Mencintai pria yang sudah matang tak pernah terpikirkan oleh Sandra Larissa. Namun, nyatanya ia sudah terpesona oleh seorang duda yang sudah mempunyai anak. Bahkan anak dari duda tersebut adalah sahabatnya.
"Aku mencintaimu Om! Aku tak tahu kenapa rasa cinta ini hadir begitu saja, saat kamu menatapku dengan mata elangmu itu."
~Sandra~
"Bagaimana bisa aku juga mencintaimu sedang usia kita tarlampau sangat jauh? Aku ingin menjauh. Namun, cinta yang ku rasakan semakin kuat. Maafkan aku jika akhirnya aku memilih bertahan dan tetap mencintaimu walau usia kita berbeda 20 tahun."
~Alex~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
malam yang indah bersamamu
happy reading
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Suasana yang tampak sangat ramai dengan dekor ruangan yang sangat indah dan juga mewah, berdirilah sepasang suami istri yang tampak lelah dengan senyum bahagia masih terbit di antara bibir keduanya kala tangan mereka berjabat dengan para tamu undangan yang memberikan selamat atas pernikahan mereka. Sandra tampak cantik dengan balutan gaun berwarna abu-abu di tambah mahkota yang menghiasi kepalanya tampak sangat serasi sekali dengan Alex yang berada di sampingnya yang menggunakan jas senada dengan gaun Sandra.
"Capek Sayang?"
"Kapan selesainya mas? Kaki Sandra sudah pegal." keluh Sandra.
"Sabar ya sayang, kita duduk aja ya. Mereka pasti ngerti kalau kamu lelah," ucap Alex yang tampak kasihan dengan wajah lelah Sandra. Dengan mesra ia membawa tubuh Sandra duduk di kursi pelaminan.
"Mas mau ngapain?" tanya Sandra heran melihat Alex yang berjongkok tepat di depannya.
"Benda seperti ini tidak usah di pakai di kaki indah kamu sayang, aku takut kaki kamu lecet menggunakan ini terlalu lama." ucap Alex dengan santai.
"Tapi malu Mas, masa Sandra tidak pakai alas kaki sih." protes Sandra malu dan merasa takjub juga dengan perlakuan Alex padanya di depan tamu undangan.
"Aku tidak perduli sayang. Yang terpenting bagiku adalah kamu tidak terluka karena sepatu sialan itu."
"Terserah Mas aja deh, Sandra juga nyaman tidak pakai sepatu itu."
"Kaki kamu juga tertutup dengan gaun itu kok sayang, cuma bedanya kamu makin terlihat pendek berdampingan dengan Mas."
"Tuh kan Mas ngejek Sandra pendek."
"Tapi Mas suka kok, mudah di peluk dan di gendong," bisik Alex membuat timbul warna merah di pipi Sandra. Ia dengan malu-malu menatap Alex yamg terkekeh ke arahnya. Tanpa sadar ada yang menatap mereka dengan tatapan jengah karena sedari tadi ia di abaikan.
"Ekhem."
Sandra dan Alex yang terkejut dengan deheman seseorang itu pun langsung menoleh, mata Sandra berbinar menatap lekat pada sosok yang sangat ia rindukan sedangkan Alex dengan tatapan tak sukanya.
"Kak Reyhan, Kak Bayu, Kak Alfran, kak Dave," ucap Sandra tak percaya melihat kakak sepupunya datang ke pesta pernikahannya pasalnya para kakak sepupunya itu adalah orang yang terlalu sibuk, sehingga mustahil mereka akan datang. Dan Reyhan juga pernah mengatakan jika ia tak bisa datang karena tugas dari atasannya yang membuat Sandra sedikit kecewa namun kekecewaan itu terobati dengan hadirnya para kakak sepupu Sandra ya walau tidak lengkap yang artinya tidak semua hadir. Tetapi Sandra sangat memaklumi pekerjaan mereka.
Alex yang melihat senyum bahagia istrinya karena menatap ke empat pria di depannya ini merasa panas tangannya mengepal tak suka. Namun, ia tahan amarahnya karena tidak ingin mengacaukan hari bahagianya.
"Mas kenalin ini sepupu-sepupu Sandra yang sibuk banget itu, sampai tidak bisa meluangkan waktu untuk Sandra." sindir Sandra kepada keempat sepupunya membuat mereka meringis menatap Sandra.
"Maaf Dek, Kakak bukan tidak bisa meluangkan waktu untuk Adek. Adek tau sendirikan pekerjaan kakak," ucap Dave memelas ke arah Sandra.
Alex mendengus melihat ke empat wajah sepupu Sandra yang baginya tak enak di pandang, walau ada rasa lega di hatinya mengetahui fakta yang sebenarnya tetapi tetap saja Alex tak suka dengan kedekatan mereka, ia merasa bahwa para sepupu istrinya itu sangat posesif kepada Sandra.
"Peluk dulu dong Kakak," kata Alfran yang memang sangat suka di peluk dan memeluk Sandra. Ia merasa dengan pelukan ia sudah bisa melindungi Sandra. Ketika Sandra ingin memeluk Alfran tangan kekar Alex langsung menghalangi.
"Maaf, Sandra sekarang istri saya."
