Pernikahan adalah salah satu untuk menyempurnakan agama. Tetapi bagaimana jika pernikahan dilandasi karena keterpaksaan dan kebohongan?.
Disha Haura, gadis cantik yang duduk di bangku semester akhir terjebak dalam pernikahan dengan adik tingkatnya. Keduanya di jebak dan di fitnah sehingga membuat keduanya harus menikah.
Di samping itu seseorang yang selalu menyebut nama Disha dalam sepertiga malam harus menelan ludah melihat pujaan hatinya menikah dengan adiknya sendiri.
Bagaimana kisah selanjutnya? Silahkan baca sehingga kalian menemukan jawabannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jatuhnya Talak!
Arcel menghembuskan nafas panjang mencoba meredam amarah, hatinya berperang dengan pemikirannya.
'Besok kita akan membahas ini" putus Arcel
Arcel tidak mau mengambil kesimpulan saat dirinya tengah diliputi amarah. Ada dua hal yang dia ingat dalam hidupnya dan harus di terapkan sehari-hari. Yaitu yang pertama jangan mengambil kesimpulan di saat dirimu marah dan yang ke-dua jangan berjanji disaat dirimu senang.
'Pengecut! Kau takut padaku kan? Kau takut jika aku melaporkan kelakuan mu malam ini pada pihak berwajib!" Viola mengucapkannya dengan menampilkan wajah sombongnya
Nampaknya Viola tidak sadar akan kejahatan yang sudah dirinya perbuat, dia tidak tau jika Arcel tengah mencoba meredam amarah padanya.
'Seharusnya aku yang melaporkanmu pada pihak berwajib! Hari ini kau melakukan kekerasan pada anak di bawah umur dan kau melakukan zina tepat di depan anakmu!" balas Arcel menatap Viola dengan tatapan tidak percaya
Arcel tidak menyangka jika ada perempuan modelan Viola yang tidak tau diri. Bahkan malah melimpahkan kesalahan pada orang lain.
'Dia bukan anakku, dia itu anak haram!" balas Viola
'Seharusnya kau bersyukur telah melahirkan seorang anak yang bisa mendoakan mu nanti kelak di akhir zaman, dimana pikiranmu? Bertobatlah Viola!" ucap Arcel menggelengkan kepalanya
Rasanya Arcel ingin melampiaskan amarahnya hari ini tetapi dia tidak mau melayangkan tamparan lagi buat Viola karena itu tidak benar.
'Dia bukan anakku, sudah berapa kali aku katakan DIA BUKAN ANAKKU! DIA ANAK HARAM" teriak Viola kuat
'Kau sangat munafik Arcelio, mengapa kau bersusah payah membesarkan anak kembaran mu itu! Seharusnya anak itu mati bersamaan dengan matinya ayahnya itu!" kekeh Viola mengejek Arcel yang menurutnya sangat munafik
'Dasar perempuan tidak waras!" ucap Arcel menggelengkan kepalanya
'Kenapa? Kau tidak terima? Bukankah benar jika dia itu anak haram dan dia juga bukan putra kandung mu, mengapa kau begitu bersusah payah membesarkan anak yang bukan darah dagingmu" ejek Viola semakin menjadi
'Daddy" panggil seseorang dengan suara seraknya karena habis menangis
Arcel menoleh dan mendapati putranya berjalan menuju arahnya dan langsung memeluknya erat. Dia ketakutan melihat Viola yang menatapnya tajam.
