NovelToon NovelToon
Calon Imamku

Calon Imamku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasriani

Namaku Auryn, seorang mahasiswa yang berkuliah di salah satu kampus swasta di ibu kota. Aku merupakan mahasiswa yang bermasalah dan sangat tertutup pada orang lain kecuali dengan teman-temanku yang sama bermasalahnya denganku.

Orang lain menilaiku sebagai gadis yang berkepribadian dingin dan tidak memperdulikan sekitarku, aku mengakui semua itu.

Perlahan sifatku mulai berubah sejak mengenal Dosen yang bergelar Doktor muda di kampusku. Aku tertarik padanya dan melakukan hal yang tidak biasa kulakukan untuk bisa akrab dengannya.

Sifatnya yang berbeda dari kebanyakan orang membuatku penasaran padanya, karena dia aku berusaha ingin menjadi lebih baik lagi.

Aku berharap dialah takdirku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kacau dan Tidak Terarah

Dua minggu belakangan ini aku sangat jarang berangkat ke kampus bahkan sudah dua minggu aku tidak menjalankan tugasku sebagai ketua tingkat. Kak Rafqi terus saja mengirimiku pesan bahkan menelponku karena aku sama sekali tidak memberi informasi apapun tentang ketidakhadiranku, tapi aku hanya mengabaikannya.

Aku berpikir mungkin dengan cara ini aku bisa menghindar darinya dan dia juga bisa mencari penggantiku untuk menjadi ketua tingkat dan membantunya menyiapkan perkuliahan tapi dugaanku ternyata salah. Aku sempat bertanya dengan teman sekelasku dan orang yang ku tanyai mengatakan bahwa kak Rafqi belum mencari penggantiku dan malah menyiapkan bahan perkuliahannya sendiri. Ada rasa bersalah di hatiku, tapi tekadku sudah bulat. Setiap kali aku ingin kembali seperti ada tembok besar yang menghalangiku bahkan jika aku berpikir hanya ingin menyelesaikan tugasku saja yang tertinggal hanya beberapa bulan saja di semester ini.

***

Pagi ini aku terbangun di tempat kak Tara karena semalam memang kami berkumpul di tempat ini. Aku mengerjapkan mataku berusaha menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke dalam kamar ini dengan teriknya.

Ku perhatikan Lucas dan Laras tidur saling bersebelahan dengan posisi Laras yang memeluk melingkarkan tangannya di perut Lucas. Ya, mereka tidak menyembunyikan hubungannya pada yang lainnya. Bahkan semua orang sudah mengetahu i tentang hubungan mereka.

Aku berusaha bangun dari sofa tempat ku tidur semalam, tempat ternyaman bagiku di tempat ini dan tidak ada satupun dari mereka yang bisa menggangguku ketika sedang tidur disana. Siapa yang tau pikiran seseorang, walau bagaimana pun akrabnya tidak menutup kemungkinan mereka bisa berbuat di luar batas maka dari itu sofa ini menjadi pilihanku ketika berada disini dan aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak ikut larut dalam minuman keras yang mereka minum setiap kali berkumpul walaupun aku juga ikut meminumnya sedikit tapi aku tetap berusaha agar tidak sampai hilang kesadaran.

Saat ini aku berjalan menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahku, setelah itu aku merapikan rambutku dan mengambil barang-barangku tanpa membangunkan mereka kemudian membuka pintu kamar dengan sangat pelan agar tidak membangunkn mereka. Setelah keluar dari kamar kos kak Tara akupun beranjak pergi dari sana.

Tujuanku saat ini adalah kamar kos ku, aku berjalan diatas trotoar dengan sesekali menghirup udara pagi hari yang menyejukkan ini.

Tidak butuh waktu lama bagiku untuk sampai ke kos ku. Sesampainya di depan pintu kamarku, aku kemudian merogoh isi tasku mencari kunci yang ku simpan didalam sana. Setelah ketemu aku memasukkan kunci tersebut kedalam lubang kunci dan memutarnya. Pintu terbuka, baru saja aku ingin melangkahkan kaki ku untuk masuk ke dalam kamar tiba-tiba seseorang memanggilku yang membuatku mengurungkan niat untuk masuk kedalam kamarku.

