemukan dengan cowok yang mampu merubah hidupnya.

Berkat kekuatan cinta Al, Aldevaro kakak dari sahabatnya dan sahabat dari kakaknya, dia menjadi pribadi yang sedikit bertanggung jawab.

Bagaimanakah perjuangan Al untuk membuat pujaan hatinya mencintainya dan menjadi anak manis?

"Aku membencimu!" teriak Ajeng.

"Tapi aku mencintaimu!" ucap Al dengan tenangnya.

"Berhenti membuatku jadi tahananmu, kau benar-benar membuatku muak!"

"Aku akan tetap memahami, sampai hatimu kau berikan untukku!"

"Cehhh ....., aku pergi dan jangan ikuti aku lagi!" ucap Ajeng lalu meraih tasnya menjauh dari pria yang menurutnya begitu menyebalkan itu.

"Aku tidak akan menyerah ....!" ucap Al saat Ajeng sudah tak terlihat lagi. Cintanya dan pengorbanannya tidak akan sia-sia, Gadis yang di cintai ya sejak ia SMA, membuatnya lupa siapa dirinya dan menjadi orang yang bisa dekat dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jantungku ingin meledak

Mau tak mau, ajeng pun kembali ke mobil dengan terus menggerutu ia mengeluarkan semua barang-barang nya dari dalam mobil. Setelah mengeluarkan barang-barangnya yang memang tak terlalu banyak itu, ia membawanya satu persatu.

"Hei ....., bantu aku!" teriak Ajeng pada Al .

"Jangan manja!" ucap Al tanpa menoleh pada Ajeng.

"Menyebalkan ...., akan ku pukul kau ....!" teriak Ajeng yang sudah di tinggal oleh Al, mau tak mau dengan semua tangannya ia membawa barang-barang nya dalam satu kali berjalan.

Ia kembali berjalan mengikuti Al. Sedikit berlari ia mengimbangi langkah Al yang memang lebar.

"Bisa berhenti tidak?" teriak Ajeng lagi membuat Al menghentikan langkahnya, Al menghadap pada Ajeng dengan wajah kesalnya.

"Bisa lebih sopan? bisa tidak teriak?" tanya Al dengan nada marahnya.

"Tidak .....!"

"Berteriak sekali lagi aku akan ...!"

"Akan apa?" teriak Ajeng lagi. "Mau menamparku, atau menghukum ku lagi, ayo lakukan!" ucap Ajeng menantang, ia mendekatkan pipinya bersiap untuk di tampar.

"Aku akan menciummu ...!" ucap Al sambil mendekatkan bibirnya ke pipi Ajeng, membuat Ajeng segera menjauhi Al.

"Kenapa ? Takut?" tanya Al dengan senyum yang menurut Ajeng begitu menyebalkan, senyum yang ingin sekali ia tenggelamkan ke tanah.

"Jangan macam-macam ya pak Al. Kalau sampai bapak macam-macam aku akan teriak!" ucap Ajeng yang terlihat ketakutan, kecongkaannya yang tadi seketika menghilang.

"Memang apa yang akan aku lakukan, aneh ....!" ucap Al dengan entengnya, ia kembali berjalan. Rendi menaiki tangga, tapi saat sampai di tengah-tengah, ia kembali menghentikan langkahnya karena Ajeng tak juga beranjak dari tempatnya.

"Mau tetap berdiri di situ?" tanya Al.

Ajeng yang sedang malas untuk berdebat dengan pria di depannya itu. Mereka menuju ke lantai dua di sana ada dua buah kamar, ia yakin itu pasti salah satunya adalah kamar Al.

“ini kamar kamu ...” ucap Al membuka pintu dan menunjuk salah satu kamar yang menghadap ke jalan raya.

Ajeng mengamati seluruh isi kamar, ia terkesima, kamarnya cukup luas dengan sebuah tempat tidur dan beberapa perabotan, kamar mandinya juga langsung berhubungan dengan kamar.

Ajeng mengamati setiap jengkal kamar itu tanpa memperdulikan pria yang sedang menyandarkan sebelah pundaknya di depan pintu dengan melipak kedua tangannya di atas dada.

