NovelToon NovelToon
Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:239.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: tompealla kriweall

Reo Onsi, seorang anak Yatim yang tinggal bersama Ibunya. Mereka terpaksa terusir dari rumahnya sendiri setelah rumah tersebut disita Debt Collector atau lintah darat.

Walau Begitu, ternyata rumah tersebut tidak mampu menutup hutang keluarga mereka pada Lintah Darat.

Suatu saat, Reo mendapatkan Sistem Seribu Akun dari sebuah Layar Komputer terbengkalai yang ada di gudang. Dari sistem inilah Reo akhirnya mendapatkan misi tantangan yang akan memberinya kekayaan.

Ikuti terus kisah Reo Onsi yang berjuang untuk mendapatkan kekayaan dari sistem Seribu Akun, hingga akhirnya dia bisa menjadi seorang yang paling kaya di dunia tanpa harus diketahui identitasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Di tempat kerjanya, Lay banyak melamun. Tapi di saat melamun, Lay juga melihat-lihat keadaan saat pembeli memang sedang sepi.

"Lay. Lay..."

Salah satu teman sesama penjaga toko, memanggil-manggil nama Lay. Tapi yang dipanggil tidak menoleh juga, membuat orang tersebut berdiri dan mendekatkan ke tempat duduknya Lay.

Puk

"Ehhh..."

"Ck, melamun aja sih! ada apaan?" tanya temannya Lay ingin tahu.

"Gak apa-apa," jawab Lay singkat.

Lay tidak mau memberikan penjelasan apapun, karena dia sedang banyak pikiran pikir tentang lamaran Ryanoir padanya semalam. Dia belum memberikan jawaban apapun, karena semalam Ryanoir langsung pulang setelah selesai diobati.

Untungnya waktunya toko tutup, sehingga Lay dan temannya itu tidak bisa melanjutkan perbincangan mereka. Lay juga bisa bernafas lega karena tidak mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari temannya lagi.

"Huhfff..."

"Mau aku antar?"

Lay menoleh ke arah sumber suara. Ternyata ada pemilik toko, yang memang sudah memiliki perhatian lebih padanya. Tapi Lay segera menggelengkan kepalanya, kemudian mengucapkan terima kasih.

"Tidak usah Koh, terima kasih."

Cepat-cepat Lay pulang, supaya pemilik toko tidak lagi mencari-cari alasan untuk bisa mengantarnya pulang.

Sudah beberapa kali Lay menolak tawaran seperti ini, karena merasa tidak nyaman dengan keadaannya sendiri. Dia tidak mau jika ada omongan-omongan yang tidak seharusnya, karena dia memang tidak mau membuat hubungan antara Bos dengan pegawainya menjadi buah bibir di antara pada pegawai yang lain.

"Lay, kenapa tidak pernah mau diantar sih?"

Lay menoleh ke arah temannya, kemudian hanya tersenyum saja tanpa mau menjawab pertanyaan tersebut.

"Aku duluan ya!" pamit Lay, setelah mendapatkan angkutan yang menuju ke rumahnya.

Di dalam angkutan yang menuju ke rumah, ibunya Reo merasa bimbang dengan tawaran Ryanoir. Namun setelah berpikir panjang, ia akhirnya berpikir untuk menerima lamaran tersebut. Salah satu alasan utama mengapa ia mau menerima lamaran Ryanoir adalah, karena ia merasa bahwa anaknya juga memerlukan sosok ayah yang bisa dijadikan panutan. Dan dia berpikir jika Ryanoir merupakan sosok yang bisa diandalkan dan lebih baik dari segi kenyamanan Reo dan dirinya sendiri.

Ibu Reo berpikir bahwa pemilik warnet adalah sosok yang tepat untuk menjadi ayah bagi anaknya. Selain itu, ia juga berpikir bahwa pemilik warnet sudah banyak membantu mereka selama ini. Oleh karena itu, ia merasa bahwa menerima pinangan tersebut adalah suatu keputusan yang tepat.

***

"Sistem Seribu Akun, @bukanaku."

Klik

Bip bip bip

[Ding]

[Selamat datang Mr. Are you ready to accept the account system]

"Aku mau menautkan Sistem Seribu Akun ke ponsel pintar yang sudah aku miliki."

[Silahkan tekan tombol enter untuk melakukan tautan, setelah mengetik id ponsel pintar tersebut di layar Sistem]

Reo melakukan apa-apa yang telah ditentukan oleh Sistem Seribu Akun, agar keberadaan sistem tidak hanya ada di layar LED tersebut, sehingga dia bisa mengaksesnya dari ponsel pintar untuk waktu kapanpun yang diinginkannya.