Alfran mendengus tak suka ke arah Alex. "Ya elah Om, bentar doang ini. Sandra adek sepupu saya kali, masa ia gak boleh peluk."
"Bener tuh, Ah gak seru sekarang kamu ada pawangnya dek." keluh Bayu.
Reyhan yang sedari tadi diam, karena memang ia tipe orang yang pendiam dan dingin hanya menatap berdebatan para sepupunya dengan malas, tanpa kata ia mendekati Sandra, dan menarik Sandra kepelukannya. Alex menggeram marah tak suka dengan tindakan Reyhan yang sangat berani itu. Dari semua sepupu Sandra hanya Reyhan lah yang ia tahu karena memang ia pernah makan malam bareng di rumah kakek Sandra waktu itu.
"Selamat Dek sekarang sudah jadi istri, kalau suami kamu menyakiti kamu langsung bilang sama Kakak. Kakak akan hajar dia saat itu juga."
"Makasih Kak, Sandra sayang Kakak," ucap Sandra berkaca-kaca. Karena semua di antara sepupunya Reyhan lah yang mengerti semua tentangnya walau pria itu sangat dingin dan cuek.
"Oo sosweet," ucap ketiga sepupu Sandra membuat Alex mual rasanya.
"Sudah pelukannya," ucap Alex dingin yang di tanggapi kekehan geli oleh Sandra yang mengetahui suaminya itu cemburu.
"Saya titip adek saya, jaga dia dengan baik dan jangan sesekali kamu membuatnya menangis. jika itu terjadi Saya akan mengambil Sandra dari kamu dan saya pastikan kamu tidak bisa lagi bertemu dengan Sandra," ucap Reyhan tegas.
"Tidak kamu suruh juga saya akan menjaga Sandra," ucap Alex sungguh-sungguh.
"Kalau begitu selamat untuk kalian, kami pergi dulu untuk mencari makanan hehehe. Sandra ingat Kakak sayang kamu, kapan pun kamu butuh kami, kami akan selalu ada buat kamu," ucap Dave mengelus pipi Sandra. Dan berlalu meninggalkan pengatin baru itu setelah mendapatkan kesempatan memeluk Sandra walau hanya sebentar, dan bergantian dengan sepupu yang lainnya.
"Mas baru tau kalau kamu di sekelilingi oleh banyak pria," ucap Alex dengan nada datar tak sukanya.
Sandra tersenyum menatap Alex. "Jangan cemburu mas, mereka sepupu Sandra."
"Tetap Saja mereka berjenis kelamin laki-laki Sayang."
"Sandra hanya milik Mas," bisik Sandra dan mengecup pipi Alex sekilas. Membuat senyum terbit di bibir Alex.
"Mas sudah tidak sabar sayang, ingin segera mengakhiri pesta ini," bisik Alex menyeringai menatap Sandra yang tersenyum malu ke arahnya.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Jam sudah menunjukkan 12 malam, Alex dan Sandra baru saja memasuki kamar yang berada di hotel ini.
"Sandra mau mandi dulu mas."ucap Sandra yang memang sudah lelah. Alex menyeringai mendekati Sandra.
"Tidak usah mandi sayang, nanti juga kita aksn berkeringat kembali," bisik Alex yang sudah menyudutkan Sandra ke tembok.
"Ma...ss." gugup Sandra.
"Kamu milikku Sayang," ucap Alex bertepatan dengan itu ia langsung menyerang bibir Sandra dengan ciuman lembutnya yang semakin lama semakin menuntut. Tangannya tidak tinggal diam. Tangan Alex menyentuh setiap inci tubuh Sandra dengan lembut membuat Sandra mengerang nikmat akan sentuhan Alex pada tubuhnya. Dengan tatapan yang sudah berkabut gairah Alex menggendong sandra menuju kasur mereka, ia menindih tubuh Sandra dengan pelan melancarkan aksinya.
"Izinkan Mas memiliki kamu seutuhnya sayang," ucap Alex dengan suara seraknya menatap dalam ke arah mata Sandra.
"Lakukan Mas, semua yang berada di diri Sandra milik Mas."
Bagaikan mendapat angin segar, Alex merasa sangat senang. Ia kembali mengecup bibir Sandra dengan mesra.
"terima kasih sayang."
"Tahan sebentar mungkin ini akan sakit, tapi setelah itu akan nikmat."
"Pelan-pelan Mas."ucap Sandra meringis sakit kala benda besar milik Alex mulai memasukinya.
"Terima kasih sudah menjadikan aku yang pertama, menjadikan duda ini hanya satu-satunya yang memiliki kamu dan menyentuhmu. Maaf telah membuatmu sakit sayang."
Tanpa menunggu jawaban dari Sandra, Alex benar-benar melakukannya, menjadikan Sandra miliknya seutuhnya, wanita yang akan hidup bersamanya sampai ia menua.
"Aku mencintaimu Sayang."
"Aku juga mencintamu Mas."
Nafas keduanya terengah-engah saat mereka sudah mencapai pelepasannya.
"Mas."
"Mas ingin lagi sayang."
Sandra bahagia, ia bahagia bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk Alex. semoga ia dan Alex selalu bahagia, itulah harapan di saat penyatuan cinta mereka.
"Terima kasih kamu tekah menerima Duda tua ini, Sayang."
nyimak dulu
sandra sama om Alex