NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:41.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyna Octavia

Kehidupan yang pahit di saat remaja, sungguh membuat Keyra sering menangis. Hidup dengan ibu yang sendirian. Karena menolong seorang teman yang dirundung, Keyra menjadi target selanjutnya.

Pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang berandalan geng motor, membuat Keyra semakin kewalahan. Ia tidak tahu, dia dengan lelaki itu menjadi semakin dekat. Ternyata, Aprilio sama sakitnya seperti Keyra.

Keyra mau membantu masalah Aprilio, dengan syarat lelaki itu harus sedia melindungi Keyra, selalu.

Bagaimana kisah keduanya melewati kehidupan remaja mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyna Octavia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Tak terima kalah

...SELAMAT MEMBACA!...

"Sekarang udah gak lagi, kok, Tante."

"Saya sekarang kerja di bengkel."

Beruntungnya, Aprilio berhasil meluluhkan hati calon mertuanya. Erisa pun percaya karena Keyra juga berusaha meyakinkan.

Tidak banyak waktu Erisa habiskan untuk sang putri, ia harus kembali karena pekerjaannya di sana sedang dalam masalah besar. "Ibu beneran gak mau nginap?" tanya Keyra.

"Maaf, ya?"

Keyra menghela napas panjang, kemudian mengangguk. Erisa mengelus kepala putrinya. "Tante, mau saya antar ke terminal?" tawar Aprilio.

"Boleh," jawab Erisa.

Pelukan perpisahan. Keyra memeluk erat ibunya, ia merasa sangat merindukan wanita itu.

Sementara Aprilio mengantar Erisa ke terminal, Keyra membereskan bekas makan mereka. Malam itu, hati Keyra terasa gundah, apalagi setelah mendengar sebuah kenyataan dari sang ibu.

"Ayah kamu ... sebenarnya masih hidup."

Kalimat tersebut membuat Keyra hampir tidak bisa bernapas. Ia mengetahui, selama ini ayahnya sudah tiada, tetapi ucapan Erisa membuatnya berpikir dua kali. Keyra juga tak pernah diberitahu makam ayahnya.

Pemikiran Keyra mendadak buntu, otaknya seolah lelah bekerja.

Malam itu, di bawah atap rumah Aprilio, hanya ada suara jangkrik yang bernyanyi. Keyra berkutat dengan buku-buku, sedangkan Aprilio menatap layar ponselnya. Mereka merasa canggung, mungkin karena kejadian pagi tadi masih teringat.

"Maaf, gue ke sini," ujar Keyra, membuat Aprilio menatapnya cepat. "Padahal tadi pagi, lo bilang kalau gue gak perlu ke sini lagi." Keyra mengangkat wajahnya, melihat Aprilio dengan mata bulatnya.

"Tapi, maaf banget, gue masih takut buat pulang ke rumah. Gue gak punya tempat pulang lagi, selain di sini," kata Keyra.

Terdapat kerutan di dahi Aprilio. Ia tidak ingat sama sekali, tentang apa saja yang telah terjadi padanya. Aprilio hanya ingat, dia pergi ke club, pulang di pagi hari dan bertemu Keyra, kemudian sarapan. Hanya itu. Namun, melihat wajah khawatir Keyra membuatnya berpikir pasti ia melakukan sesuatu. "Gue udah ngelakuin apa ke lo?" tanya Aprilio.

"Lo gak ngelakuin apa-apa, sih," jawab Keyra. "Cuma ... omongan lo agak aneh."

Aprilio hanya ber-oh. Lalu, ia kembali menatap layar ponselnya. "Lupain yang gue omongin ke lo! Gak usah dipikirin."

Keyra mengangguk singkat. Ia juga seharusnya tidak terlalu memikirkan terlalu lama karena kondisi Aprilio saat itu sedang tak sadar. Keyra harus belajar lebih keras mulai sekarang, sebab ujian-ujian kelulusan semakin dekat.

Lelaki itu berdiri dari duduknya, mengambil jaket yang berada di kamar. Lalu, kembali keluar, sambil berujar, "Gue mau ke luar."

Keyra mendongak, menatap lelaki yang berdiri menjulang di depannya. "Ke mana?" tanya Keyra.

"Sebentar." Aprilio merapikan pakaiannya.

"Gue tanya, lo mau ke mana?"

Aprilio menghela napas berat, kemudian ia menatap Keyra. "Mau balapan," katanya.

Keyra sontak membulatkan mata. "Gak usah pergi!"

