Sebuah kisah cinta antara masa lalu dan masa sekarang. Seorang pasangan mudah berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Begitulah kisah Cinta seorang gadis bernama Larasati. Dia di hadapakan dengan sebuah masalah dari kisah cintanya. Pertunangannya harus kandas oleh keegoisan, dan perbedaan karakter. Hingga Larasati memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka, lalu menjalani hidup barunya.
Apakah Larasati bisa terlepas dari jerat masa lalu? atau justru dia bisa menemukan yang terbaik?
Simak kisah mereka sampai habis ya.
Ikuti terus kisah Cinta Larasati
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 14
tok tok...
" permisi..."
laras menuju keluar dan melihat bapak bapak yang berdiri di depan pintu
" ehh bapak masuk pak..."laras mempersilahkan bapak itu untuk masuk
" makasih neng tapi di luar saja"
mereka pun duduk di kursi panjang
" neng selama ini neng kemana...bapak tak pernah dapat kabar??"
" maaf pak saya tinggal di rumah mendiang nenek saya...dan saya pulang kesini juga cuma mampir ,ada kerjaan di sini, tapi nanti malam saya sudah akan kembali ke kota xx..lagi pak"laras memperjelas
" neng selama neng gak ada ...ada lelaki yang setiap hari kesini dan dia selalu membawa bunga mawar, dan menanamnya disini...dia nampak bersedih dan selalu duduk disini
dengan wajah sedihnya" bapak memandang wajah laras dengan penuh selidik
" pak dia adalah mantan tunangan saya ...jika dia kesini tolong bapak bilang padanya untuk tidak lagi menanam bunga2 itu...membuat saya muak"
dion yang tengah menguping
pembicaraan mereka pun keluar dari persembunyiannya...
"ehemmmm" dion menghampiri mereka
bapak itu memandang heran dion karna selama ini laras tak pernah mengajak lelaki masuk kedalam rumah
" oh iya pak kenalin ini dion dia adalah...."
" calon suami laras...!!" dion menyela perkataan laras
dan laras memandang tajam dion
"oh maaf tuan saya tetangga neng laras.." bapak itu menjabat tangan dion dan tersenyum
bapak itu pun pamit dan kembali ke rumahnya.
laras dan dion kembali masuk namun tak lama kemudian dion menerima telpon bahwa dia harus menetap di sini hingga 1 atau 2 bulan untuk mengurus kafe barunya
"sayang sepertinya kita harus menetap disini beberapa bulan lagi..."
mata laras terbelalak mendengar dion memutuskan bahwa mereka harus tinggal disini
" kenapa harus disini ...aku mau pulang" laras memalingkan wajah dengan muka yang di tekuk
"kalo kamu mau disini ya udah aku pulang sendiri" laras berdiri dan beranjak masuk ke kamar
dion mengacak rambut dia tak tau harus memilih disini atau bagaimana
dion mencari cara supaya dia bisa balik secepatnya ke kota xx..
dan akhirnya dion menghubungi asistennya dan menyuruhnya menghendel masalah kafe barunya...
"sayang buka pintunya...iya kita nanti malam pulang" dion mengetuk pintu kamar laras
" beneran ya ...janji" laras keluar dengan wajah sok imutnya
" iya janji" dion mengusap pipi laras dengan lembut
laras sungguh bahagia karna selama ini laras selalu di caci di maki dan mendapat perlakuan kasar dari sebastian namun bersama dengan dion rahardian laras merasakan dirinya bagai ratu dan selalu di prioritaskan, selalu di nomor satukan dan selalu di manjakan
" tapi sebelum kita berangkat nanti kita nikah di penghulu dulu nanti resepsi kita di kota xx.."
laras terkejut mendengar semua itu dan membuat laras syok
" apa gak kecepetan dion" laras mencoba meyakinkan dion
dion menggeleng kepala..
dan mereka pun bergegas pulang ke hotel
sesampainya di hotel dion menyiapkan diri dan memberi gaun pengantin kepada laras
" kamu serius sekarang mau nikahin aku" laras meyakinkan dion dan dirinya sendiri
dion mengangguk dan mereka menuju rumah oak penghulu yang sudah di siapkan oleh asisten dion dari sejam yang lalu..
acara pernikahan mereka pun berlangsung sederhana hanya di hadiri beberapa saksi dan karyawan kafe dion...
dion mencium kening laras di depan semua yang hadir di sana
laras meneteskan air mata bahagia juga kesedihan
dia bahagia bahwa sekarang dia memiliki lelaki yang cintanya tulus padanya
namun juga sedih saat pernikahan yang dia impikan keluarganya tak ada di sisinya
" jangan menangis sayang...sekarang tak kan ku biarkan kamu meneteskan air mata berharga mu itu!!" dion menyeka air mata laras dan memeluknya dengan rasa cinta kasih
acara sudah usai dan mereka kembali ke hotel
mereka membersihkan diri dan berganti pakaian
" sayang...aku mau" dion memeluk laras dari belakang
" ihhh dion lepasin ...kamu liat tu udah jam segini kita harus cepet ke bandara keburu telat" laras melepas pelukan dion dengan jantungnya yang berdetak kencang
mereka pun mengemasi pakaian mereka dan menuju bandara...
sekarang status laras bukan sebagai laras abimanyu namun laras rahardian
dia seketika berubah menjadi nyonya rahardian
laras kembali dengan membawa gelar rahardian....
*pemeran utama wanita paling enak, dia sangat murka kalau suaminya salah dan tidak mudah memaafkan tapi kalau dia salah paling jauh minta maaf semua beres, bahkan dia ditiduri pria karena kebodohanya dianggap bukan masalah yang harus dibesarkan
*pria lain PEBINOR juga enak, menghancurkan rumah tangga orang, dan memperkosa istri orang tapi hanya dipukuli, enak dipukuli dengan imbalan tujuh istri orang,
korban novel sesunguhnya
*pemeran utama pria jika buat salah (walaupun salah paham) dibuat menderita, menyesal, sujud2 minta maaf, mengemis maaf, berjuang keras, sangat lama baru dapat maaf, dibuat menderita bertahun2, dibuat bucin, dibuat bodoh kayak tidak ada wanita lain saja
sampai disini pahamkan kalau wanita buat novel ya pasti egois
sakit emng d khianati orng yg kita cintai aplgi d sakita raga & jiwa..
sedih aku tuh.. kereen tor crita nya