Roshan adalah seorang dokter anestesiologi berdarah Nepal, seorang pria dingin yang sulit membuka hati karena ia hanya mencintai satu orang wanita yang selalu ia lamunkan, yang ia kenal dengan baik namun tak berani ia temui. Dalam pikirnya tak ada satupun wanita yang sesempurna dia.
Dia adalah Aila seorang dokter bedah syaraf berprestasi berdarah sunda, wanita cantik berkulit sawo matang, tinggi semampai, berkerudung, dengan mata tajam dan hidung sampingnya, kecerdasannya, kebaikan hatinya membuat kecantikannya kian mengagumkan.
Roshan melihatnya sangat sempurna, segala cara ia lakukan agar ia bisa menjadi dokter di Indonesia.
Namun disanalah ia melihat kenyataan yang sebenarnya, bahwa wanita yang sempurna itu memiliki kisah pilu yang menyedihkan.
Hal ini membuatnya menyesal karena telah membenci dan menuduh hal yang tidak tidak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fakhrunisa aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dibalik Mimpi Buruk Aro
"bubu......" teriak aro sambil menangis kencang. membuat aila terperanjat.
selang infus dengan aliran berwarna merah masih membentang, jarum lembut masih menempel, dan aro masih tetap terbaring hingga nanti keadaannya normal kembali.
tanpa diduga oleh Aila trombosit aro lebih cepat menurun.
aro terus berteriak sambil terpejam, air mata keluar dari sela sela matanya.
"bubu takutttttttt........." teriaknya lagi hingga terbangun.
aila yang menangis terus memeluk aro, "sudah sayang sudah ibu disini nak".
aila mengusap - usap kepala dan punggung aro bergantian sambil memeluknya dengan erat.
"tenang ya, jangan takut".
aro masih terisak - isak, mimpi buruk itu terus datang menghantui anak kecil yang masih begitu polos.
"bubu kenapa aro di pukul pukul?".
"aro nakal ya?" tanyanya begitu polos, membuat hati aila ngilu, sakitnya tidak tertahan lagi.
pertanyaan polos ini benar - benar mematahkan hatinya.
"tidak sayang, aro itu anak baik, anak yang kuat, anak yang sholeh" aila berusaha menenangkannya.
"tapi bubu aro dipukul pukul, kata aldo kalau kita dipukul papa berarti kita nakal" kata aro dengan polosnya, seperti sangat tenang padahal air mata dipipinya masih belum kering.
"bukan nak, aro itu anak yang tidak pernah nakal satu satunya di dunia, mungkin waktu itu papa andra yang sedang nakal" aila berusaha tersenyum sekuat mungkin.
"aro do'akan papa andra ya biar papa andra gak nakal lagi".
aro mengangguk sambil tersenyum.
*kamu sungguh anak yang paling baik sayang. polos tapi kebijaksanaanmu sangat penuh. aku menyayangimu nak. dan untukmu andra tunggu waktu yang tepat, kau akan menerima akibatnya.
tenang saja nak, ibu akan membuat dia sadar dengan sikapnya. ******** itu tidak boleh lolos, dia harus bertanggung jawab.*
***
andra, dia adalah laki - laki bermuka dua paling kejam di dunia.
entah seperti apa jalan pikiran laki - laki itu dengan teganya dia selalu menjadikan aro alat untuk memeras dan mengancam aila.
andra adalah seorang pengusaha muda yang licik, dia banyak membuat rekan bisnisnya bangkrut dan terbelit hutang padanya.
dengan kasar dan kejam dia terus meminta ganti hutangnya dengan bunga yang besar dan berlipat, dia sudah seperti rentenir terkejam. mungkin memang seperti itu cara dia menghasilkan banyak uang.
salah satu korbannya adalah paman ronald dan bibi syarla. mereka mengusaha yang masih merangkak berbeda dengan ayah aila dia seorang pengusaha besar dan cerdas tidak akan dapat dijebak oleh seorang penjahat seperti andra. padahal perusahaannya adalah incaran utama andra.
paman dan bibi aila terus menerus diancam jika tidak segera melunasi hutangnya yang kian membengkak. mereka tidak tahu bahwa ini adalah trik andra untuk mendapatkan harta keluarga aila. lewat paman dan bibinya yang begitu bodoh dan licik, jika terbelit seperti ini mereka akan melakukan segala yang diperintahkan andra.
"hey orang tua bodoh, jangan berbisnis jika otakmu ***** seperti ini" hinanya.
"maaf tuan tolong beri kami waktu" paman ronald memohon sambil bersimpuh.
sambil menghisap satu batang rokok, andri berjongkok dan tersenyum jahat.
"apa yang bisa kamu lakukan untukku?".
"saya akan lakukan apapun tuan.
"hehhh... hahaha baguslah, kamu tahu apa yang aku mau!" andra berdiri dan berjalan menjauh.
paman ronald sudah tau apa yang andra inginkan, dia ingin aila berada dalam genggamannya, agar dapat menguasai perusahaan keluarga aila, andra tahu bahwa aila adalah pewaris tunggal dari Atmajaya Group.
dari kejauhan andra berteriak, "apapun caranya!" diapun berlalu pergi dengan segerombol preman premannya.
****
paman arnold terus memikirkan cara untuk membuat aila mau menikah dengan andra.
akhirnya bibi syarla mendapatkan sebuah ide.