"Tapi, gue udah terima tantangannya, Keyra." Aprilio melenggang untuk mengambil helm yang berada di sudut ruangan. Keyra mengikuti arah Aprilio pergi. "Kalau gue gak dateng, nanti gue dikira takut," ucapnya.

Keyra berdiri dari duduknya, menghampiri Aprilio. "Gue ikut."

Aprilio berhenti bergerak, kemudian berbalik badan, mendapati Keyra berdiri lebih pendek di depannya. "Lo tetep di rumah."

"Gue ikut."

"Jang---"

"Gue ikut atau lo tetep di rumah?"

Aprilio pasrah. Entah mengapa, ia tidak bisa lebih keras menolak permintaan Keyra. Aprilio harus membawa gadis itu bersamanya. Mungkin, bisa saja Keyra membantu sebagai supporter.

Tempat yang ramai, banyak orang berkerumun di sana. Mereka tengah menyaksikan balapan, sebagai pembuka acara yang sesungguhnya.

Malam ini, adalah acara untuk Kevin Aprilio---ketua Ferocious Eagle, yang akan melawan Guntur Bumi Pradikma---ketua geng Swan Lightning.

Swan Lighting, sudah sepuluh tahun menjadi musuh bebuyutan Ferocious Eagle. Bahkan, mereka tidak bisa akur sejak kakek mereka masih menjadi pemimpin. Konfliknya cukup berat dan banyak pertumpahan darah karena pertarungan sengit dan keegoisan dua belah pihak.

Awalnya, Ferocious Eagle hanya sebuah geng motor yang biasanya hanya melakukannya riding dan pergi ke puncak bersama. Namun, di tengah ketenangan FE, Swan Lightning tiba-tiba menyerang hingga menghilangkan banyak nyawa. Penyerangan SL secara mendadak, diduga akibat perkara asmara.

Sehingga, permusuhan tersebut masih berlangsung hingga kini.

Akhirnya, malam itu, waktu yang ditunggu para pemuda penikmat balap, telah sampai.

Sorakan riuh para penonton memenuhi jalanan yang tak lagi digunakan. Balapan ilegal, memerlukan tempat yang jauh dari jangkauan polisi. Keyra, ia ikut berbaur dengan mereka, melihat ke arah Aprilio sambil merasa takut. "Lo harus semangat Lio! Biar dia menang!" Terdengar ujaran Antonio, dari samping.

Keyra melihat sekilas, kemudian mengangguk. Lalu, Keyra harus apa? Berteriak? Hal itu sangat tidak bisa ia lakukan, apalagi di tengah keramaian. Jadi, Keyra hanya akan memberikan tepukan tangan.

"Kelihatan polos banget pacarnya Lio," bisik seorang lelaki, yang berdiri di samping Antonio. Ia cukup heran karena ketua geng kejam itu memiliki kekasih polos seperti Keyra. Itu adalah Pamiro Liquno, anggota inti Ferocious Eagle. Ia baru lulus dari SMA tahun kemarin.

"Cocok buat dimanfaatin," celetuk Antonio, tetapi terdengar di telinga Keyra hingga membuat gadis itu melemparkan tatapan tajam.

"Lo mau manfaatin gue apa? Huh?" tegur Keyra.

"Gak, Ra. Cuma bercanda." Antonio menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, tetapi ia merasa takut melihat wajah Keyra yang terlihat marah.

Meski wajah Keyra kecil dan terlihat polos, tetapi tatapannya setajam elang. Matanya ketika menyipit, akan terlihat sedang memangsa lawannya.

Aprilio dan Guntur sudah berada di tengah-tengah kerumunan orang-orang itu. Mereka menggeber-geber motornya. Helm full face mereka gunakan, tetapi keduanya sudah terlihat sangat tampan. Guntur berusia 25 tahun, lebih tua dari Aprilio, tubuhnya pun besar dan tinggi.

Untuk ketampanan, Guntur lebih terlihat seperti om-om karena berewok di wajahnya. Ia pun jarang mencukur kumisnya, bahkan rambutnya gondrong.

Tidak menghabiskan banyak waktu, dua lelaki itu melajukan motornya, saling menyalip. Sorakan pada penonton semakin meriah, tetapi Keyra malah gemetaran.

"KALAHIN DIA, LIO!" teriak anggota Ferocious Eagle yang menonton.

"GUNTUR PASTI MENANG!" sahut anggota Swan Lightning.

