Vin yang terlahir dari sebuah keluarga sederhana, terpaksa pindah ke International High School atas pindah seorang pria yang baru saja ia kenali.
Di sana, ia kembali bertemu dengan Yura, seorang gadis berandal yang sering bertengkar dengannya.
Siapa sebenarnya pria yang membiayai Vin bersekolah di sana? dan apa tujuan pria itu melakukan semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BellaBiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 Calon Tuan Muda
Putri hanya tersenyum saja menanggapi hal itu.
"Mana koperku?" tanya Yura.
"Ada di mobil. Permisi dulu ya Ibu-ibu, Bapak-bapak!" ucap Putri membawa anaknya itu pergi dari kerumunan.
"Jangan bikin masalah lagi!" tegas Putri dengan suara kecil pada anaknya itu.
Yura tak menghiraukan kalimat ibunya tersebut dan memilih pergi membawa kopernya pergi. Gadis itu duduk di bangku luar kelas. Tiba-tiba ada begitu banyak wanita menatapnya dengan tatapan tak mengenakkan. Mereka adalah kakak kelas Yura yang menyukai Kim Tae Young. Rumor hubungan Yura dan pria itu kini telah tersebar ke seluruh sekolah.
***
Setelah pembagian kamar asrama, Yura menjadi orang pertama yang memasuki kamar tersebut. Setidaknya dia harus berbagi kamar dengan dua orang wanita lainnya.
Seorang gadis memasuki kamar itu dan mengejutkan Yura yang sedang berbenah.
"Lo ngapain di sini, Met?" tanya Yura saat mengetahui bahwa Meta adalah orang yang membuka pintu kamar.
"Ini kamar gue, lo ngapain di sini?" Meta balik bertanya.
"Gue juga di sini!" jawab Yura memperlihatkan nomor kamar yang ia miliki.
"Maksud lo, kita sekamar?!" jerit Meta tak percaya.
"Seriusan lo?!" Yura balik bertanya.
"Gue 'kan udah pernah bilang. Gue nggak bisa tidur tanpa aroma ketiak lo, makanya kita sekamar!" ejek Meta dan segera ikut berbenah.
Tiba-tiba seoramg wanita memasuki kamar itu dengan pakaian yang acak-acakan. Rambutnya juga tampak seperti tak pernah disisir.
Wanita itu langsung menghempas kopernya di atas tempat tidur dan berbaring.
"Gue Vio, salam kenal," ucap gadis itu.
"Oh, ha—hai. Halo, Vio! Gue Meta," ucap Meta sambil tergagap.
"Gue Yura," ucap Yura.
Mendengar ucapan Yura, Vio langsung mengubah posisinya menjadi duduk. "Yura? Pacarnya Arnold?!" tanyanya.
Sejak saat itu mereka menjadi teman sekamar. Meski Vio dan Yura sering bertengkar karena Vio menyimpan rasa benci terhadap Kim Tae Young dan dia menganggap Yura sebagai bagian dari pria tersebut. Meta terpaksa menjadi penengah di antara mereka berdua.
***
Sementara Vin memiliki dua teman kamar yakni Marc (si dewasa sebelum umurnya) dan Lee Jong Woo (anak orang kaya yang hobi berjudi).
Lee Jong Woo merupakan teman Kim Tae Young dari Korea. Ia menceritakan tentang Kim Tae Young semasa di sana kepada Vin.
"Arnold itu aslinya lahir dan sekolah dasar di Korea. Pas dia lulus SD, terpaksa ikut nyokapnya ke Indonesia. Dia bilang sih, karena nyokapnya dokter kecantikan dan buka cabang klinik di Indo. Jadi dia ikut ke sini. Tapi dari rumor yang gue dapet sih, nyokapnya Arnold itu kabur ke Indonesia," ucap Jong Woo.
"Kabur? Kenapa?" tanya Vin.
"Gue emang blasteran Indo-Korea, gue dari kecil emang sering bolak-balik Indo-Korea karena sebagian keluarga gue ada di sini, dan sebagian keluarga gue di sana. Nah, kalau Arnold emamg blasteran Indo-Korea kayak gue, masa iya dia nggak pernah ke Indonesia semasa kecilnya?" ucap Jong Woo.
"Emangnya harus bolak-balik gitu?" tanya Vin lagi.
"Ya nggak harus, cuma 'kan logikanya gitu loh. Masa nyokapnya Arnold nggak pernah kunjungin keluarganya?" ucap Jong Woo lagi.
"Iya juga sih. Terus nyokapnya kabur kenapa?" tanya Vin.
"Karena jadi istri simpanan," jawab Jong Woo sambil melirik kiri kanan, takutnya ada yang mendengar.
"Hah?! Lo tahu dari mana?!" Marc ikut menimpali masalah tersebut.
"Gue tahu, karena temen SD gue itu anak istri pertama bapaknya Arnold!" jawab Jong Woo lagi.
"Masa nyokapnya jadi istri simpanan! 'kan nyokapnya Arnold kaya! Dokter kecantikan!" bantah Vin.
"Ya, gue nggak nyelidikin sampai ke sana juga! Nanya yang bener dong!" omel Jong Woo.
"Iya juga sih, bahasa Indonesia lo juga lebih lancar dari pada Arnold," ucap Vin.
"Karena gue blasteran! Dari kecil gue dah bolak-balik Indo-Korea. Gue belajar tiga bahasa sekaligus dari kecil," imbuh Jong Woo.
"Lo nggak punya nama panggilan kayak Arnold, Jong?" tanya Marc.
"Nggak ada! Nama gue Lee Jong Woo. Sebenarnya itu diambil dari bahasa Jawa. Le, itu 'kan kayak orang tua manggil anak laki-lakinya gitu loh. Le! Mangan, Le! Nah, Jong Woo itu sebenarnya Jawa, cuma biar agak Korea dikit, jadi Jong Woo. Lee Jong Woo. Le Jawa! Tuh 'kan gue jadi inget nenek gue sering bilang 'Le, mangan, Le!'" jelas Jong Woo membuat ke dua teman sekamarnya itu terbahak-bahak begitu dia menirukan gaya bahasa khas suku Jawa.
santai
ringan
lucu
gregetan sm vin dan yura