'Mengapa kamu bangun boy?" tanya Arcel dengan nada yang lembut sambil menggendong Habib
'Kita kembali tidur saja yaa" ajak Arcel dan diangguki Habib sambil menyembunyikan wajahnya pada leher sang daddy
'AKU BELUM SELESAI BICARA PADAMU ARCELIO!" teriak Viola membuat Arcel menghentikan langkahnya dan menatap Viola dengan tatapan marah
'Besok saja kita bahas, dan tolong turunkan nada suaramu itu di depan Habib!" tegas Arcel
'TIDAK MAU! BAGUS KALAU ANAK HARAM ITU MENDENGARNYA!" teriak Viola tidak punya hati
'VIOLA!" Arcel begitu marah dan tanpa sadar mengamuk di depan putranya yang kini menangis sambil memeluknya begitu erat bahkan Arcel merasa jika Habib semakin menenggelamkan wajahnya pada lehernya menandakan jika putranya sangat ketakutan
'Tolong mengertilah, aku tidak mau mental putraku rusak karena mu, hari ini kau sudah merusak mentalnya" Arcel menurun nada suaranya
'Cih, bukannya bagus jika mentalnya rusak. Aku malah berharap jika dia mati" kekeh Viola begitu kejam
'Kau jangan membuatku menjadi pria paling jahat di dunia ini Viola! Aku tegaskan padamu sekali lagi jika masih ingin melihat Habib!" tegas Arcel
'Malah aku tidak ingin melihat wajahnya, melihatnya saja sudah membuatku ingin muntah, kau takut jika keluarga mu memandang jelek padamu kan? Ayolah Arcelio jangan munafik seperti itu, tingkah mu membuatku jijik!" Viola semakin tidak waras membuat Arcel tidak tahan lagi
'Maafkan aku ya Allah, aku tidak bisa menjaga pernikahan ini. Sungguh aku tidak berniat tetapi ini merupakan keputusan yang baik buat putraku, sudah cukup kesakitan dirasakan oleh putraku dan maaf Arsen, aku tidak bisa menepati janjiku untuk menjaga ibu dari putramu" batin Arcel di dalam hatinya
'Baiklah Viola, ini yang sedari dulu kau inginkan. Dengan kesadaran dan kewarasan ku, mulai malam ini aku jatuhkan talak padahmu. Aku talak, aku talak, aku talak dirimu Viola Dealova. Sejak malam ini kau bukan lagi tanggung jawabku. Kau tidak berhak atas diriku begitu juga diriku tidak berhak atas dirimu. Kau masih bisa melihat Habib jika kau ingin!" ucap Arcel lantang
Petir menyambar kuat seiring dengan Arcel memberi talak tiga pada Viola, terlihat juga Viola yang terkejut, dia tidak menyangka jika Arcel akan menalaknya.
'Bagus, dan sekali lagi aku tegaskan. Aku haramkan anak haram itu memanggil ku MOMMY!" ucap Viola pergi meninggalkan Arcel yang menggelengkan kepalanya
Arcel tidak mau lagi berurusan dengan Viola tugasnya telah usai. Kalau bukan karena putranya dan agamanya sejak lama dirinya ingin menceraikan Viola, tetapi agamanya tidak membenarkan perceraian dan juga putranya masih membutuhkan sosok ibu. Tetapi nampaknya Viola tidak mengindai segala perkataanya malah memperlihatkan hal yang buruk pada Habib, Arcel juga baru tau jika Viola melakukan hal senonoh di belakangnya karena dia tidak mau mencari tau soal Viola, fokusnya hanya pada Habib dan pekerjaan.
'Daddy hiks... hiks... Habib takut hiks... Apa mommy tidak sayang pada Habib?" tanya Habib di sela-sela isakannya
'Tidak apa-apa sayang, daddy bersama Habib. Jangan menangis lagi dan tentunya mommy sayang pada Habib hanya saja mommy lagi sakit makanya mommy tadi berteriak" ucap Arcel mencoba membohongi putra kecilnya itu
'Bohong, mommy jahat pada Habib. Habib tidak mau ketemu mommy lagi daddy, Habib takut" ujar bocah kecil itu
'Iya sayang, sudah yaa sebaiknya kita tidur lagi okay" ajak Arcel dan Habib mengangguk patuh
Arcel membacakan beberapa ayat Al-Qur'an sebagai pengantar tidur putranya, berharap hati putranya juga tenang dan damai.
'Maafkan daddy nak" ucapnya setelah melihat putranya kembali tidur
'Mulai sekarang kamu tidak akan mendengarkan kata-kata itu lagi, daddy berjanji akan menjagamu lebih ketat lagi. Maaf jika daddy lalai hari ini" ucapnya menyesal
'Ya Allah, maafkan hamba jika sudah melewati batas" ucapnya kembali
Arcel mengambil ponselnya dan menghubungi Sky kembali karena ada yang mau dia katakan.
'Malam tuan" sahut Sky setelah panggilan tersambung
Sky tidak mengucapkan salam tentunya agamanya berbeda dengan Arcel, mereka saling menghormati satu sama lain.
'Maaf mengganggu mu larut malam begini, sebenarnya ada yang mau aku katakan" ucap Arcel serius
'Tidak apa-apa tuan, saya menunggu tugas dari tuan" sahut Sky
'Aku ingin kau mengurus surat perceraian ku dengan Viola, kalau bisa secepatnya" perintah Arcel membuat Sky di seberang sana tersenyum senang
Sky sebenarnya sudah tau seluk beluk kehidupan rumah tangga Arcel dan Viola, bahkan dia mempunyai bukti betapa tidak terpujinya priaku Viola di belakang Arcel tetapi demi menghormati Arcel dia tidak berani memberikannya.
'Baik tuan akan segera saya urus, sebelum tuan muda Habib bangun berkasnya sudah sampai di kediaman tuan" jawab Sky kesenangan
Katakan jika Sky termasuk bawahan yang jahat karena senang di atas penderitaan tuan mudanya yaitu Habib, tetapi dia sudah sejak lama menantikan ini.
🌾🌾🌾
Siapa yang suka dengan Sky, entah kenapa author juga mendukung Sky heheheh...
riri-can