Aprilio berada di depan, sedangkan Guntur masih berusaha menyalip. Namun, Aprilio sudah sering menang melawan ketua geng manapun. Aprilio menambah kecepatannya, sedikit lagi mencapai garis finis.

Motor Aprilio oleng, jalan aspal yang dilalui mendadak seperti licin membuat keseimbangannya tidak stabil. Aprilio berusaha bertahan dengan menurunkan kecepatannya secara terpaksa. Aprilio menegang, ia melihat aspal di bawahnya terlihat mengkilap.

Secara sengaja, Guntur menyalip Aprilio dengan kecepatannya.

Aprilio memukul setirnya. Namun, ia tidak akan menyerah. Ia melihat, bagian aspal yang dilewati Guntur tidak mengkilap. Mungkin saja, pria itu melakukannya kecurangan.

Aprilio mengarahkan motornya ke kanan jalan. Sudah ia duga, bagian ini tidak terasa licin. Aprilio menyorot ke depan sambil kembali menyeimbangkan. Dengan tekad kemenangan, Aprilio menambah kecepatannya.

Tidak perlu bersusah payah dan menghabiskan banyak waktu. Garis finis sudah terlihat, Guntur mengangkat satu tangannya dengan bangga. Akan tetapi, Aprilia berhasil menyalipnya saat itu dan melaju kencang.

Aprilio melewati garis finis terlebih dahulu, membuat sorakan pendukungnya terdengar semakin meriah. Guntur memukul motornya karena ia kalah.

"LIO MENANG!" teriak mereka, memanggil nama Aprilio. "KEMENANGAN MILIK FEROCIOUS EAGLE!"

Para penonton mengerumuni Aprilio dan Guntur, tetapi mereka hanya tertuju pada Aprilio sebagai pemenang. Guntur jengkel, ia mendekati Aprilio dan meninju perut Aprilio.

Tinjuan yang tiba-tiba membuat Aprilio batuk. Penonton itu berhamburan menjauh, sedangkan pada anggota geng mendekati ketua mereka.

"SIALAN LO, LIO!" pekik Guntur, kemudian melayangkan tinjuan di wajah Aprilio. Lalu, Aprilio membalas pukulan pria itu tepat di wajahnya.

Semua anggota mulai terpancing, mereka saling pukul karena ketua mereka dilukai. Tidak mau kalah, Aprilio menghujam Guntur tanpa henti. "Gue menang! Lo harus terima kenyataan itu!" seru Aprilio.

Akan tetapi, Guntur terus mengangkat tangannya untuk memberikan pukulan bahkan tendangan pada Aprilio.

Antonio dan Pamiro pun ikut melawan mereka beramai-ramai. Seorang anggota Swan Lightning berjalan mendekati Pamiro dari belakang, ia mengangkat sebuah pisau lipat dan segera ia tancapkan di pundak Pamiro.

Pamiro sontak terkejut, matanya melotot. Lalu, pisau itu dicabut membuat darah muncrat dari tubuh Pamiro. Aprilio melihatnya, ia menendang keras seorang laki-laki yang menusuk pundak Pamiro.

Pamiro menekan pundaknya yang mengeluarkan darah. Terasa sakit.

Tidak! Aprilio lupa mengamankan Keyra. Semua anggota sibuk bergelut. Keyra terjatuh karena berlari dikejar oleh Guntur.

Aprilio mengira Guntur sudah pingsan karena pukulannya yang cukup keras. Namun, Guntur masih sadar dan ia tahu bahwa Keyra adalah salah satu dari Ferocious Eagle. Ia membawa balok kayu dan diarahkan ke Keyra.

"Ja--jangan!" ucap Keyra, tertatih. Ia mundur dengan mengesot karena kakinya sakit tersandung batu. "JAUH-JAUH!"

Guntur menulikan pendengarannya. Ia tersenyum miring melihat Keyra merintih padanya. "Lo siapanya Lio? Gue pernah lihat lo lagi bareng dia," kata Guntur.

"Gu--gue ... Lio ... g--gue ...." Keyra bahkan sangat takut, ia tidak bisa berbicara dengan benar.

"Kayaknya kalau lo pergi, Lio pasti sangat menderita. Jadi, gue habisin lo, aja."

Keyra menggeleng-gelengkan kepalanya. Matanya meneteskan cairan bening. Jantungnya berdetak kencang, napasnya memburu. Ia memohon agar Guntur tidak melakukan apapun padanya.

"Lemah. Lebih baik lo mati!" Guntur menarik sudut bibirnya. Ia mengangkat tangannya yang memegang balok kayu. Tidak berlama-lama, Guntur memukulkannya ke arah Keyra.