"Auryn" Aku berbalik ke asal suara yang memanggilku. Setelah melihat ke arah asal suara yang memanggilku, badanku seketika terpaku di sana.

"Kak Rafqi" gumamku terkejut, ia kemudian mempercepat langkahnya agar segera sampai di hadapanku.

"Auryn, saya ingin bicara dengamu. Apa kau ada waktu?" Tanyanya begitu tiba di hadapanku. Mulutku seperti terkunci entah apa yang harus ku lakukan saat ini, menolaknya atau langsung masuk dan menutup pintu dengan rapat?. Tidak, tidak ada yang bisa ku lakukan. Badan ku seperti sudah terpaku di tempat ini.

"Auryn" panggilnya lagi yang langsung membuatku terkejut dan segera menganggukkan kepalaku mengiyakan

"Silahkan masuk kak" ucapku mempersilahkan tanpa tau apa yang akan ku katakan nantinya

"Tidak usah, apa kita bisa berbicara di luar. Tidak enak jika kita berada di tempat yang tertutup hanya berdua saja, apa kata orang nanti" katanya menolak dengan sopan. Aku sampai terkesiap mendengarnya, baru kali ini aku melihat orang yang memikirkan tanggapan orang lain mengenai hal yang menurutku sangat sepele ini. Aku bahkan sering berduaan dengan kak Shandi di kamar kosnya maupun di kamar kos ku dan bahkan kami sangat sering berkumpul bersama di kos kak Tara tanpa mempedulikan pendapat orang lain.

"Baiklah kak" jawabku kemudian menutupk

kembali kamar kos ku dan menguncinya. Kak Rafqi berjalan mendahului ku menuju ke mobilnya yang kemudian ku susul ke arah yang sama.

"Naiklah" perintahnya, akupun menurutinya dan masuk kedalam mobilnya lalu ia menghidupkan mesin mobil tersebut dan membawa kami pergi dari sana

***

Mobil yang ku tumpangi dengan kak Rafqi berhenti dekat taman mini yang letaknya tidak jauh dari kampus. Kak Rafqi kemudian turun dari mobil begitupula dengan ku yang terus saja mengikutinya.

Kursi panjang di taman itu menjadi pilihannya untuk duduk dan berbicara denganku. kemudian aku ikut duduk di sampingnya dengan jarak yang tidak terlalu jauh darinya

"Kak Rafqi mau membicarakan masalah apa?" Tanyaku dengan bodohnya. Sudah pasti dia ingin berbicara masalah kelalaianku dalam menjalankan tanggung jawabku

"Kau pasti sudah tau apa yang ingin saya bicarakan" tebaknya dengan tepat sasaran. Aku hanya menunduk diam karena bagaimanapun perasaan bersalah terus saja ku rasakan

"Maaf kak" Hanya itu yang bisa ku katakan saat ini, aku tau aku bersalah.

"Apa alasannya sehingga dua minggu ini kau tidak pernah hadir di kelas saya?" Tanyanya tetap dengan suara yang lembut tidak ada nada mendesak ataupun marah di dalamnya dan hal itu membuatku semakin merasa bersalah

"Tidak ada kak" kataku menggelengkan kepalaku. Aku tidak tau jawaban apa yang harus ku berikan kepadanya. Aku lalai dari tugasku hanya untuk menghindarinya tapi tidak mungkin aku menjawabnya demikin

Dia diam sejenak kemudian berkata "Apa ini ada hubungannya dengan waktu itu?"

" waktu itu?, waktu itu yang di maksud kak Rafqi apa?" batinku kebingungan

"Waktu saya mengajakmu ke rumah orang tua saya" jelasnya yang melihat ekspresi bingungku seakan dia melihat ada tanda tanya besar yang muncul di atas kepalaku.