"sayang bagaimana kalau kita menjebak mereka berdua untuk tidur bersama, kakak ipar pasti tidak akan menerima hal itu, aku yakin kakak ipar akan langsung menikahkan mereka" seringai licik terukir di wajah bibi syarla.
"hmmmm bagus juga idemu, tapi bagaimana caranya?".
"gampang serahkan padaku!".
beberapa hari kemudian waktu yang telah direncanakan tiba, bibi syarla mengundang aila dan kedua orang tuanya untuk makan malam dikediamannya, namun ternyata bibi syarla mengundang mereka di waktu yang berbeda sehingga aila datang lebih dulu. tanpa sepengetahuan aila dia mengundang andra.
aila memang tidak mengenal andra dengan baik, sehingga dia tidak tahu sejahat apa dia.
"aila kamu ini dokter ya? dokter apa?" tanya andra berpura - pura tertarik.
"saya di departemen bedah syaraf mas".
"waw, hebat sekali ya kamu, sudah menikah?".
aila menggelengkan kepalanya pelan.
andra tersenyum licik sambil memandang aila yang tengah asyik dengan makanannya.
hmmm sebetulnya dia cantik, tapi sayang perempuan so alim ini bukan seleraku.
"bibi apa mama dan papa akan datang?" tanya sila sembari melihat jam ditangannya.
"sepertinya sebentar lagi sayang, tadi mereka sudah diperjalanan".
satu jam berlalu, mereka yang ditunggupun datang.
aku merasa ada yang tidak beres, aku merasa hal jahat sedang mereka rencanakan. tapi ahhh sudahlah mungkin hanya perasaanku saja.
"hai kakak ipar, apakabarmu?".
"baik syarla, dimana suamimu?".
"dia didalam kak, aila juga sedang didalam dia sedang mengobrol bersama tamu kami.
"siapa?".
"tuan andra kak mereka terlihat akrab sekali sepertinya mereka cocok" celoteh syarla membuat kakak iparnya langsung naik darah, mengingat ia sangat tahu bagaimana jahat dan licik nya andra.
"apa kamu bilang? kurang ajar, beraninya kau!!!!!!!!" matanya langsung memelototi syarla.
"dimana anakku sekarang?" teriaknya begitu keras.
"ailaaaaaa, kamu dimana nak?" kakak ipar terlihat sangat marah, semua pintu ruangan dia dobrak dengan keras.
tibalah di satu kamar tamu disudut ruangan keluarga, matanya membelalak tidak percaya dengan apa yang dia lihat, anak perempuan satu satunya itu kini tengah tertidur pulas dalam pelukan seorang lelaki muda hanya ditutupi selimut dengan baju berserakan dilantai.
"apa????? aila kenapa bisa sampai seperti ini?" bibi syarla berpura - pura kaget dengan apa yang dia lihat.
"ailaaaaaa bangun kamu!" amarah papa yang dia sayangi sudah tidak tertahan, air mata mamanyapun sudah tidak bisa dibendung.
"apa aku bilang, ada rencana busuk disini!" matanya merah tajam melihat ke arah syarla dan arnold dan mereka hanya diam berpura pura bisu.
aila mulai membuka matanya, namun ia masih belum sepenuhnya sadar.
bibi syarla memunguti pakaian aila, memberikannya pada aila dan membantu memakaikan pakaiannya.
aila mulai tersadar dengan apa yang terjadi, dia benar - benar kaget dan kebingungan melihat semua orang berkumpul didalam kamar, melihat tubuhnya yang polos hanya dilindungi selimut, melihat lelaki yang tadi berbincang dengannya dimeja makan kini tengah tertidur pulas diatas ranjang tanpa pakaian.
"mama ini ada apa ma?" aila mulai menitikkan air mata.
"sudah nak, ayo rapihkan pakaianmu kita pulang".
aila melihat papanya hanya diam dengan wajah marah.
"mama? aila kenapa ma?".
"sudah aila ayo pulang sekarang!".
"kita keluar dari neraka ini" tangan sila ditarik dengan kerasnya hingga ia meringgis kesakitan.
"arnold mulai saat ini aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai adikku!".
arnold dan syarla hanya dia menunduk, ada sedikit perasaan bersalah tapi mereka tidak bisa berbuat apa - apa.
andra masih belum sadar dari pengaruh obat tidurnya.
syarla sengaja memberinya obat tidur juga, agar saat rencana itu berjalan andra tidak berbuat macam - macam pada keponakannya. biar bagaimanapun syarla masih memikirkan kehormatan keponakannya itu.
****
diperjalanan pulang aila terus menangis sehari - jadinya menyesali malam kelam yang telah terjadi ini.
"mama kenapa bisa seperti ini?" aila memukul - muluk dadanya sendiri.
"sudah nak sudah jangan seperti ini".
"tapi ma aila sudah tidak suci lagi, siapa yang akan menikah dengan perempuan seperti aila ma?" tangisnya kian menjadi, membuat kedua orang tuanya berlinang air mata melihat kemalangan yang menimpa anaknya.
*aku harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan masa depan anakku, tapi aku tidak mungkin menikahkan aila dengan keparat itu. tapi dia juga harus bertanggung jawab dengan apa yang telah dia lakukan.
aaaaaarrrrrrhhhhhh.... *******!!!!
andra kau manusia tengik!!!!!!! ********!!!!!
.
.
.
.
.
hay hay readers pleaseeeee dukung tulisanku ya, like, comment, follow, tip udah bikin author bahagiaaaaa banget...
so, please...
jangan lupa like, comment, follow, tip nya ya 😘😘*