NovelToon NovelToon
KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI

KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:85.8k
Nilai: 5
Nama Author: Andiyas

Jika kebanyakan orang tua tidak ingin anaknya pacaran. Berbeda dengan orang tuaku. Aku dituduh menyimpang lantaran terlihat tidak pernah berdekatan dengan perempuan. Bahkan Papa sampai menjodohkan aku.

Aku pun pergi meninggalkan rumah demi menghindari perjodohan itu.

Tapi kemanapun aku pergi, Papa selalu menemukanku. Hingga aku menemukan sebuah kos-kosan sempit dan memutuskan tinggal di sana.

Aku pun mulai menjalani warna-warni kehidupan di kosan itu. Dan di sana pula aku bertemu dengan perempuan itu.

Di sarankan untuk membaca KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN yang versi Tisa terlebih dahulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andiyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan-jangan Cewek Itu Tisa

Pukul setengah delapan pagi aku berangkat ke kantor.

Kamar cewek sebelahku sudah sepi. Mungkin dia sudah berangkat kerja.

Hari ini aku berangkat ke kantor hanya menggunakan jaket dan celana training. Tak lupa masker dan juga topi.

Aku harus waspada. Bisa saja orang suruhan Papa ada di sekitar sini.

Dan ternyata, perjalanan mulus sampai di kantor tanpa hambatan. Aku langsung ganti pakaian ketika masuk ke dalam ruanganku.

Kerja tanpa asisten benar-benar menyusahkan.

Aku harus mengurus semuanya sendiri. Mulai dari shedule harian. Belum lagi dengan mengatur janji dengan para klien.

Makan siang pun aku harus sendirian. Sebenarnya aku bisa mengajak Pak Yosua makan bareng.

Tapi aku nggak melakukannya. Takutnya malah menimbulkan gosip baru lagi.

Lagi pula, Pak Yosua itu atmosfernya lebih dingin dari kutub.

Aku menikmati makan siangku sambil bermain hp.

"Kasian ya Pak Andri. Gara-gara Pak Romi pindah, dia jadi makan sendiri!" terdengar bisik-bisik dari meja pojok kafe.

"Iya. Dia kelihatan murung mulu karena ditinggal Pak Romi!" sahut yang lain.

Ck. Mereka niat nggak sih kalau mau gosip. Harusnya jangan sampai yang digosipin denger!

"Tapi bagus deh Pak Romi pindah! Mana tahu itu bisa balikin Pak Andri jadi normal lagi!" celetuk salah satu dari mereka.

Apa?! Kenapa mereka masih mengira aku gay?! Kata Romi gosip akan hilang seiringnya waktu! Apa dia di kantor Papa juga digunjingin kayak gini?

"Apa gini kelakuan kalian jika di belakang atasan?!" tiba-tiba terdengar suara Pak Yosua menegur mereka.

Aku menoleh untuk melihatnya. Ternyata benar, Pak Yosua menegur mereka.

"M-maaf Pak. Kami nggak bermaksud gosipin Pak Andri," mereka semua terlihat menunduk malu.

"Waktu istirahat itu digunakan untuk mengisi perut. Biar otak makin encer saat bekerja! Bukan malah ngasah mulut!" ucap Pak Yosua lagi.

"M-maaf Pak. Kami salah!"

Setelah itu Pak Yosua meninggalkan meja mereka.

Aku tersenyum bangga pada Pak Yosua. Ternyata meskipun dia sudah seperti kulkas berjalan, tapi dia orang yang bijak dan juga peduli dengan sekitarnya.

Apa aku naikin gajinya sedikit ya?

__________

Berbeda dengan saat mau pulang, sepertinya ini tidak akan semulus tadi pagi.

Orang suruhan Papa terlihat berjaga di parkiran. Bahkan kali ini berjumlah empat orang.

"Ck. Gimana nih?!" Aku putar haluan, balik lagi ke dalam ruanganku.

Kuganti jas yang kupakai dengan baju yang tadi pagi.

Saat aku akan keluar dari ruangan, terlihat Pak Yosua berjalan di koridor.

Tiba-tiba aku terpikirkan suatu ide.

"Pak Yos!" panggilku.

Dia menoleh, tampak mengernyit saat menatapku.

"Ini aku Pak!" Kuturunkan masker yang menutupi wajahku.

