SEQUEL : MY HOT GIGOLO
Harta yang berlimpah ruah membuat apapun yang diinginkannya selalu terwujud. Hanya saja ada satu hal yang tidak bisa ia tukar dengan harta yaitu perasaan seorang pemuda yang disukainya.
Ini adalah kisah seorang gadis bernama Graciella Isee Brown atau lebih akrab dipanggil Grace.
Akankah dia mendapatkan cintanya? Atau justru berpindah haluan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14
Lagi-lagi Grace tidak membawa mobil sendiri. Hari ini dia berangkat sekolah diantar oleh sang Opa-Arion.
"Bagaimana sekolahmu?" tanya pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan menawan di usianya yang sudah tidak lagi muda itu. Bahkan dia masih kuat menyetir sendiri.
"Semuanya baik-baik saja, otak cerdas Opa menurun dengan sempurna padaku." canda Grace.
Arion terkekeh mendengarnya, "Selain Opa, Mommy mu juga cerdas."
"Kalau Daddy?"
"Daddy juga cerdas tapi ada bodohnya."
Grace terkekeh mendengarnya. Cucu dan Kakek itu terlihat mengobrol dengan sesekali tertawa karena lucu.
"Kimi menungguku di depan sana." beritahu Grace saat mereka hampir tiba di lingkungan sekolah.
Arion mengangguk mengerti, pria paru baya itu memberhentikan mobilnya tepat di depan Kimi berdiri.
"Hallo Opa!" sapa Kimi.
"Sepertinya kau bertambah tinggi, Kimi." balas Arion.
Kimi memutar bola matanya malas, dia juga tahu kalau dia ini pendek.
"Cepatlah pergi, Opa!"
Arion tertawa lucu, "Baiklah, Opa pamit dulu ya."
"Bye Opa, jangan lupa jemput aku nanti!" teriak Grace saat kaca mobil tertutup.
Kedua gadis cantik itu berjalan bersama menuju ke dalam sekolah, saat melewati area parkir mereka tidak sengaja berpapasan dengan Jean.
Grace hanya memasang wajah datarnya, gadis itu berjalan lurus tepat di hadapan Jean. Bahkan pemuda itu bisa menghirup aroma parfum Grace yang terasa menenangkan.
Dan seperti hari-hari sebelumnya Grace yang selalu mengejar Jean sudah tidak ada lagi.
"Apa ucapanku hari itu keterlaluan?" gumam Jean karena merasa Grace berubah lebih cepat.
"Ternyata move on mu sangat mudah, Grace." Kimi mengacungkan kedua jempolmya.
"Itu karena ada seseorang yang mengalihkan pikiranku." batin Grace.
Buru-buru Grace mengusir ingatan itu. Dia ingin melupakan semuanya. Persetan dengan bibir dan buah daadanya yang sudah tidak suci lagi daripada dia terjebak terlalu jauh dengan pria membingungkan seperti Gavi.
Hari ini Grace bisa bersekolah dengan tenang, tidak ada si biang kerok Felly yang selalu menganggu. Kabarnya gadis itu jatuh sakit, baguslah kalau begitu.
Grace keluar dari dalam kelas saat bel pulang berbunyi, sebelumnya dia sudah menghubungi sang Opa untuk menjemputnya.
Grace dan Kimi berjalan bersama menuju ke pintu gerbang sekolah, Grace tidak menyadari jika sedari satu jam yang lalu ada sebuah mobil yang menunggunya keluar.
Pemilik mobil itu tersenyum saat melihat gadis yang ditunggu-tunggunya akhirnya menampakan diri. Dia adalah Gavi.
Pria itu terlihat merapikan tatanan rambutnya dan mengatur penampilannya. Dia takut Grace malu nanti. Merasa sudah sempurna Gavi keluar dari dalam mobil dengan percaya diri, tak lupa ia juga memakai kacamata hitam untuk menunjang penampilannya. Pria itu berjalan dengan gagah memancarkan ketampanannya bak dewa yunani.
Ratusan pasang mata para siswi terpusat padanya, mereka terkagum-kagum melihatnya. Bahkan ada yang sampai menjerit kegirangan karena tidak percaya.
"Siapa dia?"
"Kakak itu tampan sekali."
"Astaga, calon kekasihku."
"Sepertinya dia akan menjemput adiknya, tapi siapa?"
Mereka mulai bertanya-tanya. Sementara Gavi hanya memasang wajah datarnya, fokusnya hanya pada Grace yang berdiri di ujung sana.
Grace juga merasa terganggu saat semua orang mulai riuh dan berbisik, "Ada apa sih?"
"Aku tidak tahu." jawab Kimi cuek.
Karena penasaran Grace mencoba menoleh kesana dan kemari tapi betapa terkejutnya dia saat mendapati tubuh tegap seseorang yang cukup dia kenali. Wangi musk yang begitu candu di hidung Grace mulai tercium.
Mata Grace melotot, "Kau.."
lope u Thor