"Sama sekali bukan kak, saya tidak memiliki alasan apapun untuk tidak menghadiri dan menjalankan tugas saya sebagai perwakilan kelas" jawabku berbohong dan menunduk merasa sangat bersalah. Aku tidak menduganya sama sekali jika ia berpikiran aku menghindarinya karena ajakannya waktu itu

"Jelas kau pasti memiliki alasan kenapa kau tidak menghadiri pertemuan di kelas dan kalau itu karena ajakan saya kemarin, saya sangat minta maaf"

"Saya tidak berbohong kak. Jujur, saya tidak pernah menganggap kuliah itu penting. Dari awal saya memang seperti ini, kacau dan tidak terarah. Saya minta maaf sudah mengacaukan kelas kak Rafqi dan lari dari tanggung jawab saya. Saya juga menyesali kenapa harus bersikap gegabah dan mengambil keputusan tanpa berpikir lebih dahulu" kataku tetap menundukkan pandanganku tidak berani menatapnya.

Hening, tidak ada percakapan sama sekali. Mungkin dia terkejut dengan pengakuanku, tapi biarlah. Memang ini yang ku inginkan selama ini.

"Tidak mungkin jika seseorang tidak bisa berubah Auryn. Saya tetap tidak akan menggantikan posisimu sebagai perwakilan kelas, saya harap kau bisa memikirkan ini lagi. Kalau kau memang merasa kuliah tidak penting bagimu cobalah untuk belajar lebih tertarik lagi padanya sehingga bisa membuatmu lebih mencintainya" ucapnya dengan sangat lembut, bahkan bisa membuat tembok pertahananku menjadi goyah

"Saya akan tetap menunggumu untuk bisa kembali dan menjalankan tanggung jawabmu"

Apa yang harus ku lakukan sekarang, bahkan dia memberikan ku kesempatan untuk memikirkannya. Kenapa sangat sulit untuk pergi dari masalah yang telah ku timbulkan belakangan ini, semakin jauh keinginan untuk pergi semakin banyak pula hal yang menahanku disini.

1
Zuny Achmad
q malah ikut nangis ke inget laras 😭😭😭
dsaat pad KUMpul psti ada laras
Vivin 작은 장미 Septiana
mulekkkk🙄
~elsafa~
karya ini bagus bgt👍😊
Hasriani: makasih kak dukungannya🤗
total 1 replies
~elsafa~
alhamdulillah 1 hari selesai baca 1novel
novelnya👍👍
Nova
bagus~
Zaiziluu
ahhh iri deh sama Dayyan bucin bangett..untung dah halalll
Zaiziluu
baru masuk mualaf udah tau adab adab terhadap suami..top auryn
Zaiziluu
salut sama Dayyan karena selalu menunggu aury....makanya Auryn jangan salah paham dengerin dulu penjelasannya jangan ambil keputusan sendiri..untung Dayyan nya baik
Zaiziluu
lama banget ihhh Auryn sama Dayyan berjodohnya...malah muter muterr
Zaiziluu
yahh thorr ku kira sama rafqi
Zaiziluu
ceritanya seputar itu itu aja deh..karena engga menceritakan keluarga jadi agak hambar sih suasananya
Zaiziluu
suka bngt sama ceritanya karena sedrhana gak berbelit belit
Zaiziluu
yaah Auryn non muslim
Jusmiati
maasyaa Allah, Alhamdulillah...
Jusmiati
tapi benar2 masuk ke dalam Islam secara kaffah, jangan hanya Islam KTP....
Jusmiati
jalannya ya harus jadi mualaf, klau enggak jatuhnya ke zina, itu hukum Islam....
Jusmiati
kan tdk boleh nikah beda agama, jatuh nya ke zina dong, kecuali auryn jadi mualaf..
Jusmiati
kenapa enggak dijelasin tuh klu aundry sdh tunangan...
Jusmiati
itu baru okey Thor...👍🏻👍🏻🎂🎂
Jusmiati
terima aja, toh akidah nya sama...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!