Dasar cewek aneh, baru saja teriak-teriak nggak mau ikut, sekarang kesenengan mendapat kamar luas.

“Inih mah lebih luas dari kamar kos aku ...” Ajeng masih terus berkeliling , menyentuh setiap benda yang ia temui.

Tapi langkahnya terhenti saat tiba-tiba tangannya diraih kasar oleh Al hingga membuat tubuhnya menabrak keras ke dada bidang Al. Ajeng yang terkejut hanya bisa terdiam di dalam pelukan pria itu.

“A-da a-pa ...?’ Ajeng begitu gugup, ia berusaha menjauhkan wajahnya dari dada al.

Walaupun Ajeng selalu brutal padanya tapi tetap saja Al tak bisa memungkirinya jika jantungnya selalu saja bergetar saat berada di dekat Ajeng, apa lagi saat sedekat ini.

Al adalah teman Diah semenjak SMP , Al sering sekali berkunjung ke rumah Anwar ataupun Diah.

Ajeng kecil begitu manis, Al adalah korban kejahilannya, walaupun begitu, Al tetap tersenyum tanpa mengeluh.

Semakin hari, Ajeng tumbuh menjadi gadis kecil yang manis, Al sering sekali mengamati Ajeng dari jauh.

Hingga tiba saat lulus SMA Al memutuskan untuk kuliah di luar kota. Tapi ternyata rasa cinta Al pada Ajeng tak pernah berkurang walaupun sudah empat tahu tak bertemu.

Rasa rindu pada gadis idamannya membawanya magang menjadi guru di sekolah Ajeng. Sebenarnya guru adalah hal yang sangat menyimpang dari pendidikannya, ia seorang pemilik percetakan dan beberapa mini market yang sudah tersebar di beberapa daerah.

Tapi demi gadis pujaannya ia rela menjelma menjadi guru. Al tahu tentang Ajeng dari Dika, adiknya.

pertemuan pertama mereka, bukan karena Al orang yang sombong. Tapi saat melihat Ajeng datang ke rumahnya, membuatnya Al begitu gugup, untuk menyembunyikan kegugupannya. Ia bahkan tidak mau menatap wajah Ajeng. Ingin sekali menyapanya dan bilang hai Ajeng dengan ramah, tapi mulutnya begitu kaku.

“Semua ini tidak gratis ...” ucap Al pelan penuh penekanan, membuat Ajeng seketika menjauh dari tubuh Al.

"Maksud pak Al ?” Ajeng benar-benar takut.

Aghh ....., kenapa aku malah mengatakan itu, bukan itu yang ingin ku katakan ....., menyebalkan ....

“Pikirannya jangan ngeres ...” ucap Al sambil menunjuk kepala Ajeng dengan jari telunjuknya, hingga kepala Ajeng sedikit terdorong ke belakang.

“kamu harus membayarnya dengan bekerja di percetakan dan belajar setelahnya denganku, tidak boleh bolos dan melanggar peraturan sekolah , gampangkan ...?”

“banyak banget bayarnya ...” protes Ajeng, tapi tak di tanggapi oleh Al , Al pun langsung keluar dari kamar ajeng karena tak ingin berdebat dengannya.

Aldevaro ...,, apa yang kau lakukan? tinggal bilang, Ajeng aku mencintaimu ..., kenapa susah sekali sih ....

Al mengutuki kebodohannya, Al hanya bisa memukul kepalanya sendiri.

"Pak Al kenapa?" tanya Ajenga saat membuka pintu, hendak bertanya sesuatu pada Al, tapi malah melihat Al bertindak yang tidak dimengerti.

Al pun segera menetralkan ekspresinya, ia tidak mau Ajeng sampai curiga padanya.

"Eh ..., tidak, ini tadi ada nyamuk!" ucap Al sambil mengibaskan tangannya di depan wajah dan kepalanya.

"Nyamuk?" tanya Ajeng tak percaya.

"Iya ...., kau tidak percaya?"

"Bukan begitu, tapi tempat ini bukankah ber AC?"