Klik

[Ding]

Bip bip bip

[10%]

[20%]

[40%]

[60%]

[80%]

[100%]

"Arghhh..."

Setelah proses selesai, layar ponsel yang ada di meja berkedip-kedip mensinkronkan password akun yang telah dimasukkan Reo. Tapi tak lama kemudian, badannya Reo langsung mengejang dan terasa sangat gatal.

"Awww... ini, ihsss..."

"Aduh... Ck, ini gatal sekali!"

Reo menggaruk-garuk seluruh tubuhnya yang terasa sangat gatal, dengan rasa kram dan kesemutan juga, setelah tadi sempat kejang-kejang sebentar.

Tapi Reo merasa sangat gembira dan antusias setelah berhasil menautkan Sistem Seribu Akun dari layar LED ke ponsel barunya. Ia merasa bahwa ini adalah kemajuan besar dalam hidupnya karena sekarang ia dapat mengakses sistem tersebut kapan saja dan di mana saja, tanpa harus menggunakan layar LED yang tidak bisa dibawa kemana-mana. Dia bisa mengaktifkan Sistem Seribu Akun, setiap kali dia ingin menggunakannya.

Setelah menautkan sistem tersebut, Reo mulai menjelajahi berbagai fitur baru yang ada di dalamnya.

"Aku merasa sangat tertarik dengan kekuatan baru yang dimiliki oleh sistem."

Akhirnya Reo mulai bermain dengan berbagai macam cara game baru yang ada di dalamnya dan merasa senang, karena nantinya pasti bisa mengalahkan level-level yang sebelumnya tidak bisa ia lakukan.

Tidak hanya itu, Sistem Seribu Akun juga memiliki banyak keuntungan lainnya. Ia bisa mengakses berbagai situs web dan aplikasi yang sebelumnya dibatasi di layar LED. Reo juga bisa mengatur akun-akun sosial medianya dengan lebih mudah dan cepat.

Ada juga toko sistem yang memberikan penawaran barang-barang bermanfaat, yang tentunya bisa membantu apapun yang dibutuhkannya nanti.

"Sistem Seribu Akun, @bukanaku."

Klik

Bip bip bip

[Ding]

[Selamat datang di toko sistem. Modal poin dari sistem ada 5, yang bisa digunakan untuk berbelanja. Menukar poin dengan barang-barang yang dibutuhkan pada saat menyelesaikan misi]

"Maksudnya... aku bisa berbelanja di toko sistem, jika ada kesulitan dan aku membutuhkan bantuan pada saat ada misi tantangan?"

[Tentu saja, tapi tetap ada Syarat dan ketentuan yang berlaku]

[Setiap barang memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung dari kegunaan barang tersebut]

"Maksudnya... ini seperti minimarket?"

[Benar Mr. Anda bisa membeli barang-barang tersebut untuk bisa membantu Anda setiap ada misi tantangan dan menyulitkan]

"Baiklah kalau begitu. Apakah aku bisa mencobanya sekarang?"

[Tentu saja bisa Mr. Anda sudah memiliki 5 poin sebagai modal dari sistem untuk berbelanja]

"Tapi... apa ya kira-kira yang akan aku beli untuk pertama kalinya belanja?"

[Tunggu sampai sistem memberikan misi tantangan. Atau Anda ingin mengajukan?]

"Hah, mengajukan?"

[Iya Mr. Anda bisa mengajukan misi tantangan pada sistem. Tapi poin yang ada di brankas Sistem akan berkurang, karena itu sama artinya Anda telah membeli]

Reo mencoba untuk memahami, apa yang dimaksud oleh sistem sebagai peraturan baru dari hasil upgrade barusan. Dia akan mempelajarinya perlahan-lahan, supaya bisa menjalani apapun yang berkaitan dengan sistem nantinya.

"Sepertinya Aku ingin menjadi lebih pintar. Dua hari lagi ada tes di sekolah, dan aku ingin mencoba membeli kecerdasan dari toko Sistem."

Reo justru menginginkan hal yang tidak-tidak, yang tentunya mustahil untuk orang-orang awan pada umumnya.

[Tentu saja bisa Mr. Anda bisa membeli pil kecerdasan dari toko sistem. Tapi tentu saja ada efeknya]

"Efek? apa sama seperti efek obat-obatan yang dari apotek atau resep dokter?"

[Tentu saja sama. Efek umum dari obat adalah mengantuk. Jadi Mr bisa merasa sangat mengantuk jika selesai meminum obat tersebut]

Reo mengangguk-anggukkan kepalanya, memahami bagaimana cara kerja Sistem Seribu Akun yang sekarang.