"Pak Andri? Aku kira siapa. Ada apa Pak? Kenapa Pak Andri pakek masker segala? Dan kenapa Bapak pakek jaket juga?" Dia mendekat ke arahku.

Ck. Banyak sekali pertanyaannya!

"Pak Yos, aku mau minta tolong sama kamu!" ucapku mengabaikan pertanyaannya.

"Minta tolong apa Pak?"

Aku pun meminta Pak Yosua berganti pakaian dengan jaket dan celana training yang kupakai. Dan menyuruhnya memakai topi punyaku juga.

Aku tak bisa memberikan maskerku karena sudah kupakai. Beruntung di kantor menyediakan masker juga.

Meskipun tampak bingung, tapi Pak Yosua tetap menuruti permintaanku. Dia berganti pakaian dengan celana training dan jaketku. Sementara aku kembali memakai jas yang tadi kupakai.

"Pak Yosua pulangnya pakek motorku aja ya. Kita tukeran. Aku pakek motor Pak Yosua," ucapku memberitahu.

Dia tampak semakin bingung.

"Tapi kenapa kita harus tukeran motor Pak?" tanyanya sambil memakai masker.

"Nggak papa. Aku cuma pingin nyobain motor Pak Yosua aja," ucapku bohong.

"Kalau Bapak memang pingin nyobain motor saya, kenapa saya harus ganti pakaian segala?"

Baru juga aku akan menjawab, tiba-tiba Pak Jarwo, salah satu orang suruhan Papa nongol di ujung koridor.

Segera kuseret Pak Yosua agar bersembunyi di balik tembok.

"Pak, hari ini saya ulang tahun! Anggap saja ini hadiah untuk saya! Bapak nggak ngasih saya kado kan!" ujarku sekenanya.

"Sekarang Pak Yosua pulang, pakek motor saya. Nih kuncinya!" Aku menyodorkan kunci motor padanya. "Mana kunci motor Pak Yosua?"

Pak Yosua harus segera pergi dari sini. Jika dia pergi dari sini dengan menggunakan motorku, orang suruhan Papa itu akan mengira Pak Yosua adalah aku.

Memang sih aku dan Pak Yosua berbeda. Apalagi dari segi kulit. Dia putih karena keturunan Cina.

Tapi tinggi kami sama, postur tubuh kami juga hampir sama.

Tapi dengan jaket, topi, dan maker yang dipakainya, mereka mengira itu pasti aku.

Setelah menerima kunci motor Pak Yosua, aku langsung menyuruhnya pulang.

Dan benar saja. Orang suruhan Papa langsung mengikuti Pak Yosua keluar dari kantor.

Dengan begini, aku bisa pulang tanpa takut diikuti lagi.

_________

Kurebahkan tubuhku begitu sampai di kosan.

Tok tok tok!

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku.

"Siapa ya?" Aku yang sedang rebahan enggan membuka pintu.

Tok tok tok!

Pintu diketuk kembali. Dengan malas aku bangkit dan membuka pintu.

Eh? Cewek kamar sebelah. Mau apa dia?

Tangannya memegang kotak warna putih.

"Ini Om, nasi kotak dari Ibu kos!" Ia menyodorkan kotak itu padaku.

"Sudah aku bilang aku bukan Om-om. Kita itu cuma beda satu tahun!" kesalku.

"Kalau begitu, Kak! Ini ambil nasi kotaknya!" tangannya masih setia menyodorkan nasi kotak itu.

Lihat itu wajahnya! Sepertinya senyuman sudah kabur dan tidak mau lagi mampir di wajahnya.

Aku tidak meraih kotak itu dan hanya melipat tangan di dada.

"Aku bukan pembina Pramuka!"

Hahaha. Wajahnya terlihat mulai kesal!

"Terserahlah! Ini, nasi kotaknya!" Ia langsung menyerahkan nasi kotak itu di tanganku. Dan berlalu begitu saja.

"Andri! Namaku Andri!" seruku tiba-tiba.

Aku memberitahukan namaku supaya dia tidak memanggilku Om lagi.

Dia menoleh padaku dengan wajah yang terlihat jengkel.

Apa? Seharusnya dia memberitahukan namanya juga dong!

"Tisaaa!" tiba-tiba datang seorang cewek langsung memeluknya.