"Aaaa!" Keyra menjerit, matanya terpejam seketika. Namun, tak terasa sakit. Ada yang janggal. Keyra segera membuka mata. Pamiro berdiri di depannya, membuat tubuhnya kemudian meluruh. Keyra panik melihatnya, ia meraba tubuh Pamiro dan mendapati luka di pundak lelaki itu. Keyra segera menekankan tangannya.

Mendengar teriakan Keyra yang keras, Aprilio segera mencari sumber suara itu. Dia melihatnya. Tubuh Pamiro seolah menunduk di depan Keyra, kemudian terlihat Guntur memegang kayu. "GUNTUR, SIALAN!" teriak Aprilio, berlari kencang.

Aprilio menendang tubuh Guntur hingga terjatuh cukup keras ke samping. Aprilio menyentuh pundak Pamiro mengeluarkan darah, kemudian menatap Keyra sejenak.

"Key?" panggil Antonio, berjongkok di samping Keyra.

Guntur merasa pantatnya nyeri, ia segera mengajak para anggotanya yang lain segera pergi dari tempat.

"WOI! JANGAN PERGI LO, BERENGSEK!" teriak Antonio.

"Bawa Pamiro ke rumah sakit!" pinta Aprilio. Anggotanya yang kompak itu bersama membantu Pamiro untuk berdiri. Pamiro pingsan karena mengeluarkan banyak darah, juga pukulan keras dari Guntur mendarat di pundak, dan menambah rasa sakitnya.

Keyra sangat kaget dengan apa yang terjadi di depannya tadi. Seseorang melindunginya, padahal ia tengah terluka. Perasannya campur aduk.

Aprilio merasa kecewa pada dirinya sendiri, ia telah melupakan Keyra hingga gadis itu hampir saja terluka. "Key," panggil Aprilio, dengan suara pelan.

Keyra sedang membersihkan pakaiannya, kemudian mendongak menatap Aprilio yang berdiri tinggi di depannya. Aprilio menarik tubuh Keyra ke dalam pelukan, mendekapnya dengan sangat erat. "Maafin gue! Gue udah buat lo ketakutan," kata Aprilio. Bahkan, Aprilio bisa merasakan tubuh gemetar Keyra.

"Gak apa-apa, Vin," jawab Keyra. "Kita urus temen kamu dulu, ya? Dia udah selametin aku."

Aprilio menganggukkan kepala, kemudian segera mengikuti anggotanya lainnya yang pergi.

1
AmeeRenn
Yang ditunggu² akhirnya...
Nenk NOER
Lanjut Thor 💪💪💪
Nenk NOER
Mereka tuh saling suka..tp gengsinya tinggi... lanjut Thor 💪💪
Nayaka
,👍👍👍
Nenk NOER
Lanjut Thor...💪💪💪
Harianti Akbar
tragis juga ya, tapi tdk terungkap alasan apa yg melatarbelakangi harita jadi gak peduli ama anak sendiri
Tya Milik Heru
yg ditunggu² akhirnya... /Drool/
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Nining Mutradi
menarik,kehidupan yg sering terjadi nyata,tidak hayalan
Dhesi Triani
lanjut thorr,... jangab lama lama up nya
Dhesi Triani
menarik
Nayaka
suka sama ceritanyaa keren
Yohana Woleka
Author sebaiknya peristiwa pengeroyokan tersebut dilaporkan kepada yang berwajib.
Yohana Woleka
Maaf Thor,sebaiknya saat ini amat tepat bila langsung melapor ke Polisi.Sikap orang2 tersebut keterlaluan.Masa mereka maunya jahati Keyra terus.
Yohana Woleka
Lanjut Thor,tetap asik.
Dhesi Triani
lanjut dong thor
Yohana Woleka
Masa Author tidak mengupayakan agar Sebaiknya author mengupayakan Apllio berkempatan menyaksikan saat si Nadia dkk lagi membuly terhadap Keyra.
Yohana Woleka
Jangan pisahkan Aprillio dengan Keyra.
Diana Nenden
Bagus
Yohana Woleka
Harap Nadia sadar akan buruknya tawaran pekerjaan yang akan diberikan lawan2nya.Tak perlu terima.
Dini Badar
lawan dong key nada ca jgn diam aja
𝕽ҽყyi: pembully kalau dilawan akan jadi lebih tertantang, makanya kebanyakan korban bully cuma diam
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!