Semua yang ada di dalam Sistem Seribu Akun miliknya ini, sudah berubah sejak di-upgrade dan ditautkan pada ponsel pintar yang baru saja dibelinya tadi, bersamaan dengan pembayaran hutang yang telah di tangung Ryanoir pada penagih hutang pagi tadi.

"Yeee... Aku bisa!"

1
strivee
kntlisklsusfmuehs
strivee
satu sipon 1 ronda 1 hondajes 1 lambegoni
Jasmin Melor
Luar biasa
Edy Sulaiman
menarik juga...hhh
Seven8
kalimatnya bertele-tele. utk maksud & tujuan yg sama sering diulang2.
William Shakespeare
satu indo satu Inggris 🗿
Emil Djibran
penjelasan soal uangnya kurang jelas,ceritanya pun terasa loncat-loncat jadi kesannya kurang nyambung,,jadi para reader di suruh mikir sendiri jadinya
Emil Djibran
apa ini thor?
4 milyar atau 4 ribu milyar ?
AitchAre
teteh
TK: telah 🤦🤦🤦
terima kasih
total 1 replies
AitchAre
bang digital
TK: Bank 😀😀✌️
total 1 replies
Vincent Da Vinci
ayat terlalu banyak memperjelaskan sesuatu hal... jangan buat cerita bertele-tele. menjadi hilang minat bila baca cerita bertele-tele
TK: ok thanks, bos
total 1 replies
Eros Hariyadi
Miskin boleh² saja, tapi jangan bodoh.... nampaknya pemilik warnet juga ketularan koplaakk.... undang pihak yang berwenang/polisi...itu jelas delik penipuan dan kriminal, namanya Pelunasan/Paid-off dimana pun di dunia ini seluruh kuwajiban/hutang, bunga dan denda keterlambatan bayar telah dihitung....gak ada sisa bunga yang masih harus ditagihkan, gw yakin authornya kurang paham soal ini...gw orang kerja di Bank jelas memahami soal remeh seperti ini, mengusir orang dari rumahnya ga semudah seperti itu...apalagi dengan kekerasan, ndak bisa dilakukan...Hak Mutlak tidak berlaku di negara ini, semua harus via pengadilan itupun tahapannya banyak yang musti dilalui....gw mah termasuk ahli di bidang ini, kerjaan sehari-hari... wkwkwk 😝😄🤣
TK: nah itu, Pinjol akhirnya bertebaran. padahal sama aja targetnya dan 🤷
total 8 replies
Eros Hariyadi
katanya udah pelunasan kok masih ada hutang bunga, napa waktu pelunasan kemarin ga bawa Pengacara dari LSM...?? khan ada bantuan hukum gratis untuk golongan gak mampu...ini yang gw bilang gak masuk akal, kayak hutang recehan ajaahh....ini negara hukum, bukannya negara halu...😝😄🤣😫
TK: aku buat di negara halu gimana dong 🤷
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya Bocil ada saatnya kumpul dan ber-senang² dengan temen²nya... namun juga dipaksa untuk berpikir dewasa yang bukan untuk seusianya... kasihan juga...🤔🙄😢😫😭😭💪👍
TK: huwaaa 😭
total 1 replies
Eros Hariyadi
Tetap Semangat yaaa... Thor, Sukses selalu 😝😄💪👍👍🙏
TK: very tengyu gan.
matur suwun 🙏
total 1 replies
Eros Hariyadi
hadeeehh.... akhirnya author mewariskan ilmu pamungkasnya kepada Reo, Ilmu bersandiwara... wkwkwk...banyakan nonton sinetron neehh... authornya, asalkan jangan ilmu Bokep yaaa...😝😄💪👍👍👍
TK: waduh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍👍
TK: sippp 👍
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya juga Bocil... dengan melihat usianya jelas belum layak untuk melakukan perbuatan hukum, KTP ajaahh...pasti lom punya, lom memenuhi syarat disebut dewasa....🤔🙄😠😡😢
TK: haahhh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍😢
TK: Ok 👍👏👏
total 1 replies
Eros Hariyadi
Mang waktu pelunasan hutang kepada rentenir, gak ada tanda bukti pelunasan yang berkekuatan hukum pasti/akta, soalnya hutangnya udah diatas 1 milyar dan penyerahan bukti sertifikat tanah dan bangunan, khan harus ada...,.?? masa hutang sebesar itu dianggap sama dengan hutang Rp 15.000,- seehh...🤔🙄😝😄🤣
TK: namanya lintah darat itu pasti gak resmi, kan ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!