Ah, jadi namanya Tisa!

"Apa yang kau lakukan dengan cowok tampan ini?! Apa kau sudah mulai dekat dengannya?!" bisik cewek yang sedang memeluk Tisa.

Sepertinya itu tidak bisa disebut dengan bisikan. Karena aku juga mendengarnya.

"Ngomong apaan sih kamu?! Ayo kita masuk kamar!" Tisa menarik tangan temannya itu.

"Kita masuk dulu ya," pamit temannya Tisa dengan tersenyum.

Nah, ini baru benar. Normalnya cewek yang bertemu denganku akan menyapaku sambil tersenyum. Bukan seperti cewek yang sedang dipeluknya itu.

Eh, tunggu! Kenapa mereka berdua terlihat familiar. Apalagi ketika melihat punggung mereka berdua ketika sedang masuk ke dalam kamar.

Tiba-tiba aku teringat dengan cewek yang menolong kucing waktu itu.

Apa jangan-jangan Tisa adalah cewek itu?!

1
Kuma Bear
Luar biasa
Widodo Wilujeng
Setelah 2 minggu Tisa dirawat di rumah sakit, akhirnya diijinkan pulang oleh dokter.


satu bulan kemudian , acara resepsi pernikahan Andri dan Tisa pun digelar.. dan author pun datang ke undangan tsb menggandeng IBU KOS 😆😆😆😆
Widodo Wilujeng
Andri bego bgt sih.. kan dia udah booking cafe.. harusnya Tisa ditarik aja ke Kafe..
Ovira
nga dilanjutin sampai tisa dan Andri punya anak kak
Andiyas: nggak kak😁🙏 terimakasih sudah baca sampai tamat ya kak❤️❤️
total 1 replies
eL cHia
loh mendadak tamat kakk 😭
Andiyas: iya kak😁 makasih udah setia baca sampai akhir ya😍❤️ tak tamatin biar g muter-muter seperti para pembaca kak😁 makasih banyak udah setia baca ya kak😘❤️
total 1 replies
eL cHia
makasih totor sudah rajin update nya 😍😍
Andiyas: makasih juga udah setia baca ya kak❤️❤️😍
total 1 replies
Malihatul Hn
muter2 ceritanya
Andiyas: iya nih. yg nulis g becus. Mana nunggak berbulan-bulan lagi.
total 1 replies
eL cHia
masih setia disini 🥰
eL cHia
wahh andri ditungguin baru muncul nih
Andiyas: maaf Krn udah tidak bertanggung jawab sempat menelantarkan ya kak😟🙏🙏 terimakasih masih setia baca❤️❤️❤️
total 1 replies
Andi Sary Nova
semoga Tdk gegantung ky jemuran yg Tdk diangkat dihujani akhirx lumutan🤭🤪🤪🤪
Andi Sary Nova
kok nggk ada kelanjutanx lg jgn ngegantung dong ky jemuran yg terlupakan🤭🤪🤪🤪
Andiyas: 😁 maapken otor yg ecek-ecek ini. insyaallah nanti lanjut😁😁 makasih ya, usah mau mampir❤️❤️❤️
total 1 replies
Winarsih
lah kok gak lanjut
Salmah Hermansyah
lah, jadi berpisah dong Romi sama si Andri
Andiyas: Mak, aku NT-ku sedang tidak baik-baik saja 😭 ikon rekamanku bilang. gimana mau duber ini😭

makasih udah mampir ya Mak❤️
total 1 replies
Salmah Hermansyah
baru bab awal dah ngakak Ama kelakuannya si Romi yang bikin pada salah paham, ngakak baca pas dagunya dipegang. kebayang banget.astsga
Andiyas: makasih udah mampir Mak❤️❤️❤️😘😍 malu aku 🙈
total 1 replies
Salmah Hermansyah
cerita yang bikin ngakak, sedih baca ini ceria kembali. author nya keren banget. semangat Thor.
Malihatul Hn
muter 2ceritanya
Deddy Kurniadi
macet ceritanya
eL cHia
nakal bangettt ndri ndriii sumpah gemas
eL cHia
iseng banget andri sumpah
eL cHia
mulai seru mulai dari sini hihihi
Andiyas: terimakasih udah selalu mengikuti ya kak❤️❤️😚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!