"Ya ..., tapi AC ini tidak bisa mengusir nyamuk, kenapa kau keluar lagi?" tanya Al mengalihkan pembicaraan.

"Jika aku lapar, apa aku bisa buat makanan sendiri?" tanya Ajeng pada Al.

"Terserah kau saja!" ucap Al sambil berlalu meninggalkannya begitu saja.

"Kenapa pak Al aneh sekali?!" gumam Ajeng. "Ah ....., aku lapar ...., aku sejak siang belum makan!"

***

Al yang kesal segera masuk ke dalam kamar.

"Hampir saja ketahuan, dia benar-benar bisa membuatku gila!"

Al pun segera merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Ia kembali membayangkan wajah kesal Ajeng, begitu menggemaskan.

tok tok tok

"Pak pak, pak pak ....!" teriak Ajeng dari luar sambil mengetuk pintu dengan sangat keras.

Al mengucap kasar wajahnya,

"Ada apa lagi sih dia, dia benar-benar bisa membuatku gila, apa dia tidak tahu jantung ini terasa ingin meledak saat berdekatan dengannya!" gumam Al.

"Baiklah sabar ...!" teriak Al dari dalam, ia pun segera bagun dari tidurnya dan berjalan ke pintu.

"Ada apa?" tanya Al dengan ketus saat pintu sudah terbuka. Ajeng sudah tersenyum dengan manisnya, jika dia tersenyum pasti ada sesuatu yang di inginkan.

"Aku lapar!" ucap Ajeng.

"Kalau lapar makan!"

"Tapi tak ada yang bisa aku makan!"

Al baru ingat jika sudah waktunya untuk berbelanja, ia lupa jika ia jarang pulang ke rumah ini, ia biasanya selalu tinggal dengan orang tuanya.

"Kok malah bengong sih pak?"

"Baiklah ...., kita makan di luar ....!"

"Asyik .....!"

**BERSAMBUNG

JANGAN LUPA UNTUK KASIH DUKUNGAN KE AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA KASIH VOTE JUGA YANG BANYAK YA

follow Ig aku juga ya

Tri.ani.5249

Happy Reading 😘😘😘😘😘**

1
Mbs Madu Gomilk
tega autornya, kirain ada yang donorin jantungnya ke mas al.

ehh tunggu dicerita ajeng yg nikah kok nggak muncul mbak diah ya.
Nuris Wahyuni
terima kasih kak tri bikin kita keluar air mata dg sendirinya endingnya kok bikin nyesek 😌😌KSH bonus2 dong kak tri biar 👍👍Dika sama Rita apa sama kakak ipar
Sri Wahyuni
endingnya bikin kita mewek dan geregetan, kenapa ending ngegantung gitu thor? ayolah thor terusin! aq mau yg happy gitu lho,biar ada senyuman di wajahku.
Kasi Ani
modus tu bang Al
Kasi Ani
jadi keingat jama sekolah, sama guru kileeerr
🍒나는 천사🍒
ini gmn??
banyu mata g mau berenti othornya tiba"END
ku menangiiiiss😢😭
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Ela Maelawaty
bacanya serasa sambil ngiris bawang😭😭
Risya
walaupun bacanya udah 2x tp tetap aja meeeeewwweeekkkk 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "ketika suami ku mendua" makasih kak🙏
total 1 replies
@§¢Stie
emang kak Tri ada akun baru,?
Tri ani: akun lama kak, langsung ketik judul aja, " Menikahi ustad tampan" nanti langsung ketemu
total 1 replies
Reisa Adi Widya
aduh...bang al..air mata ini t bisa berhenti kak tri
Entin Fatkurina
sudah hadir di sana
Purnama Sari
oce
Tri ani: sampai ketemu di sana
total 1 replies
Miscia.
.
Vina
malam malam.Baca bab ini sambil nangis bombay
Vina
nangis.q.thor
Vina
jadi pengen cepet pulkam q thor
Vina
biiiyuuuhh kata kata bang al swet ooyyy...meleleh q
Vina
maksudnya al tuh menjadikan kamu istrnya jeng
Vina
habis dr si kakaknya...sekarang mampir di adeknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!